Dendam Sang CEO

Dendam Sang CEO
Episode 56


__ADS_3

Keesokan harinya Renal bangun lebih pagi. Ia sengaja meyewa sesorang untuk memberekan Apartemen Milik Yesi.


Lalu ia segera memakai kamar mandi Yesi untuk membersihkan tubuhnya. Setelah selesai ia pun berinisiatif untuk membuatkan sarapan untuk Yesi.


Roti dengan selai coklat dan segelas susu putih menjadi Sarapan Yesi. Lalu ia letakan dipingir tempat tidurnya. dan segera pergi dari tempat itu.


Tiga puluh menit kemudian Yesi pun terbangun ia merasakan kepalanya sangat pusing. ketika hendak mengambil handphonenya yang diletakan disamping tempat tidurnya.


" Em... kaya nya enak... tapi ini dari siapa " ucapnya sambil memgang kepalanya


Diapun segera meminum susunya dan melihat sehelai kertas kecil didekat roti itu.


" Makanlah dan habiskan " itu isi dari kecil itu.


" Manis sekali yang bikinin Aku sarapan... tunggu by Renal tulisnya berarti itu dari Renal dong..... Ih Ga ga ga apa-apaan Dia bersikap manis padaku... Aku takan tertarik padanya " ucapnya


Yesi segera menghabiskan makananya lalu ia mencoba tidur kembli karena kepalanya terasa masih pusing.


......................


Sementara di Mansion Leo dan Sisik sudah bersiap-siap untuk segera berkumpul diruang makanya.


" Pagi Oma... Pagi Ayah.. " sapanya


" Pagi Nak " ucap Oma


" Pagi juga Sayang " ucap sang mertua


" Mas mau aku ambilin Nasi goreng atau roti " ucap Sisil


" Nasi goreng Saja "


" Kalo Oma " tanyanya


" Oma mau Roti saja "


" Kalo ayah "


" Ayah bisa mengambil sendiri Sil tidak usah " tolaknya


" Sil... Besok pembukaan Restoran pesiapkan dirimu... " ucap sang Ayah


" Pembukaanya dari jam berapa Ayah " tanya Leo


" Kalau jam Sembilan bagaimana Sil " tanya Marco


" Ide bagus Ayah... Sisil setuju " ucapnya


" Ko Oma ga di ajak " ucapnya dengan wajah sedih


" Kata siapa Oma ga di ajak " ucap Sisil


" Oma akan jadi pusat peehatiannya justru... yang meyambut para tamu " ucap Sisil


" Oma suka Sil... biar sekalian Oma cuci mata " candanya


"Inget umur Oma " ucap Leo


" Heh Anak nakal... Suka-suka Oma dong... Sisil Kamu juga boleh cuci mata " ucap Oma


" Bolehkan Oma "


" Boleh dong... Kau masih Muda... cantik pula... pokonya Kamu besok harus tampil lebih cantik dan seksi seperti Oma " ucapnya

__ADS_1


" Lihat Saja... Kau berani lalukan itu Sisil.. Kan Ku buat Kau tak bisa berjalan... Kita akan melakukan sepanjang Hari " ancamnya


" Mas Leo... Ko ngancamnya seperti itu " batin Sisil


" Oma malah ngajarin yang tidak-tidak... Aku harus hati-hati padanya " batin Leo


" Syukurlah sekarang Leo sudah benar-benar mencintai Sisil " batin sang Oma


" Coba Kamu ada disini Mila " batin Marco


Mereka pun segera menyantap sarapannya dengan tenang dan damai semenjak Yesi keluar dari Mansion. Mereka merasa lebih Aman dan damai.


Sisil dan Leo segera pergi menuju tempat kerjanya. Leo mengantar dulu Sisil ketemat kerjanya sebelum ia pergi ke kantornya. sesangkan Marco pergi menuju Restoran untuk memastikan semuanya lancar besok.


" Kamu hati-hati kerjanya... Jaga mata Mu dari lelaki lain... " ucapnga


" Ia suamiku... Aku takan berpaling " goda Sisil sambil mencium tangan Leo


" Kalo begitu Aku Pamit " ucapnya


" Bye... Bye... jangan Lupa jemput Aku pas jam makan siang " ucapnya melambaikan tanganya


" Aku senang.... dengan semua ini... sepertinya selalu ingin dekat denganya setiap waktu.. " batin Leo


......................


Leo sudah berada didalam ruangan perusahaannya. Ia sangat heran melihat wajah Renal seerti kurang Tidur.


