Dendam Sang CEO

Dendam Sang CEO
Episode 46


__ADS_3

Ani langsung menarik tangan Yesi. Dia terlihat sangat marah, belum pernah ia ditegur seperti itu oleh majikan karena biasanya ia melakukan segala hal dengan sempurna.


" Sini Kamu.... " ucap marahnya lalu mendorong Yesi ke lantai


" Aw.... Sakit " rengeknya


" Kamu udah bikin Malu Saya tadi didepan semua anggota keluarga disini... Aku Kira Kamu hebat ternyata Kamu hanya seorang anak Manja yang tidak bisa apa-apa " bentaknya kesal


" Aku bisa Masak Ko... cuma tadi Aku lagi kena Sial saja... " ceplosnya


" Diam Kamu " bentaknya lagi


" Sebagai hukuman nanti setelah makan Siang kamu bersihkan semua Toilet yang ada dirumah ini " bentaknya


" Tapi... Saya kan.... Tugas Saya disini hanya masak bukan bersihin Toilet... " cibirnya


" Saya tidak mau tahu... Kalo Kamu tidak mau saya bisa lakukan hukuman yang lebih parah... " ucapnya


" Saya adukan perlakuan Kamu Sama Leo " ancamnya


" Adukan saja... Saya tidak takut... " ucap kesalnya


" Ok... Nanti Akan Ku adukan lihat saja " ucap Yesi yang sama-sama kesal


" Sekarang Kamu pergi ke pasar... daftar belanjaannya Saya sudah catat dan ini uangnya " ucap Ani


" What.... Pasar Oh No " ucap Yesi


" Ia kenapa... Mau protes lagi "


" Bukan begitu cuma lebih higienis jika di supermarket " ucapnya yang merasa Jijik ketika mendengar kata pasar


" Saya bilang Pasar ya Pasar " bentaknya lagi


" Tapikan Saya ga tau Pasarnya " Alasannya


" Yasudah sekarang Kita berangkat, Saya akan temani Kamu ke Pasar " ucapnya


" Ayo... " ucap Ani


...****************...


Merekapun segera berangkat ke pasar, disana Ani sengaja membawanya ke daerah yang becek-becek, bahkan Ani menyuruh untuk membeli daging dan ikan yang masih segar, Yesi pun harus memegangnya dan aromanya harus ia cium, beberapa Kali Yesi mengeluh namun tak ia hiraukan.


" Aduh... becek "


" Jijik "


" Wuek... bau "


" ih.. "


Itulah ocehan Yesi selama dipasar, Ani hanya Diam namun dalam hatinya puas Mereka pun berangkat dan pulang ke pasar pun menaiki angkutan umum. Yesi merasa hari pertamanya berada didalam Mansion sangat Sial. namun ia tak pantang meyerah demi mendapatkan Leo.


Ani dan Yesi sudah berada dimansion itu dan segera meyiapkan makanan untuk makan Siang. yang makan disana hanya ada sang Oma, karena Sisil dan Marco sedang mempersiapkan untuk usaha baru yang diberikan oleh sang Ayah mertua kepada Sisil.


Dirasa ini kesempatan yang bagus untuk mengambil hati Leo, ia segera menyiapkan makan Siang untuk Leo dan berniat akan membawakannya keperusahaan Leo.


Setelah selesai dengan Tugasnya ia segera mandi dan berdandan rapi dan tampil cantik dihadapan Leo dengan menggunakan pakaian yang Seksi.


Dia pergi Diam-diam tanpa pamit kepada siapapun. karena seharusnya hukuman yang Ani berikan dilakukan saat ini.


...****************...


Yesi pun sudah berada diperusahaan Leo, Karena Dulu ia sering bekerja sama dengan Leo jadi pegawai Leo pun tidak menegurnya saat Dia masuk ke Perusahaan Leo.


Tepat didepan Ruangan Leo, Ia segera merapikan rambut dan makeup-nya. ia pun segera membuka pintu ruangan Leo. Yesi kaget ketika melihat Salsa sudah berada disana dengan membawa rantang. namun hanya disimpan diatas meja tak disentuh sama sekalk oleh Leo.

__ADS_1


" Sialan... Aku telat sedikit dari Salsa tapi tenang.. Leo juga ga sentuh tu makanan Salsa " batin Yesi


" Ngapain Yesi kesini... So banget pake bawain Leo makanan segala " batin Salsa


" Mereka apa-apaan Sih kesini bawa-bawa makanan segala.... lebih enakan masakan Sisil " batin Leo


" Leo Aku bawain makan siang... Kamu harus banyak makan " ucap Salsa membuka isi rantang tersebut


" Leo ... Aku juga bawa makanan kesukaanmu... Tadi Oma yang menyuruhku membawa bekal kesini " ucap bohongnya


" Oma " tanya Salsa


" Kamu ga tau kan Kalo Aku tinggal dirumah Leo loh " bisik ya pada Salsa


" Apa " ucap kagetnya


" Ga usah kaget... yang jelas Kamu siap-siap kalah dari Aku.... sebentar lagi Leo akan jadi miliku " bisik ya lagi


" Ini kedua cewe ngapain diruanganku... tapi seru juga jika aku mengerjai keduanya " ucap iseng dalam hatinya


Leo segera menghubungi Renal untuk segera datang keruangannya.


