
Sesampainya disana Yesi segera masuk ke perushaan itu. namun ia bingung rungan Renal dimana, Dia pun langsung menghampiri satpam dan menanyakannya padanya.
" Maaf Pa ruangan Pa Renal sebelah mana " ucap Yesi
" Maaf anda Siapa " tanya Satpam
" Saya Yesi... pacarnya Pa Renal "ucapnya bohong
" Semoga Dia percaya " batin Yesi
" Aku ga tau Pa Renal sudah punya pacar... biasanya orang-orang meyebutnya jombol Akut " batin Satpam tersebut
" Mari Bu Saya antarkan " tawarnya
" Maksih ya Pa "
Merekapun segera menaiki lift dan menuju ruangan Renal. Disana didalam ruangannya terdapat Tiga orang perempuan namun hanya Diani lah yang berdandan agak Seksi.
Tok.... Tok... Tok...
Ceklek
" Maaf Pa Ada yang mencari bapak " ucap satpam itu
" Siapa "
" Em.... " ucapnya terpotong karena Yesi menerobos masuk duluan
" Untung satpam itu ga ngomong Kalo aku pacarnya Renal... ehh tapi tunggu Ko Renal di kelilingi tiga orang perempuan.. dan yang pake baju merah ko gitu bajunya seksi " batin Yesi
" Mau Apa Kesini " ucap ketus Renal
" Ini kenapa lagi cewe... tadi ngaku-ngaku pacar Aku... sekarang Dia ngikutin Aku terus " batin Renal
" Hahahha ini kali ya yang namanya Yesi... katanya pacarnya Pa Renal tapi Ko sikap Pa Renal ketus banget sama Dia " batin Diani
" Ini... Aku bawakan Makanan... Aku tau pasti Kamu telat makan " ucapnya sambil terseyum
" Kalo Aku tolak kasian juga Dia " batin Renal
" Simpan Saja... Aku masih sibuk" ucap Ketus Renal
" Renal... Kalau Kamu telat makan nanti malah sakit... atau Mau Aku suapin " ucapnya membuka rantangnya
" Ini perempuan ga tau Malu.. udah di tolak masih aja kegatelan " batin Diani
Yesi pun menghampiri Renal sambil membawa kan rantangnya dan Dia pun mencoba meyuapinya
" Aammmm " ucapnya meyodorkan makanan kedepan mulutnya
" Ga Yesi nanti Saja " tolaknya
" Ayolah... sedikit saja " ucapnya masih meyodorkan makanan kedepan mulutnya
Akhirnya Renal meyerah Ia pun segera membuka mulutnya dan menguyah makanannya
" Lumayan Enak " batin Renal
" Pa Maaf ini Saya tidak mengerti " ucap Diani duduk disamping Renal
" Ini cewe apa-apaan... Mau aku jambak Kali ya " batin Yesi
Renalpun menjelaskan padanya tentang dokumen itu namun sembari menjelaskan Yesi pun Terus meyodorkan makanan kedepan mulutnya.
Diana dan Yesi pun saling menatap mata, mereka Sama-sama tidak suka satu sama Lain. Hingga waktu menunjukan tepat jam sepuluh malam Renalpun meyuruh mereka untuk pulang dan akan dilanjutkan besok.
" Ini Sudah Malam... terimakasih Sudah mau lembur... sekarang Kita pulang dan Kita lanjutkan Besok " ucap Renal
Mereka pun bubar tidak terkecuali Renal Yesi dan Diani, Bahkan Diani pun meminta Renal untuk menolongnya mengantarkannya pulang.
" Em... Pa Renal bolehkan saya nebeng Mobil bapak " ucap Diani
" Tidak Boleh " ucap Yesi
" Tapi Bu.... Saya kan perempuan... Jika saya pulang sendiri takunya ada orang jahat " ucapnya memasang wajah sedih
__ADS_1
" Itu bukan urusanku " ucap Yesi
" Dia apa-apaan Sih... seperti seorang pacar yang sedang Posesif " batin Renal
" Apa-apa sih.... Ko Dia yang ngatur-ngatur " batin Diani
" Yu Saya Antarkan kerumahmu " ucap Renal
" Tapi... Tapi... " ucap Yesi langsung meyusul Renal
Yesi sengaja duduk disamping Renal, Ia tidak Rela jika Diani ini mendekati Renal, sesampainya dirumah Diani merekapun segera melajukn mobilnya menuju Apartemennya
...****************...
Keesokan harinya Di mansion Leo mereka seperti biasnya melakukan Ritual sarapannya, setelah itu Merekapun berangkat kerja masing-masing, Leo segera mengantarkan Sisil kesekolah sebelum Ia pergi ke kantor.
" Sudah Sampe sayang... Kamu hati-hati kerjanya " ucap Leo mengecup kening Sisil
" Ia Mas " mencium tangan Leo
" Aku pergi Dulu ya, nanti siang Aku akan jemput lagi " ucapnya smbil terseyum
" Ok Mas " ucapnya balas terseyum
Sedangkan Marco sengaja mengajak sang Oma untuk memantau Restoran yang kemarin baru dibuka. hal itu membuat Oma senang dan kegirangan dibuatnya.
