
Setelah selesai dengan Makannya merekapun berbincang-bincang terlebih dahulu.
" Sayang... anak-anak tidak sebaiknya kita titipkan pada Renal.. Biar kita istirahat kan besok pagi kita akan terbang ke Singapura " ucap Leo
" Tapi Mas... aku kasian pada mereka " ucap Sisil
" Ehan sama abang Farel mengerti ko bunda... kami juga sayang Ina... kami tidak mau dia kenapa-kenapa.. " ucap Ehan
" Beneran Kamu ga papah " ucap Sisil
" Tidak bunda... sebaiknya bunda juga istirahat yang banyak.. kami ga mau bunda sakit " ucapnya
" Anak-anak bunda baik sekali... sayang ya sama Bundanya " ucap Sisil memeluk anak laki-laki nya
" Kami sangat sayang bunda " ucap Mereka
" Bunda juga sayang Kalian " ucap Sisil
" Yasudah Ayah telepon dulu Ayah Renal ya untuk jemput kalian dan jemput Usuf dan Ali " ucap Leo
" Iya ayah " ucap Mereka
Leo pun mengambil handphonenya dan segera menelepon Renal. dan berharap iya masih dirumahnya
Tut....Tut... Tut... Tut...
" Halo Tuan " ucap Renal
" Kamu Dimana " tanyanya
" Saya masih dirumah Tuan ... memangnya kenapa " tanyanya
" Bagus... Kamu jemput anak-anakku sekarang... Dan bareng kedesa bersamamu " ucapnya
" Baik Tuan sebentar lagi saya Kesana untuk jemput mereka " ucap Renal langsung menutup teleponnya
Sepulu menit kemudian Renal beserta istri dan kedua anaknya turun dari mobil dan segera masuk kedalam mansion Leo.
Ting... Tong... Ting... Tong...
Ceklek,,
" Kalian sudah datang... mari masuk " ucap Sisil
" Hai Sil... Kamu tidak ikut mengantarkan mereka kenapa " tanyanya
" Besok aku juga harus pergi ke Singapura ... jadwal cek up Ina... " ucapnya
" Oh begitu... semoga kesehatan Ina semakin membaik ya... " ucap Sisil
" Aamiin... Maaf loh jadi merepotkan mu " ucapnya
" Tidak ada yang direpotkan... mereka sudah ku anggap anak sendiri... jadi kamu tidak usah sungkan " ucap Yesi sambil tersenyum
" Makasih... " ucap Sisil
__ADS_1
" Sama-sama " ucap Yesi
" Farel .. Ehan... sudah siap belum nak... ini ada ayah Renal datang jemput kalian " ucap Leo
" Iya ayah.. " merekapun menghampiri Leo
Mereka berpelukan apalagi dengan Ina, mereka berat melepaskannya. namun mau gimana lagi Ina juga harus berobat ke Singapura dari pada dirumah ga ada teman kan mending liburan pikiran Ehan dan Farel.
" Ina ... kami pamit... kamu semangat cek up nya... Kaka dan Abang doakan Kamu cepat sembuh " ucap Ehan
" Makasih Kaka... makasih Abang... " mereka berpelukan bergantian
Sekarang Ehan dan Farel sudah berada di mobil Renal bersama Yesi, Siska dan Satria ,tak lupa Leo pun berpesan untuk menjemput anak-anak Salsa yang akan menemani mereka.
Sekarang Renal melajukan mobilnya menuju rumah Salsa. Setelah sampai Ketiga anak Salsa segera masuk kedalam mobil dan salsa pun menitipkan ketiga anaknya ke Yesi.
Setelah semua lengkap mereka melajukan mobilnya kembali menuju kampung Eyang Juju. kampung itu bisa ditempuh dengan 4 jam perjalanan dari Sekarang Renal berada.
Namun hal itu tak membuat anak-anak patah semangat sepanjang perjalanan mereka tidur pulas. kini mereka sudah sampai di desa kampung tepat pukul sebelas malam dikarenakan macet.
.
...****************...
.
Mereka disambut oleh eyang dengan senyuman oleh sang eyang.
