Dendam Sang CEO

Dendam Sang CEO
Episode 68


__ADS_3

Renal sekarang sudah berada diperusahaan lalu ia segera pergi keruangannya. Diruanganya tampak Yesi yang masih menangis.


Ceklek


" Kasian Juga Dia... " Batin Renal memandang wajah Yesi yang sedang duduk disofa


" Renal... " lirihnya sambil berdiri


" Sudah jangan Menangis " ucap Renal sambil memeluk Yesi


" Aku bisa jelaskan semuanya.... " ucapnya balas memeluk Renal


" Kita jelaskan ya Di Cafe dekat sini Aku lapar " ucap Renal jujur


" Sebenarnya Akupun belum Makan.... Namun selera makan ku Hilang karena Salsa wanita sialan.... " batin Yesi


Merekapun berangkat menuju Cafe dekat kantor disana Renal memesan makanan dan segera melahapnya. Beda dengan Yesi ia hanya memakan sedikit demi sedikit makanan.


" Makan yang banyak... Kau butuh tenaga yang banyak untuk melawan Salsa " ucapnya


" Apa Dia mempercayaiku " batin Yesi


" Kamu Percaya Sama Aku Renal.... " Tanya girang Yesi


" Em... Lebih baik Kita makan... Kau harus menjelaskan semuanya juga didepan seseorang " ucap Renal


" Baik.. "


Yesi segera memakan makananya dan melahapnya tanpa Sisa entah Dia lapar atau memang Dia menuruti perintah Renal. Renal merasa senang dengan apa yang dilihatnya. Yesi kembali ceria.


...****************...


Sisil sekarang Sudah bagun dari tidurnya, Leo sebenarnya sedang mengecek semua email-email perusahaan meskipun ia tidak bekerja di kantor namun ia juga selalu mengeceknya. jika ada waktu senggang dikala Sisil tidur.


Leo segera menghampiri Sisil takut Sang istri meminta sesuatu kepadanya.


" Sayang... Kamu mau apa Hemp " ucap Lembut Leo


" Mas... Aku bosen Disini... " ucapnya


" Terus... Maunya bagaimana... Kamu kan tau dokter belum ijinin Kamu pulang kerumah " jelaskan ya


" Aku mau jalan-jalan sekitar taman disini Mas... biar ga terlalu bosan " ucapnya


" Yasudah... tunggu disini Aku bawakan dulu kursi roda " titahnya


Leo pun segera mencari Kursi roda tersebut. setelah didapatnya ia pun kembali ke kamar Sisil dan medudukanya dikursi roda tersebut. lalu ia mendorong disekitar taman tersebut.


" Sayang ini pakai baju anget dulu " perintahnya


" Ia Mas... "


" Sayang jika Kamu mau apa-apa ngomong sama Aku ya "


" Em... Mas disini udaranya sejuk ya " ucap Sisil


" Ia sayang.... "


" Mas disitu ada tukang Eskrim Aku mau dong " ucapnya


" Baik sayang... tunggu disini Akan kubelikan " ucapnya pergi menuju sang penjual Es krim


" Pa beli... " ucap Leo


" Mau rasa Apa " ucap sang penjual


" biasanya ibu hamil suka yang mana ya pa " tanya Leo


" Bapak ini Aneh... Aku kan bapak-bapak mana mungkin aku tau... Aku kan ga hamil " batin Sipenjual


" Ga Tau " ucap singkat sipenjual


" Loh Ko ga tau Pa... kan bapak penjual... masa ga ada yang beli orang hamil... " ucap heran Leo


" Bukan ya ga ada yang beli orang Hamil... tapi saya tidak tahu... kan Saya tidak hamil... lagian nih pa... namanya ibu hamil beda selera " ucap si penjual


" Yaudah Saya beli setiap varian Satu " ucap kesal Leo


Sang penjualpun memberikan Leo Satu plastik sedang, Leo pun segera menenteng plastik tersebut dengan tersenyum.

__ADS_1


" Halo Sayang " ucap Leo


" Mas ngagetin Aja " ucap Sisil


" Nih buat Kamu " ucap Leo memberikan Satu plastik sedang berisi Eskrim semua dengan macam-macam varian


" Mas. .. ga salah... ini kebayakan... " ucap Sisil


" Biar Kamu kenyang " ucap Leo


" Bukan keyang lagi Mas... kalo gini caranya Aku akan sakit perut " ucapnya kesal


" Yaudah Aku balikin lagi sama penjualnya " ucap Leo


" Jangan Mas... " ucapnya


" Banyak-banyak sabar kalo gini caranya mah " batin Leo


" Terus maunya bagaimana " ucap Leo


Sisil pun mengambil Dua buah Eakrim tersebut lalu berteriak


" Anak-anak Sini.... ada yang mau Eskrim " ucap Sisil


Semua anak-anak yang disana pun menghampiri Sisil, Leo meyuruh mereka berbaris dan tak berdesak-desakan.


Terlihat Sisik senang, ternyata plastik yang berisi Eskrim pun habis dan semua anakpun kebagian Eskrimnya.


