Dendam Sang CEO

Dendam Sang CEO
Episode 65


__ADS_3

Sekarang Semua orang di Mansion sedang panik dengan berita sakitnya istri sang Majikan, bahkan sekarang Ani sedang membuatkan Bubur untuk dimakan Sisil.


Ani membuat bubur dengan hati-hati dan teliti takut ada kesalahan dan bisa membuat sang Majikan Marah dan membahayakan nyawanya.


Setelah sepulut menit berlalu dan Ani segera membawakanya ke Kamar Sisil.


Tok... Tok... Tok....


Ceklek


" Maaf Tuan ini bubur untuk Nona Sisil " ucap Ani menyimpan Namban Bubur disamping meja tempat tidur Sisil


" Makasih Ani... " ucap Sisil


" Ternyata benar Nona sepucat itu... Apa semua gara-gara Aku " batin Ani


" Kalau begitu Saya permisi " pamit Ani


" Tunggu... " pangil Leo


" Ada apa Tuan " ucapnya berbalik badan


" Kamu tunggu disitu... Aku harus pastikan makananmu tidak membuat Sisil Sakit lagi " titahnya


Ani hanya diam dan Leo segera membawa mangkuk bubur yang masih panas lalu ia mengambil sedikit dan meyuapi Sisil.


" Aaa.. mmmm " ucapnya meyodorkan Bubur tersebut


Wuoekkkk wuoekkkk


Ucap Sisil langsung berlari kekamar mandinya entah kekutaan Apa ia bisa berlari padahal tubuhnya lemas sekali.


" Nona Kenapa lagi... Ko perasaanku tidak enak " batin Ani


" Sayang... Kamu kenapa " ucap Leo menghampiri Sisil


" Perutku Mual lagi Mas... " ucap


" Sudah kan Mualnya... lebih baik Kamu berbaring Saja ditemat Tidur... takut terjadi apa-apa " ucap Khawtir


Leo pun Memapah Sisil dari sana menuju tempat tidur namun ditengah perjalanan Sisil malah pingsan, dan membuat Leo sangat khawatir


" Ani..... " ucap Teriakan Leo


" Ia Tuan... menghampiri sang Majikan " ucapnya dengan Gugup


" Semoga Nona Sisil tidak apa-apa setelah makan bubur itu " batin Ani


" Sayang.... sayang bangun " ucap Leo mengendong sang istri dan menidurknya di kasurnya


" Tamat lah Riwayatmu.. " ucapnya dengan mata elangnya


" Mati Aku.. Tuan Leo tampak marah sekali" batin Ani


Tok... Tok... Tok....


Ceklek


" Maaf Tuan Dokternya Imel sudah datang " ucap Bela


" Suruh Dia masuk " jawab Leo


" Mari Dok silahkan " ucap Bela


Dokterpun segera memeriksa keadaan Sisil


" Bagaimana keadaaan Istri saya Dok, Peyakitnya Apa "


" Sesuai periksaan yang saya lakukan barusan semuanya dalam keadaan baik...." ucapnya terputus


" Baik gimana Dok Istri Saya sampai Pingsan seperti itu " ucap Leo dengan raut wajah tak suka dengan hasil pemeriksaan Dokter


" Tuan Saya belum selesai berbicara... bisa kah Tuan jangan memotong pembicaraan Ku terlibih dahulu " ucapnya mencoba terseyum walau dalam hati merasa Kesal


" Baiklah Silahkan bicara " ucap Leo dengan eksprsi muka datar


" Memang dari hasil pemeriksaan tidak ada apa-apa yang serius Tuan... hanya Saya sekarang Kondisi Kandungan Nona Lemah " ucapnya sambil terseyum


" Tunggu Dok Maksudnya Kandungan " ucap Leo Heran


" Aduh... Tuan Leo ini benar-benar tidak berpengalaman... itu saja tidak tahu " batin Dokter Imel


Tiba-tiba Sang Oma datang dan menjewer Leo


" Awwwww..... Oma Sakit " ucap Leo kesakitan


" Heh Anak Nakal... Kamu sebentar lagi Akan jadi ayah... " ucap sang Oma

__ADS_1


" Maksud Oma... Sisil... " ucapnya dengan berkaca-kaca


" Ia... Sisil sedang mengandung Anakmu... " ucap Oma


" Benarkah itu Dokter " tanyanya sambil meneteskan air mata sebagai tanda ia sangat bahagia saat ini


" Betul Tuan... Kondisi Nona Sisil sekarang sangat Lemah... Saya sarankan untuk dibawa kerumah Sakit.. Saya takut terjadi apa-apa pada Nona " ucapnya


" Baik Dok kalau begitu Kita bawa Sisil sekarang Juga ke rumah Sakit " ucap Leo dengan wajah khawatir kembalk


" Ani... " ucapnya


" Ia Tuan " ucapnya


" Bilang pada Supir siapkan Mobil sekarang juga Saya mau kerumah Sakit " Titahnya


" Baik Tuan "


" Leo... Oma ikut... " rengeknya


" Yasudah Ayo " ajaknya


Leo pun mengendong Sisil dari kamarnya menuju Mobil, Sang Oma pun mengikuti dari belakang. Supir langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


...****************...


Tiga puluh menit waktu yang dibutuhkan menuju Rumah Sakit, Dokter Imel langsung membawa tempat tidur Pasien dan Leo pun menidurkan Sisil disana, Sisil dibawa keruangan VVIP disana.


" Tuan.... Maaf saya Periksa dulu " ucap Dokter Ane


" Baik Dok " ucapnya


Dokter Ane dan dokter Imel dengan para suster memeriksa keadaan Sisil dengan teliti. dengan peralatan-peralatan yang cangih


Pemeriksaanpun selesai dan Sisilpun sudah sadar, Sisil Kaget ketika melihat keadaan sekitar tampak seperti bukan di Mansion.


