
Dengan segera Natali pun mengambil handphonenya dan segera menelepon Leo.
Tut.... Tut.... Tut.... Tut....
" Hai sayang " ucap Natali
" Ada apa... " ketusnya Leo
" Kamu apa Kabar " ucap Natali basa basi
" Baik "
" Kamu lagi Dimana " tanyanya
" Memangnya apa peduli Momi " ucapnya masih ketus
" Sayang... jangan begitu... Momi peduli padamu... bahkan sangat peduli... " ucapnya sambil tertawa jahat
" Cepat katakan Ada apa " tanyanya
" Momi hanya kangen padamu... biasakan malam ini kita bertemu... " ucap Sang Momi
" Aku ga ada waktu " ucap Leo
" Ayolah... hanya sebentar... Kau pelit sekali pada Momimu sehingga tidak bisa membaginya sedikit... apa Perlu Aku ketempat mu " ucapnya sinis
" Gawat.. kalau Dia bertemu Sisil... nanti Dia akan membawa anak-anak ku... jangan sampai ini terjadi... Momi ga boleh tau dengan kelahiran anak-anak ku... aku harus sembunyikan " batin Leo
" Baik... Kita bertemu... Dimana " ucap Leo
" Di cafe A saja nanti jam tujuh malam bagaimana... seharusnya sih Kau bisa " ucap Natali dengan tersenyum jahat
" Sebentar lagi Kau akan masuk kedalam perangkap ku wahai anakku... tapi tunggu sekarang Apakah Sisil sudah melahirkan... tapi rasanya belum... " batin Natali
" Iya aku bisa " ucapnya langsung menutup teleponnya
" Dasar Anak ini... " ucapnya dengan wajah kesal
" Kenapa Momi... " ucap Salsa
" Tidak Nak... biasa Leo memang seperti itu... " ucapnya sambil tersenyum
" Kalau begitu Salsa pamit ya Momi... " ucapnya sambil tersenyum
" Baiklah... Kau hati-hati dijalan " ucap Natali
" Ok Mom... " ucap Salsa pergi dan Ujang segera menghampirinya.
" Bagas ... " ucap Natali
" Iya Nyoya... " ucapnya
" Ikuti Mobil Salsa " ucap Natali
Bagas pun segera menuju keluar parkiran dan hendak mengejar mobil Salsa. namun ia bingung karena disana tidak ada mobil yang sering Salsa pakai. Salsa memang sengaja tidak membawa mobilnya, Dia dari pagi memang menggunakan taksi.
" Loh... Ko ga ada... Aku harus lapor pada Nyoya " ucap Bagas
Dengan segera Bagas menghampiri sang Nyoya yang sedang menikmati secangkir kopi
" Ada apa " bentaknya
" Maaf Nyoya... Mobil Nona Salsa tidak mampu saya kejar ... " ucap Bagas dengan ketakutan
Plak,,
" Segitu saja Kau tak becus " bentaknya
" Maafkan Saya Nyoya... " ucapnya dengan menundukkan kepala
" Kita pulang saja... hari ini emosiku meledak-ledak " ucapnya segera pergi dari cafe tersebut menuju apartemen nya bersama Bagas
__ADS_1
.
...****************...
.
Sedangkan Salsa langsung menuju rumah sakit untuk menceritakan rencana jahat Natali. sesampainya ia bertemu dengan Renal dan Yesi dengan pakaian yang aneh
" Hei Salsa... " ucap Yesi
" Kamu siapa " tanyanya heran
" Masa tidak tahu aku " bisik Yesi
" Kamu Ko pakai baju begini... jangan bilang ini suamimu " cibir Salsa
" Sudah Diam... Aku sudah mengirim Vidio percakapan mu dengan Tante Natali... " ucap Yesi
" Syukurlah... " ucap Salsa
" Sayang Aku ke Toilet dulu badanku gerah dan merasa tidak nyaman .. " ucap Renal
" Ok... nanti pulangnya belikan aku siomay ya sayang di kantin... yang pedas... " titah Yesi
" Baik Sayang " Ucap Renal langsung meninggalkan Yesi bersama Salsa
" Aku salut padamu... Kamu memang benar-benar berubah " ucap Yesi tersenyum pada Salsa
" Aku berharap semua rencana Kita lancar ya... ini juga berkat Ujang yang selalu mendampingi aku... dan selalu sabar denganku " ucapnya memandang wajah Ujang
" Atuh jangan begitu Neng Salsa ... Ujang jadi kepedean... " ucap Ujang dengan tersipu malu
Merekapun tertawa bersama dan segera memasuki ruangan Sisil. disana tampak sedang sibuk mengendong si kembar.