" Sisil memang baik " batin Leo


" Makasih Kaka " ucap serempak mereka


" Sama-sama.... janga lupa habiskan ya Anak-anak " ucap Sisil sambil tersenyum


" Sayang Aku mau ngomong jujur sama Kamu " ucap Leo


" Ngomong apa Mas.. " ucap Sisil sambil tersenyum


Tiba-tiba Renal dan Yesi sudah datang dan berada dibelakang kursi yang diduduki Leo dan Sisil.


" Sore Tuan.... " ucap Renal


" Apa kabar Kamu Sil " ucap Yesi


" Baik Yes.. "


" Ngomong-ngomong Kamu sakit Apa Sil " ucap Yesi


" Sisil sedang mengadung dan kandunganya lemah jadi Dia harus dirawat disini... " jelaskan Leo


" Semoga Kamu dan baby nya sehat selalu " doa Yesi


" Makasih Yesi... " ucap Sisil senang


" Sayang Kita kembali ke kamar Yu... anginnya dingin " ajak Leo


" Renal Yesi kalian tunggu di kantin " titah Leo


" Yu Mas.. Renal Yesi... Aku pamit ya " ucap Sisil


" Ia Nona " ucap Sopan Renal


" Ok sil " ucap Yesi


Sisil pun segera di bawa kekamarnya dan Ia sedang berbaring lagi ditempat tidurnya. Leo menawarinya makan.


" Anaknya Ayah mau makan apa sekarang " ucap Leo menempelkan wajahnya keperut Sisil dengan pelan-pelan


" Sayang... sekarang Kamu mau makan apa " tanyanya pada Sisil


" Aku mau Roti Kukus aja " ucapnya


" Kamu tunggu disini Aku buatkan dulu "


" Oh ia lupa mau rasa apa Sayang " tanya Leo takut salah


" Mau rasa selai coklat aja mas... " ucapnya


" Mau berapa... 1 atau 2 " tanyanya lagi

__ADS_1


" Dua aja Mas.... " ucapnya


" Tunguin disana ya Sayang.... Mas ke dapur kantin dulu " ucapnya melangkah pergi


...****************...


Sekarang Leo sudah berada di kantin rumah sakit ia pun meyuruh pelayan kantin menyiapkan Bahan-bahan yang akan Dia buat


" Renal Yesi... ada apa... " ucap Leo


" Ini Tuan Saya membawa Yesi kemari sesuai perintah Tuan " ucap Leo


" Bagus... terimakasih Renal Kau selalu bisa diandalkan... " pujinya


" Yesi... Saya akan to the poin aja... dan singkat... Istri sedang menunggu dikamarnya... So Saya tidak akan lama... " ucap Leo


" Saya mau tanya apa rencanamu dan Salsa... Renal sudah cerita dengan kejadian tadi pagi " ucapnya


" Kenapa Leo berbicara seperti benci pada Salsa " batin Yesi


" Sebenarnya Aku ga tau rencana Salsa apa yang jelas kemarin Dia menghubungiku dan entah kenapa Dia bilang begitu padahal Aku ga tau apa Maksudnya... " ucap Yesi sambil menangis


" Renal sudah Kau dapatkan CCTV Cafe C " ucap Leo


" Sudah Tuan... ini silahkan... " ucap Renal


Leo pun segera melihat CCTV disana dan benar saja memang Salsa terlihat seperti memancing Renal untuk marah pada Yesi.


" Tunggu... handphone Kamu diambil Salsa " ucap Leo


" Apa... Sialan wanita itu... " ucap Yesi marah


" Pantas Saja... Aku hubungi susah... " ucap Renal


Tut... Tut... Tut...


" Yesi lihat Handpone Kamu mengirim sebuah Vidio " ucap Leo


" Jangan-jangan itu Vidio Percakapan Kita... tentang Dulu Kamu menikahi Sisil karena Dendam pada Salsa " ucap Yesi panik


" Sialan... Salsa... maksudnya apa.. Dia ingin mengadu Domba Kamu sama Aku " ucap Leo


" Dasar Domba betina... lihat Saja... akan ku labrak Dia " ucap Yesi marah


" Tunggu... dari pada Kamu... cape-cepe berbuat seperti itu... lebih baik Kau ikut rencana Ku " ucap Leo


" Aku harus ikut rencana Leo... agar Renal... lebih percaya padaku " batin Yesi


" Apa Yesi tidak bersekutu dengan Salsa " batin Renal ragu


" Pasti Dia mau ikutin rencanaku jadi aku tidak usah cape-cape buat mengotori tanganku " batin Leo


.


.


.


.


.


Bersambung....


Halo Semua,..


Kira-kira rencana Leo dan Yesi apa ya untuk balas dendam sama Salsa


So... Ikuti terus kisanya...


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan Dukung Aku dengan cara


Like....Komen..... dan Vote ......


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua....


Karena Doa yang baik akan kembali kepada orang memberi Doa.... 😁😁😁

__ADS_1


__ADS_2