
Leo dan Renalpun mengikuti Sang petugas untuk bertemu Natali diruangan perawatan khusus.
" Saudari Natali... Ada yang ingin bertemu menjenguk anda ... " ucap petugas disana
" Siapa " tanya Natali
" Semoga itu Leo " batin Natali
" Momi " ucap Leo
" Benar dugaan ku... pasti dia sayang sama Aku makanya dia kesini... ini tinggal Aku memainkan aktingku " batin Natali
" Ko perasaanku tidak Enak " batin Renal
" Momi katanya sakit tapi ko wajahnya tidak ada pucat-pucatnya... Aku harus berhati-hati " batin Leo
" Leo anakku sayang " ucapnya hendak membangun dari tempat tidur namun dicegah oleh Leo
" Momi mau apa " tanya Leo
" Momi mau peluk Kamu nak " ucap Natali dan Leo pun segera memeluk sang Momi
" Ini pelukan yang selama ini Aku rindukan dan dambakan " Batin Leo sedih
" Seperti ini memeluk anak sendiri.. rasanya sangat nyaman... maafkan Momi... karena keegoisan Momi kamu jadi menderita dan tak mendapatkan kasih sayang Momi dari kecil... " Batin Natali sambil meneteskan air mata namun ia segera menghapusnya kembali
" Momi katanya sakit... " tanya Leo
" Em... Momi hanya pusing dan ga enak badan " ucap Natali gugup karena sebenarnya ia berbohonga
" Nyoya sakit apa perlukan saya bawakan dokter yang terbaik kesini " Tanya Renal
" Tidak usah " ucap Natali ketus
" Apa-apaan sih si Renal ... mau bikin aku malu didepan Leo... dan kebohonganku semuanya terbongkar " batin Natali kesal
" Iya Momi.. Leo juga takut terjadi apa-apa " ucap Leo pura-pura peduli
" Tidak sayang... Kamu tidak usah khawatir " ucap Natali dengan tersenyum diaksakan
" Nyoya Yakin " ucap Renal sinis
" Iya... " ucap Natali membentak Renal
" Momi sudah sehat kalau sudah bisa bentak Renal " cibir Leo
" Bukan begitu nak.. Momi hanya darah tinggi saja kalau melihat Renal " ucap Natali kesal
" Loh Nyoya kenapa... maksudku kenapa sama dengan istriku... jangan bilang Nona sedang hamil ... nanti anaknya seperti saya " godanya
" Jaga ucapan mu... Hamil sama siapa suami pun aku tak punya " ucap Natali dengan wajah marahnya
" Maaf Nyoya " ucap Renal menundukkan kepala
" Lama-lama Renal kurang ajar sekali " batin Natali
" Renal hanya bercanda... jangan dimasukin kedalam hati... Aku bawakan bubur untuk Momi dimakannya " ucap Leo membawakan bubur untuk sang Momi
" Kamu baik sekali... " ucap Natali
" Semoga Momi suka... " ucap Leo
" Apapun darimu Momi pasti suka " ucapnya tampak lahap memakan bubur tersebut namun tiba-tiba ia merasa kepedesan
" Ko tidak dimakan Nyoya... bukannya apapun yang dari Tuan Leo pasti anda suka " cibir Renal
" Sialan pedes banget ini... apa jangan-jangan Si Renal yang mengerjai ku... tapi aku harus sabar di depan Leo" batin Natali
" Kenapa Momi ga Suka " tanya Leo
" Suka nak..." ucap Natali bohong
" Rasakan Nene lampir... palingan Kau mencret setelah makan bubur itu " batin Renal senang
__ADS_1
" Momi ko tidak habis " ucap Leo heran melihat tingkah sang Momi
" Momi sudah kenyang Nak " ucap Natali menyerah dan meminum air putih yang banyak
Setelah rasa pedas dilidah nya hilang Iya pun segera membicarakan tentang saham perusahaan nya
" Sayang... tawaran Kamu mengenai Saham yang aku miliki 25% diperusahaan mu dengan tuntutan mu bagaimana... Apa masih berlaku " tanya Natali
" Ternyata ini yang sebenarnya Momi mau katakan... bahkan rela berpura-pura sakit ..." batin Leo
" Semoga Tuan Leo tidak langsung mencabut tuntutan nya " Batin Renal
" Semoga Leo mau membebaskan ku " batin Natali
" Masih Mah... " ucap Leo sinis
" Momi berniat untuk menukar saham Momi yang 25% dengan Kau membebaskan Momi dan Bagas dari sini " ucap Natali dengan wajah sedihnya
" Renal bawakan surat perjanjiannya " ucap Leo sambil tersenyum
" Ini Tuan " ucapnya
" Silahkan Momi tanda tangani " ucap Leo
" Tapi Kamu harus janji pada Momi bebaskan Momi " ucapnya
" Momi tenang aja... Renal akan membereskan itu semua " ucap Leo
" Momi hanya ingin hadir di acara pernikahanmu dengan salsa " ucap Natali
" Baik... Momi nanti akan datang keacara itu " ucapnya
" Benar kan Kamu menyutujui pernikahan itu... bagaimana dengan sisil " tanya Natali dengan tersenyum jahat
" Aku tidak mau bahas itu " ucap Ketus Leo
" Tidak apa-apa... yang penting Kamu dan salsa menikah " ucap Natali merasa senang
" Aduh Ko perutku sakit " batin Natali
" Baik Pa " ucap Leo
" Momi aku pamit ya " ucap Leo
" Ia sayang.. Kamu hati-hati dijalan.. jangan cape-cep ingat hari pernikahan mu tinggal beberapa hari... jangan lupa bebaskan Momi " ucap Natali
Leo dan Renalpun segera meninggalkan tempat itu dan Renal segera melanjutkan mobilnya mengantar Sang Majikan pulang terlebih dahulu.
