
Setelah Lulus Pesantren, Ehan Dan Farel di jemput oleh sang Ayah dan bundanya untuk pulang ke Jakarta dan melanjutkan sekolahnya di universitas negri disana.
Kini Ehan dan Farel sudah mulai dengan kuliahnya, ini hari pertama mereka mengikuti kegiatan Penerimaan mahasiswa baru disana seperti Ospek.
Hari ini Sisil seperti biasanya sudah meyiapkan sarapan untuk keluarganya. Ina, Farel dan Ehan tampak sudah rapi dengan baju seragam sekolah yang mereka kenakan, meskipun mereka berbeda tingkatan namun tidak membuat Ina menjadi minder.
Mereka langsung duduk dikursi meja makan tersebut. dengan senyum dan semangat yang mereka tunjukan pada sisil
" Wah anak-anak bunda sudah pada wangi dan rapi " Ucap Sisil
" Iya dong bunda... Ina sudah tidak sabar untuk pergi kesekolah dan cepat lulus " ucapnya dengan senyum bahagia
" Ehan juga udah ga sabar mau pergi kekampus... sekarang Ehan sama abang mulai di Ospek " ucap Ehan
" Anak Bunda sudah pada besar sekarang... Ingat Ehan ga boleh kamu berantem dan balapan lagi " ucap Sang Bunda
" Iya bunda Ehan tau " ucap Ehan
" Kalau kamu seperti itu lagi bunda kirim ke pesantren lagi mau " tanya sang bunda
" Mau bunda.. " ucap Ehan
" Loh ko mau sih " ucap Sang bunda heran
" Disana ada gadis gebetan Ehan bunda " ucapnya Farel terseyum jahat
" Abang .. jangan bilang-bilang " ucapnya
" Ih ka Ehan, cinta-cintaan bunda " ucap Ina
" Ga ko bunda " ucapnya mengelak
" Pagi Bunda " ucap Ali
" Pagi sayang, duduk nak " ucap Sisil
" Hay anak-anak ayah " ucap Leo
" Hai ayah "
" Senang melihat kita berkumpul kembali " ucap Leo langsung duduk di kursinya
" Oma juga senang, meskipun tingkah Ehan kadang membuat Oma jengkel namun tidak ada dia juga rumah sepi " ucap sang Oma mampu membuat mereka tertawa
" Oma jahat ko begitu sama cucu sendiri
.. kualat loh " ucap Ehan dengan wajah kesalnya
" Ada juga kamu yang kualat sama Oma " ucap Leo
" kamu bisa apa setelah keluar dari pesantren." tanya sang Oma
" Aku bisa baca Alquran Oma.. apa Oma mau tau suatu yang merdu ini " tanya Ehan
" Jangan Oma nanti migren Oma kambuh dengan suara Ehan yang sumbang " Ledek Farel
" Abang " ucap Ehan semakin kesal dan sang Oma merasa senang dengan kehadiran mereka
" Kita mulai makanya " ucap Marco
Merekapun segera menyantap sarapannya dengan lahap. setelah selesai Oma pergi bersama Marco kerestoran ya sedangkan Leo dan Renal pergi menuju kantornya.
" Bunda kami pamit " ucap Ehan menyalami sang bunda
" Farel pamit bunda "
" Aku pamit Bunda " ucap Ina
" Ali juga pamit "
Ina dan Ali segera melangkah menuju mobil menuju sekolahnya, mobil itu bertujuan untuk mengantar jemput Ina dan Ali ke sekolah, Leo juga menyediakan supir agar Sisil tak perlu capek-capek menjemput putrinya.
Sedangkan Ehan pergi ke kampus memakai motornya sama seperti Farel namun motornya berbeda.
.
...****************...
.
Kini Farel dan Ehan sudah sampai dikampusnya, mereka segera menuju ruangan aula yang dikhususkan untuk peserta Ospek berkumpul.
" Ka pesertanya banyak juga " ucap Ehan
__ADS_1
" Betul juga kamu " ucap Ehan
Bel berbunyi tanda mereka sudah harus baris berbaris di aula tersebut. Merekapun digiring oleh kakak kelas mereka untuk pergi kelapangan dan baris berbaris disana.
" Bang semoga kita satu kelompok " ucap Ehan
" Em " ucap Farel
" Baik Saya Reno, saya Kaka kelas kalian dan saya disini sebagai ketua Panitia Ospek kalian.. saya ucapkan selamat datang untuk kalian semua.. " ucapnya diberikan tepuk tangan oleh semua yang ada sisana
" Pada kesempatan ini Kami akan membagi kelompok kalian, kelompok pertama kalian yaitu Farel, Lina, Dona , Samuel, Iki, " ucapnya
" Kelompok kedua, Farhan, seni, mail Niko , Lisna " ucapnya
Reno pun membagi pengumuman kelompok Peserta Ospek menjadi 10 kelompok.
