
Setelah selesai Sisil memakan telur mata Sapinya, ia pun Kini ngantuk namun Entah mengapa kakinya sangat pegal ia pun meminta sang Suami untuk mengusapnya.
" Mas... " lirihnya
" Ia Sayang... "
" Masih mau makan Lagi " tanya Leo
" Bukan... Aku mau kakiku di pijit tapi jangan keras " ucapnya manja
" Kalau bukan dipijit ya diusap dong sayang " ucapnya gemas
" Ia itu lah... " ucap Sisil sambil tertawa
" Tapi Janji Kamu harus tidur ini sudah malam " ucap Leo
" Ia sayang... " ucap Sisil
Leo pun dengan sabar mengusap-usap kaki Sisil hingga Sisil benar-benar Tidur dan terlelap.
.
...****************...
.
Sedangkan di Apartemen Renal dan Yesi mereka sedang menonton Tv, Sekarang Yesi sedang memakan cemilan sambil menonton tv sebenarnya Renal heran dengan tingkah akhir-akhir Yesi, bahkan tubuhnya pun sedikit gemuk.
" Sayang... Kamu ga takut gendut apa " ucap Renal
" Ga sayang... " ucapnya sambil menguyah cemilannya
" Sayang... Tadi Tuan Leo bicara padaku dan minta pendapat Kita... Soal Sisil meminta Tuan Leo untuk mengurangi masa hukuman Salsa... menurutmu bagaimana " tanya Renal
" Aku sih... Mau lihat Salsa dulu dipenjara sebelum Kita memutuskan itu " jawabnya
" Bagaimana Jika besok Kita kepenjara... " ajak Renal
" Ide Bagus. ...tapi emangnya Kamu ga sibuk Sayang " ucap Yesi
" Ga sayang... Besok Tuan Leo juga ga akan kekantor... Ia akan menemani Sisil di Apartemen nya... " ucap Renal
" Maksudmu Sisil pindah ke Apartemen sama dengan Kita.. digedung ini " ucap kaget Yesi
" Ia sayang " Ucap Renal
" Wah. .. Aku tak akan kesepian lagi... Aku bisa berkunjung setiap hari menemaninya... " ucap Yesi
" Kamu sepertinya sangat senang dengan Sisil " ucap Renal
" Sisil orangnya baik... Aku juga mau menebus dosa-dosaku padanya dulu.. dan Aku sudah menganggapnya Adikku... " ucap Yesi
" Kamu sudah berubah... Aku senang Kamu seperti ini " ucapnya mau mencium Yesi
Yesi langsung memejamkan matanya berharap dicium dibibir ya namun ternyata Tidak seperti yang ia harapkan.
" Ko lama Sih Renal mau cium Akunya " batin Yesi
" Kenapa Dia memejamkan matanya " batin Renal
" Kamu kenapa " tanya Renal heran
" Ko belum nya " batin Yesi
" Kamu yang kenapa " ucap Yesi kesal
" Aku... Aku cuma mau ambil kotoran di mata Kamu " ucapnya sambil tersenyum
" Ih... Kirain Kamu akan cium aku " ucapnya keceplosan
" Kamu nungguin itu dari tadi sampai memejamkan mata Hahahaha " ucapnya sambil tertawa
" Ih.. Kesel yaudah Kamu tidur sendiri disofa.. jangan kekamar " ucapnya kesal lalu Sang Suami dengan segera memeluknya
" Jangan Marah dong Sayang... yaudah Sini Aku cium " goda Renal
" Ga mau... " ucap Yesi yang masih kesal
" Nanti cantiknya hilang Loh... kalo sering marah-marah " godanya kembali
" Muachh.. " ucap Renal mencium bibir Yesi sekilas
Pipi Yesi langsung merah seperti tobat dan ia juga senang dengan perlakuan Sang Suami. Lalu Renalpun mengajak Yesi untuk segera tidur.
__ADS_1
.
...****************...
.
Di Mansion Sang Oma sangat khawatir dengan sang cucu lalu ia pun segera menelepon Leo.
Tut.. Tut.... Tut..
" Halo Anak Nakal... Kamu dimana kenapa belum pulang... " Omel sang Oma
" Oma kecilkan suaramu... Sisil sedang tidur " ucapnya
" Sisil bagaimna keadaanya " tanyanya
" Oma tidak usah khawatir... Sisil aman denganku. .. " ucapnya sambil terseyum
" Ia Oma percayakan padamu... tapi Kamu dimana Hah " ucapnya
" Aku di Apartemen Oma dengan Sisil... Kami sudah memutuskan untuk tinggal disini " ucap Leo
" Sudah Kamu kembali lagi Ke Mansion... Momimu dan Si ulat Keket sudah minggat alias pergi dari Sini " Ajak Oma
" Tapi... Oma... " ucap Leo terpotong
" Kamu ga kasian dengan Sisil... Tinggal Di Apartemen cuma sendirian Kalau Kau bekerja terus Dia bagaimana " bujuk sang Oma
" Nanti Aku bicarakan lagi deh sama Sisil Oma... " ucap Leo
" Yasudah... Kamu pertimbangkan saja Dulu... pintu Mansion Ini selalu terbuka untukmu.. " ucap Oma
" Ia Oma... Makasih sudah peduli sama Leo " ucapnya sedih apalagi ketika sang Momi kembali lagi kesisinya namun yang ada luka yang kembali hadir, karena Sang Momi tidak pernah peduli padanya bahkan ingin merusak kebahagiannya bersama orang yang ia cintai.
