Dendam Sang CEO

Dendam Sang CEO
Ekstra Part 41


__ADS_3

Keesokan harinya,,


Hari ini Sisil sudah meyiapkan sarapan untuk keluarganya. dan dilihatnya ketiga anaknya sudah berada didalam kursi Makannya, terlihat juga Ali yang terburu-buru mengikuti ketiga anaknya


" Anak-anak bunda pada wangi dan rapi " Ucap Sisil


" Iya dong bunda... apalagi Abang Farel, kan mau ketemu gebetanya " ucapnya Ehan menggoda sang Abang


" Ehan " ucap Farel tampak protes


" Ternyata Abang lucu kalo lagi cinta-cintaan " Celetuk inya


" Kalian ya " ucap Farel kesal namun yang lainnya malah tertawa


" Wah anak-anak ayah sedang bahagia ada apa nih " tanya sang Ayah


" Jadi gini ayah " ucap Ehan terpotong saat tangan Farel membungkam mulut Ehan


" Loh Farel kenapa nak " ucap Sang Ayah heran


" Semuanya pada ledekin Aku ayah " ucapnya mengadu pada sang ayah


" Memangnya Semua orang ledekin apa " tanya Leo penasaran


" Em.. itu ayah... itu " ucap Farel bingung menjelaskannya


" Abang punya gebetan sekarang " ucapnya Ehan


" Ehan " ucap Farel marah


" Loh anak bunda ga boleh gitu, Ehan kan cuma bercanda, kalau Abang ga merasa jangan ditanggepin saja " ucap Sisil menasehati


" Iya bunda maaf " ucap Farel merasa bersalah


" Oh jadi begitu ceritanya " sang Ayah


" Asal pacar Abang lebih cantik dari pacar Ehan " goda Leo sambil tertawa


" Ehan ga punya pacar ayah " ucap Ehan bingung


" Ko cucu Oma sudah pacar-pacaran " ucap Oma menghampiri mereka


" Ini loh ka Farel oma " ucap Ali


" Ali kamu jangan comel jadi orang ." ucap Farel tambah kesal


" Selama itu tidak mempengaruhi belajar kamu di kampus, Ayah setuju aja " ucap Leo sambil tersenyum


" Oh jadi Farel punya pacar " ucap Oma terseyum


" Abang sudah kenyang, Abang pamit " ucap Melangkah pergi dari rumahnya menuju kampus


" Yah, dia marah " ucap Ehan


" Yaudah sekarang kamu makan dulu, terus nanti baikan sama abang mu " ucap Sisil


" Baik Bunda "


Merekapun segera menyantap sarapannya dengan lahap. seperti biasanya Oma pergi bersama teman-teman arisannya sedangkan Leo dan Renal pergi menuju kantornya. sedangkan Ehan segera pergi menuju kampusnya. Dan Ina dan Ali diantar Sisil pergi ke sekolahnya


.


...****************...

__ADS_1


.


Farel lebih dulu sudah berada di kampus, iya pun duduk kantin dan berniat sarapan disana, namun tampak Dona menghampiri nya


" Ehan " ucap Dona duduk disamping Far


" Apa aku kerjain Ehan saja, pura-pura jadi dia biar Ehan malu " batin Farel


" Iya " jawabnya Farel pura-pura jadi Ehan


" Apa kamu sudah sarapan " ucapnya sambil membawa rantang makanan


" Belum " jawabnya membuat hati Dona senang


" Aku bawakan kamu makanan, semoga kamu suka " ucap Dona membuka rantang berisi makanan tersebut


" Wah kelihatanya enak " ucap Farel dengan terseyum jahat


" Silahkan makan " ucap Dona sambil tersenyum


" Terima kasih " jawab Farel terseyum manis


" Sama-sama " ucap Dona Segera pergi dari sana menuju ruangan aula karena iya merasa sangat gugup


Di aula tak sengaja iya melihat Ehan yang iya kira Ehan, dengan wajah juteknya iya pun memalingkan wajahnya saat mereka bertemu saling berhadapan


" Dia kenapa han " ucap Niko heran


" Ga tau, mungkin dia lelah " ucapnya sambil tertawa


" Mana Farel, ko dia ga bareng kamu " tanya Niko


" Palingan dia lagi di kantin " ucapnya sambil tersenyum dan menuju kantin


" Dicariin taunya disini " ucap Niko


" Apa pedulimu " ucapnya Farel ketus


" Cie, dibawain sarapan dari siapa.. gebetan " ucap Ehan sambil tertawa namun farelpun menjadi marah kembali dan iya hendak meninggalkan mereka namun tangannya ditahan Ehan


" Ya elah bang.. baperan.. aku minta maaf deh " ucap Ehan


" Aku kesel sama kamu " jawabnya


" Udah jangan marah-marah dan kesal-kesal nanti gantengnya hilang " ucap goda ehan


" Benar tuh Farel... nanti Lu cepet tua " ucap Niko


" Yaudah aku maafin tapi teraktir dulu " pinta Farel


" waduh " ucap Niko


" Yaudah aku teraktir " ucap Ehan dan merekapun jajan bersama


Kring... Kring... Kring... Kring...


" Yu kita ke aula " ajak Farel dan merekapun segera menuju aula dan berkumpul dengan yang lainnya.


Kemarin mereka ditugaskan untuk membuat kerajinan yang bisa berguna di masyarakat dan hari ini mereka mengumpulkan ya.


" Pagi semua " ucap Panitia Ospek


" Pagi ka " jawab mereka

__ADS_1


" Hati ini kumpulkan tugasmu didepan kelas dan nanti saya akan tunjuk ketuanya untuk mempresentasikan ." ucapnya dengan wajah terseyum


" Itu kan ka Sifa " Bisik Niko


" Sudah diam kamu, perhatikan saja yang dia ngomong " ucap Ehan kesal


" Ehan ada masalah " ucap Ka Sifa yang sedari tadi memperhatikan Ehan


" Niko ka, katanya Dia suka sama kaka " ucap Ehan membuat semua meneriaki Niko


" Apaan sih lu " ucap Niko dengan wajah malu dan kesal


" Kalau lu berisik lagi .. aku buat ka Sifa ngejar-ngejar lu " ucap Ehan terseyum jahat


" Niko bukan tipe kaka " ucapnya


Kini semua menertawakan Niko bukan karena tingkahnya tapi karena omongan sang pembina itu


" Terus Kaka sukanya sama siapa " ucap Niko dengan kesal


" Tipe-tipe Kaka seperti ehan " ucapnya malu-malu kucing dan membuat semua orang menepuk tangan dan bersurak


" Kesel sama ka Sifa.. ternyata dia saingaku " ucap Dona


" Loh ko aku ka " ucap Ehan bingung


" Soalnya kamu ganteng sama manis ga bosen dipandang " ucap Sifa membuat semua peserta ospek tertawa terbahak-bahak melihat tingkah sang Kaka pembina


Semua ketua kelompok Peserta Ospek segera mengumpulkan hasil karya mereka di depan sang Kaka-kakak pembina.


Kini semua peserta terlihat memperkenalkan hasil karya mereka termasuk Ehan dan Farel


.


.


.


.


.


.


Semoga kalian terhibur...


ikuti terus kisahnya...


Sambil menunggu Novel ini Up..


Jangan lupa Ketik di kolom pencarian Novel yang berjudul KISAH CINTA ANAK KEMBAR CEO



Semoga kalian suka...


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan Dukung Aku dengan cara


Like....Komen..... dan Vote ......


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua....

__ADS_1


Karena Doa yang baik akan kembali kepada orang memberi Doa.... 😁😁😁


__ADS_2