
Renal sekarang sudah berada diperusahaan lalu ia segera pergi keruangannya. Diruanganya tampak Yesi yang masih menangis.
Ceklek
" Kasian Juga Dia... " Batin Renal memandang wajah Yesi yang sedang duduk disofa
" Renal... " lirihnya sambil berdiri
" Sudah jangan Menangis " ucap Renal sambil memeluk Yesi
" Aku bisa jelaskan semuanya.... " ucapnya balas memeluk Renal
" Kita jelaskan ya Di Cafe dekat sini Aku lapar " ucap Renal jujur
" Sebenarnya Akupun belum Makan.... Namun selera makan ku Hilang karena Salsa wanita sialan.... " batin Yesi
Merekapun berangkat menuju Cafe dekat kantor disana Renal memesan makanan dan segera melahapnya. Beda dengan Yesi ia hanya memakan sedikit demi sedikit makanan.
" Makan yang banyak... Kau butuh tenaga yang banyak untuk melawan Salsa " ucapnya
" Apa Dia mempercayaiku " batin Yesi
" Kamu Percaya Sama Aku Renal.... " Tanya girang Yesi
" Em... Lebih baik Kita makan... Kau harus menjelaskan semuanya juga didepan seseorang " ucap Renal
" Baik.. "
Yesi segera memakan makananya dan melahapnya tanpa Sisa entah Dia lapar atau memang Dia menuruti perintah Renal. Renal merasa senang dengan apa yang dilihatnya. Yesi kembali ceria.
...****************...
Sisil sekarang Sudah bagun dari tidurnya, Leo sebenarnya sedang mengecek semua email-email perusahaan meskipun ia tidak bekerja di kantor namun ia juga selalu mengeceknya. jika ada waktu senggang dikala Sisil tidur.
Leo segera menghampiri Sisil takut Sang istri meminta sesuatu kepadanya.
" Sayang... Kamu mau apa Hemp " ucap Lembut Leo
" Mas... Aku bosen Disini... " ucapnya
" Terus... Maunya bagaimana... Kamu kan tau dokter belum ijinin Kamu pulang kerumah " jelaskan ya
" Aku mau jalan-jalan sekitar taman disini Mas... biar ga terlalu bosan " ucapnya
" Yasudah... tunggu disini Aku bawakan dulu kursi roda " titahnya
Leo pun segera mencari Kursi roda tersebut. setelah didapatnya ia pun kembali ke kamar Sisil dan medudukanya dikursi roda tersebut. lalu ia mendorong disekitar taman tersebut.
" Sayang ini pakai baju anget dulu " perintahnya
" Ia Mas... "
" Sayang jika Kamu mau apa-apa ngomong sama Aku ya "
" Em... Mas disini udaranya sejuk ya " ucap Sisil
" Ia sayang.... "
" Mas disitu ada tukang Eskrim Aku mau dong " ucapnya
" Baik sayang... tunggu disini Akan kubelikan " ucapnya pergi menuju sang penjual Es krim
" Pa beli... " ucap Leo
" Mau rasa Apa " ucap sang penjual
" biasanya ibu hamil suka yang mana ya pa " tanya Leo
" Bapak ini Aneh... Aku kan bapak-bapak mana mungkin aku tau... Aku kan ga hamil " batin Sipenjual
" Ga Tau " ucap singkat sipenjual
" Loh Ko ga tau Pa... kan bapak penjual... masa ga ada yang beli orang hamil... " ucap heran Leo
" Bukan ya ga ada yang beli orang Hamil... tapi saya tidak tahu... kan Saya tidak hamil... lagian nih pa... namanya ibu hamil beda selera " ucap si penjual
" Yaudah Saya beli setiap varian Satu " ucap kesal Leo
Sang penjualpun memberikan Leo Satu plastik sedang, Leo pun segera menenteng plastik tersebut dengan tersenyum.
__ADS_1
" Halo Sayang " ucap Leo
" Mas ngagetin Aja " ucap Sisil
" Nih buat Kamu " ucap Leo memberikan Satu plastik sedang berisi Eskrim semua dengan macam-macam varian
" Mas. .. ga salah... ini kebayakan... " ucap Sisil
" Biar Kamu kenyang " ucap Leo
" Bukan keyang lagi Mas... kalo gini caranya Aku akan sakit perut " ucapnya kesal
" Yaudah Aku balikin lagi sama penjualnya " ucap Leo
" Jangan Mas... " ucapnya
" Banyak-banyak sabar kalo gini caranya mah " batin Leo
" Terus maunya bagaimana " ucap Leo
Sisil pun mengambil Dua buah Eakrim tersebut lalu berteriak
" Anak-anak Sini.... ada yang mau Eskrim " ucap Sisil
Semua anak-anak yang disana pun menghampiri Sisil, Leo meyuruh mereka berbaris dan tak berdesak-desakan.
Terlihat Sisik senang, ternyata plastik yang berisi Eskrim pun habis dan semua anakpun kebagian Eskrimnya.
