
Setelah menemukan tempat makan yang cocok mereka langsung duduk dikursi yang sudah disediakan lalu segera memesan makanannya.
" Sayang Kamu mau makan Apa hem " ucap lembutnya
" Gimana Mas aja "
" Em.. Aku ingin Pesan ... " ucapnya terpotong
" Renal pesankan makanan seperti biasa, dan pesankan juga untuk istri tersayang ku " Ucapnya mengabaikan Salsa
" Sial Aku dicuekin, aduh... kesel banget " batin Salsa
" Baik Tuan " ucapnya memanggil seorang pelayan
Renal segera memesan makanan yang biasa Leo pesan, Dia memesan untuk tiga porsi. Salsa pun merasa kesal dengan Renal
" Ga Asisten ga Majikan sama-sama nyebelin... " Batin kesal Salsa
" Ehem... Tuan Renal Maf Saya belum pesan Loh, kenapa Anda tidak pesankan untukku juga " ucapnya dengan wajah kesal
" Maf Nona Salsa Saya tidak tahu makanan kesukaan Anda, bukankah Anda bisa pesan sendiri " jawab sinisnya
Telepon Renal berbunyi, lalu dengan segera Renal mengangkat teleponnya namun agak menjauh dari meja sang majikan.
" Mas Aku ketoilet dulu " ucap Sisil
" Mau Mas antar Sayang " ucap mesranya
" Ga usah Mas, Ku bisa sendiri " ucapnya melangkah pergi
" Aduh... duh,... duh... " ucap Salsa meringis kesakitan
" Kenapa " ucap sinisnya
" Mataku kelilipan " ucapnya
" Trus " jawab singkatnya
" Bantuin Leo....Tiupin.... " ucapnya
" Tapi Kau harus tutup mata " jawabnya
Salsa pun menutup matanya dengan terseyum senang namun tanpa diduga Leo menghampiri seorang pelayan laki-laki disana.
"Biar Tau rasa Kau Salsa " batin Leo
" Mas... " ucap Leo menghampiri seorang pelayan
" Ia Tuan ada yang bisa dibantu " tawarnya
" Liat Dia, Dia kelilipin bisa bantuin buat tiupin dong " ucap berbisik-bisik sambil terseyum dan memberikan sejumlah uang pada pelayan itu
" Baik Tuan " ucapnya
__ADS_1
Pelayan itu langsung menghampiri Salsa yang sedang menutup matanya ia lalu segera meniup mata Salsa dengan lembut. Salsa yang tadinya senang pas membuka matanya langsung kaget dibuatnya sedangkan Leo tertawa senang.
" Sial, Leo keterlaluan.... " batin Salsa marah
Salsa marah lalu pergi ketoilet, Dia bertabrakan dengan Sisil. tadinya ia mau memarahi Sisil namun ia tahan karena takut rencananya akan gagal memisahkan Sisil dn Leo.
" Loh Ka Maf " ucap Sisil
" Ga papah Sil " ucapnya pergi meninggalkan Sisil
" Aneh kenapa Ka salsa " batin Sisil
...****************...
Setelah selesai dengan teleponnya lalu Renal menghampiri meja sang majikan dilihatnya hanya ada Leo seorang karena Salsa dan Sisil sedang ketoilet bersama.
" Em.. Tuan maf Saya mau memberi tahu sesuatu pada Anda " ucap Renal dengan hati-hati takut Leo mengamuk
" Katakan " ucap singkatnya
" Ini mengenai hasil penyelidikkan yang Tuan perintahkan kemarin Tuan "
" Ada apa, cepat katakan selagi Sisil sedang ditoilet "
" Begini Tuan mengenai perlakuan Nona Yesi pada Nona Sisil " ucapnya gugup
" Renal katakan jangan bikin saya kesal "
" Baik Tuan jadi Ternyata selama Nona Sisil dipelatihan, Ia diperlakukan sangat buruk, bahkan seminggu yang lalu Nona hanya ditugaskan hanya untuk memasak dan olahraga " ucapnya tegang
" Mafkan Saya Tuan "
" Sekarang Kita rencanakan untuk membuat Yesi menderita... Besok kita datang ketempat Yesi tapi jangan sampai Sisil Tau mengerti " ucap Leo
" Mengerti Tuan "
...****************...
Sisil Pun datang berbarengan dengan Salsa, mereka langsung Duduk dan menyantap makananya dengan lahap namun ada saja tingkah Leo yang membuat Salsa kesal.
" Sayang, Makan ya jangan buru-buru ga akan ada yang makan makananmu juga " ucapnya meyusap bibir Sisil yang sedikit kotor dengan tangannya
" Makasih Mas " ucapnya dengan terseyum
" Sayang, Mas suapin ya " ucapnya lembut yang dibalas anggukan oleh Sisil
" Buka mulutnya Sayang.... Aaa... mmmm, Gimana enak " tanyanya sambil terseyum
" Enak "
Leo meyuapi Sisil sampai makanan dipiring Sisil habis, bahkan bukan itu saja Leo sampai rela membawakan minum, mengusap bibir Sisil dengan Sisil dan sikap romantis lainnya. hal itu membuat Salsa semakin cemburu pada Sisil.
" Lama-lama Aku cakar juga Sisil, berani banget didepanku bersikap seperti itu " ucap dalam hatinya sambil menghela nafas panjngnya
__ADS_1
Setelah Selesai makanya merekapun segera pergi dari sana, Sisil dan Leo sudah memasuki Apartemennya. Sedangkan Salsa diantarkan Renal kehotel yang disewanya.
...****************...
Malam hari di Apartemen Leo terjadi mati Lampu seketika Sisil berteriak dalam kamarnya ia mencari-cari senter namun tidak ketemu. ia pun bingung lalu menangis kencang.
Leo yang mendengar suara tangisan tadinya ia takut, namun ketika ia ingat tentang Sisil ia segera menyalakan senter di handponenya dan menghampiri kamar Sisil.
Pintu kamar Sisil dibuka Leo dan benar Saja Sisil sedang menangis ketakutan. dengan segera Leo memeluk Sisil.
" Kamu tenang Ini aku Leo " ucapnya cemas
" Mas Aku takut " ucapnya ketakutan
" Kamu tenang kan Ada Aku " memeluk erat tubuh Sisil
Leo pun segera membawa Sisil keranjangnya dan meyelimutinya.
" Sekarang Kamu tidurnya sudah malam " ucapnya
" Aku Takut Mas, jangan tingalin Aku " ucapnya masih takut
" Aku Disini Kamu tenang ya " ucapnya ikut berbaring disamping Sisil
Suara hujan dan petir begitu keras membuat Sisil begitu kaget, dengan segera Leo memeluknya. hingga akhirnya Sisil tertidur dihangatnya pelukan Leo.
" Akhirnya Kamu tidur " mengusap rambut Sisil
" Ada apa denganku...Rasanya nyaman memeluk Sisil apa karena cuaca dingin " batinya heran
Tanpa disadari mereka tertidur pulas sambil berpelukan. Hal yang belum pernah mereka lakukan selama ini.
.
.
.
.
Bersambung....
Halo Semua,..
Saatnya Kita balas dendam sama Yesi.... enaknya Diapain ya guyz
Arthur minta sarannya ya semua
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan Dukung Aku dengan cara
Like....Komen..... dan Vote ......
Jangan bosen-bosen ya .....
__ADS_1
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua....
Karena Doa yang baik akan kembali kepada orang memberi Doa.... 😁😁😁