" Tuan... apa rencana Anda " tanya Renal
" Bebaskan Momi menjelang pernikahan satu hati lagi.. aku tidak mau Dia mengacaukan rencana kita " ucap Leo
" Baik Tuan.. "
" Itu apa diplastik hitam " tanya Leo
" Itu bubur untuk Yesi Tuan.. " jawabnya
" Jangan sampai Buburnya ketukar dengan Bubur punya Momi... Kamu tahu kan Momi ga suka pedes " ucap Leo
" Tapi Tuan sepertinya tertukar bagaimana ini " ucap Renal pura-pura panik
" Biarkan Saja.. biar omongannya dengan cabe itu kadang sama... sama-sama pedas " ucap Leo sambil tertawa
" Tuan mau saya antar kemana " tanya Renal
" Antarkan saja menuju mansion " ucap Leo
" Baik Tuan "
Setelah Leo diantar pulang oleh Renal ia pun segera melangkah melanjutkan mobilnya menuju Apartemen nya.
.
__ADS_1
...****************...
.
Ceklek,,
" Sayang " ucap Renal
" Iya sayang " ucap Yesi menghampiri sang Suami
" Aku bawakan makanan untukmu " ucap Renal
" Mana sini " ucap Yesi antusias
" Loh Mas Ko pedesnya dipisah " tanya Yesi
" Iya sayang sebenarnya tadi aku sudah mengerjai Nyoya Natali " ucap Renal sambil tertawa
" Mengerjai gimana... coba ceritakan " ucap Yesi semangat
" Giliran gibah kamu paling seneng... harus banyak amit-amit.. biar bayi kita ga kaya Nyoya Natali " cibir Renal
" Kamu yang mulai... aku kan cuma mau jadi pendengar yang baik " serunya
" Ih... dibilangin malah ngeles... " cibir Renal
" Cepat katakan... apa yang kamu lakukan sama Momi Natali " ucap Yesi penasaran
" Jadi tuh Aku kerjain dia.. aku beli bubur tuh dua bungkus 1 yang pedesnya dipisah dan satu lagi yang banyak pedesnya... karena Aku tau Nyoya hanya pura-pura sakit... aku berikan aja dia yang pedas.. pas dia makan... ekspresi nya aneh " ucap Renal sambil tertawa
" Tau gitu aku mau liat tadi Momi kepedesan... momi kan ga suka pedes " ucapnya
" Benar itu sayang... yang lebih aneh kata Tuan Leo biarkan saja... biar Dia kapok katanya omongannya kadang sama kaya cabe... sama-sama pedas " ucap Renal tertawa kembali
" Benar itu Sayang " ucap Yesi tertawa terbahak-bahak
" Rasain Nene lampir " ucap Yesi sambil mengusap-usap perutnya
Yesi segera menghabiskan bubur tersebut dan Renal segera mandi dan bersiap-siap untuk beristirahat.
.
.
.
.
.
.
Bersambung....
Halo Semua,.
Maafkan jika untuk beberapa part kedepannya akan menguras emosi kalian...
So... Ikuti terus kisahnya...
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan Dukung Aku dengan cara
Like....Komen..... dan Vote ......
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua....
__ADS_1
Karena Doa yang baik akan kembali kepada orang memberi Doa.... 😁😁😁