
Waktu yang ditunggu sudah tiba, semua berkumpul untuk memakan cemilan dikantin tersebut tidak terkecuali dengan Sisil. Ia segera menghampiri Bu Yosi
" Loh ko Kamu disini " tanyanya
" Saya dihukum oleh Bu Yesi, gara-gara kejadian tadi pagi " keluhnya
" Oh begitu, terus sekarang gimana " tanyanya
" Sudah selesai, Aku sudah membersihkan kantin dan selesai membantu menyiapkan makanan di kantin "
" Serius Kamu, sebanyak ini makanan Kamu siapkan bersama Bu Jamilah "
" Ia Bu, mau gimana lagi Bu, tapi Sisil ga ngerasa cape ko, kan Sisil dulu udah biasa siapin makanan bahkan memasak untuk Mamah sama Papah " ucapnya sambil tersenyum
Merekapun memakan lahap makanannya, Sisil tampak kaget saat Yesi sedang memantau keadaan di kantin. Sisil segera menghabiskan makanannya dan menghampiri Bu Yesi.
" Sore Bu " sapa Sisil
" Sore, gimana hukuman Kamu " ucapnya sinis
" Em... sudah beres Bu, Saya sudah membersihkan dan menyiapkan makanan dikantin ini " jawabnya senang
" Bagus, jika semua orang sudah beres dengan makanannya Kamu bersihkan kembali " titahnya
" Em... tapi bu..."
" Jika Sudah selesai kamu bisa beristirahat " jawabnya melangkah pergi
" Aku tau Kamu pasti cape kan, rasakan ini baru permulaan tunggu saja... nanti Aku buat Kau lebih menderita dari ini" batin Yesi
__ADS_1
Setelah semua selesai dengan segera Sisil membersihkan piring dan gelas kotor untuk dicuci, Bu Jamilah yang tak tega pun membatunya
" Sil, sudah biar Ibu saja, Ibu tau Kamu pasti cape dari tadi bersihin kaya begini " ucapnya
" Tidak usah Bu, biar Aku saja....Ibu lebih baik kerjakan yang lainnya biar cepat selesai " ucapnya sambil tersenyum
" Udah Bu, biarin saja lah... toh Dia juga ga keberatan melakukan itu " ucap pelayan yang bernama indah
" Yasudah, kalo begitu Ibu sama Indah mau bereskan meja ya nak Sisil " jawabnya
" Ia Bu " jawabnya
Mereka pun segera melanjutkan pekerjaannya dan membereskan kantin itu sebersih mungkin, setelah bersih Sisil pun kembali ke kamarnya untuk beristirahat.
" Aduh.... pinggangku....sebaiknya Aku mandi dan merebahkan tubuhku yang terasa pegal " ucapnya
30 menit berlalu ia sudah selesai mandinya dan merebahkan tubuhnya didalam kasur, hingga suara handphone berdering menggangunya.
" Hah Mas Leo, Aku angkat dulu " ucapnya senang
" Halo Mas " ucapnya tersenyum
" Kenapa Kau senyum-senyum begitu, apa yang membuatmu senang Hah " godanya
" Em... senang aja mas " jawabnya
" Pasti Kau senang karena melihat wajah tampanku ini kan " masih senang menggoda Sisil
" Ish.... Kau ini " jawabnya kesal
__ADS_1
" Sudah lah aku mengerti,... bagaimana hari ini apa menyenangkan " tanyanya
" Aku harus bicara apa, masa Aku bilang tadi dihukum sama Bu Yesi, tapi kalo Mas Leo malah marah sama Bu Yesi dan Bu Yesi malah menghukum ku lagi bagaimana " batinnya
" Jujur... atau tidak ya.... bohong aja deh dari pada ribet " keluh kesah batinnya
" Aku senang Mas...disini orangnya baik-baik " ucapnya gugup
" Syukurlah Kamu betah, besok-besok Aku akan datang kesana lagi jika waktuku luang dan tak sibuk " ucapnya
" Em... jangan Mas... " ucapnya bingung
" Kenapa Kau, tak senang Hah Suamimu berkunjung " ucap marahnya
" Aduh gimana ini...bukan begitu... Aku takut Bu Yesi hukum Aku lagi " batin Sisil
" Em.... bukan begitu mas, Aku hanya ga mau aja Mas jadi pusat perhatian disini... " jawabnya yang bingung harus menjelaskannya
" Apa Dia cemburu jika para gadis melirik wajah tampanku " batin Leo tersenyum
" Baiklah Aku mengerti " sambil tersenyum
" Syukurlah mas jika Kau mengerti " ucapnya lega
" Yasudah istirahatlah, Aku tau Kau lelah "
" Baiklah Mas, Mas juga istirahat jaga kesehatan " ucapnya sambil mematikan teleponnya
" Tak ku sangka Dia begitu perhatian, Yes... Yes.. Yes... " ucapnya senang dan segera mematikan lampu kamar dan tidur
__ADS_1
Hal yang dilakukan Sisil pun sama, Ia segera tertidur lelap setelah melakukan percakapan lewat handphone bersama Leo
Bersambung....