
Seseorang datang menepuk pundak satria, Ia pun menjerit ketakutan karena yang dilihatnya seseorang yang memakai baju kuntilanak.
" Aaaaaaa.... setan " ucap Satria
" Siapa bilang kaya gitu siluman " ucap Farel menjewer telinga Satria karena iya yang dari tadi berisik
" Kamu tenang ya dek... itu cuma bohongan... ingat bohongan " ucap Farel
" Kamu gantian dibelakang Ehan... Aku takut " ucap Satria
Ehan pun berjalan dibelakang Farel dan Satria lalu kemudian seseorang menepuk pundak Ehan berkali-kali
" Ka... ka... ka... hahahahannnntuuuu " ucap Ina menjerit
" Mau apa Hem... aku ga takut " ucap Ehan memplintir tangan seseorang dengan kostum hantu
" AW... AW... dek ampun dek " ucapnya
" Ka udah ka... " ucap Ina yang tadinya takut jadi kasian dengan seseorang yang memakai kostum itu
" Ya udah sana " ucap Ehan kesel
" Han... ko malah diplintir... kasian dia " ucap Satria
" Emang dia rese... aku ga nengok terus aja tepuk-tepuk pundak aku " ucapnya masih kesal
" Itu kan tugas mereka ka " ceplos ina
Merekapun tertawa namun tiba-tiba mati lampu, Ina pun menjerit ketakutan memeluk sang Kaka
" Aa...... aaaaaaaaaaaa " Teriakan Ina
" Tenang Dek... ada Kaka disini " ucap Ehan
" Kaka Ina takut " ucapnya
" Pegang tangan Kaka ya dek... jangan dilepas " ucapnya
lalu terdengar suara orang menangis
" Lah... siapa yang nangis " ucap Satria
" Hantu... " ucap Farel menakuti Satria
" Jangan ditakutin dong... kalau aku pipis di celana gimana " tanyanya
" Ih jorok " ucap Ina
" Ga tau malu " ucap Ehan
Merekapun berjalan kembali mencari jalan keluar lalu terdengarlah suara orang tertawa seperti suara hantu dalam flem.
Hihihihihihi
" Ka Suara apa itu " tanya Ina
" Kayanya itu suara hantu tertawa deh Ina cantik " ucap Satria
__ADS_1
" Aku juga jadi takut banget " ucap Satria
" Kamu tenang dek... kan ada Kaka... lawan rasa takutmu " ucap Ehan
" Iya ka... "
" Kalian benar-benar ya Ehan, Farel ga ada takut-takut nya " ucap Satria kesal
" Orang itu bohongan " ucap Farel cuek
Seseorang yang memakai jubah putih dengan wajah penuh warna merah dan rambut panjang siapa saja yang melihat pasti akan lari terbirit-birit. beda halnya dengan Ehan dan Farel.
" Aaaaaaaaaa.... kakak-kakak setannya jelek " ucap Ina
Satria pun kabur duluan dengan lari terbirit-birit dan Ina menutup matanya sedangkan Ehan mencubit tangan hantu bohongan itu,
" Kamu nakal ya... adikku jadi takut... mau tangung jawab kalau dia jantungan hah... mau aku lapor polis... " ucap kesal Ehan sambil mencubit yang memakai kostum hantu itu.
" AW... AW... AW... dek sakit... ampun dek ampun " ucap sang hantu bohongan pergi meninggalkan mereka sedangkan Satria kembali lagi menghampiri mereka
" Aduh gimana ini.. aku ga kuat pengen pipis " ucap Satria
" tahan dong jangan pipis disini " ucap Ina
" Tapi Ina cantik udah ga bisa ditahan " ucapnya
" Ya udah pipis aja kalau kamu ga malu " ucap Farel
Merekapun melanjutkan perjalananya mencari jalan keluar namun tiba-tiba sang pocong mengagetkan mereka. sontak Satria dan Ina berteriak semakin kencang
" Heh pocong mau ngajak berantem sama aku sini... aku ga takut " ucap Ehan main kejar-kejaran dengan sang pocong
Ehan pun memukul-mukul sang pocong tersebut, sang pocong pun merasa kesakitan
" Ampun Dek ampun " ucapnya
" Dimana jalan keluarnya " kata satria yang sudah tak tahan mau pipis
" Lurus belok kiri " kata sang pocong
Merekapun segera pergi dan menuju jalan yang sang pocong tunjukan. Dan akhirnya Mereka keluar dan bebas dari sana.
Satria langsung terbirit-birit kekamar mandi karena sudah tidak tahan mau pipis. sedang kan Sisil memarahi Ehan karena mengajak Ina ketempat seperti itu.
" Ehan... apa-apaan ini... Ina sampai keringatan begitu " tegurnya
" Maaf bunda... Ehan cuma mau Ina ga merasa ketakutan ... " ucapnya menundukkan kepala
" Bunda jangan marahin Ka Ehan... Ina ga ketakutan Ko... Ina malah senang... ini pengalaman pertama buat Ina.. seru " jelaskannya
" Bunda.. Farel paper " ucapnya mengalihkan pembicaraan
Setelah satria datang barulah mereka pergi makan di sebuah restoran disana. Keempat anak tersebut sangat lahap memakan makanannya.
" Ina ini bekal kamu... " ucap Sisil
" Iya bunda " ucapnya senang
__ADS_1
" Ina ga bisa makan sembarang... harus yang dimasak dengan higienis dan benar-benar bersih bahanya " ucap Sisil pada Yesi
" Oh.. Calon mantuku... lain kali boleh mamah Yesi buatin Kamu masakan " ucapnya
" Boleh Tante " ucap Ina
Setelah mereka makan, tiba waktunya untuk pulang. Sisil terlebih dahulu mengantarkan Yesi pulang lalu ia pun pulang ke mansion.
.
...****************...
.
Sesampainya disana Mereka langsung turun dan menemui sang Ayah yang sedang menonton televisi sambil menunggu Istri dan anaknya pulang.
" Ayah... " teriakan Ina memeluk Leo
" Sayang... dari mana saja... ga kangen sama Ayah " ucap Leo
" Aku sama Kaka dan Abang tadi ke Mall dan bermain disana.. seru ayah... " ucapnya
" Nanti kalian semua harus mainnya sama ayah " ucap Leo
" Kapan Ayah " kata Ehan
" Nanti ya sayang " ucap Leo terseyum
Memang Leo selama ini memanjakan Ina karena ina sering sakit jadi kasih sayang yang Leo berikan juga berbeda kepada kedua anak laki-laki nya.
" Farel, Ehan... sini duduk disamping Ayah " ucap Leo
" Ayah bawakan mainan buat kalian... " ucap Leo memberikan 3 kotak hadiah untuk mereka
" Maksih ayah " ucap mereka senang
Merekapun menceritakan tadi ketakutannya satria pada sang ayah, Merekapun tertawa bersama dengan tingkah kekonyolan satria tadi dan tingkah Ehan yang membuat Sisil dan Leo menggelengkan kepalanya.
.
.
.
Di Ekstra Part ini aku ceritakan kelucuan tentang mereka ya.. tapi ketika mereka sudah dewasa aku ganti judul ya...
So ikuti terus kisahnya...
tungguin kisah versi sudah dewasa mereka ...
semoga kalian suka...
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan Dukung Aku dengan cara
Like....Komen..... dan Vote ......
Jangan bosen-bosen ya .....
__ADS_1
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua....
Karena Doa yang baik akan kembali kepada orang memberi Doa.... 😁😁😁