" Sama-sama Sayang... Yasudah Kamu istrahat... Oma juga mau istirahat " ucap sang Oma
" Ia Oma " ucapnya menutup teleponna.
Lalu Oma kembali membaringkan tubuhnya di kasurnya dan mencoba untuk tidur, meskipun dalam pikiranya masih memikirkan masalah Leo dan sang Mominya.
.
Keesokan harinya,,
Setelah selesai ia segera menuju Kamar mandinya untuk membersihkan tubuhnya dari keringat. Setelah itu ia berdandan Rapi dan membangunkan Sang Istri.
" Sayangku... Kesayanganku.... cintaku... Bagun " ucapnya menciumi wajah Sisil
" Mas geli " rengeknya yang tidak tahan
" Bagun Sayang... Airnya sudah hangat " ucap Leo
" Em.. Mas... Kamu pagi-pagi sudah masak... wangi sekali " ucap Sisil mau melangkah pergi ke luar kamarnya namun langkahnya dihentikn oleh Leo
" Eit... Mau kemana... Kamar mandinya disini bukan disana " ucap Leo
" Tapi Mas... Aku mah mencicipinya sedikit... " ucap Sisil
" No... No... No.. Mandi Dulu Sayang... " ucap Leo menuntun Sang istri kekamar mandinya
" Mau Aku mandiin sayang " godanya
" Ga Sayang... Ga usah... " ucap Sisil panik
" Aku tunggu dimeja makan ya sayang " ucap Leo
Lalu Leo keluar dari kamar mandinya dan segera menuju Meja makannya Dia duduk smbil meminum Kopinya. Tak lama Kemuadian terdengar suara bel Apartemenya berbunyi.
Ting... Tong... Ting... Tong...
Ceklek,,
" Masuk " Ajak Leo
" Kalian tinggal disini " ucap Yesi
" Untuk sementara " ucap Leo
" Tuan ini Baju yang Tuan Minta " Ucap Renal
Leo pun segera membawanya dan menemui Sisil untuk memakainya. setelah Sisil rapi sang Suamipun membawanya untuk segera sarapan.
" Eh ada Yesi dan Renal Juga " ucapnya
__ADS_1
" Pagi Sisil " ucap Yesi
" Ia Nona " ucap Renal
" Yuk... Kalian sini... Kita sarapan dulu " ajaknya
" Wah sepertinya enak " ucap Yesi langsung duduk disana
" Ini Mas Leo yang masak Loh Yesi " ucap Sisil
" Benarkah... Suamiku tak seromantis Leo " bisiknya Sisil hanya membalasnya dengan seyuman.
Merekapun segera memakan makananya,
" Em... enak sil... " ucap Yesi
" Yang ini juga "
" ini Juga " ucapnya mencicipi semua masakan Leo
" Kamu laper atau rakus sih.. Sisil juga yang hamil ga kaya gitu " cibirnya
" Ish... Mas.. " ucap Sisil
" Aku sependapat dengan Tuan " ucap Renal
" Renal jahat... " batin Yesi kesal
" Kamu ko ga belain istri sendiri " Omelnya sama sang Suami
" Sayang... " ucapnya membujuk Sang istri agar tak marah lagi
" Ga usah pangil aku sayang lagi " bentaknya
" Yesi. .. sudah jangan Ribut " ucap Sisil
" Aku kesal sama Suamiku Sil ga pernah peka " ucap Yesi
" Nih.. Kartu buat Kamu beli apa aja.. di Mall " ucap Renal memberikan kartu itu
" Oh ia Sayang Kamu sekalian saja temani Yesi berbelanja dan Kamu pun ikut berbelanja bagaimana " ucap Leo
" Ia Sil... Kita shoping bareng " ajak Yesi
" Em.. gimana ya... " ucap Sisil
" Ayo lah Sayang... Tapi sebelum Kamu ke Mall Kita ke dokter kandungan dulu ya " ajak Leo
" Baiklah Mas.. "
" Oh ia Sil.. Kita janjian di Mall tiga jam lagi ya " ucap Yesi
" Ok " ucap Sisil
Setelah selesai dengan sarapannya Leo mengajak sang istri kedokter kandunganya, sedangkan Yesi dan Renal pergi kedalam penjara untuk menemui Salsa namun tidak bicara dengan Sisil. mereka pergi diam-diam.
.
.
.
.
.
Bersambung....
Halo Semua,.
Maafkan jika untuk beberapa part kedepan akan menguras emosi kalian...
So... Ikuti terus kisanya...
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan Dukung Aku dengan cara
Like....Komen..... dan Vote ......
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua....
Karena Doa yang baik akan kembali kepada orang memberi Doa.... 😁😁😁
__ADS_1