
Sisil dan Leo sudah mengganti pakaiannya dan bersiap-siap untuk tidurnya. mereka merebahkan tubuhnya pada kasur empuknya.
" Sayang Apa kau bahagia " ucapnya sambil memeluk Sisil
" Aku bahagia Mas... Terima kasih untuk hari ini " jawabnya
" Aku juga bahagia... ini yang pertama bagiku menonton flem bersama orang yang Aku sayang " ucapnya mencium kening Sisil
" Lain Kali kita perginya ke wahana bermain Mas pasti seru " ucapnya
" Boleh... asala itu denganmu Aku mau... " ucapnya
" Sayang Kita buat Dede bayi yu.... " ajakan sang Suami
" Ish... Mas.... baru juga kemarin... masa sekarang mau lagi " ucap Sisil
" Biar cepat dapet Dede bayi " ucapnya
" Tapi Mas suka ga cukup cuma sekali " ucap Sisil
" Janji deh cuma Satu ronde ya ya ya " ucapnya memelas
" Bener Ya hanya satu Ronde " ucap Sisil
" Ia... tapi Kalo khilaf maafkan ya sayang " ucapnya dengan tersenyum licik
" Ish Mas ini "
" Kamu nikmatin Aja biar Aku yang melakukannya " godanya
Lalu mereka melakukan hal yang membuat mereka terlena, desahan demi desahan pun seakan menjadi nyanyian satu sama lain yang saling bersahut dikamar itu.
Seperti tidak ada lelahnya Leo melakukannya beberapa Kali, meskipun Sisil sempat kesal namun ia tak bisa menahan hasrat sang Suami karena Leo bermain dengan Lembut yang membuat Sisil semakin terbuai.
Setelah Lelah dengan pertempurannya mereka pun tertidur pulas tanpa pakaian sehelai pun. Leo memeluk erat tubuh Sisil seakan tidak Mau kehilangannya. begitupun juga Sisil ia sangat nyaman dipeluk sang Suami.
...****************...
Sedangkan ditempat lain yaitu di Apartemen Renal. Renal sedang membaringkan tubuhnya dikasur empuknya. Ketika Ia mau memejamkan matanya handphonenya berdering pertanda seseorang menghubunginya.
Kring.... Kring.... Kring.....
" Halo " ucapnya
" Halo... Tuan Maaf.... Saya mau mengabari bahwa pemilik handphone ini sedang mabuk berat di club C... mohon Tuan segera datang untuk membawanya pulang " ucap salah seorang pelayan disana
" Yesi " ucapnya sambil melihat nama kontak yang ia simpan
__ADS_1
" Biarkan Saja... lagian Dia jahat banget... Aku sudah tidak mau ada masalah lagi dengannya "
" Tapi Kalo Dia ada apa-apa bagaimana.... bikin susah lagi " ucapnya menjauhkan handphonenya
" Yasudah lah ga ada salahnya Aku tolongin Dia " ucapnya bimbang sendiri
" Halo.... Tuan.... Halo..... " ucap sang penelepon
" Eh... ia Sebentar lagi Saya kesana... " ucapnya mendekatkan handphonenya
" Baik Tuan ditunggu " ucapnya mematikan teleponnya
" Apakah saya harus melaporkan semua ini pada Tuan Leo... tapi sudah malam... takutnya menggangu mereka " ucap Renal masih dengan bimbang ya
" Yasudah lah besok Saja Aku laporan sama Tuan " ucapnya bergegas membawa kunci mobilnya
Renalpun seger mengendarai mobilnya menuju Club C tersebut. sesampainya disana. club nampak Ramai ia mencari keberadaan Yesi. dan benar saja keadaan Yesi sekarang Kacau dia mabuk berat.
" Ternyata Kau disini... menyusahkan saja " ucapnya
" Leo.... Leo.... Leo... " teriakannya
Renalpun membayar semua minuman yang di minum Yesi lalu ia membawanya kedalam mobilnya.
" Ayo Ikut " ucapnya menyeret Yesi
" Ayo.... " ucapnya mengendong Yesi
" Leo... Kau tau.... Aku sangat.... mencintaimu... " ucapnya mau mencium pipi Renal
" Kalo aku ga kasian Dia lagi mabuk... ogah deh kaya gini " batin Renal membaringkan Yesi di kursi belakang
Sepanjang perjalanan Yesi terus berteriak-teriak didalam Mobil Renal memangil-manggil nama Leo
" Sebenarnya Aku kasian sama kamu Yesi... coba kalo Kamu ga jahat dan membiarkan Tuan Leo bahagia... mungkin semua ini tidak akan terjadi " ucapnya
" Leo.... Aku mencintaimu " teriakannya
" Eh tapi... Aku bawa kemana... yaudah lah ke Apartemennya aja " gumamnya sendiri
Lalu Renal pun membawa Yesi ke Apartemennya lalu membuka tas Yesi dan segera membawa kunci didalam tas nya. Renal memapah Yesi ke Apartemennya . Sesampainya Di sana Renal membaringkan tubuh Yesi dikamarnya.
Yesi muntah didekat tempat tidurnya untungnya tidak mengenai tubuh Renal. Renal pun meninggalkannya dikamar tersebut.
" Waktunya Aku pulang " ucap Renal
Langkah Renal terhenti ketika melihat sekitar rumah Yesi yang sangat berantakan seperti kapal pecah.
__ADS_1
" Apa Dia mengamuk gara-gara tadi " gumam Renal
" Biarkan Saja lah... Toh bukan urusanku... " ucapnya
Prang....
" Apa Itu " ucapnya menghampiri suaranya itu
" Hiks... hiks... Leo.... Leo.... Kalo Kau sudah Jijik denganku lebih baik Aku mati " ucapnya mengambil serpihan kaca lalu ia taruh pergelangan tangannya
Dengan Sigap Renal merampas serpihan kaca itu
" Kau Gila " ucapnya membuang serpihan kacanya
" Ia Aku gila karenamu Leo " ucapnya yang menganggap Renal adalah Leo
Yesi langsung memeluk tubuh Renal sambil menangis, Renalpun segera menenangkan tubuh Yesi.
" Jangan Tinggalkan Aku... Aku ga mau sendirian " ucapnya memegang tangan Renal
" Aku disini sampai Kau tertidur " ucapnya
Yesi dan Renal pun mulai terlelap dalam tidurnya.
.
.
.
.
Bersambung....
Halo Semua,..
Renal sama Yesi aja ga papah kan guyz....
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan Dukung Aku dengan cara
Like....Komen..... dan Vote ......
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua....
Karena Doa yang baik akan kembali kepada orang memberi Doa.... 😁😁😁
__ADS_1