Ceklek,,
" Aku bahagia... ternyata pengorbanan ku untuk membalas perlakuan Mertuamu membuahkan hasil Sil... Sekarang aku baru menyadari.. kebagiaan bukan segalanya tentang uang... maafkan Aku yang dulu " ucap Salsa dalam hatinya
" Aku tidak apa-apa Sil... bolehkan aku gendong Rina " tanyanya
" Boleh dong Ka " ucap Sisil memindahkan gendongannya pada Salsa
" Apa kalian sudah melihat Vidio kiriman dariku " ucap Yesi
" Sudah " ucap Mereka
" Jadi bagaimana Sil " tanya Salsa
" Aku juga bingung harus berbuat apa... Aku takut Kaka ketahuan dan terjadi hal yang tak diinginkan " ucap Sisil
" Neng Sisil tenang wae lah.. selama ada Ujang semuanya beres.. Ujang akan menjaga Neng Salsa dengan segenap jiwa dan raga Ujang "
" wuwuwuuw " Suara mereka bersurak pada Ujang
" Momi mengajakku bertemu... " ucap Leo tampak sedikit kesal
" Ga papah Mas... Mas temui saja Momi " ucap Sisil
" Sayang ... bagaimana jika untuk sementara Waktu Kamu tinggal didesa dulu... aku hanya takut Momi akan mengambil bayi Kita " ucap Leo
" Jangan... " ucap Yesi
" Kenapa " tanya Leo
" Sisil tinggal denganku saja... Lagian Momi mu Takan curiga... " ucap Yesi
" Ia Tuan ... Tuan jangan Khawatir Nona Sisil akan baik-baik saja... Saya akan menjaganya... " ucap Renal
" Iya Mas... Aku janji ga akan kemana-mana selama beberapa hari ini " ucap Sisil
" Oma ga setuju... " ucap Oma
__ADS_1
" Kita harus menjaga Sisil dengan ketat " ucap Marco
" Leo juga berpikir seperti itu " ucapnya
" Kalau Kita pindahkan keluar negri bagaimana " saran Oma
" Terlalu jauh Oma... kita kan ga bisa juga memantau Sisil " ucap Leo
" Bagaimana jika Di rumah Ujang Saja " ucap Ujang
" Benar kata Ujang " ucap Pa Anwar menyetujuinya
" Iya Aku setuju " ucap Salsa
" Mas... Cuma sebentar Ko " ucap Sisil meyakinkan Leo
" Kalau begitu Oma ikut... siapa tau disana banyak Duda keren " ucap sang Oma mampu membuat semua orang tertawa
" Kalau bisa malam ini juga bagaimana " ucap Salsa
" Kenapa " tanya Leo
" Momi mu mulai mengawasi pergerakan ku dan Kamu Leo... tadi Saja iya mau membuntuti ku tapi untungnya aku ga pakai mobil sendiri jadi Iya ga bisa melacak keberadaan ku " ucap Salsa
" Renal Siapkan Tiga baby Sister untuk Anak-anak ku... " titah Leo
" Baik Tuan... "
" Tapi hari ini Momi mengajakku bertemu jam 7 Sayang... bagaimana... " ucap Leo dengan sedih
" Kamu batalkan saja.. bilang besok saja bertemunya " ucap Sang Oma
" Iya Leo Ayah setuju " ucap Marco
" Baiklah... hari ini Aku akan bilang pada Dokter untuk mengijinkan mu pulang... dan Renal akan segera meyiapkan perlengkapan Kita terutama Kamu disana " ucap Leo memeluk Sisil
" Iya Mas... " ucap Sisil
" Sayang... Aku mau ikut Sisil saja " rengek Yesi
" Tidak Sayang... Kalau Kau ikut Nona Sisil... Tante Natali akan curiga... " ucap Renal
" Tapi Sayang " ucapnya terpotong
" Yesi... kamu disini saja ya... Kita pasti akan bertemu kembali " ucap Sisi
"
.
.
.
.
Bersambung....
Halo Semua,.
Maafkan jika untuk beberapa part kedepannya akan menguras emosi kalian...
So... Ikuti terus kisahnya...
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan Dukung Aku dengan cara
Like....Komen..... dan Vote ......
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua....
__ADS_1
Karena Doa yang baik akan kembali kepada orang memberi Doa.... 😁😁😁