Dendam Sang CEO

Dendam Sang CEO
Episode 93


__ADS_3

Flash Back


" Saudari Salsa... Anda ada kunjungan lagi " ucap petugas disana


Salsa pun dituntun untuk memasuki ruangan khusus oleh petugas. Salsa disana melihat Seorang perempuan dan laki-laki yang tidak ia kenal, ia pun segera duduk dikursi yang sudah disediakan.


" Anda Siapa " Tanya Salsa


" Perkenalkan Nona Salsa, Saya Bagas... Saya ini Asisten dari Nyoya Natali... dan ini Nona Natali... Beliau adalah ibu kandung Tuan Leo " ucapnya memperkenalkan diri


" Mau apa lagi Mereka kesini... ga penting juga " batin Salsa


" Mau apa Kalian kesini " ucap Salsa sinis


" Sombong banget nih Bocah... tapi Aku harus tahan Emosi... Takut Dia tidak akan menyetujui rencana ku " batin Natali


" Jadi begini Nona Salsa...Kedatangan Kami kesini... " ucap Bagas terpotong


" To the point aja.... Kedatangan ku kesini ingin mengajakmu kerjasama " jawab Natali


" Kerjasama apa lagi nih Tante ... Tante... " batin Salsa


" Kerjasama Apa " ucap Salsa santai


" Saya bisa keluarkan Kamu dari sini secepatnya... Asal Kau mau mengikuti semua perintahku ... " ucap Natali


" Gila nih Tante-tante mau jadiin Aku apa... budak... " batin Salsa kesal


" Kalau Saya ga mau ... gimana " tanyanya


" Kamu harus mau " ucap Natali


" Kenapa " Tanya Salsa


" Karena Kamu akan bebas... semua fasilitas akan Saya berikan.... bahkan Leo pun akan segera menjadi milikmu.... asalkan Kamu memisahkan Antara Leo dan Sisil " ucap Natali


" Saya tidak tertarik " ucap Salsa cuek


" Aku tidak suka penolakan " ucap Natali


" Dan Aku tak suka pemaksaan " ucap Salsa


" Karakter Dia keras kepala juga " batin Natali


" Heran sama ini Tante-tante jahat amat ... ga tau apa Leo sangat mencintai Sisil bahkan Aku juga ga bisa memisahkan mereka " Batin Salsa


" So jadi gimana " ucap Natali


" Kalian istirahat Saja... Saya butuh istirahat " ucap Salsa melangkah pergi namun langkahnya terhenti saat Natali memegang tangan Salsa


" Kamu pikirkan baik-baik... Besok Saya kesini lagi... " ucap Natali


" Terserah " ucap Salsa melangkah pergi


" Pa Saya sudah selesai berbicara dengan ibu itu " ucap Salsa pada sang petugas lalu sang petugas pun menuntun Salsa kedalam Sel tahanan tersebut


" Sial.... Sial... sial.... Dia begitu keras kepala.. tapi Aku Takan menyerah sampai disini " ucap Natali


" Nyoya sebaiknya Kita pulang... " ucap Bagus


Lalu mereka segera pergi dari tempat itu.


.

__ADS_1


...****************...


.


Sesampainya disana sambil menunggu sang Istri datang Leo pun mengajak Renal mengobrol


" Menurutmu bagaimana Renal... " ucap Leo


" Bagaimana apanya Tuan "


" Apakah Aku harus mempercayai Salsa... " tanyanya


" Kalau menurut Saya sih ragu Tuan... bagaimana pun Dia kan orangnya jahat " jawab Renal


" Tapi... Kita tidak punya pilihan ... " ucap Leo


" Bagaimana Jika Besok Tuan ngobrol sama Ujang... Saya tau sekarang kelemahan Salsa ada di Ujang... karena Dia yang paling sabar selama ini dan selalu ada buat Salsa selama Ia dipenjara " jelaskanya


" Dari mana Kamu tau " ucap Leo


" Saya menyelidikinya Tuan selama ini... " ucap Renal


" Benar Juga... Sekarang kamu telepon Ujang... dan bilang besok jam sembilan...temui Saya di Kantor... " ucap Leo


" Baik Tuan... "


Yesi dan Sisilpun datang menghampiri mereka didalam mobilnya.


" Mas lama nungunya... " ucap Sisil


" No sayang...Apapun untukmu... jangankan beberapa menit... beberapa jam pun Aku sanggup " jawab Leo sambil dipeluk Sisil


" Kamu kenapa bawa banyak makanan " Renal pada Yesi


" Tapi ga gitu juga kali " ucap Leo


" Biarin... ye suka-suka... " ucap Yesi Kesal


Renalpun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. keadaan disekitar jalan sedang macet. karena ini sudah jam pulang kantor.


Disaat-saat macet Yesi pun turun dari mobil lalu melangkahkan kakinya kepenjual rujak pinggir jalan.


" Mas itu Yesi Mau kemana " ucap Sisil


" Entahlah... " ucap Leo pun bingung


" Renal... Kejar istri Kamu... " titah Leo


" Tapi ini bagaimana... " ucapnya sambil melihat kemacetan...


" Sudah Kamu kepingirkan.... " ucap Leo


Setelah lampun warna hijau menyala, Renal pun menepikan mobilnya. lalu menyusul sang istri


" Yesi... ngapain Kamu disini... " tanya Renal sedikit kesal


" Aku beli Rujak, gorengan dan minuman " ucapnya cuek


" Banyak sekali " ucap Renal kaget


" Tenang saja... Aku bagi-bagi ko " ucapnya santai


" Perasaan Nona Sisil hamil ga begini amat " batin Renal

__ADS_1


Merekapun segera kembali kedalam mobilnya dan Renal segera melajukan mobil dengan kecepatan sedang.


" Sil... Ini buat Kamu " ucap Yesi


" Ini buat Leo "


" Dan ini buat Suamiku tersayang... " ucap Yesi


" Makasih... " ucap Sisil


" Apa ini... Aku ga suka " ucap Leo


" Sudah Mas makan Saja " ucap Sisil melihat wajah Yesi menjadi sedih


" Tapi...tapi... " ucapnya terpotong saat Sisil menyuapinya rujak pemberian Yesi


" Aaammm... Enak kan Mas " ucap Sisil


" Lumayan.... " ucap Leo


Akhirnya merekapun sampai gedung Apartemen Leo dan Sisil pun segera melangkah menuju apartemen nya. begitupun Yesi dan Renal yang segera melangkah menuju Apartemen nya


.


...****************...


.


Sesampainya di Apartemen Sisil pun membaringkan tubuhnya kedalam kasur empuknya. Leo pun segera menghampirinya.


" Sayang Kamu kenapa ... apa yang sakit " tanya Leo


" Kaki ku pegal sayang... " ucap Sisil


" Sekarang Kamu mandi dulu ya sayang... beres mandi Aku pijitin " ucap Leo mengecup kening Sisil


" Baiklah Mas .. " ucap Sisil


Leo pun segera menuju kamar mandi yang lain untuk membersihkan tubuhnya. setelah selesai ia kembali lagi kekamarnya dan segera memakai Kaos nya dan Sisil pun sudah rapi dan wangi.


.


.


.


.


Bersambung....


Halo Semua,.


Maafkan jika untuk beberapa part kedepan akan menguras emosi kalian...


So... Ikuti terus kisanya...


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan Dukung Aku dengan cara


Like....Komen..... dan Vote ......


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua....

__ADS_1


Karena Doa yang baik akan kembali kepada orang memberi Doa.... 😁😁😁


__ADS_2