
Tiba-tiba seorang Laki-laki datang dan membangunkan Sisil dengan tatapan tajamnya. mereka pun kaget dengan kehadirannya.
" Brengsek Kalian memperlakukan Sisil seperti itu... Aku takan tinggal Diam " batin Leo langsung menghampiri mereka
" Leo " ucap Sang Mamah mertua
" Bagun Sayang " ucapnya menahan amarah
" Kenapa Mamah meyuruh Sisil cerai dengan Saya "
" Mas Leo Ko ada disini bukanya dia bilang Satu jam lagi Dia akan Sampai " batin Sisil
" Em... Karena Dia ga pantes buat Kamu " ucapnya gugup
" Kenapa Lagi Dia ada disini jika Dia lapor sama Papah gimana " batin Bu ida
" Apa alasannya " ucap sinis ya
" Mamah bisa lihat sendiri kan sekarang Sisil sudah cantik, seksi dan modis... jadi apa masalahnya sehingga Mamah masih saja jahat sama Dia " ucap sinis
" Atau jangan-jangan Sisil bukan anak kandung Mamah " ucapnya yang masih marah dengan perlakuan sang Mertua
" Mas " ucap Sisil mencoba menenangkan Sang Suami
" Ia Mah, tadi kan Aku bilang... Mamah ga boleh gitu biar gimana pun Sisil anak Mamah " ucap Salsa pura-pura baik pada Sisil
" Diam Kamu.... Aku lihat Kamu ga bela Sisil sedikit pun... jangan So Baik " ucap bentak Leo
" Ko Leo bisa tau... Aduh... Kenapa Dia bisa tiba-tiba datang lagi " batin Salsa
Bu ida dan Salsa ketakutan dengan sikap Leo, tatapan mata yang tajam, wajah menahan amarah itulah gambaran Leo saat ini. Sisil yang tau sifat Leo ia pun berusaha menenangkannya dan mengajaknya pergi dari rumah tersebut.
" Mas.. Yu pulang " ucapnya
" Tapi Sil "
" Yu... kepala Ku sakit " keluhnya
" So Banget Sih Dia cari perhatian sama Leo dasar pelakor " batin Bu Ida
" Yang Mana yang Sakit... masih bisa berjalan atau mau Aku gendong " langsung
memeluknya
" Sengaja banget gitu... bikin kesel aja " batin salsa
" Bisa jalan Ko Mas " ucapnya
" Mah... Ka Aku pamit " ucap Sisil berpamitan dan langsung pergi dari sana bersama Leo
Leo langsung melajukan mobilnya tersebut. Leo sebenarnya masih khawatir dengan keadaan Sisil ingin rasanya Ia membawanya kerumah sakit namun Sisil meminta Leo membawanya ke restoran.
__ADS_1
...****************...
Sesampainya Disana Sisil melihat semua orang tampak Sibuk mendekor ruangan tersebut. Lalu sang Ayah mertua mendekati mereka.
" Sil ko muka Kamu pucat " ucap Marco
" Ga papah Ko Ayah " ucapnya
Leo terus memeluk pinggangnya, sebenarnya ia risih namun, bagaimana lagi Dari pagi Moodnya Leo jelek tidak mungkin ia membuat Moodnya tambah jelek.
" Gimana Kamu suka konsep seperti ini " ucap sang Ayah
" Aku suka... cocok dengan Tema yang kita sepakati " ucap Sisil
" Sekarang Kamu ikut Ayah kedapur kita memilih menu " ajak sang Ayah
Mereka segera menuju Dapur, disana sudah Ada Beni yang mencoba membuat beberapa masakan. Merekapun mencoba masakan Beni dan hasilnya sangat Enak.
" Masih seperti Dulu Ben... Enak " ceplosnya membuat Leo melotot
" Makasih Sil... ini semua kan makanan Kesukaanmu yang selalu aku buatkan untukmu " ucapnya
" Cowo ko masak, kaya ibu-ibu aja... sekalian aja pake Rok mini... Pamer pula " batin Leo kesal
" Bagaimana Jika Aku memasak " ucap Sisil
" Boleh dong Sayang... Asal masakanya khusus buat suamimu tercinta ini " ucap Leo sambil tersenyum
Masakan pun sudah Matang lalu ia hidangkan untuk dicicipi Satu piring khusus untuk Leo dan satu piring lagi untuk dicicipi untuk sang Ayah mertua dan Beni.
Mereka bertiga suka dengan masakan Sisil, lalu Sisil dan yang lainya berdiskusi tentang menu apa saja yang akan jadi andalan direstoran ini.
Waktu semakin Sore mereka pun segera pulang kerumah masing-masing. Leo dan Sisil pun sudah dalam perjalanan menuju mansion. wajah Sisil semakin pucat Leo pun semakin cepat memajukan mobilnya.
...****************...
Setelah Sampai di Mansion Sisil segera mandi untuk menyegarkan tubuhnya. namun setelah mandi ia justru membaringkan tidurnya.
" Ko Aku merasa ga enak badan " ucapnya membaringkan tubuhnya dikasur empuk
Leo sudah mandi dan segar ia bersiap-siap
untuk makan malam berkumpul dengan keluarganya namun langkahnya terhenti ketika melihat Sang istri tertidur pulas. Ia pun mencoba membangunkan Sisil namun saat menyentuh pipinya terasa panas ia pun segera menyentuh keningnya dan benar saja semakin panas.
" Apa.. yang harus ku perbuat " ucapnya
" Telepon Renal ... tapi Renal kan belum pulih betul... Dia juga pasti sedang beristirahat... Aku harus tanya Oma... " ucapnya pergi meninggalkan kamarnya.
" Oma.. Oma.... " teriakannya
" Ada apa Berisik sekali " omel sang Oma
__ADS_1
" Sisil Oma.... " ucapnya bingung
" Sisil kenapa... hem pelan pelan bicaranya "
" Sisil badannya panas " ucapnya
" Cepat Kamu temani Dia... dan segera hubungi dokter... Nanti Oma akan meyuruh Ani membuatkan bubur untuk Sisil.. " ucap sang Oma
Leo kembali kekamarnya dan duduk disamping Sisil, ia mengusap rambut Sisil, Ia merasa kasian pada sang istri yang wajahnya semakin pucat.
" Sisil Kamu kenapa.. Ko bisa sakit "
Tok... Tok... Tok...
Ceklek,,
" Leo dokternya sudah datang " ucap sang Oma
Dokterpun langsung memeriksa keadaan Sisil dan menyuntikan ya obat serta memberikan Obat untuk ia minum nanti.
" Bagaimana keadaan Sisil Dok " ucap Leo
" Nona hanya kelelahan Tuan serta tekanan darahnya rendah, tapi jangan khawatir Saya sudah menyuntikan ya obat dan ini beberapa obat yang harus Nona minum secara teratur semoga Nona lekas sembuh Tuan " ucap sang Dokter
" Makasih Dok " ucap Leo
" Kalo begitu saya permisi " ucap Sang Dokter pamit
Oma dan Dokter tersebut segera keluar dari kamar Leo, Merekapun membiarkan Leo merawat Sisil.
.
.
.
.
.
Bersambung....
Halo Semua,..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan Dukung Aku dengan cara
Like....Komen..... dan Vote ......
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua....
__ADS_1
Karena Doa yang baik akan kembali kepada orang memberi Doa.... 😁😁😁