Dendam Sang CEO

Dendam Sang CEO
Episode 120


__ADS_3

Leo dan Renalpun mengikuti Sang petugas untuk bertemu Natali diruangan perawatan khusus.


" Saudari Natali... Ada yang ingin bertemu menjenguk anda ... " ucap petugas disana


" Siapa " tanya Natali


" Semoga itu Leo " batin Natali


" Momi " ucap Leo


" Benar dugaan ku... pasti dia sayang sama Aku makanya dia kesini... ini tinggal Aku memainkan aktingku " batin Natali


" Ko perasaanku tidak Enak " batin Renal


" Momi katanya sakit tapi ko wajahnya tidak ada pucat-pucatnya... Aku harus berhati-hati " batin Leo


" Leo anakku sayang " ucapnya hendak membangun dari tempat tidur namun dicegah oleh Leo


" Momi mau apa " tanya Leo


" Momi mau peluk Kamu nak " ucap Natali dan Leo pun segera memeluk sang Momi


" Ini pelukan yang selama ini Aku rindukan dan dambakan " Batin Leo sedih


" Seperti ini memeluk anak sendiri.. rasanya sangat nyaman... maafkan Momi... karena keegoisan Momi kamu jadi menderita dan tak mendapatkan kasih sayang Momi dari kecil... " Batin Natali sambil meneteskan air mata namun ia segera menghapusnya kembali


" Momi katanya sakit... " tanya Leo


" Em... Momi hanya pusing dan ga enak badan " ucap Natali gugup karena sebenarnya ia berbohonga


" Nyoya sakit apa perlukan saya bawakan dokter yang terbaik kesini " Tanya Renal


" Tidak usah " ucap Natali ketus


" Apa-apaan sih si Renal ... mau bikin aku malu didepan Leo... dan kebohonganku semuanya terbongkar " batin Natali kesal


" Iya Momi.. Leo juga takut terjadi apa-apa " ucap Leo pura-pura peduli


" Tidak sayang... Kamu tidak usah khawatir " ucap Natali dengan tersenyum diaksakan


" Nyoya Yakin " ucap Renal sinis


" Iya... " ucap Natali membentak Renal


" Momi sudah sehat kalau sudah bisa bentak Renal " cibir Leo


" Bukan begitu nak.. Momi hanya darah tinggi saja kalau melihat Renal " ucap Natali kesal


" Loh Nyoya kenapa... maksudku kenapa sama dengan istriku... jangan bilang Nona sedang hamil ... nanti anaknya seperti saya " godanya


" Jaga ucapan mu... Hamil sama siapa suami pun aku tak punya " ucap Natali dengan wajah marahnya


" Maaf Nyoya " ucap Renal menundukkan kepala


" Lama-lama Renal kurang ajar sekali " batin Natali


" Renal hanya bercanda... jangan dimasukin kedalam hati... Aku bawakan bubur untuk Momi dimakannya " ucap Leo membawakan bubur untuk sang Momi


" Kamu baik sekali... " ucap Natali


" Semoga Momi suka... " ucap Leo


" Apapun darimu Momi pasti suka " ucapnya tampak lahap memakan bubur tersebut namun tiba-tiba ia merasa kepedesan


" Ko tidak dimakan Nyoya... bukannya apapun yang dari Tuan Leo pasti anda suka " cibir Renal


" Sialan pedes banget ini... apa jangan-jangan Si Renal yang mengerjai ku... tapi aku harus sabar di depan Leo" batin Natali


" Kenapa Momi ga Suka " tanya Leo


" Suka nak..." ucap Natali bohong


" Rasakan Nene lampir... palingan Kau mencret setelah makan bubur itu " batin Renal senang

__ADS_1


" Momi ko tidak habis " ucap Leo heran melihat tingkah sang Momi


" Momi sudah kenyang Nak " ucap Natali menyerah dan meminum air putih yang banyak


Setelah rasa pedas dilidah nya hilang Iya pun segera membicarakan tentang saham perusahaan nya


" Sayang... tawaran Kamu mengenai Saham yang aku miliki 25% diperusahaan mu dengan tuntutan mu bagaimana... Apa masih berlaku " tanya Natali


" Ternyata ini yang sebenarnya Momi mau katakan... bahkan rela berpura-pura sakit ..." batin Leo


" Semoga Tuan Leo tidak langsung mencabut tuntutan nya " Batin Renal


" Semoga Leo mau membebaskan ku " batin Natali


" Masih Mah... " ucap Leo sinis


" Momi berniat untuk menukar saham Momi yang 25% dengan Kau membebaskan Momi dan Bagas dari sini " ucap Natali dengan wajah sedihnya