Tok.... Tok.... Tok....


" Maaf Tuan pangil Saya.... ada yang bisa Saya bantu " ucap Sopan Renal


" Duduk ditengah-tengah Yesi dan Salsa " titahnya


" Ko perasaan Aku jadi ga enak ya " batin Renal


" Kamu sudah makan " tanya Leo


" Belum Tuan "


" Bagus... Begini Renal kedua wanita ini ingin memberiku makanan untuk makan siang Ku namun Aku ragu dengan makanan mereka takutnya rasanya ga enak... bisakan Kamu mencicipinya " ucapnya


" Ga papah Lah hanya sedikit " batin Renal


" Yesi dan Salsa silahkan buka lantang kalian " ucap Leo


Merekapun segera membuka lantangnya masing-masing


" Seperetinya enak-enak " batin Renal


" Coba Salsa suapin Renal setelah itu bergantian Yesi ya lalu Renal segera menilai " titah Leo


Dengan segera Salsa meyuapinya dan memperkenalkan nama masakanya


" Aaa.mmmm gimana.... " ucap Salsa meyuapi Renal


" Em... Tuan ini rasanya enak... tapi seperti persis masakan restoran "


" Palingan Dia beli " ucap Yesi


" Enak Saja.. jaga bicaramu " ucap Salsa


" Aaa.mmmm.... pasti enak kan " ucap Yesi meyuapi Renal


" Em... Tuan ini rasanya enak... tapi seperti persis masakan Bu Ani kepala pembantu Tuan "


" Bukan... enak Saja..... tuduh-tuduh " ucap Yesi


" Ternyata Kau sama juga " ucap Salsa tertawa senang


" Aaa.mmmm... Kau pasti salah dan harus banyak makan agar lidahmu tidak salah " ucap Yesi meyuapi Renal beberapa Kali


" Enak Aja... Kau curang... kenapa harus banyak menyuapinya .... " Protes Salsa

__ADS_1


" Biarin " ucap Yesi


" Aaa.mmmm... Kamu juga harus banyak makan makananku agar lidahmu tidak salah mengenli makanan milik Salsa dibandingkan restoran-restoran yang ada disini " ucap Salsa meyuapi Renal beberapa Kali


" Ish... Udah.... giliran Aku yang suapin Dia " ucap Yesi


" Aku Dulu "


" Aku Dulu "


" Aku Dulu "


Ucap pertengkaran mereka sampai tak terasa rantang yang mereka bawa dengan penuh makanan sekarang habis tak tersisa.


" Aduh rasanya keyang sekali.... pengan muntah " batin Renal


" Cukup " ucap Leo mulai jengkel dengan suara cempreng Mereka


" Renal Sekarang Kau nilai masakan Mana yang enak dan terbaik " ucap Leo


" Pasti punya Aku lah secara Aku dah cape-cape ngantri ke Restoran yang paling enak disini " batin Salsa


" Pasti enakan Masakan Aku dong.... ya meskipun kebayakan Ani yang masak tapi kan aku bantuin Dia.... jadi itu juga bisa disebut buatanku kan " batin Yesi


" Kasian juga Renal... tapi ga papah dari pada Aku yang harus memakan makanan mereka " batin Leo


" Lebih enak masakan milik Nona Sisil Tuan... Saya permisi mau ketoilet " ucapnya melangkah pergi


" Ish... " ucap Kesal Leo


Namun Dering suara handphone Leo berbunyi membuat ia kembali terseyum lagi dan ia pun segera mengangkatnya


📞 " Halo istriku yang cantik "


📞 " Baik Tunggu Aku ya Sayang "


📞 " I Love You Muach.... Babay " ucap romantisnya


" Kalian kalau masih mau disini silahkan Aku mau bertemu dengan istriku yang cantik dulu " ucapnya melangkah pergi


" Leo.... Leo... " teriakan mereka tak meyurutkan langkah Leo dia terus melangkah pergi


" Apa lihat-lihat " ucap Kesal Yesi


" Ish.... apaan " ucap Salsa


Mereka pun segera melangkah pergi, Yesi segera pulang ke Mansion Leo sedangkan Salsa membuntuti Leo dari kejauhan.


.


.


.


.


Bersambung.....


Halo Semua,..


Tunguin ya nanti Sore Aku up lagi..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan Dukung Aku dengan cara


Like....Komen..... dan Vote ......


Jangan bosen-bosen ya .....

__ADS_1


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua....


Karena Doa yang baik akan kembali kepada orang memberi Doa.... 😁😁😁


__ADS_2