Dendam Sang CEO

Dendam Sang CEO
Episode 02


__ADS_3

Setelah selesai masak Sisil segera masuk kedalam kamarnya langsung mandi dan bergegas makan malam bersama kedua orang tuanya.


Mereka sudah berkumpul dimeja makan, sudah disediakan banyak makanan buatan Sisil


" Kamu yang masak Sil " tanya sang Papah


" Ia Pah, gimana enak " ucap Sisil


" Enak sekali sayang, kenapa sekarang Sisil yang masak Mah " tanyanya pada sang istri


" Eummm karena Sisil sekarang hobi makan Pah, ya setidaknya dia juga harus bisa masak kan pah jangan mau enaknya alias asal makan " ucap sinis sang mamah


" Mah, jangan seperti itu, bagaimanapun Sisil anak Kita " bentak sang Papah


" Belain aja terus Dia, liat badannya gendut gitu mana ada Laki-laki yang mau padanya Pah, mamah cuman ga mau dia jadi perawan Tua " ucapnya


" Terus bagaimana keadaan anak kesayangan mamah yang kabur dari rumah Hah " tanyanya dengan ketus


" Pah, Salsa ga kabur dia cuma ingin mengejar cita-citanya " bela sang Mamah


" Kalo ada apa-apa dengan perusahaan Kita, yang salah itu Mamah " ucap tegasnya


" Pah, ko nyalahin mamah kenapa ga salahi Sisil jadi anak ko ga berguna " bentaknya


" Mah jangan keterlaluan ya, yang salah Salsa bukan sisil " bela sang Papah


" Terserah Papah aja, Mamah cape mau tidur " ucapnya pergi meninggalkan ruangan tersebut


" Sil, yang sabar ya nak " ucap sang papah mengelus rambut Sisil

__ADS_1


" Ga papah ko pah, Sisil ngerti " ucapnya pamit pergi ke kamarnya


🍁🍁🍁🍁🍁


Sementara ditempat lain Leo sedang berada disebuah diskotik, terlihat Evan menghampirinya dengan 3 perempuan seksi-seksi


" Hai Bro... kenapa dengan wajahmu seperti baju belum disetrika... hhahahha Lecek " ia tertawa bersama gadis-gadis cantik itu


" Diam Kau " menatap tajam pada wajah Evan


" Santai Bro... jangan marah ya " Rayunya


" Kenapa dengan Dia " tanyanya pada Renal berbisik-bisik


" Kenapa kau berbisik-bisik begitu " tanya Leo


" Kau ini sensitif sekali Bro... Lihat banyak gadis cantik tinggal kau pilih mau yang mana " bujuk Evan


Lalu mereka menghabiskan malam dengan mabuk-mabukan, hingga tak sadarkan diri kecuali Renal, ia hanya meminum 2 gelas dan tak berpengaruh apa-apa pada tubuhnya.


Renal segera membawa Leo pulang ke Mansionnya sedangkan Evan ia menyewa hotel dan mengajak para gadis untuk tidur bersamanya dan bersenang senang.


********


Pagi harinya sebuah ketukan nyaring berbunyi membuat Leo bangun dari tidurnya dengan suara lantangnya ia berteriak.


" Ada apa " ucapnya


" Maf Tuan, Pa Renal sudah menunggu anda dari 1 jam yang lalu dan mengatakan bahwa ada informasi penting " ucap salah satu pelayan disana

__ADS_1


" Suruh Ia masuk kekamar ku " ucapnya dengan mata terpejam


" Maf Tuan, saya mau menyerahkan informasi mengenai Nona Sisil " ucapnya


" Bacakan " jawabnya masih dengan mata terpejam


" Nona Sisil umurnya 22 tahun, profesinya seorang guru matematika, hobinya baca buku dia lulusan terbaik di Jerman dengan gelas S1 dan S2, IQ nya diatas rata-rata tuan, Dia juga membangun sekolah dasar dikota ini, dan dia juga menjabat sebagai kepala sekolah disana " ucap Renal


" Hem.. hebat juga dia, Kamu tunggu diluar Saya mandi dulu terus kita akan pergi ke kantor Pa anwar aku sudah mempunyai ide untuk menghancurkan Salsa " ucap Leo


" Baik Tuan " ucap Renal segera meninggalkan kamar sang Tuannya dan menunggu diruang tamu


Setelah selesai dengan ritual mandinya ia segera turun kebawah sebelum melangkah pergi sang Oma tercinta memangilnya


" Hai cucuku, kemari lah Nak " ucap Oma Rosa


" Oma, Leo sibuk hari ini " ucap Leo mencium pipi sang Oma


" Makan dulu sedikit Nak " ajaknya dengan raut wajah sedihnya


" Baiklah " ucap pasrah nya


Setelah selesai makan ia segera menaiki mobilnya lalu pergi menuju kantor sang calon mertua.


" Lihat saja Salsa akan ku balas penderitaan ku selama ini " batin Leo


" Berapa persen saham kita di perusahaan Anwar Grup " Tanya Leo


" 80% Tuan " jawab Renal

__ADS_1


" Bagus, semakin mulus jalan balas dendam ku " tertawa jahat


__ADS_2