
Yesi dan Renal sekarang melakukan perjalanan menuju desa tempat dimana kedua Orang Tua Sisil tinggal sekarang.
Setelah beberapa jam melakukan perjalanan akhirnya mereka sampai tepat pada pukul Tiga subuh.
Mereka segera menuju rumah tersebut dan mengetuknya
Tok... Tok... Tok..
Ceklek,,
" Kalian Sudah sampai " sapa Pa Anwar
" Sudah Pa " ucap Sopan Renal
" Pangil saja Saya Om... " ucapnya
" Baik Om " ucap serempak mereka
" Silahkan duduk dulu... Sebentar ya Saya pamit dulu ke istri Saya " ucap Pa anwar meningalkan mereka di ruang Tamu
" Loh... Ko istrinya ga ikut " batin Yesi
Sang Istripun mengantarkan Sang Sumi kedepan pintu dengan wajah sinis
" Hati-hati di jalan " ucapnya
" Loh Ko ibu tidak ikut " ucap Yesi
" Ngapain Saja ikut... Toh yang disuruh kesana kan Papah nya... bukan Saya... " ucap Ketusnya
" Kenapa ibu tidak khawatir dengan Sisil... apakah sekarang ibu tau jika keadaan Sisil kritis... antara hidup dan mati.... " ucap yesi
" Aku yakin Dia akan hidup... Leo banyak uang... pasti akan memberikan perawatan dan pelayanan yang terbaik " ucapnya masih ketus
" Aku harus membuat kejutan untuk Nene lampir ini " Batin Renal
" Maaf Pa.. Ibu... apakah ibu tau sekarang keberadaan Nona Salsa dimana " tanya Renal
" Tidak " jawab Bu Ida singkat
" Dia Sedang ada di penjara.... ditahan atas penganiayaan pada Sisil " ucap Leo
" Tidak... Salsa tidak mungkin nekat begitu.... " ucapnya sambil menangis
" Mari silahkan Pa... Kita tidak punya bnyak waktu.. Kita sudah ditunggu Tuan Leo sekarang " ucap Renal
Mereka bertiga melangkah menuju mobil namun langkahnya terhenti saat Bu Ida memangil mereka
" Tunggu... " teriak Bu Ida
" Apalagi Sih Mah... Kita buru-buru " ucap Pa Anwar
" Mamah Ikut " ucapnya
Akhirnya mereka berempat naik kedalam mobil lalu disana Yesi dan Renal menceritakan apa yang terjadi pada Sisil. namun Bu ida tak percaya
" Saya ga percaya dengan kalian semua " ucapnya sambil menangis
" Mari silahkan Ibu lihat rekaman ini " ucap Yesi
Pa Anwar pun menangis histeris namun Bu Ida malah ketakutan apa yang akan terjadi ada Salsa, mungkin ia akan dihukum dengan berat.
" Saya mau ketemu Salsa... " teiakannya
" Baik Bu... nanti Saya antarkan... " ucap Renal
" Kasian sekali Sisil... anakku " batin pa anwar
" Nasib Salsa sekarang bagaimana.... " batin Bu Ida
...****************...
Keesokan harinya Leo masih berada didepan ruangan Sisil, Ia duduk sendiri sambil termenung. Tiba-tiba Seseorang menghampirinya
" Leo " ucap Pa Anwar
" Papah... " ucap Leo memeluk sang Mertua
" Kamu yang Kuat ya nak... Papah yakin Sisil akan segera sadar... Diakan Kuat... " ucap Sang Papah
" Renal sudah menceritakan semuanya.... Papah minta Maaf atas nama Salsa... dan sekarang Mamah sedang berada di penjara menjenguk Salsa " jelaskan sang Papah
" Papah... Apakah Mau masuk ruangan Sisil sekarang " tanya Leo
__ADS_1
" Ia Nak "
Pa Anwar sekarang sudah memasuki ruangan Sisil, Ia disana melihat sang Anak tergeletak tak berdaya dengan semua alat berada didadanya, hatinya pilu bagaikan tersayat-sayat ketika melihat Sang Anak menjadi lemah dan kesakitan.
" Sayang.... Bangun Nak... Ini Papah .... " ucapnya sambil menangis
Sisil hanya merespon dengan air matanya mengalir
" Sayang.... Papah Kangen Kamu Nak... Papah sangat senang saat Renal bilang Kamu hamil nak... " ucap Sang Papah
" Kamu harus bangun Nak.. demi Papah, Leo dan Anak Kamu Nak... " ucapnya lirih
" Maafkan Papah ga bisa jagain Kamu... maafkan Papah... "
" Papah minta tolong cepat sadar Nak... Papah akan ajak Kamu ke desa... pasti Kamu suka disana... udaranya dingin.. sejuk... " ocehnya
" Papah mohon Nak... hiks... hiks... hikss... bagun... Dadaku... aw... " ucapnya
Pa Anwar langsung keluar dari ruangan itu karena ia tak sangup Ketika melihat sang Anak terbaring Kaku, dadanya mulai sesak dan merasakan kesakitan.
