Dendam Sang CEO

Dendam Sang CEO
Episode 63


__ADS_3

* Satu Bulan Kemudian *


Seperti biasanya mereka melakukan Ritual sarapannya berkumpul disatu Meja.


" Sayang Kau terlihat pucat.... Apa Kau Sakit " ucap Leo khawatir


" Ga tau Mas... kepalaku pusing sekali... mungkin Aku masih angin " ucap sambil memijat pijat kepalanya


" Yasudah Ku pangilkan Dokter untukmu "


" Tidak usah Mas... Palingan Aku hanya kecapean... " ucapnya


" Kamu disini Aja Sil takut terjadi apa-apa " khawatir sang Oma


" Sisil tidak apa-apa Oma " ucapnya


Setelah itu Merekapun berangkat kerja masing-masing, Leo segera mengantarkan Sisil kesekolah sebelum Ia pergi ke kantor. sedangkan Marvo pergi ke Restoran untuk melihat perkembangannya.


...****************...


Pa Anwar sudah terbiasa mengelola perkebunan bahkan ia tak sungkat juga ketika harus turun dan memanen hasil perkebunannya. Ia sangat senang ternyata tingal didesa membuatnya lebih tenang dan lebih sehat.


Bu ida pun demikian, meskipun kehidupanya tak semewah dulu namun ia sangat senang tingal di Desa, apalagi para tetangganya semua tidak bisa menandingi perhiasan yang ia pakai.


Sedangkan Salsa hari ini sengaja mau pergi kekota untuk bertemu seseorang.


" Aku ga bisa hidup seperti ini di tempat kaya gini... Aku harus melakukan sesuatu agar semua normal seperti dulu " guman Salsa


Salsa pun menghampiri sang Mamah untuk meminta bekal ia pergi kesana.


" Mamah... hari ini cantik deh " rayu Salsa


" Hem... Mamah tau Kamu pasti ada maunya " ucap Sang Mamah


" Mamah Sauzon Sama Anaknya sendiri " kilahnya


" Mau apa Kamu.. hem " ucap sang Mamah yang tau banget sifat Salsa


" Aku mau minta uang Mah buat melamar pekerjaan... Kita ga mungkin kan terus-terusan kaya begini " rayu Salsa


" Mamah suka begini Salsa.. jangan macam-macam Kamu mau Leo marah sama Kita " ucapnya


" Yaudah deh "


Salsapun segera pergi Kekamarnya dengan perasaan Kesal pada sang Mamah


" Mamah sekarang jahat sama Aku dah ga sayang lagi " gumanya


" Apa yang harus Aku lakukan " ucapnya bingung sendiri


" Aku punya ide.. " ucapnya lalu pergi dari kamar itu membawa tas dan Dia sudah rapi


Salsa tau bahwa hari ini sang Mamah pergi ke perkebunan untuk membawakan Sang suami bekal makanan untuk disantapnya.


Ia pun mengendap-endap pergi kekamar sang Mamah dan mengambil 2 buah gelang untuk dijual dan bekal ia kekota.


Lalu ia bergegas mencari Ujang untuk mengantarnya menjual peehiasan terlebih dahulu dan nanti ke terminal menuju Kota J.

__ADS_1


" Ujang... Sini cepet " ucap Salsa


" Eh Neng Salsa ada apa " Ucap Ujang heran


" Kamu antar Saya cepet sekarang " titahnya


" Emang Kita mau kemana Neng " tanyanya


" Udah jangan banyak ngomong... nanti Aku kasih tau.... sekarang kita berangkat " ucap paksanya Salsa


" Hayu Atuh Neng naik Motor " ajaknya


Merekapun Pergi bersama menaiki motor tersebut, lalu ditengah jalan Salsa memberitahukan tujuanya.


" Ujang Kamu tau Toko perhiasan di daerah ini " tanya Salsa


" Tau Neng.. Memangnya Neng Mau beli emas " ucap nya


" Ia pokonya ayo Kita kesana " ucapnya


Merekapun sampai di Toko perhiasan tersebut Lalu Salsa menjual Gelang milik Sang Mamah itu, Dirasa uang yang didapat lumayan besar ia pun memberikan Ujang 2 lembar uang seratus. ribuan.


