Dendam Sang CEO

Dendam Sang CEO
Ekstra Part 6


__ADS_3

Ehan Dan Farel pun dah sampai disekolah mereka. ia langsung turun dan masuk kedalam halaman sekolah disana terlihat Satria memamerkan sepedanya.



" Ehem... " ucap Satria


" Widih... sepeda baru " ucap Ehan melihat sepeda milik satria


" Iya dong...jadi seru kesekolah pakai sepeda.. ga naik mobil terus... " ucapnya


" Bener juga .. lebih sehat juga pakai sepeda "ucap Farel


" Ehan... Kamu jangan naik... sepeda ini mahal " ucap Satria


" Uh... songong amat nanti aku suruh ayah beliin yang lebih mahal dari ini " ucap Ehan menendang sepeda milik satria hingga jatuh


" Ehan... jadi jatuh kalau lecet gimana... mamah Yesi pasti ngamuk " ucapnya satria kesal


" Yu Kita ke kelas " ucap Farel


Merekapun segera pergi ke kelas dan menyimpan tasnya dibanku masing-masing. setelah itu seperti biasanya mereka pergi ke kantin untuk jajan kesukaan mereka.


Mereka sudah sampai di kantin tersebut dan memesan cilok kali ini mereka akan balapan memakan cilok bersama.


Pesanan merekapun sudah datang mereka segera menyantap makananya namun aturannya adalah ciloknya yang habis dimankuk dan habis juga di mulut jadi pemenang, agar Ehan tidak bisa curang.


" Hahaha Kamu ga bisa curang Ehan " ucapnya Satria


" Diam kamu " ucap Ehan


" Kamu lambat kaya keong " ucap Satria tertawa terbahak-bahak bukanya menghabiskan ciloknya


" Selesai " ucap Farel


" Loh ko Abang bisa habisin ciloknya... " ucap Ehan heran


" Kalau makan itu fokus... bukan malah ketawa ketiwi " ucap Farel tertawa


" Sekarang kalian cepat makan para Kuya... dan sifut " ejek Farel


" Ok yang lelet makananya akan menjadi sifut " ucap Satria


" Bukan tapi harus bayar tau " ucap Ehan


merekapun segera balapan dan ternyata yang menang adalah Ehan.


" Gue menang... selalu menang " ucap Ehan


" Dasar kalian rakus tukang makan " cibir satria kesal karena ia selalu kalah


" Sifut... sifut... sifut " ejek Ehan


Datanglah seorang anak perempuan yang bernama Rena tersebut menghampiri Ehan.


" Ehan... Aku dengar kamu dihukum sama Bu Winda " Tanyanya


" Iya " ucap Ehan singkat


" Ehan ini surat buat kamu... dibaca ya...dan ini coklat untukmu " membawa coklat sekardus untuk Ehan


" Tidak.. jangan lagi deh nanti sakit gigi " ucap Satria


" Suratnya aku bawa tapi coklatnya kamu bawa pulang aja " ucap Ehan


" Tapi " ucapnya sambil mata berkaca-kaca


" Dia mau nangis seperti nya " bisik farel pada Ehan


" Ya udah aku bawa... makasih ya cantik " ucap Ehan agar Rena tidak menangis lagi


Satria pun membawa kardus yang berisi coklat tersebut. Ehan tak sempat membagikannya karena bel sudah berbunyi dan guru sudah datang


Sang guru pun masuk membawa siswi baru yang masuk kedalam kelas Ehan Farel dan Satria.

__ADS_1


" Baik anak-anak sekarang kita kedatangan murid baru... silahkan perkenalkan namamu " ucap guru matematika


" Nama Saya Melati Wulandari... saya pindahan dari SD ABC ... salam kenal " ucapnya


Semua orangpun bertepuk tangan karena memang kecantikan Melati itu melebihi Rena, semua mata memandang Melati Tapi tidak dengan Ehan dan Farel.


" Melati Kamu boleh duduk dibelakang Ehan " ucap Sang Guru


" Baik Bu " ucap Melati segera duduk dibelakang Ehan


" Hai nama Aku melati... " ucapnya menyodorkan tangan pada Ehan


" Ga nanya... dan sudah tau kan tadi Kamu ngenalin diri " ucap Ehan dingin


" Aku satria " ucapnya menyalami Melati


" Nama yang cantik sesuai dengan wajahmu yang cantik " ucap Satria membuat semua orang meyurakinya


" Satria... duduk ditempat mu dan jangan mengobrol " ucap sang guru


Sang guru pun menjelaskan pelajaran, tiga jam berlalu bel pulang pun segera berbunyi guru sudah meninggalkan kelas. sementara Ehan memang meyuruh teman sekelasnya untuk tidak pulang terlebih dahulu karena iya akan membagikan coklat seperti kebiasaanya.


