Dendam Sang CEO

Dendam Sang CEO
Episode 15


__ADS_3

" Bangun Kau Anak Nakal, hari ini pernikahanmu Kau malah enak-enakan tidur " ucap sang Nene


" Oma, Leo masih ngantuk, sebentar lagi ya " jawabnya


" Leo Bagun..... " teriakannya sambil menjewer telinga Leo


" Aw... Oma sakit.. ia Leo bangun sekarang tapi lepaskan Oma telinga Leo mau copot " rengeknya


" Baiklah " melepaskan jewerannya


" Kalo dalam 15 menit Kau masih belum mandi Aku akan memandikan mu seperti bayi " ancamnya


" Ia Oma Ia, Leo sekarang mandi " ucap Leo segera kekamar mandi


Dikamar Mandi Leo segera membasuh badannya dengan air dan melakukan ritual mandinya meskipun dalam hatinya masih kesal dengan jewerannya sang Oma


" Lihatlah telinga Ku merah sekali, dasar Oma " omelnya


Setelah beres mandi ia segera mengambil pakaian yang telah disediakan pelayan namun saat melangkah menuju kasur langkahnya berhenti ketika melihat sang Oma yang tampak mengawasinya


" Oma, apa yang Kau lakukan disini " tanyanya


" Oma hanya memastikan Kau mandi, takutnya nanti pengantin perempuannya kan pingsan saat menghirup aroma tubuhmu " ejek sang Nene


" Oma kapan cucumu yang ganteng ini bau badan, bahkan parfum ku saya aku beli di Prancis " ucap Sombong nya

__ADS_1


" Parfum yang baunya itu seperti kentut sapi itu ya, Kau bahkan bangga " ejek sang Oma


" Oma....masa Parfum ku seburuk itu " rengeknya


" Cepat bersiap-siap lah, lalu sarapan Aku takut Kau pingsan nanti, Oma tunggu dibawah " ucapnya berlalu pergi


Leo pun melangkahkan kakinya ruangan tempat sarapan disana terlihat ada Oma, dan sang Ayah terbang langsung dari Paris untuk melihat sang Anak menikah.


" Nak, semoga pernikahanmu langgeng sampai maut memisahkan, jangan seperti Ayahmu ini " ucapnya dengan wajah sedih


" Ayah tenang saja, Aku takan salah memilih istri, Aku sudah selidiki semua tentang Dia, dan aku senang bahwa Tuhan mempertemukan Kita diwaktu yang tepat " ucap


" Sukur lah Nak kalo Kamu sekarang sudah dewasa menentukan masa depanmu, Ayah akan selalu mendukungmu " ucap sang Ayah memberikan semangat


" Meskipun Ia gendut Yah " ucapnya


" Apa yang dikatakan Ayahmu benar, Oma tak pernah mengajarkanmu untuk memandang seseorang dari Fisik " ucap sang Nene


" Ia Ayah, Oma Leo mengerti " ucapnya


Setelah selesai Ia beserta Oma dan Sang Ayah segera pergi melajukan mobilnya menuju hotel dimana tempat itu akan menjadi sejarah ia akan mengucapkan kata-kata sakralnya


Sesampainya disana Terlihat tamu mulai berdatangan Leo menyuruh Renal mau mengantarkan Sang Oma dan Ayah untuk Duduk ditempat yang sudah disediakan, sementara ia menyapa para tamu dan Kliennya


Banyak ucapan selamat dari para tamu dan Kliennya. Para penghulu sudah memasuki tempat acara itu digelar, lalu Renal memerintahkan anak buahnya untuk membawa Sisil keruangan tersebut karena acara Ijab Qobul Nya akan segera dilakukan

__ADS_1


Ketika Sisil melangkah kan kakinya keruangan tersebut semua mata memandangnya meskipun Sisil gendut namun tak mengurangi kecantikannya, Leo yang berada disana pun dibuat heran dengan penampilannya.


Ia pun tak segan-segan untuk menggandeng Sisil dan membawanya duduk didepan Bapak Penghulu, dengan wajah tegang Leo Bapak Penghulu memberikan pengarahan padanya.


Semua tampak tengang disana, beda halnya dengan Bu ida ia merasa panik sendiri, Ia mencoba menghubungi Salsa namun tak pernah ada jawaban.


Pa Anwar pun mulai menjabat tangan Leo, Pak Penghulu mulai menuntun pa Anwar dan Leo mulai mengucapkan kata-kata Sakralnya.


" Saya terima Nikah dan kawinnya Sisil Melisha Putri binti Anwar Juandi dengan mas kawin perhiasan berlian satu set, satu unit mobil dan Satu saham perusahaan di Anwar Grup dibayar tunai "


" Bagaimana para saksi " ucap sang penghulu


" gawat ini gawat apa yang harus kulakukan " ucap panik bu ida dalam hatinya


" Tunggu.... " teriakan seorang gadis dengan menangis tersedu-sedu


.


.


.


***Bersambung.....


Hayo penasaran kan Siapa yang datang dan apa yang akan dilakukan Leo....

__ADS_1


Para Readers ada yang bisa tebak....


Ikuti terus ceritanya*** ......


__ADS_2