Dendam Sang CEO

Dendam Sang CEO
Ekstra Part 2


__ADS_3

Sekarang Farel, Farhan dan Satria sudah berada gerbang sekolah merekapun segera masuk kedalam.


Sepanjang perjalanan Terlihat Satria memandangi semua anak perempuan disana.


" Hai Cantik " sapa Satria


" Ih.. senyumnya indah " ucap Satria melambaikan tangannya


Farel dan Farhan hanya menggeleng-gelengkan kepalanya heran dengan tingkah Satria padahal melihat Ayah satria yaitu Renal sangat dingin dan ga mudah senyum tapi kenapa anaknya senyum-senyum terus pada perempuan.


Mereka segera masuk kedalam kelas dan menaruh tas mereka dimeja masing-masing. setelah itu mereka pergi ke kantin. mereka memakan siomay kesukaan mereka.


Mereka segera duduk di kursi yang disediakan kantin. Sebelum pesanan mereka sampai ada seorang anak perempuan yang menghampiri kursi mereka.


" Ehan " panggil Siswi yang bernama Rena


" Em... " ucapnya jutek


" Ini buat kamu " ucapnya menyodorkan coklat kepadanya


" Apa ini " tanyanya


" Buat Kamu " ucap sang perempuan itu


" Wah enak tuh " ceplos Satria


" Ko cuma Satu " ucap Ehan


" Ehan maunya berapa " tanyanya dengan sedih


" Se kardus " ucap Ehan dan sang perempuan pun berbalik pergi dari sana


" Jahat nih " ucap Satria


" Biarin " ucap Ehan


Lalu pesanan merekapun datang. dan mereka bersiap-siap untuk balapan memakan siomay seperti biasanya yang menang akan membayar semua siomay yang mereka makan.


" Aku memang " ucap Ehan


" Curang makannya ga satu-satu " ucap Farel


" heem nih tuh makanan masih di mulut " ucap Satria


" Kan aturannya abis. .. di piring " ucap Ehan sambil tertawa


sang perempuan itupun kembali lagi kemeja Ehan dan membawa se kardus berisi coklat sesuai keinginan Ehan.


" Ini yang kamu mau " ucap Rena


" Hah ga salah Ehan " ucap Satria


" Ga... makasih ya Rena " ucapnya terseyum manis


" Sama-sama " ucap Rena langsung pergi dengan tersipu malu


" Cewe aneh... " ucap Ehan


" ih kamu ga boleh gitu " ucap Farel


" Sat... bawa ya kardusnya " ucap Ehan


Mereka segera masuk kedalam kelas karena bel berbunyi tanda mereka mengikuti pelajaran seperti biasanya. karena guru mereka belum datang Ehan pun membagikan coklat yang sekardus itu.


" Hai guys... ada yang mau coklat " ucapnya


" Mau " ucap mereka serempak


" Kalian berbaris aku bagikan satu-satu jangan ribut " ucap Ehan dan semua nya nurut sama dia. Lalu kemudian sang guru pun datang mereka tampak kaget tidak dengan Ehan


" Ehan... apa yang kamu lakukan " ucap Bu Rini


" Em... saya punya coklat banyak ibu mau " tawarnya


" Mana "

__ADS_1


" Nih Bu " ucapnya memberikan sisa dalam kardus itu


" Ini masih banyak " ucap sang guru


" Ibu bagikan saja ke guru-guru yang lain " ucapnya santai. iya hanya memisahkan 5 coklat yang iya simpan dalam tasnya


pelajaran pun dimulai. mereka belajar dengan serius dan tekun hingga tiga jam berlalu dan pembelajaran selesai waktunya mereka pulang.


Kring... Kring


" Ye.. pulang " ucap serempak mereka


Merekapun membubarkan diri dikelas dan seger menuju gerbang dan dijemput oleh para orang Tua.


Ketiga lelaki itu sedang menunggu jemputan mereka di depan gerbang itu.


" Hey Ehan " ucap Dandi yang merupakan anak buah kemal


" Apa " ucapnya sinis


" Kamu berani sekali memukul kemal rasakan ini " ia hendak memukul Ehan namun tangan Ehan menahannya dan perkelahian pun tak terelakan dan mereka berkelahi didepan gerbang tersebut


Satpam disana mencoba mererai ya dan membawa mereka kekantor kepala sekolah.


Tok... Tok... Tok...


