Dendam Sang CEO

Dendam Sang CEO
Ekstra Part 47


__ADS_3

Sementara Farel tampak kacau, iya kecewa pada dirinya sendiri. Ehan dan Niko pun menghampirinya.


" Abang " Pangil Ehan


" Aku tidak apa-apa " ucap Farel dengan wajah sedih


" Bang yang sabar ya " ucap Niko


" Is ok " ucap Farel menghela nafas panjangnya


" Besok aku akan bicara sama Dona " ucap Ehan merasa kasian pada sang Abang


" Tidak usah, Dona sangat membenciku " ucap Farel


" Abang Tenang saja, mungkin Dona hanya kaget sama semua ini, lambat Laun pasti Dona juga membuka mata hatinya untukmu " ucap Niko menasehati Farel


" Semoga saja masih ada harapan " ucap Farel


" Tetap semangat bang " ucap Ehan menyemangatinya


" Makasih ya kalian sudah repot-repot bikin ini " ucap Farel dengan senyum dilaksakan


" Abang tenang saja kami selalu ada buat abang " ucap Ehan


" Heem bang, santai saja " ucap Niko


" Kasian juga Abang Farel, mekipun aku senang mereka sudah tak dekat lagi tapi melihat bang Farel sekacau ini aku pun jadi ga tega " batin Ehan


" Kasian Abang Farel belum pernah aku liat dia begitu kacau padahal sikapnya sangat dingin pada orang lain " batin Niko


" Hati ini sakit ketika melihat Dona menangis dan Dia sangat membenciku kini " batin Farel


" Bang pulang yu " Ajak Ehan


" Aku masih mau disini kalian pulang saja " ucap Farel pada Ehan dan Niko


" Gimana nih " bisik Niko


" Aku juga bingung tapi aku takut terjadi apa-apa padanya " ucap Ehan dengan bisik-bisik pada Niko


" Bang kami ga akan ninggalin Abang disini kalau Abang marah kecewa lampiaskan saja anggap kami tidak ada " ucap Ehan bingung


" Abang Kami nunggu disana " ucap Niko dan Ehan segera pergi dari sana dan menunggu Reaksi Farel dari jarak lumayan jauh


Kini Farel sendiri disana, dengan perasaan kesal, sedih dan marah iya pun mulai melampiaskan segala unek-unek dalam hatinya.


Iya mulai membanting meja dan gelas yang ada di meja itu, iya juga tak lupa untuk memukul dan menonjok pohon yang ada disana yang tak bersalah.


" Agghhhh " ucap Teriakan Farel menonjok pohon itu


Sementara di jarak yang tidak terlalu jauh Ehan dan Niko tampak memperhatikan Tingkah Farel sekarang, mereka juga kaget saat Farel menonjok pohon yang keras disana.


" Kasian Abang Farel " ucap Niko


" Gue juga merasa Kasian sama dia " ucap Ehan


" Eh.. lu liat... ." ucap Niko menunjuk Farel yang sedang menonjok pohon tersebut


" Gila, bisa sakit tuh tangan pasti berdarah.. " ucap Ehan


" Bener banget bisa bengkak tu tangan " ucap Niko dengan menggeleng-gelengkan kepalanya merasa tak habis pikir dengan jalan pikiran Farel kemudian dia kaget kembali dengan tingkah Farel. " Eh.. Han dia mukul pohon lagi " ucap Niko menunjuk ke arah Ehan lagi

__ADS_1


" Ayo kita tenangkan dia, bisa tu remuk tangan jika di pukul terus " ucap Ehan langsung menghampiri sang Abang


" Eh Ehan jangan ninggalin Gue " ucap Niko mengejar Ehan


" Bang Udah bang " ucap Ehan memeluk Farel dari belakang


" Lepaskan aku " ucap Farel dengan perasaan marah


" Bang kita bicarakan baik-baik jangan kaya gini " Ehan masih memeluk sang Abang dan menenagkanya


" Bener tuh bang " ucapnya Niko


" Aku yang salah Han, aku awalnya sengaja pura-pura kamu, agar Dona makin berharap padamu dan dia akan mengejar-ngejar kamu pasti kamu akan merasa tersiksa sedangkan yang terjadi justru aku nyaman denganya " ucap Farel menumpahkan kekesalanya


