
Dua hari kemudian,,
Seperti biasanya setiap pagi Sisil selalu meyiapkan sarapan untuk anggota keluarga yang tinggal di mansion.
Sisil segera pergi menuju kekamar anak kembar laki-lakinya yang harus selalu dibangunkan.
Tok.... Tok... Tok...Tok...
" Abang... Kakak bangun.... Nak " ucap Sisil membuka pintu kamarnya
Ceklek,,
" Ehan udah bangun Bun " ucapnya
" Ini baru anak bunda... mandi dulu sana.. bunda mau bangunin Abang dulu " ucap Sisil sambil terseyum melihat Ehan segera pergi kekamar mandi
" Abang bangun nak " ucap Sisil sambil menciumi pipi anaknya tersebit
" Geli bunda geli " ucap Farel
" Mau bunda gelitik kalau tidak bangun " ucap ucap Sisil
" Ini bangun ko bunda... ampun " ucap Farel segera bangun dan membawa handuknya
" Abang tunggu sebentar Kaka lagi mandi " ucap Sisil terseyum
" Ah.. keduluan lagi " ucap Farel duduk di samping tempat tidurnya
" Bentar lagi juga Kaka beres dari kamar mandinya... " ucap Sisil melangkah pergi kekamar Ina
Ehan pun sudah beres mandinya dan Farel segera masuk kekamar mandi.
Tok.... Tok... Tok...Tok...
" Nak... bangun " ucap Sisil membuka pintu kamarnya
Ceklek,,
" Loh... Ade ko masih tidur kenapa... Adel sakit " ucap Sisil membuatnya heran karena Ina tidak menjawabnya
Sisil segera memeriksa kening Ina dan benar saja ia sekarang sedang demam. Sisil segera membawa termometer dan iya cek suhu tubuh Ina.. tenyata demamnya tinggi. iya pun langsung m ngambil handphone nya dan menelepon dokter pribadi keluarga itu untuk datang ke mansion dan menceritakan sakitnya Ina.
Sisil pun mengambil Kompressan untuk meredakan sedikit demamnya Ina.
Sementara dimeja makan semua sudah berkumpul kecuali Ina dan Sisil mereka heran dan Leo segera menuju kamar Ina.
Ceklek,,
" Sayang... " ucapnya sambil membuka pintu kamar sang putri kesayangannya
" Astaga... Ina kenapa " ucap Leo panik
" Ina demam mas... " ucap Sisil
" Kita panggil dokter " ucapnya
" Sudah mas... "
__ADS_1
" Sayang ... cepat sembuh ya nak... " ucap Leo memeluk tubuh Ina
" Mas... makan aja dulu... sama Abang dan Kaka.. aku jagain Ina " ucap Sisil
" Mana bisa aku makan kalau keadaan ini seperti ini " ucap Leo
" Mas... mas harus makan biar mas nanti gantian sama aku... " ucap Sisil dan akhirnya Leo pun menurutinya
Leo melangkah menuju ruang makan dengan wajah sedih.
" Loh ayah... Mana bunda " ucap Ehan
" Iya Leo... mana Sisil " ucap Oma
" Ina juga ga ada " ucap Farel
" Ina Sakit " ucap Leo
" Apa.... " ucap Mereka kaget
" Farel mau ke kamar Ina " ucapnya hendak berdiri namun dicegah oleh Leo
" Sebaiknya kamu makan dulu... sudah makan boleh pergi menemui Ina " ucap Leo
Mereka pun segera menyantap makanannya dengan lahap meskipun seperti berbeda karena tidak ada Sisil dan Ina. namun karena perkataan Leo mereka menurutinya.
