
Renal dan Yesi sudah membelikan baju untuk ketiga Baby Leo dan Sisil. ia pun segera memberikannya pada suster.
" Sus ... ini baju untuk Anaknya Tuan Leo " ucap Renal
" Baik ... Pa Terima kasih " ucap sang suster
Sepuluh menit kemudian Dokter keluar dari ruangan tersebut dan Leo segera menghampiri nya.
" Dok... bagaimana keadaan Sisil sekarang... " tanya Leo
" Alhamdulilah Nona Sisil keadaanya sudah stabil dan Beliau tidak mengalami keadaan serius... Kami akan memindahkanya ke ruang perawatan biasa " jelaskan sang Dokter
" Alhamdulillah " ucap Serempak Mereka
" Namun untuk putri anda... Kami akan tempatkan di ruangan intensif karena keadaanya masih lemah " ucap Sang Dokter dengan wajah sedih
" Kalau Kedua anak kembar ku bagaimana Dok " tanya Leo
" Untuk Kedua Anak kembar Tuan... Bisa di bawa keruangan perawatan bersama istri Anda Tuan " jelaskan sang Dokter
" Baik Dok terima Kasih " ucap Leo
" Sama-sama... Mari Tuan saya Pamit.... " ucap sang Dokter
Mereka heran dengan apa yang dikatakan sang Dokter.
" Leo... jelaskan pada Oma maksudnya kan anak kalian kembar tapi Ko ada dua lagi... Oma jadi pusing " Tanya sang Oma
" Jadi begini... Sisil itu melahirkan Anak kembar tiga... yang kesatu dan kedua itu laki-laki sedangkan yang ke tiga adalah perempuan " ucap Leo
" Wah... pasti lucu deh ngurus tiga anak sekaligus " jawab Leo
" Lucu apanya... yang ada Repot " ucap Bu Ida
" Aku akan memperkejakan Baby sister jadi Sisil ga akan repot " jawab Leo
Sisil dan kedua baby nya sudah di kamar perawatan biasa. Di sana terlihat anak kembar Leo sangat tampan. Mereka sedang tidur. Semua yang ada disana memperhatikan bayi mungil itu sedangkan Leo sedang menyuapi Sisil makan.
" Sayang... Makan dulu yu... aku Suapin " ucap Leo
" Ia Mas... "
" Mereka lihatin Baby kita segitunya " ucap Sisil
" Biarkan lah... yang penting Kamu sehat... biar Kita bisa merawat mereka terutama Baby yang lagi sakit " ucapnya menyemangati Sisil
" Ia Mas... Aku berharap Dia cepat sehat dan berkumpul sama Kita... " ucap Sisil sambil memakan makanannya
" Leo... sudah ada nama untuk anak-anak mu... " Tanya Sang Ayah
" Belum ada yang cocok Ayah '" jawabnya
" Kalau begitu Kita bisa memberi saran... " ucap Oma
" Boleh... " timbal Leo
Merekapun Langsung memikirkan nama yang cocok untuk Baby Leo.
" Gemes sekali kalian .... " ucap sang Oma
" Aku mau gendong mereka " ucap Yesi
" Jangan dong... mereka kan lagi tidur " protes sang Oma
" Semoga aja anak Kita juga kembar " ucap Yesi
__ADS_1
" Lah memangnya kenapa " jawab Renal
" Supaya nanti Anakku bisa aku jodohkan dengan Anak Sisil " ucapnya santai
" Eit tidak bisa " ucap Sang Oma
" Kenapa Oma... " tanya Yesi
" Nanti Cucuku kasian... Dipepet terus oleh Anakmu... Kan Kamu juga gitu ... Pepet terus Renal... " ucap Sang Oma
" Kan pada akhirnya yang penting saling mencintai... " ucap Yesi
" No ... No... no... " ucap Sang Oma
Merekapun yang ada disana hanya bisa tersenyum ketika melihat perdebatan Oma dan Yesi.
Renalpun mengajak Sang Istri pergi ke Mall untuk membelikan perlengkapan bayi untuk baby kembar Sisil. sesuai yang diperintahkan oleh Marco.
.
...****************...
.
Sekarang mereka sudah tiba di Mall tersebut, Renal dan Yesi pun segera turun dari sana dan menuju lantai dua yang menjual segala macam baju.
" Sayang Beli dulu minum aku haus ... " rengek Yesi dan Renalpun menurutinya. namun tiba-tiba tak Sengaja Renal menabrak seorang perempuan.
Brukk,,
" AW... " ringis sang perempuan itu terjatuh
" Aduh... Mba... maaf ya... " ucap Renal mencoba membangunkan sang perempuan itu
Perempuan yang jatuh itu lalu segera bangun dan menoleh pada orang yang menabraknya.