" Hai Bro " ucap Ehan pada Niko
" Kamu " ucapnya sambil berbisik pada Ehan
" Dunia sempit, kita ketemu lagi " ucap Niko
" Bener banget, jadi aku ada teman " ucapnya
" Siap " ucap Niko
Merekapun mendengarkan kembali pengarahan yang panita Ospek lalu tiba-tiba seorang wanita cantik pingsan tepat disamping Ehan
" Eh... mba... mba bangun " ucap Ehan menggoyang-goyangkan tubuhnya namun tak ada reaksi
" Giman ini " tanya Ehan pada Niko
" Bawa dia ke Uks " ucap Niko
" Ka, saya ijin teman saya pingsan, saya mau minta tolong membawa teman saya ke UKS sebentar " ucap Ehan pada panitia lainnya
" Ayo silahkan lewat sisni " ucap salah satu panitia perempuan dengan senang dalam hatinya
" Kenapa dia bisa pingsan " ucap Sang Kaka pembina yang bernama Sifa
" Saya ga tau ka " ucap Ehan
Ehan pun segera menidurkan Dona ditempat tidur lalu Sifa membantu Dona, agar Dona segera bangun
" Ini " ucap kesal
Lalu Sifa mencoba mengosok-gosokan pada tangannya lalu tangannya iya dekatkan dengan hidung Dona namun belum juga sadar
" Ka jangan-jangan dia mati lagi " ucap Ehan
" Hus jangan ngomong kaya begitu " ucapnya dengan wajah ketakutan
" Aku punya ide ka " ucap Ehan
" Apa " ucap Sifa
" Bolehkan ibu panggilkan Niko kesini " pinta Ehan
" Untuk apa " tanyanya
" Dia yang paling bisa menyembuhkan Dia saat ini " ucap Ehan dengan senyum jahatnya
Dengan terpaksa Sifa pun menghampiri Temanya dan meminta yang namanya Niko agar ikut dia ke UKS bersama dia.
" Kamu yang namanya Niko, cepat kamu ikut saya " ucap Sifa membuat Niko heran
" Ka saya dibawa kemana " tanya Niko
" Kamu kenal Ehan " tanya Sifa
" Tau ka, dia sahabat ku " ucap Niko
" Sekarang dia ada di Uks " ucapnya
" Dia kenapa ka " ucapnya
" Kamu lihat saja sendiri " ucap Sifa bingung karena iya tak tahu apa yang akan direncanakan Ehan
Merekapun sudah sampai di Uks lalu Niko segera mengehapiri Ehan.
" Kamu ga papah kan Han " ucap Niko
" Tidak " ucap Ehan
__ADS_1
" Terus kamu ngapain bawa aku kesini " ucap Niko
" Dia tadi tiba-tiba pingsan kan kamu tau sendiri dan tidak bangun-bangun aku punya ide yang akan buat dia bangun " ucap Ehan
" Apa " Tanya Niko
" Ikuti saja perkataan ku, aku pinjam kaos kakimu " ucap Ehan
" Buat apa " tanyanya
" Cepat siniin " ucap Ehan mulai kesal
" Nih " ucap Niko menyodorkan Kaos kaki bolongnya
" Kamu, wajah glowing rambut di golf tapi kaus kaki bolong-bolong ga paham aku ... " cibir Ehan
" Biarin kan ga akan ada yang tau " ucap Niko
Iya pun segera mengambil kaos kaki Niko dengan cara seperti orang mencubit kecil. lalu iya mengarahkan kaos kakinya pada hidung Dona
" Woek woek " ucap Sifa merasa tak tahan dengan baunya
" Woek .. Kebiasaan mu kalau cuci Kaos kaki sebulan sekali " cibir Farel
" Yaelah, Kaos kaki ini ga kelihatan juga " ucapnya
" Tapi kaos kakimu meresahkan hidungku " ucap Ehan
" Tai dia ga bangun-bangun " ucap Niko
" coba kamu diamkan dihidungnya selama lim menit " ucap Nikk
" Aku ga tega " ucap Ehan
" Demi kebaikan Nusa dan bangsa " ucapnya sambil cengengesan
" Kalau dia mati suri gara-gara kaus kakimu aku tidak akan tangung jawab " ucap Ehan kesal
" Kalau dengan cara itu tidak berhasil kita cari cara lain " ucap Niko sambil tersenyum
" Apakah Kau setuju ka " tanya Ehan pada Sifa
" Aku ga ikut campur enek pingin muntah " ucap jujur Sifa
" Sama aku juga ka pengen ku tendang tu kaus kaki ke kutub Utara supaya membeku disana " cibir Ehan
" jadi gimana nih " tanya niko
" Yasudah lakukan saja " ucap Ehan
.
.
.
.
.
Semoga kalian terhibur...
Mau tau apa yang akan terjadi pada Dona...
ikuti terus kisahnya...
Sambil menunggu Novel ini Up..
Jangan lupa Ketik di kolom pencarian Novel yang berjudul KISAH CINTA ANAK KEMBAR CEO
Semoga kalian suka...
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan Dukung Aku dengan cara
Like....Komen..... dan Vote ......
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua....
Karena Doa yang baik akan kembali kepada orang memberi Doa.... 😁😁😁
__ADS_1