Sudah selesai makannya Farel dan Ehan pun segera menuju kamar Ina dan mengecek keadaan ina
Ceklek,,
" Ina... " ucapnya Farel dan Ehan
" Bunda gimana keadaan ina " ucap Ehan tampak sedih
" Ina hanya demam sayang... mungkin kemarin iya kecapean " ucap Sisil
" Pasti gara-gara Ehan kemarin ajak dia kerumah hantu " ucapnya merasa bersalah
" Tidak sayang... kan memang Ina sering sakit... bunda harap kalian mengerti ya... Ayah bunda sayang kalian... meskipun kadang ayah dan bunda lebih memperhatikan Ina... karena semenjak lahir Ina memang sering sakit " ucap sang bunda memeluk Ehan dan Farel
" Kami ngerti bunda " ucap Farel
" Sekarang kalian pergi sekolah ya... belajar yang benar... bikin ayah dan bunda bangga pada kalian... " ucap Sisil
" Tapi bunda... Ina " ucap Ehan terpotong
" Ina kan ada bunda yang jagain... " ucap Sisil
" Ya udah Ehan sekolah dulu... " ucapnya menyalami sang bunda
" Ingat ga boleh berantem dan buat ayah marah lagi ... ok " ucap Sisil
" Iya bunda janji " ucap Ehan
" Bunda Farel pamit dulu " ucap Farel menyalami sang bunda
mereka segera pergi dari kamar Ina dan menuju ruang tamu disana terlihat sudah ada Renal yang menjemput mereka. namun tidak melihat satria
__ADS_1
" Loh Ayah Renal... ko Satria ya ga ada... " ucap Ehan
" Satria berangkat pakai sepeda... kan kebetulan sekolah kalian ga jauh dari dari sini " ucap Renal
" Wah keren... Nanti aku juga mau bawa sepeda ah..." ucap Ehan
Lalu merekapun segera pergi dari sana bersama Renal karena hari ini sang ayah tidak kerja jadi yang mengantar Ehan kesekolah adalah Renal.
Sang Dokter pun sudah datang, Leo segera membawanya kekamar Ina. Disana tampak Sisil dan Leo khawatir dengan kondisi Ina.
" Gimana Dok keadaan anak saya " ucap Sisil
" Tuan dan Nyoya tidak usah khawatir .. nona Ina hanya demam biasa... saya akan memberi obat agar panasnya turun... " ucap Sang dokter
" Syukurlah " ucap Sisil dan Leo merasa Lega
" Ini obat dan vitamin untuk nona Ina... Kalau begitu saya permisi
Sang Dokterpun pergi dari kamar Ina dan Sisil pun mengantarkan sang dokter sampai di depan teras mansion itu.
" Dok terima kasih ya... " ucap Sisil
" Sama-sama Bu... " ucap Dokter tersebut
" Maf selalu merepotkan Anda " ucap Sisil
" Itu sudah jadi kewajiban saya Nyoya... saya sarankan untuk Ina tidak melakukan aktifitas yang terlalu cape... karena daya tahan tubuhnya lemah " ucap Sang dokter
" Iya Dok... " ucap Sisil
" Saya pamit Nyoya " ucap sang Dokter
" Hati-hati dijalan Dok " ucap Sisil melambaikan tangan saat sang dokter melajukan mobilnya
Sisil pun segera melangkah menuju kamar Ina kembali.
Disana Ina sudah sadar dan sedang bermain dengan Leo. demi anak perempuannya Leo bahkan Rela membacakan dongeng yang menjadi kesukaan sang putri kecilnya.
Sisil pun melangkah menuju dapur karena dirasa Leo sedang asik dengan putrinya. iya membuatkan bubur untuk makan sang putri. Setelah matang Sisil segera membawanya ketempat tidur sang putri.
Ceklek,,
" Sayang... bunda buatkan bubur buat my princess nya bunda " ucapnya membawa nampan berisi bubur
" Wah sayang sepertinya itu enak " ucap sang ayah
" Ayah mau Suapin Aku " ucap Ina
" Ya Mau dong... coba kamu cium baunya... enak kan " ucap Leo
" Iya wangi bunda " ucap Ina senang
" Sekarang putri ayah harus makan yang banyak.. biar cepet sembuh... biar nanti ayah ajarin Kamu naik sepeda " rayu sang ayah
" Asli ayah mau beliin aku sepeda " ucap Ina antusias
" Iya dong... kapan Ayah bohong... kalau kamu sembuh... ayah akan ajak kamu beli sepeda.. biar kamu yang pilih sendiri sepedanya " ucap Leo
__ADS_1
" Ya udah ayah cepetan Suapin Ina... Ina udah ga sabar mau pilih sepeda ... " ucapnya sangat lahap memakan bubur buatan sang bunda.
Setelah bubur habis Ina pun makan obat dan ia segera beristirahat karena Ina mau cepat sembuh. Leo dan Sisil pun menemani Ina di kamarnya