" Kamu sakit Renal " tanya sang majikan


" Tidak Tuan... Hanya saja sepertinya Saya kurang tidur "


" Kamu kurang tidur kenapa... jangan-jangan Kamu mikirin Oma " ucap sinisnya


" Tidak Tuan... hanya Saja... Kemarin saya menemani Yesi " ceplosnya


" Kenapa dengan Dia... meskipun bukan urusanku... tapi Aku ga mau terjadi masalah lagi denganya... Kau tau kan sifatnya bisa membulak-balikan keadaan " ucap Leo


" Baik Tuan sebisa mungkin Saya akan menjauhkan Yesi dengan Anda... sebenarnya kemarin Yesi mabuk berat di Club... saya tidak tega dan membawanya ke Apartemennya.. Karena Dia memanggil-manggil nama Tuan terus dan menganggap Saya sebagai Tuan... dengan teraksa Saya menemaninya " penjelasnya


" Is Ok... Kamu sepertinya juga cocok dengan Yesi... " godanya


" Maaf Tuan... Saya tidak tertarik... meskipun Dia telanjang dihadapanku... " ucap sinisnya


" Apa.... Kamu tidak tertarik... Apa Kau seorang Gay... " tanyanya dengan heran


" Yaampun Tuan... Saya masih Normal " ucapnya


" Syukurlah "


Tok.... Tok.... Tok....


" Masuk "


" Maaf Tuan diluar ada Nona Salsa mau bertemu dengan Anda " ucap Reno sekretaris Leo


" Untuk apalagi.... Dia kesini " ucap ketusnya


" Saya tidak tau Tuan " ucap Renal


" Jadi bagaimana Tuan " tanya Reno kembali


" Suruh Dia Masuk "

__ADS_1


" Baik Tuan Saya permisi " ucap Reno


" Renal Kamu Diam disana dan halangi Dia menghampiri ku " ucap Leo


" Baik Tuan "


Ceklek


" Leo Aku mau bicara dengamu " ucapnya dengan nada Emosi


" Katakan "


" Maaf Nona tidak boleh dekat-dekat dengan Tuan... Anda bisa duduk disofa itu " ucap Renal menghadang Salsa


" Tahan Salsa Kamu tidak boleh Emosi... Kamu harus terlihat elegan dihadapan Leo " batin Salsa


" Baik " ucapnya duduk disofa


" Saya mau tanya padamu Leo... Kenapa perusahaanmu memutuskan kontrak kerjasama dengan Ku... Kamu tau kan Aku model terkenal... bahkan sampai internasional " ucapnya menghela nafas panjang


" Terus " ucap Santainya


" Kenapa Leo... Kenapa... jawab Aku " ucapnya masih menahan amarahnya


" Di Kontrak juga dikatakan Jika Aku memutuskan Kontrak denganmu tak Masalah kan... Yang peting bukan pihakmu yang memutuskan " ucapnya


" Aku mau tau alasanya " bentak Salsa


" Berani Kamu bentak Aku Hah " bentaknya kembali


" Maaf Aku lagi Emosi " ucap Salsa


" Aku sudah tidak membutuhkanmu... Kamu sudah tidak menarik lagi dimataku " ucap Leo terseyum sinis


" Leo... Aku bukan barang yang bisa Kau campakan seperti itu... "


" Kenapa... Apa Kamu lupa bagaimana dulu Kamu campakan Aku juga.... So kenapa Aku ga bisa berbuat seperti itu " Sindir Leo


" Kamu Akan meyesalinya Leo... Liat saja " ucap Salsa


" Aku takan meyesalinya... Karena sekarang yang terpenting menjaga Hati Sisil agar tak sakit hati.. dan mencoba membuka lembaran baru dengannya... membahagiakannya tujuanku sekarang " ucap Leo


" Awas Kamu Sisil " batin Salsa


" Tuan Leo benar-benar sudah mencintai Nona Sisil... Aku turut bahagia... karena yang mendampingi Tuan Leo orangnya sangat baik.. tidak seperti Salsa " Batin Renal


Salsa menghentakan Kakinya dan segera pergi dari ruangan itu. Leo pun terseyum senang Dia merasa telah menang dari Salsa dan sekarang dendam dihatinya bisa berdamai dengan kehadiran Sisil.


Bersambung....


Halo Semua,..


Sekarang tinggal balas dendam sama Salsa...


Enaknya diapain ya Guys....


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan Dukung Aku dengan cara


Like....Komen..... dan Vote ......


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua....

__ADS_1


Karena Doa yang baik akan kembali kepada orang memberi Doa.... 😁😁😁


__ADS_2