Dendam Sang CEO

Dendam Sang CEO
Episode 85


__ADS_3

Hari ini hari dimana kandungan Sisil memasuki 7 bulan, Leo dengan sabar selalu mendampingi sang istri. Ia pun tak lupa meyiapkan semua kebutuhan sang istri.


" Sayang.... Hey.... bangun " ucapnya sambil menciumi pipi Sisil agar di tergangu dri tidurnya


" Mas " ucapnya merasa geli


Dilihatnya sang suami sudah rapih dan tampan, semenjak kehamilan Sisil Leo rajin bangun pagi dan semangat dalam menjalankan semua bisnisnya. Kini bisnisnya semakin berkembang.


" Airnya sudah Aku siapkan... cepat mandi sayang " ucapnya megusap perut sang istri


" Sayang... hari ini Kamu lembur tidak " ucap Sisil


" Kenapa memangnya sayang... " ucap Leo


" Aku mau makan masakanmu... " ucapnya sambil terseyum


" Biasaya juga seperti itu.... " ucap Leo mencium kening Sisil


" Cepat mandi atau Aku gendong kekamar mandi " titahnya


" Jangan Mas... aku berat sekarang " tolaknya


" Tidak Sayang... Justru aku senang Kau mau mengandung anakku... perjuanganmu selama ini hamil membuatku sadar... Jika apapun yang Kau mau akan kuturuti.. " ucapnya mengelitik Sisil agar segera bangun


" Mas... geli... hahahahah " ucap Sisil tertawa


" Ampun tidak " ucapnya masih mengelitik Sisil


" Ia Mas ampun " ucap Sisil tertawa sambil mengeluarkan air mata karena kegelian


" Oh ia Mas... kasian Ka Salsa jika harus dipenjara selama 5 tahun " celetuk Sisil


" Benar juga Kamu sayang... " ucap Leo


" Bagaimana Jika Mas usahakan Dia dapat Remisi... agar lebih awal Dia bebas " ucap Sisil


" Nanti Aku bicarakan Sama Yesi dan Renal " ucap Leo


" Baiklah Mas... " ucap Sisil melangkah pergi ke kamar mandinya


Setelah Sisil selesai mandinya lalu ia segera memakai pakaian Dres dan tak lupa berdandan. ia Duduk di depan Meja riasnya sambil memakai bedak dan lipstiknya saja. Lalu Leo meyisir rambut panjang Sisil


" Sayang... " ucap Leo


" Ia Mas... " ucap Sisil


" Besok Kita kedokter kandungannya... untuk periksa Kamu...dan juga jagoannya Ayah " ucapnya lembut


" Emang Mas ga Sibuk " ucapnya


" No sayang... Demi Kamu dan jagoanku tidak ada kata sibuk " jawabnya


" Ia Mas Aku Mau " ucap Sisil sambil terseyum


" Yaudah Kita sarapan... pasti jagoan Ayah sudah laparkan Nak " ucapnya mengusap perut Sisil


" Ia Ayah " Sisil menirukan suara anak kecil lalu mereka bergandengan menuju ruang makannya


Disana sudah ada Oma dan Sang Ayah mertua


" Pagi Oma... pagi Ayah " sapa Sisil


" Pagi Sisil " ucap Mareka serempak


" Sayang Mau makan Apa " ucap Leo


" Ga papah Mas biar Aku saja... Aku sekarang mau layanin Kamu dulu... Kamu mau makan apa Sayang " tanya Sisil


" Aku mau nasi goreng sayang " jawabnya


" Nih Sayang... " meyodorkan piring pada Leo dan ia pun mengambil piringnya dan mengisinya dengan nasi goreng sama dengan sang Suami.

__ADS_1


" Oh ia Sil... Restoran Kita semakin berkembang.. Ayah ada rencana buat menambahkn cabang diluar kota-kota besar... bagaimana menurutmu " ucap Sang Ayah


" Aku sih setuju-setuju aja... tapi... takutnya merepotkan Ayah soalnya sekarang juga Aku jarang kerestoran " jawabnya


" Kamu tenang Aja. .. biar ayah yang urus... " ucap Sang Ayah mertua


" Sayang Oma hari ini ada acara Arisan sama teman-teman Oma... ga papah kan " ucap sang Oma


" Ga papah Oma.. " ucap Sisil


" Sayang tenang aja nanti Yesi akan kesini katanya " ucap Leo


" Ia Mas.. "


Merekapun melanjutkn makannya dan menghabiskannya namun Tiba-tiba ada suara bel yang mengkagetkan mereka


" Mungkin itu Yesi " ucap Leo lalu memanggil Ani untuk membukakan pintu


Ting... Tong... Ting... Tong...


Ceklek,,


" Nyoya... " ucap Ani Kaget


" Minggir " ucapnya langsung masuk namun langkahnya terhenti dan menanyakan keberadaan Leo


" Dimana Leo " tanyanya


" Diruang Makan Nyoya sedang sarapan " ucap Ani sambil gugup


" Ok... bawa semua koperku.. dan Catrine Yu masuk " ucapnya


Tap... Tap... Tap..