" Sisil memang baik " batin Leo
" Makasih Kaka " ucap serempak mereka
" Sama-sama.... janga lupa habiskan ya Anak-anak " ucap Sisil sambil tersenyum
" Sayang Aku mau ngomong jujur sama Kamu " ucap Leo
" Ngomong apa Mas.. " ucap Sisil sambil tersenyum
Tiba-tiba Renal dan Yesi sudah datang dan berada dibelakang kursi yang diduduki Leo dan Sisil.
" Sore Tuan.... " ucap Renal
" Apa kabar Kamu Sil " ucap Yesi
" Baik Yes.. "
" Ngomong-ngomong Kamu sakit Apa Sil " ucap Yesi
" Sisil sedang mengadung dan kandunganya lemah jadi Dia harus dirawat disini... " jelaskan Leo
" Semoga Kamu dan baby nya sehat selalu " doa Yesi
" Makasih Yesi... " ucap Sisil senang
" Sayang Kita kembali ke kamar Yu... anginnya dingin " ajak Leo
" Renal Yesi kalian tunggu di kantin " titah Leo
" Yu Mas.. Renal Yesi... Aku pamit ya " ucap Sisil
" Ia Nona " ucap Sopan Renal
" Ok sil " ucap Yesi
Sisil pun segera di bawa kekamarnya dan Ia sedang berbaring lagi ditempat tidurnya. Leo menawarinya makan.
" Anaknya Ayah mau makan apa sekarang " ucap Leo menempelkan wajahnya keperut Sisil dengan pelan-pelan
" Sayang... sekarang Kamu mau makan apa " tanyanya pada Sisil
" Aku mau Roti Kukus aja " ucapnya
" Kamu tunggu disini Aku buatkan dulu "
" Oh ia lupa mau rasa apa Sayang " tanya Leo takut salah
" Mau rasa selai coklat aja mas... " ucapnya
" Mau berapa... 1 atau 2 " tanyanya lagi
__ADS_1
" Dua aja Mas.... " ucapnya
" Tunguin disana ya Sayang.... Mas ke dapur kantin dulu " ucapnya melangkah pergi
...****************...
Sekarang Leo sudah berada di kantin rumah sakit ia pun meyuruh pelayan kantin menyiapkan Bahan-bahan yang akan Dia buat
" Renal Yesi... ada apa... " ucap Leo
" Ini Tuan Saya membawa Yesi kemari sesuai perintah Tuan " ucap Leo
" Bagus... terimakasih Renal Kau selalu bisa diandalkan... " pujinya
" Yesi... Saya akan to the poin aja... dan singkat... Istri sedang menunggu dikamarnya... So Saya tidak akan lama... " ucap Leo
" Saya mau tanya apa rencanamu dan Salsa... Renal sudah cerita dengan kejadian tadi pagi " ucapnya
" Kenapa Leo berbicara seperti benci pada Salsa " batin Yesi
" Sebenarnya Aku ga tau rencana Salsa apa yang jelas kemarin Dia menghubungiku dan entah kenapa Dia bilang begitu padahal Aku ga tau apa Maksudnya... " ucap Yesi sambil menangis
" Renal sudah Kau dapatkan CCTV Cafe C " ucap Leo
" Sudah Tuan... ini silahkan... " ucap Renal
Leo pun segera melihat CCTV disana dan benar saja memang Salsa terlihat seperti memancing Renal untuk marah pada Yesi.
" Tunggu... handphone Kamu diambil Salsa " ucap Leo
" Apa... Sialan wanita itu... " ucap Yesi marah
" Pantas Saja... Aku hubungi susah... " ucap Renal
Tut... Tut... Tut...
" Yesi lihat Handpone Kamu mengirim sebuah Vidio " ucap Leo
" Jangan-jangan itu Vidio Percakapan Kita... tentang Dulu Kamu menikahi Sisil karena Dendam pada Salsa " ucap Yesi panik
" Sialan... Salsa... maksudnya apa.. Dia ingin mengadu Domba Kamu sama Aku " ucap Leo
" Dasar Domba betina... lihat Saja... akan ku labrak Dia " ucap Yesi marah
" Tunggu... dari pada Kamu... cape-cepe berbuat seperti itu... lebih baik Kau ikut rencana Ku " ucap Leo
" Aku harus ikut rencana Leo... agar Renal... lebih percaya padaku " batin Yesi
" Apa Yesi tidak bersekutu dengan Salsa " batin Renal ragu
" Pasti Dia mau ikutin rencanaku jadi aku tidak usah cape-cape buat mengotori tanganku " batin Leo
.
.
.
.
.
Bersambung....
Halo Semua,..
Kira-kira rencana Leo dan Yesi apa ya untuk balas dendam sama Salsa
So... Ikuti terus kisanya...
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan Dukung Aku dengan cara
Like....Komen..... dan Vote ......
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua....
Karena Doa yang baik akan kembali kepada orang memberi Doa.... 😁😁😁
__ADS_1