
Keesokan harinya,,
Sisil pagi meyiapkan sarapan untuk suami dan anak-anak nya tak lupa untuk Oma dan sang ayah mertua seperti sudah menjadi kebiasaanya, apalagi Ina tidak bisa makan sembarangan jadi Sisil selalu memasaknya sendiri.
Sisil pergi kekamar anak kembar laki-lakinya dan membangunkan.
Tok.... Tok... Tok...Tok...
" Abang... Kakak bangun.... ini sudah siang " ucap Sisil namun tiba-tiba Ehan membuka pintu kamarnya
Ceklek,,
" Ehan udah bangun Bun " ucapnya
" Loh... Ehan ko sudah bangun.. tidak seperti biasanya " ucap Sisil masuk kedalam kamar sang anak
" Ehan ga bisa bobo dari semalem " ucapnya
" Ehan kenapa memangnya " ucap Sisil heran
" Ga tau Ehan jadi pengen sekolah " ucap Ehan
" Loh ko Ehan aneh... Kalau mau sekolah bangunnya sudah... giliran ga sekolah bangunnya pagi " ucap Sisil
" Abang bangun sudah siang " ucap Sisil terseyum
" Iya bunda.. Abang mandi dulu " ucap Farel segera menuju kamar mandinya
" Ehan contoh abangnya... bukan maksud bunda banding-bandingkan Kamu loh.. tapi Kamu harus lebih semangat belajar buat ayah sama bunda bangga sama kamu... Bunda tau kamu punya sifat dermawan yang tinggi namun kamu juga punya sifat gampang marah... percaya lah nak... ga semua masalah diselesaikan sama kekerasan ... apa Ehan mengerti " ucap Sisil mencoba menasehati sang anak
" Ehan ngerti bunda... " ucapnya tampak sedih
" Ehan tuh pinter harus pakai cara yang cerdik kalau mau melawan musuh-musuh Ehan... janji sama Bunda ga akan lagi berantem berkelahi atau apapun itu " ucap Sisil
" Kalau Ehan yang disakitin bagaimana Bun " tanyanya
" Ehan kalau misalnya emang terdesak baru boleh membela diri tapi jika lawannya kaya kemarin ga kena mukul kamu.. ya jangan kamu balas pukul dia sampai babak belur.. nanti kamu yang disalahkan semua orang " ucap Sisil
" Iya bunda... "
" Kamu sudah mandi belum " tanya sang bunda
" Udah bunda... " ucapnya sambil terseyum
" Bunda senang kalau kamu setiap hari kaya gini.. rapi.. dan bersemangat... mau bantuin bunda siapin makanan tidak " ajaknya
" Mau bunda... " ucapnya manja
" Yu sayang " ucap Sisil melangkah menuju dapur
Sisil dan Ehan pun segera menuju dapur disana ia melihat Ina sedang menunggu mereka.
" Loh... ko ada Kaka " ucap Ina
" Kaka hari ini akan temani kamu belajar.. iya kan Ehan " ucap Sisil
" Iya Ina... " ucapnya
__ADS_1
" Kaka ngapain kedapur... anak cowok ga boleh kedapur nanti malah ngerecokin " ucap Ina
" Ga papah sayang... Kaka kamu mau bantuin Kita... " ucap Sisil mempersatukan anaknya
" Tapi bunda... " ucap Ina
" Ga papah sayang... niat Kaka Ehan baik.. kenapa kita tolak... " ucap Sisil
" Baiklah "
" Bunda makasih ya ga marah sama Ehan gara-gara kemarin.. " ucap Ehan merasa bersalah sudah mengecewakan sang bunda
" Ehan anak bunda... bunda sayang Ehan... jadi Ehan juga harus sayang bunda dan sebisa mungkin jangan buat bunda kecewa lagi ... paham " ucap Sisil
" Iya bunda "
Merekapun berkumpul bersama memakan makanannya. setelah selesai seperti biasa Renal datang bersama Satria.