...****************...
Cuaca di Kota B pagi hari sangat dingin... bakan Salsapun memakai selimut 2 lapis saking kedinginanya.
" Buset dah... dingin banget.... " ucapnya kedinginan
" Sha... Bangun " ucap sang Mamah mengedor pintu
" Ia Mah... lama-lama Aku bisa beku Mah "
" Bapak ibu ini sarapanya " ucap Mang Juju
" Makasih " ucap Pa anwar
" Dicobain ya Mang "
" Ia Mang Enak " ucap Pa Anwar meyeruput kopinya
" Papah lagi apa " tanya sang istri
" Mah ini sarapanya... " ucap Pa Anwar
" Ini apa Pah... Ko bentunya kaya gini " ucap Bu Ida heran
" Di cobain Hela atuh Bu " ucap Mang Juju
" Em... Enak juga " ucap Bu Ida memakan ubinya
" Mang ini apa namanya kalo disini " tanyanya mulai akrab
" Disini mah Namanya teh Hui... " jawab Mang Juju
" Tapi bentuknya kaya Ubi ya Mang " ucap Bu Ida
" Jiga namah duduluran keneh Bu.. " ucapnya sambil tertawa
Salsa pun keluar dari kamarnya, ia tampak heran dengan apa yang dimakan ibunya. ia pun akhirnya memakanya walaupun Ia sempat merasa jiji
" Oh ia Bapak Ibu... Kenalken Anak Saya... pangil we namana Ujang " ucapnya
Ujang pun datang dan meyalami mereka, Dia tampak Sopan Rapi dan lumayan ganteng. meski begitu Salsa kurang tertatik karena Ujang hanya seorang pengurus kandang sapi.
" Neng Salsa... Jika neng perlu sesuatu pangil we Si Ujang... Da mang Juju mah teu aya didieu tiap Menit " jelakan Mang Juju
" Ia Mang... Mang tenang Aja "
" Ganteng Juga sih... tapi sayang dia anak orang miskin... bukan tipeku " batin Salsa
Pa Anwar dan Mang juju pun segera pergi menuju perkebunan.
__ADS_1
" Abah Titip Neng Salsa ya Kasep... tos sampe lecet " ucap Mang Juju
" Siap Atuh Abah " ucapnya
Ujang pun mengajak Salsa berkeliling perkebunan dan perternakan disana.
" Neng jangan pake baju nu Kitu " ucap Ujang
" Kenapa "
" Ini teh dikampung... Nanti para tatangga ngomongin Neng... " ucap Ujang karena dres yang dipakai Salsa kekecilan dan menurutnya terlalu seksi
" Ribet deh yaudah Aku ganti " ucapnya
Salsapun menggunakan celana panjang dan kaos pendeknya serta sendalnya takut kejadian kaya kemarin ia pun mulai membiasakan bertanya tentang keadaan sekitar.
" Yuk... " ajaknya
" Neng Salsa cantik pisan... tapi sikapnya kaya begitu... ah pasti ambu te setujuen " batin Ujang
" Neng... Ujang lupa.. Kalo Sapi-sapi teh belum dikasih Makan " ucapnya
" Yaudah Kasih makan aja "
" Tapi Neng harus ikut "
" Lah Aku Ikut... iuh.. jijik banget " ucapnya
" Hayu atuh Neng sekali saja.. Kalau Neng ditingaken sendiri ke Si Abah marah " ucapnya dengan wajah memelas
" Yaudah "
Merekapun segera menuju kandang Sapi, Ujang dengan Sigap dan cekatan memberi makan mereka.
" Neng Sini Atuh "
" Ga mau becek " tolak Salsa
" Ini pake sepatu boat Ujang... jadi Neng te ngarasa Jijik " ucapnya
" Ujang... Bau.... "
" Ya wajar atuh Neng namanage di kandang Sapi upami harum mah ya ditoko Parfum " ucap ujang
" Ujang mereka lagi ngapain " Tanya Salsa menunjuk pada seorang pegawai yang sedang memeras susu
" Oh Eta... lagi memeras Susu Neng " ucap Ujang
" Jadi yang selama ini Ku minum itu begini dulu... woekkkk woek... " ucapnya mau muntah
" Ey si Neng mah jorok " ucap Ujang
Ujang dan Salsa pun sudah selesai dikandang Sapinya lalu Salsa memutuskn untuk mandi karena ia merasa mencium bau Sapi terus. sedangkan Pa anwar dan Mang ujang sudah pulang dari perkebunan
.
.
.
Bersambung....
Halo Semua,..
Ikuti terus kisanya...
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan Dukung Aku dengan cara
Like....Komen..... dan Vote ......
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua....
Karena Doa yang baik akan kembali kepada orang memberi Doa.... 😁😁😁
__ADS_1