
Kini mereka sudah membeli semua perlengkapan sekolah, mereka memutuskan untuk segera pulang karena waktu pun semakin sore dan takut hujan.
Setelah sampai dirumah mereka makan makanan yang sudah disiapkan sang pembantu karena hari ini Sisil tidak sempat untuk memasak.
Leo pun pulang dan semuanya pun langsung berkumpul diruang makan untuk segera menyantap makananya. Setelah Farel, Ina dan Ehan pun segera menuju kamar untuk meyiapkan keperluan yang akan dibawanya besok sekolah.
Sedangkan Sisil dan Leo masih berada diruang tengah mereka masih menikmati nonton TV bersama. tiba-tiba handphone Sisil pun berbunyi dan tertera nama salsa dihandpone ya iya pun segera mengangkat teleponnya.
Kring .. Kring....
" Halo Ka " ucap Sisil
" Halo Sil... maaf menggangu " ucapnya
" Tidak apa-apa ka...lagian aku belum tidur... ada perlu apa ka " ucap Sisil
" Ini loh Sil... aku sama A Ujang memutuskan untuk masalah Ali yang tempo hari kamu ucapkan... kami tidak apa-apa jika Ali disana... asalkan Ali tidak merepotkan mu.. " ucap Salsa
" Ali tidak merepotkan ko... justru aku senang Ali itu anaknya baik dan sudah ku anggap anak ku sendiri.. " ucapnya
" Syukurlah kalau begitu... " ucap Salsa
" Besok aku jemput Ali ya... aku akan daftarkan dia untuk bersekolah ditempat ini.. bahkan kalau perlu langsung kelas dua " ucap Sisil sambil terseyum senang
" memangnya bisa " tanya Salsa
" Kaka tidak usah khawatir ya " ucap Sisil
" Yasudah kalau gitu... kamu banyak istirahat... " ucap Salsa
" Iya ka... Assalamualaikum... " ucap Sisil
" Waalaikumsalam .... " ucap Salsa menutup teleponnya.
Sisil langsung memberitahu kepada Leo tentang keputusan Salsa yang. sudah mengijinkan Ali tinggal dirumahnya dan mulai besok Sisil akan meyuruh pembantu untuk membersihkan kamar kedua laki-laki nya dan menempatkan kamar Ali juga disana.
Sekarang waktunya Sisil untuk beristirahat dengan sang suami. mereka segera tertidur pulas.
.
...****************...
.
Keesokan harinya ,,
Seperti biasanya Sisil sedang meyiapkan sarapan untuk keluarganya. Ina tampak sudah rapi dengan baju seragam sekolah yang iya kenakan, rasanya bahagia melihat Ina sangat senang memakai baju seram itu. Meskipun berat tapi Sisil juga tidak mau sak anak perempuannya terkurung terus dirumah.
Makanya ketika dokter mengatakan Ina bisa bersekolah seperti yang lain, Leo dan Sisil pun sangat senang terutama melihat kebahagiaan yang Ina tunjukan.
" Ina sayang... kamu udah bangun dan rapi " tanya Sisil
" Iya dong bunda... Ina sangat bersemangat tidak sabar untuk pergi kesekolah " ucapnya dengan senyum bahagia
__ADS_1
" Abang .. Kaka... kalian juga sudah bangun dan rapi kalian bersemangat sekali untuk pergi ke sekolah " ucap Sisil
" Kami semangat Bun.. kan ini hari pertama kami sekolah lagi " ucap Farel
" Iya bunda apalagi sekarang ada Ina " ucap Ehan
" Nanti Ali juga akan bersekolah bersama kalian " ucap Sisil
" Hore.. kami jadi banyak teman " ucapnya Farel dan Ehan senang
" Ina juga senang " ucap Ina
" Kalian senang kenapa sih " tanya sang Oma
" Ali akan bersekolah dengan kami Oma " ucapnya ina
" Wah bagus dong sayang jadi kamu ada yang jagain " tiba-tiba Sang Kake
" Iya ke kami senang " ucap Farel bersemangat
" Jadi rumah ini tambah rame " ucapnya oma
" Emang Ali akan tinggal disini " tanya Ina
" Iya sayang " ucap Sang bunda
" Hore.... " ucap mereka serempak
" Ali akan bersekolah dengan kami dan akan tinggal disini juga bersama kami " ucap Ina terseyum
" Anak ayah semua senang sama ali " ucap Leo
" Iya ayah " ucap mereka kompak
" Sekarang kita makan ya.. " ucap Sisil
Merekapun segera menyantap sarapannya dengan lahap. setelah selesai Oma dan Marco pergi kerestoran sedangkan Leo dan Renal pergi menuju kantornya.
Sisil pun berniat akan mengantarkan ketiga anaknya untuk pergi sekolah bersama namun sebelumnya akan menjemput Ali terlebih dahulu dirumah Ka Salsa.
Mereka sudah sampai dirumah Salsa. Sisil langsung turun dari mobilnya bersama ketiga anaknya
Ting... Tong... Ting.. Tong...
Ceklek,,
" Kalian sudah datang.. mari masuk " ucap Salsa
" Kami ga akan lama Ka... mereka takut terlambat " ucap Sisil
" Sebentar kalau begitu saya panggilkan dulu Ali " ucapnya
" Ali... Ali.... " ucap Salsa
__ADS_1
" Iya Umi " ucapnya
" Tante Sisil sudah jemput kamu nak... " ucap Salsa
" iya Umi... " ucapnya sambil terseyum
" Kamu ingat pesan umi dan Abi.. ga boleh nakal, harus jadi anak yang baik dan Sholeh ya nak... jangan suka merepotkan Tante Sisil " ucapnya
" Baik Umi "
" Ka ... kita pergi dulu... Assalamualaikum ... "
ucap Sisil
" Waalaikumsalam " ucap Salsa
Merekapun segera menuju kesekolah, dengan semangat yang baru mereka sudah tak sabar menuju sekolahnya.
" Ali kamu satu bangku sama aku ya... " ucap Ina
" Kalau satria gangguin Kamu... bilang ke Abang " ucap Farel
" iya bang... " ucap Ina
Mereka sudah berada di halaman sekolah, Farel dan Ehan segera menuju kelas mereka sedangkan Ali dan Ina masuk keruangan kepala sekolah dulu.
Tok.... Tok.... Tok... Tok....
" Masuk "
" Permisi Bu Saya Sisil... Saya yang waktu itu membicarakan bahwa anak saya akan bersekolah disini " ucap Sisil
" Jadi ini anaknya Bu... yang akan dimasukan kekelas dua " ucap Bu Winda
" Benar bu " ucap Sisil
" Baik... semoga anak ibu sama pintarnya dengan kedua kakak-kakak nya... " ucap Bu Winda
" Sebentar saya panggilkan wali kelasnya dulu " ucap Bu Winda
" Bu Irma... " pangil Bu Winda
" Ada yang bisa dibantu Bu " ucap Bu Irma
" Ini ada murid baru dikelas ibu... mohon di bawa dan perkenalkan kepada siswa lain " ucapnya
" Baik Bu... mari anak-anak ibu Antarkan ke kelas " ucapnya
" Kalau begitu Bu Winda saya permisi " ucap Sisil melangkah pergi bersama Anaknya
" Semangat ya sayang... bunda pulang dulu... nanti bunda jemput lagi " ucap Sisil
" Iya bunda " ucap mereka
__ADS_1