Dendam Sang CEO

Dendam Sang CEO
Episode 22


__ADS_3

Keesokan harinya Leo dan Sisil siap-siap untuk berangkat ke Belanda namun dengan tujuan berbeda, Leo pergi kesana dengan tujuan bisnis sedangkan Sisil pergi kesana dengan tujuan dan rencana yang sudah Leo susun sebelumnya meskipun mereka sudah membohongi Oma dan sang Ayah.


Sesampainya di bandara Belanda, Leo mengantarkan Sisil terlebih dahulu ke tempat kursusnya.


" Nanti Kau disana baik-baik jangan buat masalah, dalam jangka 1 bulan Kau tak berhasil lihat saja keluargamu ku bikin sengsara " ancam Leo


" Tenang Saja, Tapi... kenapa aku tak membawa sehelai pakaian " tanya heran nya


" Disana sudah disediakan, Kau tak perlu risau " ucap singkatnya


" Kalo Oma meneleponku bagaimana " tanyanya


" Tidak usah Kau angkat " ucap ketusnya


" Cepetan turun, Kau sudah sampai "


Lalu Sisil segera turun dan memasuki sebuah sekolah yang mewah, sedangkan Leo segera bergegas menuju perusahaanya


" Ini kursus atau sebuah universitas " gumamnya


**Anggap saja ya pake bahasa indonesia**


" Selamat Sore Nona, ada yang bisa Saya bantu " ucap santai satpam tersebut


" Saya mau keruangan ini " ucapnya menunjukan selebar kertas


" Baik Nona mari Saya antarkan " ucap Satpam yang diikuti langkahnya oleh Sisil


Tok....Tok....


" Maf bu Yesi ada tamu mencari Anda " ucap satpam

__ADS_1


" Suruh Dia masuk " ucapnya tegasnya


" Mari Nona masuk " ucap satpam


" Makasih pa " lalu segera Sisil menemui Bu Yesi tersebut


" Nona Sisil kan " ucapnya dengan ramah


" Betul bu " ucapnya canggung


" Mari silahkan duduk " ucap sopan ya


" Terima kasih bu " Sisil pun segera duduk


Disana Bu Yesi menjelaskan pada Sisil secara detail peraturan-peraturan dan hukuman yang ada disana. namun disana juga Sisil diberi penjelasan tentang kesehatan dan tubuh yang sehat.


Setelah selesai lalu Yesi memperkenalkan Sisil pada bu Yola, Bu Yola adalah pelatih sekaligus pembimbing Sisil, di tempat ini setiap peserta diberikan 1 pelatih, agar terlihat hasilnya maksimal.


Sisil sudah selesai diukur dan pengarahannya lalu ia dibawa kesebuah kamar yang nantinya akan menjadi kamarnya selama sebulan berada disana.


Sisil Pun beristirahat dengan nyaman dikamar itu, Leo mencoba menghubungi Sisil namun tak diangkat pun menjadi khawatir lalu ia berinisiatif untuk menghubungi Yesi.


Kring.... Kring


" Halo, Yesi disini ada yang bisa dibantu " ucapnya


" Halo Yesi, ini saya Leo apakah Sisil sudah menemuinya " tanya


" Sudah, Kau tenang saja Leo, istrimu cape mungkin ia sedang beristirahat " jawabnya


" Ia mungkin, teleponku tak dijawabnya " ucapnya

__ADS_1


" Baru juga berapa jam sudah kangen saja Kau ini " godanya


" Tidak kangen, aku hanya khawatir dengan ya, Dia kan ga bisa bahasa asing " elaknya


" Ah sama Saja, kata siapa Dia ga bisa bahasa asing, bahasanya lancar sekali " godanya kembali


" Benarkah, tapi Yasudah aku tutup teleponnya Bye " ucapnya langsung mematikan handphonenya


" Apa-apaan si Yesi... hem... menyebalkan dan ini lagi si gendut kemana saja lelet masa ga dengar suara ponselku " ucapnya kesal


Leo pun segera memutuskan untuk beristirahat karena Ia sangat lelah dengan rutinitas pekerjaannya seharian ini.


Keesokan harinya Sisil bagun lalu mengecek ponselnya, Dia kaget saat melihat 10 panggilan tak terjawab dari suaminya.


" Ya ampun Mas, maafkan Aku,....apa Aku telepon saja lah " ucapnya


Tut... Tut.... Tut.....


" Ga diangkat, apa Dia masih tidur, yasudah lah aku coba kirim pesan lewat WA deh " gumamnya


Setelah beres memberi pesan pada Leo, Ia segera membereskan tempat tidurnya.


Tok...Tok...


" Ia ada apa Bu Yola " ucapnya


" Maf Sisil sekarang Kita kumpul di Aula, pakai baju olah raga yang sudah disiapkan didalam dilemari " titahnya


" Baik Bu, Saya ganti baju dulu, terus Saya langsung ke aula " ucapnya


" Baik, saya tunggu " jawabnya

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2