
Satu jam kemudian Yesi segera pergi kerumah Sisil, bersama dengan satria.yang terlihat pucat.
Ting .. Tong .. Ting... Tong...
Ceklek,,
" Yesi.. satria ... yu masuk " ajak Yesi
" Dimana Farel sama Ehan " tanya Yesi dengan wajah kesal
" Ehan Ada di taman sedang bermain " ucap Sisil heran
Merekapun segera pergi ke taman dan menemukan Ehan dan Farel sedang bermain sepeda
" Ehan... Farel sini " Ucap Yesi
" Iya ada apa mamah Yesi " ucap Farel
" Kau apakan Satria.. dia dari tadi muntah-muntah dan tak mau makan " tanyanya kesal
" Oh... Satria... tadi kebanyakan makan cilok kayanya " ucap Ehan santai
" Bener itu Satria " tanya Yesi
" Benar Mah... " jawabnya
" Kamu makan berapa banyak cilok " ucap Yesi
" Tiga puluh cilok Mamah Yesi " ucap Ehan
" Apa... " ucap kaget Sisil dan Yesi
" Dapat dari mana kamu cilok sebanyak itu.. " ucap Yesi
" Dari Ehan... " ucap Satria
" Ehan... kamu mau meracuni anakku Hem " ucap Yesi sangat marah
" Bukan begitu Mamah Yesi... tadi Tuh satria kalah balapan jadi dia harus makan satu box cilok tapi dia hanya menghabiskannya 30 cilok " ceplosnya
" Tunggu... jadi kalian balapan... balapan apa " tanya Sisil
" Ayo jawab " ucap Yesi masih kesal
" Balapan sepeda Mah " ucap Satria
" Kalian ya... bahaya tau... gimana kalau kalian jatuh atau celaka " ucap Sisil menjewer telinga Farel dan Ehan
" Ampun Bunda... ampun " ucapnya
" Kalian janji ga akan balapan lagi.. Hem... " ucap Sisil
" Janji bunda " ucap mereka serempak
" Box cilok nya masih ada " tanya Yesi
" Masih " ucap Farel
" Mana " ucap Sisil
" Di tas Ehan bunda " ucap Satria
" Bawa kesini " ucap Sisil dan Ehan pun segera membawa box yang berisi sisa Cilok tersebut
__ADS_1
" Sebagai hukuman ... kalian harus makan tuh Cilok habiskan... ga papah kan Sisil... " ucapnya
" yang dikatakan Mamah Yesi benar sekarang habiskan " ucap Sisil
Merekapun dengan terpaksa memakan cilok itu dengan perut yang enek mereka memakan sampai habis.
" Bunda... Ehan mau kekamar mandi dulu... " ucap Ehan segera kekamar mandi dan memuntahkannya
" Ehan juga sama mau kekamar mandi permisi " ucapnya sama seperti Ehan iya pun sama memuntahkan cilok tersebut
" Gila tuh Cilok menyesatkan " ucap Ehan
" Bener banget... Mulai detik ini Aku sangat benci cilok " ucap Farel
Merekapun Segera keluar kamar dengan lemas dan tak berdaya dan segera menghampiri Bunda yang masih ada di taman.
" Kalian Kapok " kata sang Bunda
" Iya bunda Kami ga akan sekali-kali lagi makan cilok... " ucap Ehan
" Bukan ciloknya.. tapi balapannya " ucap Sisil
" Iya bunda kami kapok " ucap Mereka
Sisil pun mengajak Yesi keruang tv untuk mengobrol-ngobrol dengan ya. dan ditemani Ina juga yang sedang asik menonton tv kartun kesukaannya.
Sementara ketiga lelaki itu masih berada di taman belakang dan merasa masih mual karena cilok
" gara-gara Cilok.. perutmu ampun seperti dikocok-kocok " ucap Satria
" Gila... tuh Cilok... membuatku menderita " ucap Ehan
" Aku benci cilok " ucap Farel
" Nanti kalau taruhan jangan pakai cilok.. ga asik ah " ucap Satria
" Tapi kan Kita ga boleh balapan lagi sama bunda " ucap Farel
" Kita ganti namanya jangan balapan... tapi lomba.. lomba sepeda... gimana bagus kan ide ku " ucap Ehan
" Bagus juga " ucap Farel
" Bagaimana kalau nanti besok pagi kita lomba sepeda.. nanti pagi-pagi aku kesini untuk menjemput kalian... garis finis ya gerbang sekolah gimana " tantang Satria
" Is... Ok " ucap Farel
" Setuju "
Yesi pun segera menghampiri mereka dan mengajak satria untuk pulang karena dirasa sudah mendung meskipun mereka tinggal tidak jauh tapi Yesi takut anaknya sakit jika hujan-hujanan.