" Halo semuanya " ucapnya membuat semua yang sedang sarapan menoleh padanya


" Momi. .. " ucap Kaget Leo


" Natali " ucap Kaget Marco


" Mau apa Dia kemari " batin Leo, Marco dan Oma


" Apa itu ibunya Mas Leo " batin Sisil


" Kalian Masih ingat padaku " ucapnya langsung duduk di kursi kosong meja makan


" Perkenalkan ini Catrine... dia Anak dari perusahaan ternama di Amerika dan Dia calon menantu idamanku " ucapnya membuat Sisil kaget sedangkan Oma Marco dan Leo kesal


" Apa.... Calon menantu... terus aku bagaimana " batin Sisil sedih semenjak kehamilannya ia lebih sensitif dengan ucapan seseorang


" Momi Aku sudah punya istri " ucap Leo


" What... " ucap Sang Momi kaget


" Kamu menikah tanpa restu dariku dan tak mengundangku juga... ini tidak syah " ucapnya marah


" Apa pedulimu " ucap Kesal Marco


" Diam Kamu. .. Aku Mominya.. Aku yang melahirkan Dia... So jangan ikut campur " bentaknya


" Ok.. You memang ibunya yang mengandungnya Ok... memang benar namun You juga harus ingat Yang membesarkan Leo dari kecil adalah Oma dan Aku " ucap Marco dengan kesal


" Sial... Marco malah bilang seperti itu lagi " batin Natali


" Pokonya Aku tidak setuju dengan pernikahan kalian... karena Aku sudah punya calon menantuku sendiri... " ucap Natali


" Aku tidak akan menikah denganya... Kau saja Momi yang menikah dengan Dia " timbalnya mengajak Sisil pergi dari ruangan itu


" Leo... Tunggu... " ucapnya namun tak digubris oleh Leo


Lalu semua anggota yang ada disana bubar dan pergi dengan aktifitasnya meninggalkan Natali dan Catrine disana.

__ADS_1


Sedangkan Leo dan Sisil sedang berada dikamarnya, Leo sangat kesal dengan semua perkataan Sang Momi.


" Sayang Maafin Momi ya " ucap Leo


" Tidak apa-apa Mas.. " ucapnya terseyum lalu Leo memeluknya


" Sayang... Kamu mau tidak temani Aku kekantor " ucapnya


" Kalau ku biarkan Sisil disini Aku takut Sisil akan menderita karena tingkah Momi " batin Leo


" Ga mas... Aku disini Aja " tolak Leo


" Please... " ucapnya Leo karena tak tega ia pun menuruti keinginan sang suami


" Yaudah deh Mas.. " ucap Sisil dengan seyuman


Tok.... Tok... Tok..


Ceklek,,


" Tuan Maf.. Pa Renal dan Yesi sudah ada didepan menunggu Anda... " ucap Ani


" Baiklah Sebentar lagi Kami akan kesana " jawabnya Leo


" Yuk... Kita siap-siap kekantor " ucapnya senang


" Yu Mas... "


Merekapun segera menemui Renal dan Yesi yang sedang duduk ditemani Natali


" Renal... Aku dengar You sudah menikah dengan Yesi " ucap Natali


" Betul Nyoya... " ucap Renal


" Dan You Yesi.. Saya kecewa padamu.. kenapa You memilih Renal dibanding Leo " ucap Natali dengan sorot mata tajam pada Yesi


" Awalnya Aku memang mengejar Leo Tante tapi... setelah melihat Leo bahagia dengan Sisil.. Akupun lebih mencari kebahagiaanku.. dan kebahagiaanku ada pada Renal " ucapnya sambil terseyum


" You Salah... Leo lebih akan membahagiakanmu dari pada Renal ini.. So karena You ga mau... Aku akan jodohkan Leo dengan Catrine... " ucap Natali


" Teeserah Momi... yang jelas Aku menolaknya.. " ucapnya menggandeng Sisil menuju Mobil yang dibawa Renal


" Leo... Leo... " teriakanya yang dihiraukan oleh sang Anak


" Nyoya Saya Permisi.. " ucap Renal langsung membawa Yesi kedalam mobil yang sudah diisi Leo dan Sisil


Renalpun segera mengendarai mobilnya menuju Kantornya dengan ucapan sedihnya. bagaimanapun Memang jika dibandingkan Leo Dia tidak ada apa-apanya.


.


.


.


.


.


Bersambung....


Halo Semua,.


Maafkan jika untuk beberapa part kedepan akan menguras emosi kalian


So... Ikuti terus kisanya...


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan Dukung Aku dengan cara


Like....Komen..... dan Vote ......


Jangan bosen-bosen ya .....

__ADS_1


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua....


Karena Doa yang baik akan kembali kepada orang memberi Doa.... 😁😁😁


__ADS_2