Dendam Sang CEO

Dendam Sang CEO
Episode 64


__ADS_3

Bu Ida hendak mengajak Salsa untuk Makan malam, namun tak ada jawaban lalu ia pun segera membuka pintu kamarnya, betapa kagetnya ia mendapati Kamar sang Anak Kosong.


" Sha... Yuk Kita makan... " Ajak Sang Mamah


" Sha.... Sha.... "


Tok.... Tok.... Tok...


" Ko ga ada jawaban apa Aku buka saja " batin Bu Ida


Ceklek


" Sha.... Sha... Sha... " pangil sang Mamah


" Ya ampun Salsa kemana jam segini ga ada dikamarnya... jangan-jangan Dia diculik " gumannya


Lalu ia segera berlari menuju ruang tempat mereka makan bersama,


" Pah Gawat... ini Pah " ucap paniknya


" Kenapa Mah " ucap sang Suami menenangkanya


" Salsa Pah... Salsa... " ucapnya sambil menangis


" Mamah tenang Dulu... bicara pelan-pelan sama Papah " ucapnya mencoba menenangkan Sang istri


" Salsa ga ada dikamarnya... Dia diculik... " ucapnya menangis tersedu-sedu


" Mamah jangan berpikiran jelek dulu.. lebih baik Kita tanyakan pada Ujang... " ucap Pa Anwar


Merekapun segera menuju rumah Mang Juju, yang berada dibelakang kandang Sapi.


Tok.... Tok.... Tok...


" Eh Bu Ida... Ada yang bisa dibantu Bu " tanya Ambu Euis


" Saya mau ketemu sama Ujang " ucapnya


" Sebentar Saya pangilkan hela silahkan masuk atuh " ucapnya


" Ujang... Ujang... kesini " ucap Sang Ambu


" Ada apa Ambu meni gogorowokan kitu " ucap sang Suami


" Ieu gera Abah keluarga Bu Ida milarian Si Ujang duka aya naon " ucapnya


Ujang pun datang menemui mereka


" Bu Ida... Pa Anwar ini teh ada apa tumben kerumah Saya " ucap Ujang merasa Heran


" Gini Ujang... Tadi Bu Ida pergi kekamar Salsa tapi tidak ada.... apa... Kamu tau dimana Salsa " tanya Pa Anwar


" Oh Neng Salsa... Neng Salsa mah pergi Ka kota Naik Bus... " ucap Polos Ujang


" Oh ia Pah,.. Mamah ingat tadi Salsa minta uang sama Mamah untuk pergi ke kota dan melamar pekerjaan... tapi Mamah ga Kasih " ucap Bu Ida ikut Heran


" Terus Ia dapat uang dari Mana " ucap sang Papah


" Tadi teh Neng Salsa sebelum pergi kekota neng Salsa menjual dulu perhiasan... Gelang 2 " ucap Ujang


" Apa.... Salsa nyuri gelang Mamah... keterlaluan... Salsa ehhhh " ucap Kesal sang Mamah


" Heh Ujang Kenapa Neng Salsa di antar ke kota sama Kamu " ucap marah Mang Juju


" Maaf atuh Abah da awalnya juga Ujang teu tau Neng Salsa maksa-maksa " alasan Ujang


" Pah gimana ini Pah... Mamah takut Dia akan membuat rencana jahat Sama Leo dan Sisil " khawatir Bu Ida


" Salsa Salsa... kenapa sih bikin ulah terus... Kita harusnya bersyukur Leo hanya menghukum kita seperti ini " ucap kesal sang Papah

__ADS_1


" Lalu bagaimana Pah... Mamah ga mau jadi gembel " ucapnya sambil mau nangis


" Yaudah kita hubungi Leo Saja " ucap Pa anwar


Merekapun langsung pergi kedalam rumah untuk menghubungi Leo memakai telepon yang ada didalam Rumah


Sedangkan mang Juju pun tampak menghubungi Leo namun tak diangkat


Tut... Tut.... Tut...


" Ga di angkat Mah " ucap Pa Anwar


" Coba sekali lagi Pah " ucap Bu Ida


Tut... Tut.... Tut...


" Masih ga di angkat Mah " ucap Pa Anwar


" Kita coba besok pagi Pah " ucap Bu Ida


Merekapun makan malam terlebih dahulu meskipun selera makan mereka sudah tidak ada karena kelakuan salsa, setelah itu mereka kembali ke kamar dan merebahkan tubuhnya untuk segera tidur


...----------------...


Tut... Tut.... Tut...


Tut... Tut.... Tut...


Suara dering handpone Leo menandakan ada pangilan masuk, Empat pangilan masuk dari Dua orang yang berbeda. Leo mengabaikan suara itu demi orang yang ia cintai karena baginya ga ada yang lebih penting dari sang istri. Ia sibuk mengurus sang istri masih sakit namun engan kerumah sakit.


