Dendam Sang CEO

Dendam Sang CEO
Ekstra Part 27


__ADS_3

" Terus mau apakan Kau bakso sebanyak ini " ucap Farel


" Ambil satu-satu buat kalian " ucap Ehan


Merekapun mengambil satu persatu bakso lalu Ehan meminta mereka untuk balapan memakan bakso siapa yang makanya terakhir maka dia harus menghabiskan 5 mangkuk lagi baso sisanya.


" Aku punya ide " ucap Ehan dengan terseyum jahat


" Apa " ucap Farel


" Kita balapan makan bakso yang kalah harus menghabiskan lima mangkuk bakso sisa ini " ucap Ehan


" Setuju... " ucap Kemal


" Ok " ucap Mereka


Merekapun segera memakan baksonya dengan cepat dan lahap.


" Aku kesatu " ucap Farel


" Aku kedua " ucap Ehan masih menguyah baksonya di mulutnya


" curang masih ada makanan di mulut bilang udah habis " ucap Haikal


" Cepetan makan.. jangan ngomong terus kamu mau habiskan tuh Lima mangkuk bakso " ucap kemal


" Aku ketiga " ucap Dandi yang masih masih menguyah baksonya di mulutnya mengikuti cara Ehan agar iya tidak kalah


" Kalian cepat... Tinggal kalian berdua... kalian mau habiskan tuh Lima mangkuk bakso " ucap Ehan


" Tidak " ucap Kemal


" Aku ke empat " ucap Haikal masih menguyah baksonya di mulutnya agar iya menang


" Kalian curang " ucap kemal


" Yah... kamu kalah... " ucap Ehan tertawa senang


" Cepat makan baksonya " ucap Farel


" Tapi... masa sebanyak ini " Protes kemal


" Kamu kan gendut... masa ga bisa habiskan ini " cibir Ehan


" Ya.. tapi ga harus lima mangkuk juga " ucap Kemal


" Ayo bos... habiskan " ucap Dandi


" Diam kamu... memangnya enak habiskan lima mangkuk bakso " ucapnya kesal


" Ayo bos... biasanya juga bos makan banyak "


" Diam Kau semua aku sedang berkonsentrasi memakan bakso-bakso ini " ucapnya


Kemal pun menghabiskan satu mangkuk Bakso tanpa teras.


" Bos masih ada empat mangkuk lagi " ucap Haikal


" Diam kamu... mau aku masukin semua bakso ke mulutmu " ucap Kemal emosi


Kemal pun segera memakan kembali baksonya dengan wajah kekenyangan.


" Bos Tinggal satu lagi " ucap Dandi


" Aku tau... mulutku udah enek " ucap Kemal


" Tambahin cabe biar kamu semangat makannya " ucap Ehan


Kemal pun akhirnya menghabiskan makanannya dengan lahap. setelah mereka selesai merekapun segera menuju kelasnya karena bel sudah berbunyi tandanya pelajaran akan dimulai kembali.


" Yu Kita kekelas " ajak Ehan

__ADS_1


" Aku duluan " ucap Farel


" Aku masih kenyang " ucap Kemal


" Tapi bos.. nanti kalau dimarahin guru gimana " tanya Haikal


" Ayo " ajak kemal


Merekapun sudah berada di kelasnya lalu kemal pun merasa perutnya ga enak.


" kalian kenapa pakai baju olahraga " tanya Kemal pada Ehan dan Farel


" Sekarang kan pelajaran olahraga... masa kamu lupa " ucap Farel


" OMG bos... gimana kabarnya perut bos " ucap Haikal


Sang guru olahraga pun datang kekelas.


" Ko kalian belum siap-siap.. sekarang giliran olahraga .. persiapkan diri kalian... bapak tunggu di lapangan " ucap sang guru


" Tapi pa.. saya mau minta ijin ga olahraga.. saya lagi ga enak perut " ucap kemal


" Kamu kelihatannya sehat-sehat saja... jangan banyak alasan sekarang ganti bajumu " ucap Sang guru


" Tapi.. tapi pa... " ucap Kemal namun sang guru sudah pergi meninggalkan kelas


" Gimana ini " ucap Kemal


" Kamu olahraga pelan-pelan saja... " ucap Ehan


" Benar bos... " ucap Haikal


Merekapun sudah berkumpul di lapangan dan berbaris mereka akan melakukan senam sehat sebagai pemanasan.


Sang Guru pun memutar musik dangdut sebagai penyemangat senamnya.