" Masuk "


Ceklek,,


" Maf Bu didepan gerbang ada siswa yang berkelahi " ucap sang satpam


" Mana anaknya " ucap sang kepala sekolah


" Ini Bu... " ucapnya menyeret kedua anak tersebut ke depan sang kepala sekolah


" Ehan... " teriakan sang kepala sekolah


" Dia yang mulai Bu.." ucap Ehan


" Ya salah dia ngajak berantem tapi ga bisa berantem so jagoan Kau " Cibirnya


" Ehan... ini udah kelima kalinya kamu berantem ga cape apa " ucap Bu Winda


" Ga Bu... demi menegakan keadilan di seluruh jagad bumi Aku ga akan lelah... " ucapnya penuh semangat


" Kamu kira ini dunia Naruto apa... " ucap kesalnya


" Sekarang aku akan telepon Ayahmu.. karena jika aku panggil bunda mu kau tidak akan jera..." ucap sang kepala sekolah


Tut.... Tut.... Tut...


" Halo dengan Tuan Leo " ucapnya


" Maaf ini siapa "


" Saya Winda kepala sekolah Ehan... bisakah anda datang kesekolah " ucapnya


" Ada apa " tanya Leo


" Anak anda berkelahi ... tolong anda kesekolah sekarang " ucap Winda


" Baik Bu " ucap Leo mematikan teleponnya


Tak lama kemudian Leo pun datang dan langsung menuju ruangan kepala sekolahnya.


Tok... Tok... Tok..


" Masuk "


Ceklek,,


" Ehan apa yang kamu lakukan " ucap Leo


" Em.. Ayah dia mulai duluan " ucapnya menundukkan kepalanya

__ADS_1


" Tapi dia tidak babak belur " ucap Leo


" Maaf Tuan anda duduk dahulu... saya jelaskan " ucap Winda


" Ini sudah kelima kalinya Ehan berantem... dan yang keempat sampai masuk rumah sakit ... saya mohon bimbingannya selama dirumah.. dan mencoba menasehati Ehan ya Tuan " ucap Winda


" Ok " ucap Leo


" Tapi untuk sementara saya kasih hukuman selama tiga hari iya diskorsing... tidak boleh masuk sekolah, Tuan.. dan Nyoya bisa memberikan nasehat dan bimbingan selama dirumah... " ucap Bu Winda


" Kalau tidak ada yang mau dibicarakan Saya pamit... Ayo Ehan " ucap Leo


Merekapun segera pulang ke mansion. selama didalam mobil suasana menjadi sepi dan menakutkan bagi ketiga anak laki-laki tersebut.


Sesampainya di mansion Leo langsung menyeret Ehan keruang kerjanya. sedangkan Farel langsung menceritakan kejadian disekolah. Sisil pun langsung menuju ruangan kerja sang suami


" Ehan... Apa pernah Ayah ajarkan Kamu berantem.. hah " bentaknya


" Tapi Ayah... mereka yang salah " Belanya


" Cukup... bisakah Kau seperti kakakmu Farel yang tak berulah dan bertingkah " ucap Leo kesal


" Ayah... " lirih Ehan


" Ayah ga mau dengar apapun lagi... mau kamu seperti Ina... sekolah dirumah... agar tak membuat onar " ucapnya marah


Ceklek,,


Sisil langsung masuk kedalam dan memeluk Ehan.


" Mas... jangan terlalu keras sama Ehan... " ucap Sisil


" Mau jadi apa kalau dia terus berantem " ucap Sang Suami


" Ehan memang salah... tapi Jangan seperti itu " bela Sisil


" Maf... Ehan ga salah... "


" Ehan tetep salah... namanya berantem itu tidak dibenarkan " ucap Sisil


" Salah jika Ehan mau bantu temen Ehan yang suka dipalak oleh kemal " ucapnya


" Kamu harusnya lapor ke guru bukan bertindak semaunya " Leo


" Yang dikatakan Ayah benar nak... ga semua harus diselesaikan dengan kekerasan... " ucap Sisil


" Maafin Ehan bunda... " ucapnya sedih


" Sekarang Ehan mandi terus makan ya... bunda siapin Yu... " ajaknya


Sisil dan Ehan segera keluar dari kamarnya dan Ehan segera mandi dan makan.


.


.


...****************...


.


Jadi Ehan itu jago berantem mekipun tak diajarin orang tuanya sedangkan sifat Farel itu penurut sama dengan Farina. dan Satria itu sifatnya kaya Yesi kalau sudah suka orang suka ngejar-ngejar.


Ada yang mau ceritanya Aku lanjut tapi dengan judul yang berbeda..


comen dibawah ya guys...


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan Dukung Aku dengan cara


Like....Komen..... dan Vote ......


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua....


Karena Doa yang baik akan kembali kepada orang memberi Doa.... 😁😁😁

__ADS_1


__ADS_2