Keesokan harinya Sisil bagun lebih pagi, ia merasakan perutnya mual dan pusing entah kenapa, mendengar suara muntah Sang Istri Leo pun segera bagun dari tidurnya dan menghampirinya.


Wuoekkkk wuoekkkk


" Sayang... Kamu kenapa " ucap Leo


" Perutku Mual Mas... " ucap Sisil yang tampak Layu dan pucat


" Aku makan seperti biasa Ko... " ucapnya memegang perutnya


" Masih Mau muntah lagi ga sayang " ucap LeO merangkul sang Istri


" Ga mas... kepalaku pusing sekali sekarang " ucapnya


" Yasudah Aku gendong ya "


Sesampainya ditempat tidur Leo pun meyelimuti Sisil. dan mengusap keringat diwajah Sang Istri.


" Sayang... Hari ini Kamu diam di Mansionnya... Kamu istirahat... besok kalau sudah sembuh Kamu boleh kerja lagi " ucap Lembut Leo


" Ia Mas " ucapnya memejamkan matnya


" Sekarang Kamu diam disini Aku akan bawakan Bubur ya sayang " ucapnya mengecup kening Sisil.


Leo segera turun kebawah lebih tepatnya ke dapur semua pembantu disana dikumpulkan. Sang Oma yang melihat wajah Leo seperti orang marah pun bingung.


" Ani... Sini Kamu " teriakannya


" Ia Tuan... Ada yang bisa Saya bantu... " ucapnya gugup


" Leo ada apa Sih... Pagi-pagi sudah teriak-teriak... marah-marah " ucap Sang Oma


" Ani Kumpulkan semua pembantu yang ada dirumah ini sekarang " titahnya


" Sisil Sakit muntah-muntah Oma... Leo takut Dia salah Makan " ucap dengan raut wajah khawatir


" Masa ia Sisil salah makan " batin Oma


Semua pembantu sudah berkumpul dihadapan Leo, mereka gugup dan sangat ketakutan belum pernah Leo Semarah itu.

__ADS_1


" Saya mau tanya pada kalian semua... kenapa istri Saya bisa muntah-muntah dan sakit setelah memakan Masakan Kalian " bentaknya


" Perasaan kemarin Aku siapin makanan dengan benar dan sesuai .... seperti biasanya " batin Ani


" Jawab " bentaknya lagi


" Maap... Tuan... Kami.... kemarin... Memasak... dengan.... benar... dan sesuai seperti... biasanya " ucap Ani terbata-bata


" Lalu kenapa Istri Saya bisa seperti itu " bentaknya lagi


Semua ruangan menjadi hening dan mencekam, bahkan Ani sampai meneteskan Air matanya takut sang Majikan Akan menghukumnya lebih parah.


" Kalo terjadi sesuatu pada istri Saya... Saya pastikan hidup kalian tidak tenang... Kalian mengerti" bentaknya


" Mengerti Tuan... " ucap serempak mereka


" Kalian boleh kembali bekerja dan Ani... Kamu tetap Disini "


" Baik Tuan Permisi " ucap serempak mereka


" Ani... sekarang Juga Kamu bikinkan Istri Saya bubur.... awas saja makanan yang Kamu buat bikin Istri saya tambah Sakit Ku pengal kepalamu " Acamnya


" Baik Tuan permisi " ucap Ani langsung membuatkan Bubur


" Sudah Leo... Jangan Marah-marah Oma pusing dengernya... Sekarang lebih baik Kau pangil Dokter... Biar Sisil sehat kembali "


" Oh Ia Oma... Leo lupa " ucapnya langsung menelepon seorang dokter pribadi untuk segera memeriksa keadaan Sisil


...----------------...


Salsa sudah membuat janji dengan seseorang untuk mengajaknya mengobrol dan Salsa tau dalam Handponenya terdapat rekaman percakapan Antara orang tersebut dengan Leo.


Salsa dari semalam meyewa hotel tempat ia tidur dan bermalam. ia pun langsung menghubungi Seseorang tersebut


Tut.... Tut.... Tut.....


" Halo... jadikan hari ini Kita ketemu " tanya Salsa


" Jadi lah " ucapnya


" Ok, Aku tunggu jam sebelas di Cape C " ucap Salsa menutup Teleponnya


" Bagus Satu persatu Rencanaku akan berhasil " batin Salsa


Ia pun segera bersiap-siap berdandan cantik dan rapi hanya untuk menemui seseorang tersebut.


.


.


.


Bersambung....


Halo Semua,..


Maaf ya Aku bikin dialognya ada bahasa sunda campuran soalnya kalo sunda semua nanti Bu Ida, Pa Anwar dan Salsa ga akan ngerti


Dan Maaf juga kalo bahasa Sundanya banyak dialog yang berantakan...


Ikuti terus kisanya...


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan Dukung Aku dengan cara


Like....Komen..... dan Vote ......


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua....

__ADS_1


Karena Doa yang baik akan kembali kepada orang memberi Doa.... 😁😁😁


__ADS_2