Dendam Sang CEO

Dendam Sang CEO
Episode 50


__ADS_3

Leo segera mengecek suhu tubuh Sisil. sekarang demamnya sudah turun. ia pun terbaring disamping Sisil sambil memeluknya. Ia takut terjadi apa-apa dengan Sisil.


Tengah malam pun Tiba, Sisil terbangun karena perutnya yang mulai lapar.


" Ko perutku berat " ucapnya


" Ternyata Mas Leo memelukku.. " ucapnya lagi sambil tersenyum


" Ini Kompres... Mas Leo baik sekali sama Aku... Makasih Mas " membelai rambut Leo


Ia pun segera turun kebawah menuju dapur, dengan tubuh yang masih lemah ia berjalan dengan pelan-pelan. Leo pun terbangun saat melihat tidak ada Sisil disampingnya


" Loh... Sisil kemana " ucap kagetnya


" Aku harus cari kebawah " ucapnya lagi langsung berdiri dan menuruni tangga


" Kemana Aku harus mencari Mansion kan luas... lagian kenapa sih Opa bagun Mansion gede dan luas banget jadi Leo bingung kan cari Sisil " keluhnya


Prang... Suara gelas pecah


" Pasti dapur " ucapnya langsung menuju dapur


" Tunggu jangan sentuh " bentaknya


" Coba Kamu duduk disini... Kamu mau apa Sih kan Bisa ngomong sama Aku.. jangan kaya gini.. Kamu kan masih sakit.. kalo tambah parah gimana " oceh-nya


" Aku cuma Lapar " lirihnya


" Maafin Aku ya dah bentak Kamu... Sekarang Kamu disini Aku buatin Bubur " ucapnya lembut


Leo pun menyapu pecahan beling itu.. setelah itu ia mengambil beberapa bahan makanan yang ia ingin buat, dengan bantuan YouTube ia segera memasak.


" Mas Leo tampan kalo lagi masa " batin Sisil


" Semoga hasilnya Enak " batin Leo


Tiga puluh menit pun berlalu dan bubur pun sudah jadi, Leo segera menghidangkannya di depan Sisil.


" Silahkan istriku... Buburnya sudah jadi " ucap Leo


" Enak ga ya " batin Sisil


" Ko malah Diam... Dimakan dong sayang " ucapnya


" Mas Ko Aku ga yakin sama ini " ceplosnya


" Kamu jangan lihat penampilannya tapi cobain rasanya " ucap Leo


" Yaudah Aku suapin ya... biar Kamu makanya banyak... " ucapnya lagi


" Aaa... mmmm gimana Enak " ucapnya penuh harap


" Hem... enak juga mas " ucapnya


" Sebentar Aku cobain... lumayan juga kan rasanya " ucap Leo dibalas anggukan Oleh Sisil


" Ini itu namanya bubur Amburadul ala chef Leo " ucapnya tertawa senang


Uhuk... uhuk....


" Minum sayang... Kamu pelan-pelan Aku ga akan makana buburnya Ko " ucapnya menyodorkan minum


" Aku kaget Mas Bubur ko namanya itu "


" Ya sesuai namanya jadi aku masukin Wortel, buncis pokonya sayuran yang ada dikulkas aku masukin tadinya biar ada warna warni ya ternyata Kamu suka " godanya


" Ya ampun Mas Leo.... dikirain bisa masak beneran " batin Sisil


" Makanya kan udah selesai yu Kita tidur lagi tapi sebelumnya minum obat dulu "


" Ia Mas "


Merekapun segera menuju kamarnya dan benar saja Sisil pun dipaksa Leo untuk meminum obatnya lalu Leo menyelimutinya.


" Makasih Mas atas perhatiannya " batin Sisil


" Sayang... Kamu mau aku pijitin hem... mana yang Sakit " ucapnya


" Ga papah ko Mas "


" Apa ini pegal " ucap Leo menyentuh Kaki Sisil

__ADS_1


" Ia Mas " jawab Sisil


Leo pun memijit kaki Sisil hingga yang punya tubuh tertidur pulas. saat melihat bokong Sisil hasrat Leo tumbuh,


" Sepertinya bokongnya padat dan kenyal " ucapnya langsung menyentuh bokong Sisil


" Ya ampun... gini caranya Aku ga tahan... tapi kasian Sisil lagi sakit... " batinnya


Iapun segera membaringkan tubuhnya disamping Sisil dan memeluknya. Tubuh Sisil yang mendapat pelukan nyaman itu langsung berbalik dan Kini mereka sling berpelukan.


...****************...


Keesokan harinya Sisil masih tidur, Leo segera bangun menuju dapurnya ia meyuruh membawakan bubur yang enak untuk sisil beserta makanan untuknya.