" Hai guys... siapa yang mau coklat " ucap Ehan


" Yah coklat Mulu... sakit gigi tau " ucap protes salah satu siswa


" tau nih " ucap siswa satu lagi


" Kalian ga mau... ya udah... " ucap Ehan


" Mau mau " ucap mereka serempak lalu mereka berbaris sesuai dengan kebiasaanya


Ehan pun segera memberikan coklat tersebut hingga Melati pun diberi coklat olehnya.


" Makasih Ehan... kamu baik " ucapnya tersipu malu


" Jangan kegeeran... semua orang juga kebagian... " ucap Ehan sinis


" Iya Ehan " ucap Melati kesal dan meninggalkan kelasnya.


" Yakin kamu ga akan ikut kami naik mobil " ucap Ehan


" Aku punya sepeda " ucapnya bangga


Tit..Tit..Tit...


Suara kelason mobil mengagetkan mereka, Leo pun membuka kaca mobil mereka terlihat ada Sisil Ina dan Leo didalamnya.


" Bunda ayah... " Ucap Mereka menghampiri mobil tersebut


" Kaka.. Abang... ayah mau ajakin kita beli sepeda " ucap Ina semangat meskipun terlihat masih pucat


" Yang benar Ayah... " ucap Farel


" Iya nak.. cepat masuk " ucap Leo


" Satria dadah... " ucap Ehan meledek Satria


" Ayah Leo... Bunda Sisil Boleh satria ikut " rengeknya


" Ga boleh " ucap Ehan


" Iya.. Farel mau beli sepeda yang mahal dan lebih bagus dari kamu " cibir Farel


" Ayolah... Satria mau ikut.. " ucap Satria merengek


" Kamu kan bawa sepeda " kata Sisil


" Sepedanya disimpan dibelakang aja ya... Satria mau ikut... Ayah Leo mau liat Satria nangis dipinggir jalan " ancam Satria


" Ga anak ga ibu sama malu-maluin nya... " cibir Leo


" Ya udah masuk " ucap Leo

__ADS_1


Satria pun menyimpan sepedanya dibelakang dan iya segera masuk kedalam mobil dan menghapus air matanya.


" Ina cantik ... ko wajahnya pucat " tanya satria


" Jangan coba-coba merayu Ina ya " ucap Leo


" Tidak ayah Leo... Satria kan cuma nanya... " jawabnya


" Itu apa .. ada Ina cantik.. Ina cantik segala... " ucap Leo


" Itu hanya memuji Ayah Leo bukan merayu " ucap Satria


" Mas sudah jangan ribut " ucap Sisil


Merekapun segera pergi menuju toko sepeda. sesampainya disana Ina bersemangat memilih sepedanya.


" Ayah... Ina mau yang ini " ucapnya


" Yang mana sayang " ucap Leo


" Yang ini "



" Waw... Bagun Ina cantik " ucap Satria


" Iya Ina... lucu " ucap Ehan


" Pak... yang ini satu " ucap Leo


" Baik Tuan " ucap Sang pedangan


Ehan dan Farel berkeliling toko tersebut lalu mereka terdiam melihat sepeda yang dirasa cocok untuk mereka.



" Ayah... kita mau yang ini " ucap Ehan


" Yang ini nak " ucap Leo


" Iya ayah " ucap Farel


" Ko kalian lebih bagus dari aku " ucap Satria


" Ini mahal loh... " ucap Ehan


" Ehan jahat punya aku juga mahal " ucap Satria tak mau kalah


" Sudah jangan berantem ... kita pulang " ajak Sisil


Merekapun segera pulang menuju mansion, sedangkan Leo mengantarkan satria terlebih dahulu


.


.


.


.


So ikuti terus kisahnya...


tungguin kisah versi sudah dewasa mereka ...


semoga kalian suka...


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan Dukung Aku dengan cara


Like....Komen..... dan Vote ......


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua....

__ADS_1


Karena Doa yang baik akan kembali kepada orang memberi Doa.... 😁😁😁


__ADS_2