" Renal bawakan surat perjanjiannya " ucap Leo sambil tersenyum


" Ini Tuan " ucapnya


" Silahkan Momi tanda tangani " ucap Leo


" Tapi Kamu harus janji pada Momi bebaskan Momi " ucapnya


" Momi tenang aja... Renal akan membereskan itu semua " ucap Leo


" Momi hanya ingin hadir di acara pernikahanmu dengan salsa " ucap Natali


" Baik... Momi nanti akan datang keacara itu " ucapnya


" Benar kan Kamu menyutujui pernikahan itu... bagaimana dengan sisil " tanya Natali dengan tersenyum jahat


" Aku tidak mau bahas itu " ucap Ketus Leo


" Tidak apa-apa... yang penting Kamu dan salsa menikah " ucap Natali merasa senang


" Aduh Ko perutku sakit " batin Natali


" Baik Pa " ucap Leo


" Momi aku pamit ya " ucap Leo


" Ia sayang.. Kamu hati-hati dijalan.. jangan cape-cep ingat hari pernikahan mu tinggal beberapa hari... jangan lupa bebaskan Momi " ucap Natali


Leo dan Renalpun segera meninggalkan tempat itu dan Renal segera melanjutkan mobilnya mengantar Sang Majikan pulang terlebih dahulu.


" Tuan... apa rencana Anda " tanya Renal


" Bebaskan Momi menjelang pernikahan satu hati lagi.. aku tidak mau Dia mengacaukan rencana kita " ucap Leo


" Baik Tuan.. "


" Itu apa diplastik hitam " tanya Leo


" Itu bubur untuk Yesi Tuan.. " jawabnya


" Jangan sampai Buburnya ketukar dengan Bubur punya Momi... Kamu tahu kan Momi ga suka pedes " ucap Leo


" Tapi Tuan sepertinya tertukar bagaimana ini " ucap Renal pura-pura panik


" Biarkan Saja.. biar omongannya dengan cabe itu kadang sama... sama-sama pedas " ucap Leo sambil tertawa


" Tuan mau saya antar kemana " tanya Renal


" Antarkan saja menuju mansion " ucap Leo


" Baik Tuan "


Setelah Leo diantar pulang oleh Renal ia pun segera melangkah melanjutkan mobilnya menuju Apartemen nya.


.

__ADS_1


...****************...


.


Ceklek,,


" Sayang " ucap Renal


" Iya sayang " ucap Yesi menghampiri sang Suami


" Aku bawakan makanan untukmu " ucap Renal


" Mana sini " ucap Yesi antusias


" Loh Mas Ko pedesnya dipisah " tanya Yesi


" Iya sayang sebenarnya tadi aku sudah mengerjai Nyoya Natali " ucap Renal sambil tertawa


" Mengerjai gimana... coba ceritakan " ucap Yesi semangat


" Giliran gibah kamu paling seneng... harus banyak amit-amit.. biar bayi kita ga kaya Nyoya Natali " cibir Renal


" Kamu yang mulai... aku kan cuma mau jadi pendengar yang baik " serunya


" Ih... dibilangin malah ngeles... " cibir Renal


" Cepat katakan... apa yang kamu lakukan sama Momi Natali " ucap Yesi penasaran


" Jadi tuh Aku kerjain dia.. aku beli bubur tuh dua bungkus 1 yang pedesnya dipisah dan satu lagi yang banyak pedesnya... karena Aku tau Nyoya hanya pura-pura sakit... aku berikan aja dia yang pedas.. pas dia makan... ekspresi nya aneh " ucap Renal sambil tertawa


" Tau gitu aku mau liat tadi Momi kepedesan... momi kan ga suka pedes " ucapnya


" Benar itu sayang... yang lebih aneh kata Tuan Leo biarkan saja... biar Dia kapok katanya omongannya kadang sama kaya cabe... sama-sama pedas " ucap Renal tertawa kembali


" Benar itu Sayang " ucap Yesi tertawa terbahak-bahak


" Rasain Nene lampir " ucap Yesi sambil mengusap-usap perutnya


Yesi segera menghabiskan bubur tersebut dan Renal segera mandi dan bersiap-siap untuk beristirahat.


.


.


.


.


.


.


Bersambung....


Halo Semua,.


Maafkan jika untuk beberapa part kedepannya akan menguras emosi kalian...


So... Ikuti terus kisahnya...


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan Dukung Aku dengan cara


Like....Komen..... dan Vote ......


Jangan bosen-bosen ya .....





Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua....

__ADS_1


Karena Doa yang baik akan kembali kepada orang memberi Doa.... 😁😁😁


__ADS_2