" Eyang... " ucap Ridwan, Usuf dan Ali
" Kalian sudah datang cucu-cucu eyang " ucap sang Eyang
" Wah ada si kembar Ehan dan Farel " ucap Sang Eyang
" Hai Eyang... apa kabar " tanya Ehan
" Kabar baik Nak... " ucap Sang Eyang
" Bagaimana kabar Ayah bunda mu disana " tanyanya
" Ayah bunda baik... Ina juga baik meskipun harus bulak balik cek up " ucap Farel
" Syukurlah... " ucap Sang Eyang
" Ayo Kalian masuk " ajaknya
" Ini bukanya pa Renal " Tanya Pa Juju
" Benar sekali pa... oh iya pa... kenalkan ini istri dan kedua anak saya " ucap Renal
" Wah istrinya juga cantik... anak-anak Bapak juga cantik dan ganteng " ucap Pa Juju
" Jangan pangil saya bapak.. pangil saya Renal Saja... " ucap Renal sambil terseyum
" Baik atuh Renal " ucapnya
__ADS_1
" Saya... Yesi Pa... istrinya Renal dan ini Anak saya bernama Satria dan Ini siska " ucap Yesi sambil terseyum
" Ayo atuh masuk.. " ucap Sang Eyang
" Ambu... Ambu... ini ada tamu " ucap Pa Juju
" Ada apa Atuh Abah meni teriak-teriak " ucapnya Sang Ambu menghampiri sang suami
" Ini ada cucu-cucu kita " ucap Pa Juju
" Wah kalian sudah besar ya... " ucapnya
" Dan ini Renal asistennya Tuan Leo " ucap Pa Juju
" Ambu Euis " ucapnya memperkenalkan diri
" Saya... Yesi Bu... istrinya Renal dan ini Anak saya bernama Satria dan Ini siska " ucapnya memperkenalkan diri
" Kalau yang ini siapa... kembar pisan... tapi cakep-cakep " Tanya Ambu Euis pada anak kembar tersebut
" Ini anak kembarnya Tuan Leo " ucap Sang suami
" Pantesan Cakep-cakep bapaknya juga cakep " ceplos Ambu Euis
" Aku Farel ... dan ini Ehan " ucap Farel
" Mari atuh semuanya masuk... Ambu sudah masakin makanan untuk kalian... semoga kalian suka " ucap Sang Ambu membawa mereka ke meja makan
" Wah ada Ikan Asin " ucap Ali
" Ada jengkol " ucap Ridwan
" Sok atuh dimakan " ucap Ambu
Merekapun segera menyantap makanannya dengan lahap sampai habis, bahkan Yesi pun yang tidak terlalu suka Jengkol memakannya. begitu pula dengan Farel, satria , Siska dan Ehan yang pertama kali memakan jengkol merasa ketagihan.
" Ali... jengkol itu termasuk daging apa " ucap Ehan
" Bukan daging tapi sayuran " ucap Ali
" Ko sayuran ga ada yang hijau-hijaunya " ucap siska
" ga tau juga ah bingung jelasinnya " ucap Ridwan
" Tapi kami merasa itu enak... dan belum pernah bunda masakin... apa ini sejenis makanan luar negri " ucap menunjuk pada semur jengkol
Semua orang pun tertawa melihat tingkah Ehan yang penasaran dengan jengkol.
" Besok Eyang bawa kalian kepohonya " ucap Sang Eyang
" Oh .. Jengkol itu ada pohonnya berarti jengkol termasuk buah dong " ucap Satria
" Pokonya kalian besok harus bangun pagi-pagi biar Eyang bawa ke pohonnya" ucap Sang Eyang
" Ok Eyang " ucap Serempak mereka
__ADS_1
Mereka pun sudah selesai dengan makannya Yesi, Siska dan Renal memutuskan untuk bermalam disini. karena mereka merasa ngantuk setelah makan yang disuguhkan Ambu terlalu enak.
Mereka dipisahkan menjadi 2 kamar, satu kamar berisi tiga orang dan satu ranjang. Kamar yang pertama dihuni Oleh Farel, Ehan dan Satria. kamar yang Kedua dihuni oleh Ali, Usuf dan Ridwan.