" Ani.. buatkan bubur untuk Sisil dan sarapan untukku bawa kekamar bersama bubur ya " ucapnya


" Baik Tuan "


" Pagi Leo " sapa Yesi


" Pagi " ucap Singkatnya


" Leo Aku sudah pandai masak Loh udah satu minggu disini " ucapnya


" Bagus... " ucapnya melangkah pergi


" Leo.. Leo... ih kesel " ucap Yesi yang diacuhkan Leo


Leo langsung kekamarnya dan segera mandi Dia sudah rapi dengan baju santainya lalu ia berbaring memeluk Sisil


" Kamu tuh kebiasaan kalo tidur kaya kerbau " ucapnya mencium singkat kening Sisil


Tok... Tok.... Tok...


" Masuk "


Ceklek,,


" Permisi Leo... ini makananya dan buburnya " ucap Yesi


" Simpan Disini.. "


" Dia sakit "


" Bagus deh Kalo Sisil sakit jadi kan aku bisa merayu Leo " batin Yesi


" Sakit apa "


" Hanya kelelahan "


" Ko Bisa kelelahan kan Aku yang masak " tanyanya lagi


" Kamu punya Mulut berisik sekali mau Aku robek.. cepat keluar " ucap marah Leo


" Maf Aku kan Nanya ga suka jangan jawab aja ga usah marah-marah " ucapnya melangkah pergi


" Ish... " ucap Leo Kesal


Kemudian Leo mencoba membangunkan Sisil dengan cara seperti biasa. Sisil pun bangun karena merasa geli dengan tindakan Leo yang menciumi wajahnya.


" Sayang Makan dulu yu " ucapnya


" Mas jam berapa ini "


" Jam Sembilan "


" Mas ko ga bangunin Aku dari tadi... Aku kan harus ke sekolah " ucapnya


" Kamu lupa... Kamu sedang Sakit... sudah diam dirumah... " ucapnya


" Tapi... Mas "


" Sudah... Aku akan temani Kamu Ko disini... "


" Maksud Mas "


" Aku akan Menemanimu dan tidak bekerja lagian Renal sudah sembuh Dia yang akan menghandle semua itu " ucapnya


Leo menyuapi Sisil seperti kemarin dan juga memberinya obat untuk beristirahat kembali. Leo terus disampingnya.


Sang Oma dan Ayah mertua merasa lega dengan keadaan Sisil seperti sekarang ia sudah sembuh meskipun terlihat masih pucat.

__ADS_1


Kini Sisil sudah ceria lagi bahkan ia dan sang Oma sedang menonton tv bersama. Leo yang merasa Sisil sudah sembuh pun meminta sang Oma menjaganya karena Ia harus mengecek email-email yang masuk didalam laptopnya. Ia pun masuk kedalam ruang kerjanya.


...****************...


Tok... Tok.... Tok...


" Masuk "


Ceklek,,


" Leo ini Kopi untukmu... " ucapnya


" Aku tak menyuruhmu " ketus Leo


" Ini dari Sisil " ucapnya


" Baiklah terima Kasih " ucapnya


" Jangan lupa Diminum "


" lihat Saja nanti Leo apakah Kamu masih bisa bersikap dingin lagi padaku. " batin Yesi


" Hem "


Satu jam kemudian Leo merasa perasaanya tak karuan dan badannya pun panas seperti kegerahan.


" Perasaan ini Ac Ful " ucap Leo


Tok... Tokk.... Tok...


" Masuk "


Ceklek,,


" Ini Aku bawakan Cemilan " ucap Yesi


" Kenapa Si Yesi memakai baju seksi... tapi ko Aku jadi panas gini pengen menyentuh gundukan ***********... haduh kenapa ini " batinnya


" Jangan mendekat "


" Kenapa Leo... Apa Kau tak tertarik dengan tubuhku ini " ucap Yesi


" Aku bilang jangan mendekat jangan mendekat " bentak Leo


" Percuma Leo... itu ga bisa dihindari... karena obat itu terlalu Kuat.... " ucap Yesi


" Aku tau Kamu belum pernah melakukannya dengan Sisil atau wanita lainnya... maka dari itu... nanti Akan aku ajarin... Kamu... " ucapnya sambil tertawa


" Dan Aku tau Kamu ga benar-benar mencintai Sisil kan... Buka hatimu untukku yang sangat mencintaimu ini " ocehannya


Leo hanya terdiam dan menahan rasa hasratnya agar tidak tergoda namun apa yang terjadi Yesi malah memeluknya dengan erat.


" Sial... Aku benar-benar tidak tahan " batin Leo


.


.


.


.


.


Bersambung....


Halo Semua,..


Ada yang tau apa yang akan Dilakukan Leo pada Yesi...


So tungguin kisahnya


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan Dukung Aku dengan cara


Like....Komen..... dan Vote ......


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua....


Karena Doa yang baik akan kembali kepada orang memberi Doa.... 😁😁😁

__ADS_1


__ADS_2