Dendam Sang CEO

Dendam Sang CEO
Episode 36


__ADS_3

" Hai Mas " sapa Sisil


" Siapa wanita ini sepertinya suaranya tak asing " batin Renal yang sedang memandang wajah cantik Sisil


" Siapa perempuan ini sepertinya Aku pernah melihatnya... dan suara itu... seperti tak asing " batin Leo


" Siapa Dia, so akrab aja sama Leo.....apakah Dia saingan berat Ku...." batin Salsa


" Kamu Siapa " tanya Leo dengan heran


" Mas masa Kamu lupa sama Aku... Aku istri Kamu " ucapnya


" Sisil " ucap berbarengan Leo, Salsa dan Renal


" Luar biasa Dia cantik sekali, Aku tak menyangka.... tapi kan Dia harusnya berubah itu setelah satu bulan kenapa sekarang cuma dua minggu... Yesi yang Hebat atau ada apa ini " batinnya bingung


" Ga mungkin Itu Dia..... pasti Dia bohong " batin Salsa


" Kenapa jantungku berdebar saat melihat Nona Sisil " batin Renal


" Kenapa kalian....Ia..... ini Aku.... Sisil " ucapnya


" Mana mungkin Kamu Sisil, dulukan Kamu Kucel, jelek dan gendut " ucap sinis Salsa


" Bahkan Kakaku sendiri menghina dan merendahkan ku " batin Sisil sedih mendengar ucapan pedas sang Kaka


" Jaga ucapan mu atau bibirmu akan Ku robek " bentak Leo


" Sabar Salsa.... Kamu harus bersikap baik sama Sisil... agar Leo tak membencimu " batin Salsa


" UPS... Maaf maksudku bukan begitu... Aku hanya terlalu kaget melihat perubahan Sisil " ucapnya sambil tersenyum


" Ini lagi... Renal jaga matamu Mau Aku congkel HAH" bentak Leo


" Maaf Tuan... Hanya saja Nona terlihat sangat cantik " ucapnya sambil menundukkan kepalanya


" Ish... Kau ini.... Kalian semua Keluar, Aku mau berbicara dengan Sisil " usir ya


...****************...


Salsa dan Renal segera pergi dari ruangan tersebut. Salsa merasa sangat kesal entah itu melihat Sisil atau perlakuan Leo sekarang.


" Kesel... Kesal..... Kesal... " ucapnya menghentakkan Kakinya


" Aku yakin Nona, Kamu takan berhasil merayu Tuan... Anda bisa lihat bagaimana sekarang istrinya Tuan ... bahkan lebih cantik darimu " hinanya


" Diam Kau Renal Aku takan kalah " ucapnya Kesal langsung pergi dari perusahaan tersebut


...****************...


Leo terus memandang Sisil tidak berkedip, Ia melihat perubahan Sisil dari ujung kaki hingga ujung rambut


" Dia benar-benar cantik bahkan Salsa pun kalah... tapi ini bagus.... Aku akan sengaja membuat Salsa menderita dengan kehadiran Sisil " batin Leo


" Duduk " ucap Leo


Sisil segera duduk disofa tersebut kemudian Leo pun menghampiri Sisil dan duduk disamping Sisil.

__ADS_1


" Kenapa dengan Jantungku Tuhan .... besok Aku periksakan kedokter spesialis jantung takutnya Aku terkena penyakit jantung " batin Leo


" Kamu kenapa bisa kesini jangan bilang Kamu kabur dari pelatihan " ucap lembut Leo


" Mas Leo bisa bersikap lembut seperti ini juga " batin Sisil


" Aku tidak Kabur Mas, Aku hanya mengikuti Tes dan lulus jadi Aku tak harus tinggal disana lagi, dan tadinya Aku berniat memberikan kejutan padamu ternyata Aku yang terkejut " ucap sinisnya


" Kenapa Kau tidak memberitahuku " ucapnya membelai rambut Sisil


" Aku sudah mencoba menelepon mu dan memberikan pesan padamu namun tak pernah dibalas " Ucapnya kesal


" Maafkan Aku, handphone Ku hilang, tadinya Aku akan memberitahukan mu tapi.. Yesi bilang biar Dia saja yang menyampaikannya padamu dan Dia juga bilang Kamu sedang fokus pada pelatihan mu " ucapnya jujur


