Dendam Sang CEO

Dendam Sang CEO
Episode 20


__ADS_3

Setelah selesai memakan kue dan berbincang-bincang dengan Oma, Leo mengajak Sisil ke kamar untuk beristirahat. Leo meyuruh Sisil tidur dikasur, awalnya Sisil menolak namun dengan terpaksa ia mengikuti perintah Leo.


Leo memasuki kamar mandinya dan segera membersihkan tubuhnya yang terasa lengket ketika sudah selesai dengan mandinya ia menghampiri kasurnya dimana Sisil yang sedang terlelap dalam tidurnya.


" Maafkan Aku, kamu harus terjebak seperti ini karena ulah Kakakmu, tapi ketahuilah sekarang niatku akan Ku buat Kau biasa sejajar dengan Kakakmu, Aku akan lihat reaksinya jika Kau sama dengan ya, apa Dia bisa terima, bahkan Ibumu akan Ku buat heran dan selalu membangga-banggakan " gumam Leo


Leo menyelimuti Sisil lalu ponsel Sisil berbunyi Leo berniat mengangkatnya namun nama yang tampil dilayar ponselnya membuatnya tersenyum licik.


Ia membuka bajunya sehingga bidang dadanya terlihat begitu bagus lalu ia segera masuk ke selimut yang sama dengan Sisil,


Kring.... Kring.....


" Halo, ada apa menggangu pengantin baru saja " ucap sinis ya dan berpura-pura dengan suara seraknya


" Em... Maafkan aku Leo, aku hanya merasa sedikit kangen dengan Sisil dan berniat mengajaknya pergi berbelanja " ucapnya dengan menahan amarah


" Sisil sedang tidur Dia kelelahan bertempur denganku, mau lihat.... tuh liat, maklum lah pengantin baru " ucap entengnya mengarahkan kamara pada wajah sisil yang tertidur pulas dan merasa kelelahan


" Astaga, Sabar Salsa didepan Leo Kau harus bersikap baik " batin Salsa


" Oh kalo begitu, maaf sudah menggangu nanti akan ku telepon lagi " ucapnya dengan pipi merah


" Baiklah Bye " ucap Leo mematikan ponsel tersebut


" Rasakan Kamu Salsa " tertawa jahatnya


Leo segera berbaring disamping Sisil dan langsung tertidur pulas dengan tangan memeluk pinggang Sisil.


Waktu sudah menunjukan pukul 5 sore, ia segera bangun dari tidurnya namun sebuah tangan yang berat menghalanginya.


" Ini tangan siapa " ucapnya dengan heran

__ADS_1


" Aaaaggggrrr..... " teriakan Sisil membuat Leo bangun dan menarik tangan Sisil hingga kepelukannya dan langsung membekapnya.


" Berisik... " ucap Leo dengan wajah kesalnya


" Tapi Mas, tadi Kamu meluk Aku " ucap Sisil


" Kapan " sangkalnya


" Tadi mas pas Aku bangun liat tangan mas dipinggang Aku " ucap gugupnya


" Hadeh, gendut cuma itu Kamu teriak-teriak.... Lebay " ucapnya melepas pelukan Sisil dan menarik selimutnya kembali


" Bukan Lebay Mas, tapi Aku belum pernah dipeluk-peluk sama lelaki " ucapnya


" Apa jadi Kamu belum pernah disentuh lelaki, atau pacaran gitu " ucap kaget Leo


" Ia Mas, Aku belum pernah pacaran " ucapnya


Leo mendekatkan wajahnya dengan wajah Sisil, Sisil pun panik dibuatnya, dengan wajah gugup dan ketakutan ia segera bagun namun dihadang oleh tangan Leo.


Leo semakin dekat dengan wajah Sisil lalu mencium bibir lembut Sisil, Sisil kaget matanya melotot namun ia tak bisa berontak tenaganya kalah dengan Leo, ia hanya pasrah


" Bernafas Lah Kau mau mati apa " ucap kesal Leo


Uhuk... Uhuk...


" Kamu jahat Mas, itu ciuman pertama Aku " ucapnya kesal lalu segera pergi kekamar mandi


" Benar bibirnya terasa manis dan beda rasanya dengan bibir-bibir perempuan lain, bodoh... bodoh... bodoh.... akh ga bisa kaya gini, bisa gawat kalo terus-terusan begini " gumamnya


Ia pun kembali membaringkan tidurnya dan memejamkan matanya, namun bayangan berciuman itu selalu terlintas dipikirannya.

__ADS_1


Sisil pun kembali menghampiri Leo dan membangunkanya namun dia tak bangun-bangun lalu ia meninggalkannya di kamar dan pergi ke dapur untuk menyiapkan makanan untuk makan malam


" Bik, saya bantu " ucap Sisil


" Aduh Non jangan nanti kalo Tuan dan Oma tahu Kami bisa dipecat " ucap takutnya


" Tidak akan, tenang saja bi, sini aku potong-potong sayurnya " ia pun membawa pisau dan memotong-motongnya


" Bi, biar saya saja yang masak ya... saya mau hidangkan untuk Tuan dan Oma " ucapnya dengan tertawa riang


" Tapi.... Non.... " ucap gugup sang pembantu


" bi please ya..... " ucap memohonnya


" Baik lah Non " ucapnya


Oma yang sedang berjalan menuju dapur merasa aneh karena mencium bau makanan yang menggugah seleranya.


" Sisil apa yang Kamu lakukan Nak " ucapnya sambil menghampiri Sisil


" Oma, Sisil lagi masak, sini Oma cicipi dulu. sedikit " ucapnya menyodorkan sedikit makanan kedalam mangkuk untuk dicicipi sang Oma


" Hem... Enak sayang Oma jadi lapar ini, Kamu pandai sekali masak Nak " ucap sang Oma yang masih mencicipi masakan Sisil


" Aku seneng masak Oma, dirumah pun Aku yang selalu masak " ucapnya sambil tersenyum


" Leo pasti akan menyukai makanan ini " ucap sang Oma


Lalu para pembantu dan Sisil menyiapkan makanan dan menghidangkannya di meja makan sedangkan sang Oma membangunkan Leo dengan wajah senangnya.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2