
Sementara Dikantor Leo, ia tengah sibuk dengan Pekerjaannya. Sisil hanya berdiam duduk disofa ia memperhatikan wajah sang Suami. mau protes pun ia tak bisa karena raut wajahnya pun seperti orang marah
" Mas Leo " Ucapnya Ragu
" Em... "
" Pulang Yu " ajaknya
" Pekerjaanku masih banyak "
" Kalau begitu Aku pulang sendiri ya " ucap kesalnya
" Tunggu sebentar lagi "
Sisil Pun menunggu Leo bekerja. namun tak terasa rasa lelahnya membuat matanya mengantuk ia pun tertidur disofa tersebut.
Leo tak sadar Jika hari sudah semakin Sore ia pun segera bergegas untuk membereskan filenya. Leo menjadi banyak pekerjaan karena tidak ada yang menghandle pekerjaan Renal, karena Renal masuk rumah sakit sejak kejadian diberi makanan oleh Yesi dan Salsa.
" Maafkan Aku Sil... Kamu pasti lelah " ucapnya mengendong Sisil dari Ruangannya kedalam mobilnya.
Ia pun segera melajukan mobilnya untuk menuju Mansionnya. sepanjang perjalanan Leo mencuri-curi pandang pada Sisil yang sedang terlelap pulas dalam tidurnya.
...****************...
" Kamu Tidur atau apa Sil Ko ga bangun-bangun " ucapnya menepikan mobilnya karena sudah sampai halaman Mansionya
Leo pun dengan jahilnya menciumi pipi Sisil membuat Sisil tidak nyaman dan perlahan lahan membuka matanya dengan Kaget dan melotot
" Mas " ucapnya kaget
" Apa sayangku " godanya
" Kita ko sudah ada disini " ucapnya heran
" Dari tadi Aku bangunin susah sekali.... Kamu tidur kaya kerbau " cibirnya
" Mungkin Aku lelah nunguin Mas "
" Sekarang Kamu bangun dan segera mandi lihat masih ada ilernya ih... " goda Leo kembali
" Mana Mas.... Mana " ucapnya panik mengambil Kaca
" Mas ihhh bohong " ucapnya kesal lalu turun dari mobil dan segera melangkah kekamarnya
Sementara ditempat makan semua anggota sudah berkumpul dan segera melakukan makan malamnya.
" Oma lain Kali Aku ga mau meyuruh Yesi membawakan bekal karena Aku pasti tak akan memakannya " ucapnya didepan Sisil yang sedang menuangkan air putih kedalam gelas
" Leo jahat... kurang apa coba selama ini " Batin Yesi sedih
" Loh Siapa yang meyuruh Yesi membawakan Makanan " tanya Oma menatap wajah Yesi
" Mampus... Aku ketahuan " batin Yesi
" Tadi kan Oma yang yuruh.... " ucapnya gugup
" Aku Merasa Gadis ini seperti ular.. untuk apa Dia membawakan makan siang pada Leo... jangan-jangan Dia memang suka sama Leo ... awas aja kalo sampai begitu " ucap batin Oma
" Mungkin tadi Oma lupa " ucapnya
"Merekapun segera melanjutkan makan malamnya dan Yesi bisa bernafas lega karena tidak ada yang curiga dengan kelakuannya tadi Siang.
...****************...
Keesokan harinya seperti biasa Mereka berkumpul dimeja makan untuk melakukan sarapannya. Sisil hari ini sudah rapi Leo pun heran menatapnya.
" Mau kemana Dia hari ini Sudah rapi dan cantik jangan-jangan Dia mau bertemu dengan Si Beni " batin Leo
" Mau Kemana Kamu pagi-pagi buta begini " ucapnya sinis
__ADS_1
" Oh ia Mas, hari ini Aku mau ijin ke Sekolah dulu terus Siangnya mau kerumah Mamah Dulu " ucapnya
" Aku tak yakin Jika Ia tidak akan bertemu Beni " batin Leo yng masih curiga
" Baiklah.. Tapi ke Sekolah Aku Antar " ucapnya
" Mood Mas Leo lagi jelek, Aku turutin saja dari pada ribet urusanya " batin Sisil
" Baik Mas " ucapnya
" Oh Ia Sil, Tiga hari lagi kita akan adakan pembukaan Restorannya... Semua barang keperluan untuk Restoran Ayah udah Atur tinggal Nanti Siang Kamu lihat tempatnya dan pilih beberapa menu makanan yang akan jadi andalan Restoranmu " ucap Sang Ayah Mertua
" Baik Ayah nanti setelah dari rumah Mamah, Sisil ke Retoran " ucapnya
Marco dan Oma segera melanjutkan Sarapannya. sedangkan Leo dan Sisil pamit untuk bekerja.
...****************...
Mereka bergegas ke mobil Leo, Leo mengantarkan Sisil didepan sekolah tersebut.
Leo melajukan kembali mobilnya menuju kantornya.
Semua mata memandang kearah Sisil seakan menjadi orang Asing didepan mereka yang biasanya menyapa Sisil.
