
Sedangkan di tempat lain Sisil, Leo Oma dan Sang Ayah mertua sedang meyaksikan pernikahan Salsa didalam tv yang sengaja Leo sambungkan dari Cctv kedalam tv.
Semua sontak kaget ketika drama Natali pingsan dan Mamah Ida marah-marah dan ngamuk-ngamuk. namun mereka pun bersyukur melihat senyum bahagia dari salsa dan Ujang.
" Syukurlah mereka sudah Syah " ucap Sisil
" Oma juga bahagia melihat salsa bahagia seperti ini.. mudah-mudahan Ujang bisa menuntun Salsa lebih baik lagi " ucap sang Oma terseyum sambil mengendong baby Farina
" Leo juga berharap kedepannya sudah tidak ada masalah lagi " ucap Leo sambil mengendong baby Farel
" Amin " ucap serempak mereka
" Loh... loh ... Mas itu Yesi kenapa... seperti yang kaget melihat pertengkaran mereka.. apa- jangan-jangan dia mau lahiran " ucap Sisil
" Mungkin " ucap Leo
.
...****************...
.
Kini Yesi merasakan sakit diperutnya entah ia kaget atau memang sudah saatnya Dia melahirkan.
" Renal... sayang... Mas... " teriakan Yesi sambil memegang perutnya
" Kenapa sayang " ucap Renal santai
" Perutku mas... " ucapnya dengan wajah kesakitan
" Perutku kenapa sayang " ucap paniknya
" AW... AW.. sakit " teriaknya
" Ih... kamu jorok malah pipis " cibir Renal
" Mas itu bukan air pipis tapi air ketuban... sepertinya bayinya akan segera lahir " ucap salah satu tamu disana
" Terus saya harus gimana " ucap Renal menanyakannya pada sang Tamu
" Mana saya tau... saya bukan suaminya " jawabnya
" Aku suaminya tapi aku harus gimana " ucapnya panik
" Ya..Bawa atuh ke dokter... " ucap Ambu Euis yang kebetulan melihat ribut-ribut disana
" Sebentar say telepon dulu Tuan Leo " ucapnya segera menelepon Sang majikan .
" Tuan... " lirihnya
" Kenapa " ucap Leo
" Yesi sepertinya mau lahiran saya harus bagaimana " tanyanya
" Bawa kedokter kan kamu suaminya... bukan aku... " cibirnya
" Jadi sekarang saya harus ke rumah sakit " tanya Renal
" Renal... cepat bawa istrimu kerumah sakit mau apa dia melahirkan di acara salsa kamu pintar dalam segala hal perusahaan tapi bodoh urusan ini " bentak Leo langsung menutup teleponnya
Renalpun langsung membawa sang istri kedalam mobilnya dan segera mengendarai mobilnya dengan kecepatan kencang.
" Mas... Sakit " lirihnya
" Tenang Sayang sebentar lagi sampai " ucapnya dengan wajah panik
" Tapi mas.. perutku sakit "
" Sabar dong sayang " ucap Renal
__ADS_1
" Sabar... sabar... mas enaknya ngomong begitu.. aku dari tadi nahan sakit... coba kalau mas diposisiku " cerocosnya
" Iya Sayang... Aku minta maaf " ucap Renal yang mengalah
" Cepat jalankan mobilnya jangan lambat " ucap Renal
" Ini aku juga udah ngebut " ucap Renal
" Ngebut ko ga sampai-sampai "
" Kan rumah sakitnya jauh " ucap Renal
" Ah.. alasan... Mas memang lelet " omelnya
Memang selama Yesi hamil, Renal menjadi serba salah kadang iya dimarahi tapi kadang Yesi juga manja padanya.
Sesampainya disana ia segera membawa sang istri keruang UGD untuk segera ditangani dokter.
Sang Dokterpun langsung menangani Yesi dan Renal sekarang menemani sang Istri melahirkan.
" Mas bilangin sama dokternya aku udah ga tahan " ucap Yesi padahal sang dokter ada dihadapannya
" Pa Dokter tolong lebih cepat kata istri saya Iya sudah tak kuat " ucap Renal
" Sabar ya Bu... Sebentar lagi anaknya akan lahir ko " ucap sang dokter
" Bilangin sama dokternya sabar-sabar ... aku yang kesakitan juga.. coba tukar posisinya pasti dia juga kesakitan " omel Yesi
Namun Renal tak berani mengatakannya, Yesi pun tambah marah-marah dan
malah memarahi sang suami.