" Besok aku akan mencoba bicara sama dona " ucap Farel


" Kamu mau apa sama dia, Dia ga kan mempercayai mu karena dia sangat membenciku... " Ucap Farel dengan nada tinggi


" Untung Di Abang gue, dan dia lagi galau kalau tidak aku akan gebukin dia pake pake sapu lidi " ucap Ehan dalam hatinya


" Pokonya Abang harus semngat " ucap Ehan


" Ada kita disini yah akan bantu kamu bang " ucap Niko sambil tersenyum


" Kalian yakin Dona akan maafin aku " ucap Farel dengan pesimis


" Aku yakin, dan Abang bantu doa ya " ucap Ehan memeluk sang Abang


" Iya... makasih ya "


" Sebaiknya kita pulang sudah malam " ucap Niko


" Benar yang dikatakan Niko, kita pulang ya biar aku yang boncrng " ucap Ehan merasa khawatir dengan keadaan sang Abang


" Gampang bang, Biar Niko yang bawa " ucap Ehan sambil melihat wajah Niko


" Bener Bang, aku yang bawa aja.. kalian pulang duluan saja " ucap Niko


" Benar kamu ga papah " Tanya Farel kembali


" Benar santai saja bang " ucap Niko


" Yaudah kami duluan ya Nik " ucap pamit Ehan


" Siap Han... hati-hati dijalan " ucap Niko


" Kamu juga hati-hati dijalan " ucap Farel pada Niko


" Ok bang " ucapnya sambil tersenyum


Ehan pun membonceng Farel yang tampak kacau ke mansion ya, sepanjang perjalanan pun Farel pun tampak tidak banyak berbicara dan hanya diam saja hal itu membuat Ehan merasa bersalah, gara-gara Dona suka sama Ehan membuat sang Abang merasa sangat terpukul.


Farel dan Ehan sudah sampai di mansion ya, Farel segera melangkah menuju Kamarnya dan mengunci pintunya kemudian Ehan mencoba menyusulnya namun pintu kamar Farel keburu dikunci.


" Agghhhh " teriakan Farel dalam kamarnya


Sementara Ehan menunggu diluar kamarnya, Leo dan Sisil pun segera menghampiri kamar Farel yang tadi terdengar teriakan.


" Ehan ada apa ini " ucap Sang bunda


" Abang.. em " ucap Ehan bingung menjelaskannya

__ADS_1


" Farel kenapa " ucap Sang ayah heran


" Abang lagi kesal sedih dan marah " ucapnya Ehan


" Memengnya kenapa " tanya Sisil dengan heran


" Bukanya tadi Farel keruan sama Perempuan seharusnya dia senang " tanya sang Ayah


" Iya Abang memang ketemuan sama Perempuan namanya Dona.. tapi pada intinya Dona ga suka Abang, dia sukanya aku " ucap polosnya


" Berani sekali dia mempermainkan hati Farel anakku " ucap Leo marah


" Mas jangan kepancing emosi " ucap Sisil mencoba menenangkan sang suami


" Ehan lebih baik kamu pergi kekamar dan siap-siap untuk tidur ini sudah malam bukanya besok kamu harus ke kampus " ucap sang bunda


" Terus Abang gimana bunda " ucap Ehan


" Biar Bunda yang bicara sama Abang Farel " ucap Sang bunda ambil tersenyum


" Baik bunda " ucap Ehan melangkah pergi dari depan kamar Farel menuju kamarnya


Kini Ada Sisil dan Leo didepan pintu kamar Farel, Sisil pun mencoba bicara pada Leo agar sang suami tidur duluan ke kamarnya , sementara Sisil mau bicara serius dengan sang putranya


" Mas " ucap Sisil melihat wajah sang suami


" Ada apa " ucap Leo kesal tau maksud sang istri


" Aku mau bicara dulu sama Farel, biasakah Mas tidur duluan " ucap Sisil dengan nada manjanya seperti memohon


" Baik lah... aku duluan ke kamar " jawabnya


.


.


.


.


.


Semoga kalian terhibur...


ikuti terus kisahnya...


Sambil menunggu Novel ini Up..


Jangan lupa Ketik di kolom pencarian Novel yang berjudul KISAH CINTA ANAK KEMBAR CEO



Semoga kalian suka...


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan Dukung Aku dengan cara


Like....Komen..... dan Vote ......


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua....

__ADS_1


Karena Doa yang baik akan kembali kepada orang memberi Doa.... 😁😁😁


__ADS_2