" Nih buat Kamu. .. Makasih sudah mengantarku... " ucapnya meyodorkan Uang tersebut


" Tidak usah Neng... Saya tidak Mau.. ini terlalu banyak " menolak halus uang Salsa


" Udah ambil Saja... Kamu ga boleh nolak rezeki... pamali " ucapnya


" Yasudah atuh neng Makasih " ucapnya


" Sekarang Kamu anterin Aku keterminal " ucap Salsa


" Saya Mau ke Kota... Mau mencari pekerjaan " ucap bohongnya


" Nanti Ujang ngomong lagi sama Mamah dan papah kalau aku ngomong yang sebenarnya... secara Ujang kan orangnya ga bisa bohong " batin Salsa


" Yaudah Atuh Neng Ayo " ajak ujang


Merekapun segera menuju terminal dan Salsa memesan satu tiket untuk dirinya lalu ia meyuruh Ujang Pulang.


Ujang pun segera pulang ke desa kembali, ia senang karena sekarang ia punya uang banyak untuk ia berikan pada sang Ibu.


...****************...


Yesi dan Leo sekarang sudah terbiasa bersama meskipun mereka bukan sepasang kekasih namun benih-benih cinta mulai muncul.


Hampir tiap hari Yesi membawakan Renal makanan, Sebenarnya Yesi menanti saat-saat Renal mengatakan Cinta padanya tapi sampai sekarang pun Renal tidak pernah mengatakannya.


Pernah Yesi mencoba mengatakan Cintanya pada Renal namun dengan dinginya Renal berkata Kita jalani saja seperti Air yang mengalir, sunguh tidak ada kepastianya. pacar bukan teman Ia tapi rasa pacar itu lah gambaran Yesi sekarang.


Malam ini Renal dan Yesi berencana untuk diner bersama namun apa yang terjadi Leo malah menugaskann Renal untuk lembur karena ia pulang lebih awal dan menemani sang Istri di Mansionya yang sedang Sakit


Tut... Tut... Tut....


" Halo Renal " ucap kegirangan Yesi saat dihubungi Renal


" Halo Yesi... Maaf hari ini Saya tidak bisa Diner sama Kamu... Hari ini Saya Lembur ditugaskan Oleh Tuan Leo " ucapnya memberi alasan

__ADS_1


" Leo apa-apaan Sih... ga bisa liat orang seneng apa " batin Yesi


" Kamu dikantor sama Siapa aja " tanya Yesi


"Mulai deh... Kalo ga cerita nanti Dia marah-marah kalo cerita pasti Dia kesini ngerecokin kerjaanku saja " batin Renal


" Aku Sama Diani, Ike sama Reno " ucapnya


" Yasudah Kalo begitu " ucapnya mematikan handpone karena ia kesal ada nama Diani


" Kalo Aku biarkan... Diani pasti akan dekat-dekat dengan Renal... Aku harus kesana sambil bawa makanan " gumanya


Yesi segera menaiki Taksi menuju Restoran untuk memesan makanan terlebih dahulu setelah itu baru lah ia menuju perusahaan tempat dimana Renal sekarang sedang lembur


Ia segera menaiki Lift menuju ruangan Renal. dengan rasa senang dan berseri-seri membayangkan wajah Renal yang tampan.


Tok.... Tok... Tok...


Ceklek


" Halo semua.... " ucap Yesi


" Mau ngapain Dia kesini gangu Aja " batin Diani yang sedang duduk disebelah Renal


" Kenapa harus dekat-dekat sih sama Renal " Batin Yesi


" Aku bawakan Makanan untuk kalian Semua " ucapnya Yesi membawa pizza yang besar beserta minumanya


" Renal ini maknan untukmu " ucap Yesi lembut


" Simpan dulu disana " ucapnya


" Kalo tidak mau Aku suapin Gimana " tawar Yesi


" Yasudah Sini makanannya... dan Terima kasih " ucapnya menerima makanan tersebut.


Ia makan dengan sangat lahap dan tanpa tersisa membuat Yesi semakin bahagia.


Seperti biasa Diani Akan nebeng mobil Renal dan minta diantarkan pulang itulah cara Dia mendekati Renal. Sayangnya Ketika Renal Lembur pasti Yesi pun menghampirinya


.


.


.


Bersambung....


Halo Semua,..


Ikuti terus kisanya...


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan Dukung Aku dengan cara


Like....Komen..... dan Vote ......


Jangan bosen-bosen ya .....

__ADS_1


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua....


Karena Doa yang baik akan kembali kepada orang memberi Doa.... 😁😁😁


__ADS_2