
Keesokan harinya tiba-tiba handpone Renal berdering dan membangunkanya dengan segera ia mengangat teleponnya
Kring.... Kring... kring...
" Halo " dengan nada kesalnya
" Halo Renal.... Kosongkan jadwalku hari ini... dan handle semua pekerjaanku... Saya mau menemani Sisil di pembukaan Restoranya "ucap Leo
" Baik Tuan... " ucapnya mengakhiri teleponnya
Renalpun segera bangun dari tempat tidurnya menuju kmar mandinya, setelah selesai ia pun segera bersiap-siap kekantor. namun langkahnya terhenti saat ia mendengar suara bel pintu rumahnya
Ting.... Tong.... Ting.... Tong....
" Siapanya pagi-pagi begini " ucap heran Renal
Ceklek
" Kamu lagi " ucapnya kesal
" Seyum dikit kenapa.. masih pagi Loh udah masang wajah jutek.. " ucapnya Seyum-seyum
" Benar-benar wanita Aneh" batin Renal
" Mau apa lagi kesini " ucap Renal kesal
" Em... ini Aku bawakan sarapan untukumu.." ucapnya sambil menenteng rantang ditanganya
" Tidak usah " ucapnya Ketusnya
" Aku Tau Kamu tuh jomblo hidup sendiri... ga ada yang urusin dan perhatian Kamu.. " ucapnya masuk kedalam Apartemen
" Sama-sama Jomblo Diam aja "
" Semakin Kamu jutek semakin gemas pula " batin Yesi
" Karena Kita Sama-sama Jomblo makanya Kita harus saling memperhatikan" ucap Yesi penuh Semangat
" Ini cewe maunya apa sih" batin Renal
" Yu Kita sarapan Bareng " ucap Yesi
" Hey... pergi dari sini... Aku terburu-buru " usir Renal
" Hanya sebentar ko... Yu kita makan... " ajaknya Yesi
" Ga bisa " bentaknya
" Cuma sepuluh menit Ko... janji deh ga lebih " ucapnya
" Yasudah "
Merekapun segera menikmati sarapannya. Yesi terlihat sangat bersemangat. entah Dia suka sama Renal atau memang Dia hanya senang melihat Renal kesal, jadi dia selalu senang menggangu Renal
Setelah selesai dengan sarapanya Renal pun segera pergi kekantornya dan Yesi pulang ke Apartemennya.
Ia pagi-pagi sekali sampai di kantor. dan langsung mengerjakan semua pekerjaan Leo.
......................
Sedangkan Di Mansion Leo, Mereka sedang Sibuk berdandan agar pembukaan nya berjalan sesuai keinginan mereka.
" Sayang Sudah siap belum... " ucap Leo
" Bentar Mas " ucap Sisil
" Kamu tuh Cantik... mau dandan seperti apapun " rayunya
" Yu Mas Aku dah Siap " ajak Sisil
" Sayang kamu yakin pakai baju seperti ini " ucap Leo
" Memang kenapa Mas.. apakah bajunya kurang bagus" ucapnya kaget
" Bukan sayang.... Kamu terlalu cantik.. ganti " ucapnya
" Tapi Mas... ga ada waktu lagi... pasti mereka sudah menunggu Kita " rengeknya
" Ganti atau Kita tidak pergi sama sekali " ucap tegas Leo
__ADS_1
" Yaudah Aku ganti " ucapnya kesal
" Kalo yang ini Mas... "
" Ganti "
" Gini aja Mas "
" Terlalu terbuka "
" Emm... Yang Ini Mas "
" Terlalu seksi "
" Astaga Mas... Terus Aku harus pakai yang mana " keluhnya
" Coba yang ini "
" Begini " ucap Sisil kesal
" Nah ini baru benar... " ucapnya terseyum
" Yaudah Yu... " ajak Sisil
Setelah tiga puluh menit drama dengan gaun yang dikenakan Sisil akhirnya Leo menemukan gaun yang cocok untuk Sisil. Merekapun turun kebawah dan segera menemua Sang Oma dan Marco.
" Apa Kalian Sudah Siap " tanya Marco
" Sisil Kamu cantik sekali... " puji sang Oma
" Oma juga Cantik " balas memuji Oma
" Kami sudah siap Ayah " ucap Leo
......................
Merekapun menaiki mobil dan segera pergi menuju Restoran. Sesampainya disana mereka pun disambut oleh para pegawai.