Yesi segera pamit pada Sisil. dan Dia segera menuju rumahnya sedangkan Sisil segera meyiapkan makanan untuk makan malamnya sedangkan Farel dan Ehan sedang Asik bermain PS di kamarnya.
Leo sudah pulang kerumahnya bersama Oma, sedangkan Ayah Marco akan pulang terlambat karena iya sedang lembur restoran sedang ramai pengunjung.
Sisil sudah selesai memasaknya ia pun memangil semua anggota keluarganya untuk bersiap-siap makan malam.
Setelah semua siap barulah mereka makan malam bersama. Ini sudah menjadi kebiasaan di mansion itu. Sang Oma pun senang karena Mansion ini ramai karena ada cucu-cucu nya.
Setelah selesai makan malamnya selesai merekapun segera menuju kamar masing-masing, Ehan dan Farel sekarang sedang membaca buku sesuai dengan apa yang disuruh sang bunda, sesudah mereka selesai membaca buku, mereka pun tidur.
.
...****************...
__ADS_1
.
Keesokan harinya,,
Seperti biasa Ehan dan Farel pun sudah bangun dan rapi. Mereka sudah berada ruang makan.
" Bunda bangga loh kalau Abang dan Kaka... sudah bangun dan rapi setiap hari " ucap Sisil
" Iya Bunda " ucap Farel
" Bunda... Kita berangkat mau pakai sepeda lagi boleh " ucap Ehan
" Bunda ga ijinkan... nanti kaya kemarin lagi " ucap Sisil
" Ga bunda... Kami janji " ucapnya Farel
" Baiklah... " ucap Sisil
Mereka semua sudah berada di meja makannya dan langsung menyantap makanannya.
.
...****************...
.
Farel dan Ehan pun sudah selesai mereka segera pamit kepada Leo dan Sisil, mereka menuju halaman rumah untuk membawa sepedanya tak lama kemudian Satria datang.
" Yuk... " ajak Satria
" Tapi Yang menang dapat hadiah apa " tanya Satria
" Yang menang boleh memerintah yang kalah gimana " ucap Ehan
" Aku Takan kalah " ucap Satria
" Ok Deal " ucap Farel
" Seperti biasanya Dalam hitungan ketiga kita mulai... " ucap Ehan
" Satu " ucap Farel
" Dua " ucap Satria
" Tiga " ucap Ehan
Mereka sekarang sedang mengayuh sepedanya Ehan diurutan kesatu, kedua disusul oleh Farel dan ketiga ada satria yang sedang berusaha menyusul mereka
Ehan tak membiarkan Satria di urutan pertama lalu dalam jangka waktu lima menit Farel dan Ehan melajukan sepedanya kencang hingga kegaris finis yang sudah ditentukan sebelumnya yaitu di gerbang sekolah.
Sedangkan Satria sudah ketinggalan jauh. dan pemenang pertama jatuh kepada Ehan, kedua Farel, dan ketiga tentunya Satria
" Kalian pasti Curang.. masa aku kalah terus " ucap Satria kesal
" Kami ga curang... kamu memang lelet kaya sifut " ejek Ehan
" Hahahah sifut " enak Farel
" Ingat perjanjian kita ... " ucapnya Ehan dengan terseyum jahat
" Terus Kamu mau ngelakuin apa ke aku " Satria kesal
" Aku punya ide .... Kamu harus nyanyi lagu dangdut.. sambil berjoged " ucapnya Ehan masih terseyum jahat
__ADS_1
" Gampang kalau itu mah " ucap Satria menyepelekan
" Tapi Didepan kelas " ucap Farel dan Ehan tertawa senang melihat raut wajah Satria berubah jadi pucat