" Sekarang ibu tarik nafas ya... lalu keluarkan " ucap Sang dokter
" Dalam hitungan ketiga ibu mengejan ya ... tunggu aba-aba dari saya " ucap Sang dokter
" Ah........ " ucap Yesi
" Ibu kan saya bilang hitungan ketiga " ucap sang dokter
" Saya ga kuat Dok " bentak Yesi
" Sekali lagi ya Bu... ikutin aba-aba saya "
" Iya Dok "
" Sayang semangat pasti kamu bisa "
" Semangat apanya ... sakit tau... " bentak Yesi
" Satu... dua ... Tiga... mengejan Bu " ucap sang dokter
" Ah...... "
" Sekali lagi Bu "
" Ah....... ah..... ah.... " ucapnya lega
Oek... Oek ..Oek... Oek...
" Alhamdulillah " ucap Renal terharu dan meneteskan air matanya
" Sayang anak Kita... " ucap Yesi menangis
" Bu Yesi Alhamdulillah semuanya sudah selesai dan lancar, anak pertama anda adalah laki-laki Dia sehat dan tanpa kurang apapun... " ucap Sang dokter senang
" Terima kasih Dok " ucap Renal
" Dok saya mau menggendongnya " ucap Yesi
__ADS_1
" Silahkan namun tidak bisa lama-lama " ucap sang suster memberikan baby nya
" Nak.. Hey... ini ibu dan ayahmu... sehat selalu ya nak " ucap Yesi mencium wajah sang Anak
" Anaknya ganteng mirip Aku ya sayang " ucap Renal sambil terseyum
" Ih kepedean " jawab Yesi
" Maaf Ibu Yesi.. Baby-nya kami akan mandikan terlebih dahulu... " ucap Sang Suster
" Baik suster " ucap Yesi memberikan Bayinya
Lalu sang Suster pun memandikan sang Baby. sementara menunggu sang bayi dimandikan Yesi segera dipindahkan keruangan VVIP. Setelah itu bayinya pun langsung dibawa keruangan Yesi.
Kini Yesi sudah merasa lega. lalu kemudian ia berinisiatif untuk menghubungi Sisil dengan video call yang kebetulan sinyalnya sedang bagus di kampung tempat Sisil berada.
Tut...Tut...Tut...Tut...
" Halo Yesi " ucap Sisil dengan khawatir
" Halo Sil " ucap Yesi dengan terseyum
" Aku mencemaskan mu... bagaimana lancar " tanya Sisil
" Alhamdulillah lancar Sil " ucapnya sambil memamerkan baby nya
" Wah... ganteng sekali " ucap Sisil
" Ia dong Anakku " ucap Yesi
" Tapi kenapa mirip Renal " cibir Leo
" Hey Leo... aku kan ibunya... pasti ada mirip-mirip aku walaupun dikit " ucap Yesi
Merekapun tertawa bersama. lengkap rasanya kebahagiaan mereka , Salsa sudah menikah, Yesi sudah melahirkan dan Sisil sudah berbahagia dengan keluarga kecilnya.
" Sil... lihat sudah cocok lah jadi menantimu " ucap Yesi
" Maksudmu " tanya Leo
" Sisil kan punya anak perempuan dan aku punya anak laki-laki bagaimana jika kita jodohkan mereka " ucap Yesi
" Tidak... Aku ga Sudi punya besan kaya kamu " cibir Leo
" Mas... ga boleh gitu " ucap Sisil
" Yesi anakku masih bayi... aku tidak akan memaksanya menikah dengan siapapun.. biarkan anak-anak ku menentukan jodohnya sendiri " ucap Sisil
" Semoga aja mereka jodoh " ucap Yesi sambil terseyum
Mereka kembali tertawa, mekipun Yesi dan Sisil bukan saudara tapi Yesi ataupun Sisil sudah menganggapnya sebagai saudara.
****The End....
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan Dukung Aku dengan cara
Like....Komen..... dan Vote ......
Jangan bosen-bosen ya .....
Aku mau Dengar ceritanya ke anak-anak Sisil dan Yesi...
Yang setuju boleh komen di bawah nya
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua....
Karena Doa yang baik akan kembali kepada orang memberi Doa.... 😁😁😁
.
__ADS_1