" Bu Yesi.. Ko Dia ga pernah cerita....kenapa Dia tak memberitahuku... tentang ini.... untung aku ga mikir macem-macem sama Mas Leo kalo sampai aku berpikiran yang aneh-aneh mungkin Aku akan malu... " batin Sisil


" Kenapa Dia bisa dengan cepat berubah apa yang sebenarnya dilakukan Yesi Aku harus menyelidikinya" batin Leo


" Kita pulang ke Apartemen " Ucapnya


" Loh Mas bukannya sekarang masih jam Kerja " tanyanya


" Kamu lupa atau gimana sih... Aku disini seorang Ceo so terserah Aku dong " ucap Sombongnya


" Maf Mas " ucapan Sisil


" Yaudah Ayok " ajaknya


" Ngajak sama maksa ko beda tipis ya " batin Sisil


Leo membuka pintu Ruangannya dan Renal segera menghampirinya.


" Jam berapa meetingnya " ucapnya


" Sekitar Tiga puluh menit lagi di cafe ABC " jawabnya


" Yaudah Sisil Kamu ikut Saya meeting " titahnya


" Tapi Mas... " ucapnya terpotong oleh tatapan Leo yang tajam


" Aku tidak suka dibantah... Ayo cepat " Leo menyeret tangan Sisil


Merekapun segera pergi dari perusahaan ketempat meetingnya. sesampainya disana Leo Renal dan Sisil segera menghampiri mereka dan segera melakukan meetingnya.


...****************...


Sesampainya disana Leo menghapiri klien yang bernama Pak Angga, Mereka berjabat tangan denganya dan sekretarisnya.


" Halo Mr Leo " sapa-nya


" Halo juga Mr Angga, mari silahkan duduk " ucap ramah Leo


" Kita Mulai meetingnya " ucap sang Sekretaris


Merekapun melakukan meetingnya, Leo menyimak semua presentasi Sekretarisnya Pa Angga dan sesekali mereka berdiskusi namun beda halnya dengan Sisil ia hanya Diam dan jadi pendengar yang baik.


Setelah selesai dengan meetingnya barulah mereka mengobrol santai untuk mencairkan suasana yang sempat tegang.

__ADS_1


" Mr Leo, sekretaris Anda cantik sekali seperti seorang model " canda Angga


" Apakah Aku tak pantas Mas, berada disisismu... bahkan.... jadi istrimu sehingga orang lain hanya menggangapku sebagai model bukan istrimu " lirihnya


" Maf Tuan tapi.... Nona ini bukan..... " ucapnya terpotong


" Saya Sisil Tuan " sapa-nya


" Nama yang bagus.... " pujinya


" Cih, dasar hidung belang, tidak tahu apa Sisil itu siapa " batin Leo yang sedang merasakan marah


" Terima kasih "


" Apakah Kamu berniat menjadi seorang model " tanyanya


" Tidak terima kasih " ucap singkatnya


" Aku mulai risih dengan bapak-bapak ini " batin Sisil


" Jadi iklan produk proyek Kita bagaimana... bukan begitu Mr Leo " ucapnya


" Bahkan Aku tak sudi menjadikan Sisil sebagai Model diperusahaanku, Aku tak mau jika semua lelaki memandangi wajah cantiknya, apalagi lelakinya seperti sihidung belang ini" batin Leo yang mulai kesal


" Proyek Kita BATAL " ucapnya berdiri dan membawa Sisil pergi dari Cafe itu


" Tapi... Mr Leo kenapa.. Mr Leo.... Mr Leo.... " teriakannya


" Mr Renal.... ada pa ini " ucapnya bingung


" Maaf Tuan yang anda bilang sekretaris dan ditawarkan menjadi model itu adalah Istri dari Tuan Leo... mungkin Dia tersinggung oleh Anda.... Saya permisi " ucapnya melangkahkan Kaki dari sana


" Tunggu yang benar Pa Renal saya tidak tahu.. sampaikan permintaan Maaf Saya kepada Mr Leo, dan Saya minta tolong padmu untuk membujuk Mr Leo agar meyetujui proyek ini " lirihnya


" Saya usahakan Mr Angga permisi " pamit Renal


" Makanya jangan membangunkan Singa yang sedang tidur.... tau sendiri kan akibatnya dasar laki-laki hidung belang " batin Renal


.


.


.


.


Berasambung....


Halo Semua,..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan Dukung Aku dengan cara


Like....Komen..... dan Vote ......


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua....

__ADS_1


Karena Doa yang baik akan kembali kepada orang memberi Doa.... 😁😁😁


__ADS_2