" Pagi semuanya " Sapa Renal
" Pagi " ucap serempak mereka
" Loh Ehan ko kamu pakai baju itu " ucap Satria
" Hari ini aku mau temani Ina belajar " ucap Ehan terseyum
" Hore... Ina jadi ada temannya " ucapnya
" Ayah aku juga mau disini aja temani Ina dan Ehan " pintanya
" Tidak... sekarang ada ulangan matematika " ucap Farel
" Kamu harus sekolah mau kamu diomeli mamah Yesi... " ancamnya
" Ayah jahat ... " iya pun segera memasuki mobilnya
Renal, Leo, satria dan Farel segera pergi dari sana menuju sekolah Satria dan Farel. setelah selesai mengantarkannya barulah Renal dan Leo pergi kekantor
.
...****************...
.
Farel dan Satria sedang berjalan dihalaman sekolah, mereka tampak lesu biasanya Ehan yang selalu membuat mereka tertawa dengan tingkah konyolnya.
" Ga rame ya ga ada Ehan " ucap Satria
" Iya ... " ucap Farel
Merekapun segera masuk kedalam kelas untuk mengikuti pelajaran. setelah tiga jam berlalu mereka bersiap-siap untuk pulang.
Hari ini Leo tidak bisa menjemput mereka, Sisil pun berinisiatif untuk menjemput mereka dan mengajak Anak-anak nya ke Mall untuk bermain dan membeli kebutuhan untuk memasaknya.
" Itukan mobil bunda " ucap Satria
" Iya benar.. Yu kita Kesana " ucap Farel
__ADS_1
Merekapun segera memasuki mobilnya disana terlihat ada Yesi, Sisil Ina dan Ehan.
" Hai Ina Cantik " ucap Satria
" Hai " ucap Ketusnya
" Hari ini Mamah Yesi dan bunda Sisil mau ajak kalian untuk bermain di Mall.. " ucap Yesi membuat mereka kegirangan
Mereka sudah sampai di Mall dan segera melangkah menuju permainan anak-anak, disana Farel dan Farhan tampak antusias memainkan permainan ya. sedangkan Satria terlihat menemani Ina yang sedang melakukan permainan melukis.
" Loh Sayang Ko kamu disini... kenapa ga ikut sama Ehan dan Farel " tanya Mamah Yesi
" Aku mau jagain Ina aja... " ucapnya
Sedangkan Ina tampak acuh dengan kehadiran satria yang selalu menggangunya.
" Ina cantik... bagus banget sih lukisnya... lukisan wajah kamu dihati AA Satria dong... " gombalnya namun Ina menghiraukannya
" Sat Ayo main balap motor " ucap Ehan
" Ga mau... mau jagain bidadari ku saja " ucapnya
" Ina ikut Kaka yu " ucap Ehan
" Kemana " tanyanya
" Ayo " ucap Ehan menuntun sang adik
" Yu masuk " titah Ehan
" Loh ka yang benar ... masa kita kesini... Ina kan takut " ucap Ina protes
" Iya nih Ehan... jangan kesini lah takut " ucapnya
" Kalian penakut " ucap Ehan
" Sebaiknya kita pulang " ucap Farel
" Ayolah sekali saja " ucap Ehan
Ehan pun menarik tangan Ina lalu satria dan Farel mengikutinya dari belakang. mereka segera masuk kedalam suasananya mencekam dengan lampu remang-remang
" Aduh Ina cantik... Aa satria takut... " ucap Satria
" Penakut kata nya mau lindungi Ina tapi malah Dia yang takut " ucap Ehan
" Kecuali ini han.. aaaaaaa..... " jeritnya
" Cupu " ucap Ehan
" Bunda tolong...Ina... Ina takut " ucap Ina
" Kamu pegangan aja sama ka Ehan.. " ucap Ehan
" Ko kamu ekspresinya datar dih rel " teriakannya pada Farel
__ADS_1
" Terus harus gimana orang itu cuma bohongan " ucap Farel dingin