" Kenapa semua orang menatapku " ucap Sisil cuek
Sisil pun segera menuju Ruangannya. dan segera menghubungi beberala staf untuk membawakannya beberapa file-file.
Tok.... Tok... Tok...
" Masuk "
Ceklek,,
" Permisi Bu Sisil "
" Ia Bu, taruh dimeja " titahnya
" Tidak Ko... Saya hanya mengatur pola makan Saya saja .. Jika tidak ada yang mau ditanyakan lagi silahkan Anda keluar " ucap Sisil
Staf itu pun keluar dan bergosip dengan para guru tentang keadaan Sisil sekarang, bentuk tubuh dan wajahnya pun terlihat berbeda dan mereka meyakini jika memng Bu Sisil melakukan Operasi plastik.
Sisik tampak membereskan semua Pekerjaannya, ia sudah mendapat kabar dari Leo jika ia akan telat menjemput Sisi, jadi Sisil putuskan untuk kerumah sang Mamah memakai taxsi namun nanti ketika Sisil pergi ke Restoran akan dijemput Leo.
...****************...
Sisil sudah berada didepan pintu rumah Sang Mamah
Ting... Tong... Ting... Tong...
Ceklek,,
" Siapa ya " ucapnya memandang Sisil dari ujung Kaki sampai ujung rambut
" Mah, Aku Sisil " ucapnya memeluk sang Mamah
" Apa " melepaskan pelukanya
" Untuk Apa Kamu datang kesini Pelakor... Enak-enakan ya mentang-mentang sudah menjadi orang kaya Kamu hambur-hamburkan uang untuk mengoprasi tubuhmu " ucap kesal sang Mamah
" Mamah Ko ngomong gitu... apa Mamah masih marah sama Aku " batin Sisil
" Tapi... Mah... " ucapnya
" Siapa Mah " ucap Salsa menghampiri sang Mamah
" Ini kesempatan untuk bisa dipercaya Sisil, setelah ia lengah Aku akan menghancurkan hubungnya dengan Leo " batin Salsa
" Sisil, Yu masuk " ajaknya
__ADS_1
" Apa-apaan Kamu Sha.. Dia tidak boleh lagi menginjakan kakinya kerumah ini lagi " bentak Sang Mamah
" Salsa kenapa bukanya marahin Dia ini malah Baik-baikkin Dia " batin Sang Mamah
" Dia Anak Mamah juga " ucap Salsa
" Ayo... jangan dengerin Mamah " bisik ya
Sisil pun masuk kedalam rumah itu, Dia duduk disofa ruang tamu.
" Mah ini ada sedikit hadiah untuk Mamah dari Aku " ucapnya dengn tersenyum memberikan paparbag
" Cih... Tak sudi Aku menerima barang-barang dari orang sepertimu " ucanya melempar paperbag tersebut sehingga barang yang ada didalamnya berhamburan dilantai
" Rasanya Sakit banget Tuhan... Mamah Ko jadi seperti ini padaku... " batin sisil
" Mah jangan kaya gitu " ucap pura-pura baiknya
" Diam Kamu Salsa " bentak sang Mama
" Ko jadi Aku yang kena Marah juga, Aku kan hanya pura-pura " batin Salsa
" Mamah Kenapa... Jika Sisil punya salah... Sisil minta maaf " ucapnya smbil meneteskan air mata
" Salah Kamu hanya satu yaitu menikah dengan Leo " ucapnya
" Mah... untuk yang satu itu maafkan Sisil... Sisil ga bisa berbuat apa-apa "
" Kamu mana Mau berbuat Apa-apa orang Kamu menikmatinya... Punya perusahaan.. banyak Uang... kartu kredit banyak... penampilan Oke, barang-barang mahal... Mana mau Kamu lepasin begitu aja "
" Mah... bukan itu alasan Sisil "
" Cih... jangan so lugu... Kamu itu bersenang-senang diatas penderitan Kaka Kamu sendiri " bentaknya
" Mah Maafin Aku " ucapnya sambik menangis dan hendak memeluknya namun pelukan itu berubah jadi didorongan hinga terjatuh kelantai. Salsa hanya Diam dan menikmati pemandangan itu.
" Mamah Akan Maafin Kamu jika Kamu mau menceraikan Leo .... apa Kamu sanggup " bentaknya
" Maah Maafin Sisil.. untuk yang satu itu Sisil tidak Mau karena Allah membenci perceraian " ucapnya sambil memegang Kaki sang Mamah
" Kalo Kamu tidak bisa menceraikan Leo... jangan harap ada kata maaf " bentak sang Mamah
Tiba-tiba seorang Laki-laki datang dan membangunkan Sisil dengan tatapan tajamnya. mereka pun kaget dengan kehadiranya.
.
.
.
.
Bersambung....
Halo Semua,..
Kalo kalian ada ide yang lain dari kalian...
atau saran boleh ko tulis dikolom komentar ya...
tapi yang positif ya...
biar Akunya tambah semangat Up nya
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan Dukung Aku dengan cara
Like....Komen..... dan Vote ......
Jangan bosen-bosen ya .....
__ADS_1
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua....
Karena Doa yang baik akan kembali kepada orang memberi Doa.... 😁😁😁