" Renal... " ucapnya membuat Yesi kesal
" Waduh bisa gawat jika Yesi tau bahwa Dia perempuan yang dulu aku tidak sengaja menabraknya dan bekas bibirnya menempel di jaket ku " batin Renal
" Siapa ya.... saya ga kenal " ucapnya melangkah pergi
" Tunggu " ucapnya sengaja menghalangi jalan Renal dan Yesi
" Mau apa Kamu .." ucap Yesi
" Saya tidak punya urusan sama Situ... saya punya urusan ya sama Renal " ucapnya sinis
" Demi apapun... aku pengen ngulek dia " batin Yesi kesal
" Aku harus pura-pura tidak tahu agar Yesi tidak marah " batin Renal
" Kamu siapa aku ga kenal " ucap Renal dingin
" Mas Kamu ga kenal aku... Aku perempuan yang kamu tabrak pas di Club... semenjak saat itu... Aku mengharapkan Kamu datang lagi ke Club... namun Kamu malah menghilangkan " ucap Jeni manja
" Oh jadi wanita ini yang lipstik nya nempel di jaket Renal " batin Yesi
" Kenapa pake ngomong segala sih... wanita sialan " batin Renal
" Sayang Aku bisa jelasin Ko... " ucap Renal
" Ga papah Sayang... Aku percaya ko sama Kamu... Kamu kan orangnya setia " ucapnya mengenyam tangan Renal
" Siapa nih Cewe.... apa dia pacarnya... tapi ga papah deh... Abis Renal kayanya kaya juga " batin Jeni
" Mas Renal... boleh minta nomor handphone nya .... ya siapa tau Kalau Mas Renal mau ke Club bisa telepon Aku dulu... nanti Kita disana bisa bersenang-senang bareng " ucap Jeni
__ADS_1
" Ga boleh... " ucap Yesi menuntun Renal pergi dari sana
" Loh kenapa... " ucap Jeni menarik tangan Renal sebelah kanan
" Aku istrinya " ucap Yesi menarik tangan Renal sebelah Kiri
" Terus... kenapa... kalau Kau istrinya... aku ga peduli " ucap Jeni menarik tangan Renal kembali
" Heh... dasar cewe ga tau Diri... cewe pelakor... ga tau malu... " ucap Yesi menjambak rambut Jeni
" AW... Kamu yang harusnya sadar Diri... udah gendut...tukang ngomel-ngomel suami mana yang akan tahan .... " ucap Jeni menjambak rambut Yesi
" Kenapa jadi berantem... serasa Arjuna saja di rebutin " batin Renal
" Sudah ... Sudah jangan berantem... " ucapnya mererai perkelahian
" Jeni... Ingat baik-baik Aku sudah punya istri... dan Aku tidak tertarik padamu... istriku memang gendut karena Dia sedang hamil Anakku... " ucapnya lalu membawa sayang istri pergi dari sana
" Aku ga peduli mas Renal... Aku akan buat Mas bertekuk lutut padaku... " teriakan Jeni
" Sudah jangan didengar... lebih baik Kita makan Dulu aja ya ... biar Kamu tenang " ucap Renal
" Semoga setelah makan Dia tak marah lagi " batin Renal
Mereka sudah sampai disebuah restoran lalu dengan cekatan Renal memesan makanan dan minuman untuknya dan sang istri. Sambil menunggu makan Tiba Renal melihat sang istri masih kesal dan cemberut lalu ia mengusap-usap rambutnya.
" Sudah Sayang... jangan cemberut saja... " ucapnya mengusap rambut Yesi
" Aku masih kesel sama Dia... " ucap Yesi
" Biarkan Dia mah ga penting Sayang " ucap Renal
" Kenapa Mas Renal bilang Aku gendut lagi " ucap Yesi dengan tatapan tajam pada Renal
" Biar Dia kalah aja... kan aku bilang Kamu gendut karena mengandung anakku... jadi Dia kalah... jauh dari kamu sayang "ucap Renal
" oh Karena Dia tidak mengandung anakmu jadi Kamu bilang dia cantik... " ucap Yesi tambah kesal
" Eh bukan begitu... aduh gimana jelasinnya ... " ucap Renal
" Sudah ah ... aku mau pulang... " ucapnya hendak berdiri namun pesanan makanannya datang
" Mending Makan dulu sayang... " ucap Renal dan Yesi duduk lagi lalu menyantap makanannya dengan lahap, karena tenaganya terkuras gara-gara berantem dengan Jeni
.
.
.
.
.
Bersambung....
Halo Semua,.
Maafkan jika untuk beberapa part kedepan akan menguras emosi kalian...
So... Ikuti terus kisanya...
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan Dukung Aku dengan cara
Like....Komen..... dan Vote ......
Jangan bosen-bosen ya .....
__ADS_1
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua....
Karena Doa yang baik akan kembali kepada orang memberi Doa.... 😁😁😁