
Leo akan menuju tempat pelatihan Sisil namun langkahnya terhenti, Renal meneleponnya dan memberitahukannya bahwa ada meeting penting dengan klien dan tak bisa ditunda. dengan terpaksa Leo pun segera pergi dari sana dan segera menuju kantornya.
Sementara sekarang Yosi sedang bersama Sisil dan mengajarinya tatacara makan dan berjalan dengan anggun. namun sebelum memulai pelatihannya ia terlebih dahulu meminta maaf
" Sisil, Saya mau minta maaf ya, sudah menuduh mu yang tidak-tidak " ucapnya dengan wajah merasa bersalah
" Ga papah bu, lagian Mas Leo juga salah, justru Aku senang ibu memperhatikanku dan peduli hingga berbuat begitu " ucapnya dengan senyum tulus
" Kita lanjutkan ya "
" Baik Bu "
Yosi memberi pengarahan pada Sisil, lalu sisil mempraktekannya beberapa kali gagal hingga akhirnya ia bisa melakukannya makan dengan elegan dan menunjukan cara makan didepan orang-orang lain jika suatu saat ia diajak Leo makan, ia takan memalukan suaminya.
Semangatnya semakin tinggi ketika ia mengingat bahwa suaminya tadi bersikap manis padanya, bahkan didepan Yesi pun ia mengatakan jika Sisil istrinya.
Namun pelatihannya yang kali ini beda, ia harus beberapa kali terjatuh bahkan kakinya lecet karena harus memakai hils, ada rasa sakit dan pegal dikakinya karena Yosi menyadari hal itu ia pun segera memberikan Sisil istirahat dan minum, karena kebutuhan minimum mempengaruhi program tersebut.
Setelah selesai dengan pembelajarannya lalu mereka menuju kantin untuk makan siangnya, Sisil makan siang bersama Yosi, ia terlihat sangat dekat dengan Yosi, meskipun mereka peserta dan pelatih namun diluar pelatihannya mereka bersikap layaknya seorang teman.
Sisil pun segera bergegas kekamarnya untuk beristirahat namun langkahnya terhentikan ketika seseorang memanggilnya
" Sisil.... Sisil... " ucap Yosi
" Ada yang bisa Saya bantu " ucapnya
" Kamu dipanggil Bu Yesi "
" Oh, Baik Saya kesana sekarang " langsung menuju ruangan Bu Yesi
...****************...
Tok... Tok...
" Maaf ibu memanggil saya " tanya Sisil
__ADS_1
" Silahkan Duduk Sisil, Saya mau berbicara penting sama Kamu " ucap Yesi dengan wajah ketusnya
" Bicara apa Bu "
" Kamu tau kan semua aturan dipelatihan disini "
" Ia Bu, Em... memangnya kenapa ya Bu" dengan wajah bingungnya
" Kamu tau apa yang dilakukan Suamimu itu salah "
" Ia bu Mas Leo salah, Saya minta maaf soal itu "
" Permintaan Maaf Kamu, Saya terima. Namun disini kita juga punya aturan dan Kamu sudah melanggar aturan itu dengan terpaksa Aku harus menghukum mu " dengan wajah pura-pura sedih
" Tapi... Bu... Em... maafkan saya, saya akan terima hukuman itu " jawabnya dengan sedih
" Maafkan Saya Sisil. Saya harus adil sama semua peserta disini, meskipun Leo teman Saya dan donatur terbesar disini namun peraturan ya peraturan, Saya tidak mau orang iri sama Kamu "
" Tidak apa-apa Bu, Saya mengerti "
" Kamu dihukum harus membersihkan kantin dan menyiapkan makanan untuk cemilan nanti sore, Kamu siap " tanyanya
" Baik Bu, Kalau begitu Saya permisi " jawabnya langsung pergi menuju kantin
...****************...
Sesampainya disana ia langsung berbicara dengan ibu kantin tersebut dan segera membantunya
" Maaf Bu, Saya Sisil, Saya dihukum sama Bu Yesi harus membersihkan kantin dan meyiapkan makanan disini " ucap Sisil
" Oh yasudah, Kamu segera cuci piring disitu ya " jawab bu Jamilah yang mengurus kantin tersebut
Sisil tanpa ragu segera mencuci piring, bahkan hasil cuciannya sangat bersih dia pun sangat cekatan jika Bu Jamilah meminta pertolongan.
" Sisil, sudah Kau cuci semua piring dan gelas kotornya " tanyanya
__ADS_1
" Sudah Bu, ini baru selesai, ada yang saya bisa bantu lagi " tanya Sisil
" Bisakah Kau mengupas semua buah-buahan itu " ucapnya yang sedang menggoreng Dada Ayam
" Bisa bu " Sisil dengan segera mengupas semua buah-buahan yang ada disana
" Sudah dikupas semua " tanya Indah seorang pelayan dikantin tersebut
" Nih sudah " jawabnya
" Potong-potong dan berikan padaku, akan Ku buat jus buah, tapi Kau tak boleh lama memotongnya " ucap ketusnya
Sisil langsung memotong-motong buah tersebut dan memberikannya pada indah. namun gerakannya kalah cepat dengan indah karena disana terdapat beberapa macam buah-buahan
" Aduh lelet sekali..... cepat.... " bentaknya
" Maaf, tunggu sebentar " jawabnya
" Cepetan " bentaknya lagi
" ini.... " jawab Sisil dengan kesal
" Kalau Semuanya sudah Kau potong, cepat ambilkan banyak gelas kesini " ucapnya
Sisil pun segera membawa gelas-gelas tepat diatas meja dengan rapi dan berjajar, setelah itu Sisil pun kembali membantu bu Jamilah mengupas semua telur rebus dengan mengunakan sarung tangan.
" Sudah selesai Sil " tanya bu Jamilah
" Sudah Bu " jawabnya
" Kita susun disana " menunjuk kesebuah meja
" Baik Bu " ucapnya
" Kamu pasti cape kan, terima kasih sudah membatu Kami " ucap Bu Jamilah sambil tersenyum
__ADS_1
" Ga papah ko Bu, lagian dirumah juga Saya sudah terbiasa seperti ini " jawabnya
Bersambung.....