Namun keajaibanpun datang ketika Sisil mendengar suara kesakitan sang Papah tanganya langsung bergerak, hal itu dilihat oleh seorang suster dan Ia langsung menghubungi Dokter agar memeriksa keadaan Sisil sekarang.
Leo dan semua anggota keluarga yang lain menungu didepan pintu dengn perasaan cemas dan takut. tiba-tiba dokter pun datang dan menghampiri mereka
" Tuan, Alhamdulilah keadaan Nona sudah siuman... Ia sudah melewati masa kritisnya dan ia sekarang bisa kita pindahkan keruangan perawatan Biasa.. " ucap Dokter Imel
" Dok jika disatu ruangankan dengan Oma Saya bisa " ucap Leo
" Baik Tuan... Saya permisi " ucapnya
Sisil dibawa oleh para suster dan dokter dipindahkan ke kamar Oma. Disana semua anggota keluarga sudah menunggu mereka. Para dokter dan suster pun segera pergi dari sana.
" Sayang... bagaimana keadaanmu " ucap Leo
" Mas... bagaimana keadaan Baby Kita " tanya balik Sisil
" Dia Sehat sayang... Dia anak Kuat... sama Kaya mamahnya " ucapnya mencium kening Sisil
" Alhamdulilah " ucapnya lega
" Sayang.... " ucap Pa Anwar
" Papah... sejak kapan Papah disini " ucap Sisil
" Aku kangen Pah " ucapnya
" Papah juga kangen sama Kamu nak.. jangan bikin Papah khawatir ya Nak " ucapnya sambil menangis
" Maafkan Aku Pah "
Terdengar suara seseorang yang sangat pemiliar pun datang yaitu Yesi dan Renal
" Hai Semua " ucap Yesi
" Hai Yesi " sapa Sisil
" Kamu sudah sadar... sukurlah... lega rasanya "
" Maafkan Aku Sil... tidak bisa melindungi Kamu... " ucap Yesi meyesal
" Bukan salahmu juga Ko " ucap Sisil
" Oh ia Sil ini Aku bawakan Kue kesukaanmu " ucap Yesi
" Makasih Loh... tapi... ga usah repot-repot harusnya "
" Ga repot Ko "
" Pah... kenapa mamah ga ada " tanyanya Sisil
Deg,,
Pertanyaan Sisil Mampu membuat orang yang ada disana terdiam seketika.
" Kalau Aku bicara Bahwa Mamah lagi jenguk Salsa dipenjara... Apa Sisil akan memaksaku juga untuk menjenguknya kesana.... bahkan bagaimna Jika Dia kan meminta Salsa dibebaskan... " batin Leo
" Kalo Aku jelaskan Sisil kalau Mamah jenguk Salsa dipenjara apa Dia akan kembali drop keadaanya ... Aku takut " batin Pa Anwar
" Tadi Mamah Lapar jadi ijin mencari makanan " ucap bohong Leo
" Benar Nak... apa.. Kau juga lapar biar Papah belikan sesuatu " ucap sang Ayah mengalihkan pembicaraan
" Biar Aku buatkan... Kamu mau apa sayang " ucap Leo
__ADS_1
" Ga Mas aku ingin beli aja masakan... Aku ingin makan Rendang " ucapnya
" Kalo begitu biar Aku yang belikan sekalian mengajak Yesi makan... kasian Dia belum makan " ucap Renal
" Asal tidak merepotkan " ucap Sisil
" Ga repot Ko Sil "ucap Yesi
...----------------...
Yesi dan Renal pun segera menuju kantin, dan makan bersama dulu bersama
" Tumben ngajak Aku makan... biasanya Kan Aku yang ngajak Kamu makan duluan " ucap Yesi
" Lagi pengen aja " jawabnya singkat
" Bilang Saja kangen... hayo ngaku " goda Yesi
" Em... "
" Dasar manusia Es " batin Yesi
" Menurutmu... tuh Nene sihir bakal datang kesini ga ya... " ucap Yesi
" Menurutku sih Dia akan kesini dan memohon pada Leo terutama Sisil untuk mencabut gugatanya... " ucap Renal
" Coba Saja Kalo Salsa bisa bebas " ucap Yesi
" Apa Kau merencanakan sesuatu... " tanya Leo
" Ia betul... hanya jaga-jaga saja " ucapnya terus memakan makanannya sampai habis
" Jangan membuat dirimu dalam bahaya " ucap Renal
" Tenang Saja.... "
...----------------...
Setelah mereka selesi makanya mereka segera menuju kamar Sisil, dan segera menaruh makananya di piring dan meyodorkany ke Sisil
" Makasih ya Yesi Renal " Ucap Sisil
" Biar Aku suapin " Tawarnya
" Ia Mas... makasih " ucap Sisil
" Aaammmm enak " ucap Leo
" Ia Mas.... " ucapnya sambik mengangguk
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung....
Halo Semua,..
So... Ikuti terus kisanya...
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan Dukung Aku dengan cara
Like....Komen..... dan Vote ......
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua....
Karena Doa yang baik akan kembali kepada orang memberi Doa.... 😁😁😁
__ADS_1