" Mas... " ucap Sisil


" Sayang Kamu sudah Sadar " menghampirinya


" Aku dimana " ucap Sisil heran


" Kamu dirumah Sakit Sayang... " ucap Leo


" Bagaimana Dok... Saya sakit apa " Tanya Sisil


" Nona tidak apa-apa.... hanya saya keadaan kandungan Nona sangat lemah " ucapa dokter Ane


" Mas... Aku... Mas Hamil " ucapnya menatap wajah sang suami


" Ia sayang " menghapus air mata Sisil


" Selamat ya Nona " ucap dokter Imel


" Makasih Dok " jawab Sisil


" Nona tidak usah khawatir Saya akan memberikan obat penguat kandungan... Dan Nona pun jangan melakukan aktifitas yang berat-berat terlebih dahulu " ucap dokter Ane


" Baik Dok " ucap Serempak Leo dan Sisil


" Tapi untuk beberapa hari kedepan Nona dirawat dulu disini ya Nona....agar kami bisa memeriksa keadaan Nona dan perkembanganya... " ucap dokter Ane


" Ia Dok..."


Dokter dan para perawat pun langsung meningalkan ruangan Sisil, tampak Sang Oma sedang menangis tersedu-sedu disofa ruangan tersebut


" Mas... Oma kenapa " ucapnya


" Ga tau... sih bentar ya sayang " ucapnya menghampiri Oma


" Oma... Oma kenapa " ucapnya menghampiri sang Oma


" Oma senang... sekarang Oma akan menjadi buyut " ucapnya


" Sudah Oma jangan sedih.... Oma akan terlihat awet muda ko " goda Leo


" Heh anak Nakal... Oma memang awet muda dari dulu juga " ucap Oma dengan emosi


" Oma... ini ga konsisten tadi nangis sekarang marah.. bingung... sama Oma labil " candanya kembali ke samping Sisil


" Heh Anak Nakal sini.... " ucap Oma


" Ampun... Oma.... Ampun " ucap Leo sambil terseyum memperlihatkan Giginya


" Mas... " pangil Sisil


" Ia Sayang.... Kamu kenapa.... " ucap Leo tampak khawatir

__ADS_1


" Aku Mau makan Nasi goreng... " ucap Sisil terpotong


" Baik nanti Aku belikan " ucapnya Leo


" Ga mau ....Mas... Aku Maunya Kamu yang bikin... " ucap Sisil


" Nah kan rasakan Kamu Leo " ucap puas sang Oma


" Tapi Aku harus memasak dimana Sayang.... " ucapnya tampak bingung


" Masak didapur dong... gimana sih Sil, Suami Kamu ga peka " Oma mengompori Sisil


" Dasar Oma ya benar-benar " Batin Leo


" Kan dikantin ada dapur Mas... Aku maunya sekarang... " Rengek Sisil


" Benar Sil... Cepat Kamu Leo.... pergi Kekantin... cepat memasak "


" Yasudah deh... " ucap Leo melangkah pergi namun langkahnya terhenti saat Sisil kembali memangilnya


" Mas... Nasi gorengya pake telor dua, pake kecap pake cabe rawit dua , pake kerupuk... tapi kerupunya harus yang kecil-kecilnya dan isinya sepuluh...


Leo pun segera kedapur dan memasak disana, dengan bersusah payah ia mencoba memasak dengn bantuan Youtobe. lima belas menit berlalu dan nasi goreng pun telah matang dengan segera Leo membawakanya keruangan Sisil.


" Sayang ini Nasi gorengnya " ucap Leo dengan bangganya


" Sebentar Sil... Oma cicipi Dulu makananya takutnya nanti Kamu keracunan " cibirnya


" Oma... ga mungkin Sisil keracunan " ucap Leo


" Wuek... Ini apa... Nasi goreng kaya manisan... iuh... manis banget Sil " ucap Sang Oma pergi kekamar mandi dan memuntahkanya


" Enak Ko Oma " ucap Sisi dengan lahap memakannya


" Enak ya sayang " Tanya Leo


" Aku jadi ngiler lihat Sisil makan seperti itu " batin Leo


" Enak Mas... Mas mau coba " tawarnya


" Mau.. "


" Aaa... mmmm " ucap Sisil meyuapi Leo


Leo langsung pergi kekamar mandi dan memuntahkan makanannya


" Pantas Saja Oma bilang begitu... rasanya ga enak... manis sekali " Batin Leo


" Sayang jangan Dimakan lagi ya " ucap Leo merebut piring Sisil yang tingal setenganya lagi


" Mas Jahat " ucapnya menangis tersedu-sedu


" Sudah Kasih Saja... " ucap Oma


" Tapi... Oma... ini ga enak... " ucapnya


" Nih Sil... makan kembali " ucap Oma meyodorkan kembali pirinya


" Ada yang salah sama Sisil.... ga enak gitu ko dimakan... " batin Leo


Sisil pun memakan nasi goreng itu sangat lahap sampai tak tersisa apapun. Setelah Makan Sisil pun meminum obat dan beristirahat kembali


.


.


.


.


.


Bersambung....


Halo Semua,..


Part ini Aku up tentang Sisil aja ya...


sebelum Salsa menjadi pengacau


Ikuti terus kisanya...


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan Dukung Aku dengan cara


Like....Komen..... dan Vote ......


Jangan bosen-bosen ya .....

__ADS_1


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua....


Karena Doa yang baik akan kembali kepada orang memberi Doa.... 😁😁😁


__ADS_2