" Silahkan Masuk Nona dan Tuan... " ucap Manager Restoran
" Gimana Sil... bagus kan Semalem Oma yang susun ini semua " bangga sang Oma
" Sisil Kita kesana yu... Cek makanannya.... Chef ya ganteng loh " ajak sang Oma
" Oma... Leo lebih ganteng dari Dia "
" Ish... anak ini kenapa ngikutin Kamu terus... sana jauh-jauh... Oma sama Sisil mau cuci mata dulu " usir sang Oma
" Oma..... " rengeknya
" Tuh Sil... cowo ko sifatnya gitu.... manja... ga pantes sama Kamu " ledek sang Oma
" Oma.... jahat... " ucapnya ngambek menarik tangan Sisil
" Hey anak Nakal... lepaskan tanganmu dari cucuku... " ucapnya memukul badan Leo
" Sakit Oma " ucapnya malah memeluk Sisil
" Oma Sudah... kasian Mas Leo... sebaiknya Mas sama Ayah Aja... Aku maj keliling-keliling dulu sama Oma "
" Ga mau... Nanti Kamu nemuin Beni... Aku ga suka "
" Udah Kita tingalin saja Dia " ucap sang Oma menarik tangan Sisil
Sisil dan Oma pun berkeliling disekitar restoran mengecek hal apa saja yang kurang sedangkan Leo dan sang Ayah sedang berbincang-bincang dengan rekan kerjanya diruangan depan.
Datanglah Bu Ida, Pa anwar dan Salsa, mereka langsung dipersilahkan duduk ditempat yang sudah disediakan.
" Lumayan lah Makan enak dan gratis " ucap Bu Ida
" Papah senang melihat Sisil anak Papah bahagia bersama Suami yang meyayanginya " batin Pa Anwar
" Harusnya Aku diposisi Sisil sekarang " batin Salsa
" Hai Semua " sapa Oma
" Hai Oma " ucap Salsa sedangkan Bu Ida dan Pa Anwar hanya mengangukan kepalanya
" Apa Kabar Pa anwar, Bu ida " basa basi Oma
__ADS_1
" Kabar Baik Oma " ucap Pa anwar
" Silahkan dicicipi makananya jangan sungkan-sungkan " ucap Oma
" Makasih Oma... Ini semua sudah cukup " ucap Bu Ida
" Oma sepertinya tidak suka padaku " batin Salsa
" Sisil sini Nak " pangil sang Oma
" Ia Oma... Mamah Papah Ka Salsa " ucapnya menyalami mereka
" Sisil... apakah ini restoran ini punyamu " ucap Salsa
" Bukan Ka... ini punya Ayah mertuaku tapi... beliau memberikannya padaku " ucapnya sambil terseyum
" Pamer... banget sih Dia.... tapi Aku tak boleh marah-marah... nanti Aku jadi gelandangan Lagi " batin Bu Ida
" Wah.... Kamu harus banyak-banyak bersyukur punya Ayah mertua sebaik Tuan Marco " ucap Bu ida
" Apa-apaan Mamah belain Sisil " batin Salsa
" Ia Nak jangan kecewakan mereka " ucap Pa Anwar
" Ia Papah " ucapnya
" Lihat Saja Sisil akan ku buat Kou terusir dari keluarga Leo... dan Leo akan membencimu " batin Salsa
" Ia Sil... jangan sia-siakan Leo... seperti Aku dulu... Akupun menyesal sekarang... " ucapnya pura-pura sedih
" Salsa yang Oma tau... Kamu harus sabar mungkin Leo bukan jodohmu.... nanti juga Kamu akan menemukan jodohmu sendiri "
" Ia Oma "
" Enak Aja... Sabar.... Leo itu jodohku sebelum Sisil hadir... Dasar Tua bangka " batin Salsa kesal
Datanglah Leo dan Marco menghempiri mereka. Marco pun duduk disebelah Oma dan Leo duduk disebelah sang istri.
" Sepertinya Seru ngobrolnya " ucap Marco
" Enga Ko pa Marco biasa Aja " ucap Salsa
" Ko Aku kurang suka dengan Kakanya Sisil ini... seperti sedang cari perhatian " batin Oma
" Sayang... Makan Dulu yu... Takut Kamu sakit " ucap Lembut Leo
" Kasian Salsa... Leo sengaja dasar " batin Bu Ida
Merekapun semua berkumpul dan makan bersama namun semuanya takjub dengan keromantisan Sisil dan Leo, Hanya Bu Ida dan Salsa yang tidak meyukinya.
Pengunjungpun berdatangan bahakan restoran pun penuh dengan pengunjung... Mereka memang menggaratiskan makanannya hanya diwaktu pembukaan Saja maknya pengunjungnya pun banyak.
Pa Anwar, Bu ida dan Salsa pun pamit untuk segera pergi keperkebunan yang kemarin Leo bicarakan. Ada rasa senng dan sedih dihati mereka, senang karena mereka tidak jadi gelandngan lagi dan sedih jika harus tingal didesa.
.
.
.
.
Bersambung....
Halo Semua,..
Ada Yang Mau tau kisah Pa Anwar, Bu ida dan Salsa di desa..
Maaf ya kemarin hanya Up 1 dikarenakan Akunya kurang inspirasi maklum masih amatir...
Terus ikuti kisahnya
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan Dukung Aku dengan cara
Like....Komen..... dan Vote ......
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua....
__ADS_1
Karena Doa yang baik akan kembali kepada orang memberi Doa.... 😁😁😁