
Setelah selesai masak Sisil segera masuk kedalam kamarnya langsung mandi dan bergegas makan malam bersama kedua orang tuanya.
Mereka sudah berkumpul dimeja makan, sudah disediakan banyak makanan buatan Sisil
" Kamu yang masak Sil " tanya sang Papah
" Ia Pah, gimana enak " ucap Sisil
" Enak sekali sayang, kenapa sekarang Sisil yang masak Mah " tanyanya pada sang istri
" Eummm karena Sisil sekarang hobi makan Pah, ya setidaknya dia juga harus bisa masak kan pah jangan mau enaknya alias asal makan " ucap sinis sang mamah
" Mah, jangan seperti itu, bagaimanapun Sisil anak Kita " bentak sang Papah
" Belain aja terus Dia, liat badannya gendut gitu mana ada Laki-laki yang mau padanya Pah, mamah cuman ga mau dia jadi perawan Tua " ucapnya
" Terus bagaimana keadaan anak kesayangan mamah yang kabur dari rumah Hah " tanyanya dengan ketus
" Pah, Salsa ga kabur dia cuma ingin mengejar cita-citanya " bela sang Mamah
" Kalo ada apa-apa dengan perusahaan Kita, yang salah itu Mamah " ucap tegasnya
" Pah, ko nyalahin mamah kenapa ga salahi Sisil jadi anak ko ga berguna " bentaknya
" Mah jangan keterlaluan ya, yang salah Salsa bukan sisil " bela sang Papah
" Terserah Papah aja, Mamah cape mau tidur " ucapnya pergi meninggalkan ruangan tersebut
" Sil, yang sabar ya nak " ucap sang papah mengelus rambut Sisil
__ADS_1
" Ga papah ko pah, Sisil ngerti " ucapnya pamit pergi ke kamarnya
🍁🍁🍁🍁🍁
Sementara ditempat lain Leo sedang berada disebuah diskotik, terlihat Evan menghampirinya dengan 3 perempuan seksi-seksi
" Hai Bro... kenapa dengan wajahmu seperti baju belum disetrika... hhahahha Lecek " ia tertawa bersama gadis-gadis cantik itu
" Diam Kau " menatap tajam pada wajah Evan
" Santai Bro... jangan marah ya " Rayunya
" Kenapa dengan Dia " tanyanya pada Renal berbisik-bisik
" Kenapa kau berbisik-bisik begitu " tanya Leo
" Kau ini sensitif sekali Bro... Lihat banyak gadis cantik tinggal kau pilih mau yang mana " bujuk Evan
Lalu mereka menghabiskan malam dengan mabuk-mabukan, hingga tak sadarkan diri kecuali Renal, ia hanya meminum 2 gelas dan tak berpengaruh apa-apa pada tubuhnya.
Renal segera membawa Leo pulang ke Mansionnya sedangkan Evan ia menyewa hotel dan mengajak para gadis untuk tidur bersamanya dan bersenang senang.
********
Pagi harinya sebuah ketukan nyaring berbunyi membuat Leo bangun dari tidurnya dengan suara lantangnya ia berteriak.
" Ada apa " ucapnya
" Maf Tuan, Pa Renal sudah menunggu anda dari 1 jam yang lalu dan mengatakan bahwa ada informasi penting " ucap salah satu pelayan disana
__ADS_1
" Suruh Ia masuk kekamar ku " ucapnya dengan mata terpejam
" Maf Tuan, saya mau menyerahkan informasi mengenai Nona Sisil " ucapnya
" Bacakan " jawabnya masih dengan mata terpejam
" Nona Sisil umurnya 22 tahun, profesinya seorang guru matematika, hobinya baca buku dia lulusan terbaik di Jerman dengan gelas S1 dan S2, IQ nya diatas rata-rata tuan, Dia juga membangun sekolah dasar dikota ini, dan dia juga menjabat sebagai kepala sekolah disana " ucap Renal
" Hem.. hebat juga dia, Kamu tunggu diluar Saya mandi dulu terus kita akan pergi ke kantor Pa anwar aku sudah mempunyai ide untuk menghancurkan Salsa " ucap Leo
" Baik Tuan " ucap Renal segera meninggalkan kamar sang Tuannya dan menunggu diruang tamu
Setelah selesai dengan ritual mandinya ia segera turun kebawah sebelum melangkah pergi sang Oma tercinta memangilnya
" Hai cucuku, kemari lah Nak " ucap Oma Rosa
" Oma, Leo sibuk hari ini " ucap Leo mencium pipi sang Oma
" Makan dulu sedikit Nak " ajaknya dengan raut wajah sedihnya
" Baiklah " ucap pasrah nya
Setelah selesai makan ia segera menaiki mobilnya lalu pergi menuju kantor sang calon mertua.
" Lihat saja Salsa akan ku balas penderitaan ku selama ini " batin Leo
" Berapa persen saham kita di perusahaan Anwar Grup " Tanya Leo
" 80% Tuan " jawab Renal
__ADS_1
" Bagus, semakin mulus jalan balas dendam ku " tertawa jahat