" Kalian ikuti gerakan bapak ya " ucap Sang guru


Merekapun memulai senam nya dengan penuh semangat kecuali Kemal. karena perutnya sedang tidak enak ,


" Kemal... goyangkan badanmu " ucap sang guru


" Ini sudah goyang pa " ucapnya


" Kurang goyang " ucap sang guru


Kemalpun melakukan gerakan senam dengan menggoyang-goyangkan tubuhnya namun malah perutnya yang terasa seakan dikocok-kocok


" Woek... woek... woek... " Ucap kemal memuntahkan bakso yang tadi


" Ih Bos jorok " ucap Haikal menjauhinya


" Iya nih... ih... jorok " ucap Dandi


" Kemal kamu kenapa " tanya sang guru


" Kan aku bilang ga enak perut... tapi bapak ga percaya " ucapnya


" Kenapa kamu bisa begitu " ucap Sang guru


" Dia tadi makan enam mangkuk bakso pa " celetuk Haikal


" Astaga Kemal Kamu rakus sekali... jadi kamu begini kan " ucap sang guru


" Pa... saya permisi dulu mau muntah lagi " ucapnya melangkah pergi


Merekapun melanjutkan senam dan berolahraga tanpa kemal. setelah selesai merekapun segera pulang karena sudah bel pulang


" Kasian si kemal " ucap Ehan


" Gara-gara kamu " ucap Farel

__ADS_1


" Loh ko aku bang " ucapnya


" Kamu menyuruhnya makan bakso itu " ucap Farel


" kan dia yang kalah " ucapnya langsung melajukan sepedanya


" Kemari Satria, tadi kemal besok siapa lagi " tanya Farel


" Ih orang mereka kalah balapan " ucapnya


" Kamu kapan sih tobatnya Ehan... " ucap Farel


" Tobat apa bang... emang aku kenapa " tanya Ehan


" Pikir saja sendiri " ucap Farel melajukan sepedah ya dengan cepat


" Bang Tunggu " ucap Ehan berusaha mengejarnya


" Aku laporin bunda " ancam Farel


" Jangan dong bang " ucap Ehan


" Aku ga mau ada korban lagi " ucap Farel


" Aku janji deh ga gitu lagi " ucap Ehan


" Kamu suka ingkar " jawabnya


" Kali ini beneran deh g gitu lagi... " ucap Ehan


Merekapun melajukan kembali sepedah nya dengan kecepatan kencang


.


...****************...


.


Setelah sampai di rumah Ehan Mun menceritakan perlombaan yang akan mereka lakukan besok.


" Bunda kami pulang " ucap Ehan


" Anak bunda sudah pulang ... cepat mandi terus kita makan siang bareng " ucap Sang bunda


Merekapun segera mandi dan bersiap-siap untuk makan siangnya.


" Bunda abang Farel Besok mau terbang ke Malaysia " ucap Ehan


" Loh bukannya Abang ga suka naik pesawat " ucap Sisil


" Abang kepilih untuk mewakili sekolah mengikuti lomba olimpiade di malaysia bunda " ucap Ehan


" Wah... anak bunda ... hebat " ucap Sisil


" Ehan juga besok akan mengikuti perlombaan matematika se-Indonesia " ucap Ehan


" Wah kamu juga hebat " ucap Sisil


" Selamat ya Abang...Kaka " ucap Ina dan Ali ikut senang


" Kalian juga harus doain Abang dan Kaka " ucap Sisil pada Ina dan Ali


" Iya bunda " ucap mereka


" Sekarang kita makan dulu ya " ucap Sisil


Merekapun segera memakan makananya dengan lahap. setelah selesai dengan makannya Sisil pun meyiapkan peralatan yang akan dibawa sang anak ke perlombaan itu.


Meskipun Sisil kerepotan namun iya bangga dengan apa yang dilakukan sang putranya. Iya bahkan bahagia ketika Diberi tahu jika Ehan dan Farel akan mengikuti perlombaan.


Meskipun mereka gagal Sisil akan merasa bangga pada mereka karena bagi Sisil yang penting adalah usahanya dulu baru jika usahanya sudah maksimal barulah kita akan tau hasilnya. karena kalah dan menang memang sudah biasa dalam perlombaan.

__ADS_1


Sisil merasa sedih harus berpisah lagi dengan kedua putranya meskipun hanya satu atau dua hari namun tetap saja iya ingin menemani sang putra namun sepertinya tidak bisa iya lakukan karena pihak sekolah yang meminta orang tua murid tidak ikut ke perlombaan itu.


__ADS_2