Dendam Sang CEO

Dendam Sang CEO
Ekstra Part 37


__ADS_3

Keesokan harinya,,


ketika adzan subuh Semua orang dikamar itu tampak bangun, cuma Ehan dan Farel yang masih tidur. Niko pun membangunkan mereka untuk melaksanakan solat subuh berjamaah di mesjid


" Ehan... bangun ... ayo cepat bangun " ucap Niko


" Iya bunda sebentar lagi " ucapnya masih menutup matanya


" Ayo cepat bangun... nanti kamu hukum " ucap Niko


" Hukum apa " ucapnya dengan mata mata masih tertutup


" Ayo cepat pokonya kamu harus bangun " ucap Niko


" Tapi masih dingin... " ucapnya sambil diselimut


" Ayo cepat bangun... " ucap Niko


" Ga mau "


" Kalau ga mau aku siram kamu mau " ucap Niko kesal


" Jangan " ucap Ehan kesal lalu iya pun bangun


" Cepat Wudhu dulu... terus kita solat berjamaah " ucap Niko


" Kenapa harus pagi-pagi kan bisa nanti agak siangan " ucapnya kesal


" Ayo cepat Wudhu " ucap Niko


Ehan pun segera menuju kamar mandi untuk cuci muka dan wudhu ya. Sekarang giliran Farel yang Niko bangunkan.


" Farel.. Bagun... yu solat subuh dulu " ucap Niko


" Solat berjamaah " tanyanya sambil bangun


" Iya ... cepat kamu ambil wudhu dulu... terus kita solat di mesjid " ucap Niko langsung dituruti oleh Farel


Kini Farel dan Ehan sudah mengambil wudhunya. Lalu mereka pergi ke mesjid untuk melakukan solat berjamaah nya. meskipun ini pertama untuk Farel dan Ehan bangun sepagi ini.


Mereka melakukan solat dengan khusu. dan tampak hampir semua siswa wanita dan lelaki melakukan solat berjamaah nya.


Kini mereka sudah melakukan solat berjamaah lalu segera meninggalkan mesjid namun Ehan kaget saat melihat gadis cantik yang memakai jilbab sedang berjalan kearahnya dan senyum padanya.


Jantung Ehan mulai berdebar kencang dan dia hanya bisa diam tanpa kata saat sang gadis tersebut berjalan dihadapannya dan segera meninggalkannya.


" Ehan Kamu kenapa " tanya Farel


" Ka... Jantung aku... " ucapnya masih berdiri dan bengong


" Jantung kamu kenapa " tanya Niko


" Kamu kenapa Han " ucap Farel


" Aku belum pernah merasakan ini Bang... jantung aku " ucapnya lagi


" Astaghfirullah Ehan kenapa " tanya Riki


" Ehan nyebut Ehan " ucap Niko membuat semua orang memandangi nya

__ADS_1


" Nyebut apa " tanya Ehan


" Kirain aku kamu Kesambet " ucap Niko


" Ngawur kamu " ucap Riki


" Ya kali dipesantren bisa kesurupan " ucap Farel


" Setan dimana-mana bisa jadi " ucap Niko


" Ngomong setannya sama aku " ucap Ehan


" Jadi kamu kenapa Han " ucap Farel


" Aku baru melihat bidadari cantik ka.. dia senyum ke aku dan senyumannya itu manis sekali " ucap Ehan sambil senyum-senyum sendiri


" Huh.. kirain Kesambet " ucap Niko


" Ngagetin aja .. " ucap Riki


" Kamu apaan sih Han... Abang kita kamu sakit jantung " ucap Farel


Ehan pun tertawa lalu mereka segera menuju mushola untuk melakukan tadarusan. karena Ehan dan Farel pemula jadi iya diajarkan bacaan iqra sama Niko dan Riki.


Setalah satu jam melakukan tadarusan mereka pun segera menuju kamar mereka dan meyiapkan diri untuk pergi ke sekolah. mereka bergantian ke air. dan seperti biasa Farel yang terakhir karena Ehan takut teman-teman yang lain akan marah.


Mereka sudah selesai siap-siap dan rapi , lalu mereka sarapan dan memakan makanannya bersama-sama dengan yang lain berjejer disatu meja beda kursi.


Mereka makan tanpa bersuara. setelah selsai lalu mereka pergi kesekolah yang dekat dengan pesantren dan berjalan kaki.


" Eh.. Niko aku masih ingat sama cewe itu terus... kamu tau dia siapa " tanya Ehan


" Dia itu cucunya pa Kyai besar " ucap Niko


" kenapa kamu seperti kaget begitu " ucap Farel


" Rintangan ya besar ka... mau dapatkan dia " ucapnya


" Biasanya juga kamu ga mikirin cinta-cintaan " Cibir sang Abang


" Ga tau ka senyuman nya selalu terngiang-ngiang dipikiranmu " ucapnya sambil tersenyum malu-malu


" Jijik aku lihat tingkah kamu tidak seperti biasanya " ucap Farel menggelengkan kepalanya


" Eh Nik.. namanya siapa " tanya Ehan


" Namanya Rena " ucap Niko


" Yah... namanya sama sama mantan kamu ... pacar kamu apa Sd " ucap Farel sambil tertawa senang


" Ya beda kali ka... Rena yang ini itu lebih anggun.. ga kaya Rena yang itu ih... ngeri dengernya " ucap Ehan


" Eh.. Nik apa dia sudah punya pacar belum " Tanya Ehan semakin penasaran


" Ehan... Di Islam itu ga ada yang namanya " ucapnya dengan wajah sedih


" Terus apa dong " tanya


" Di islam itu adanya ta'aruf ... ta'aruf itu saling mengenal namun untuk ta'aruf itu dibutuhkan kedua belah pihak keluarga.. karena kamu sama dia ga boleh saling bertemu berdua nanti yang ketiga nya setan " jawabnya

__ADS_1


" Yah ribet juga ya... " ucapnya


" Langsung nikah aja han " ucap Riki


" Aku belum mau nikah.. aku masih kecil " ucapnya


" Buang aja perasaan kamu mulai sekarang " ucap Niko


" Ga apa bisa liat orang bahagia.. kenapa ga boleh pacaran " ucap Ehan dengan wajah kesal


Kini mereka sudah duduk di bangku sekolah pesantren, namun yang lain belum pada datang.


Tiga puluh menit kemudian mereka berdatangan ke kelas dan duduk di bangku ya masing-masing. namun Ehan kaget setelah melihat gadis yang sempat membuat jantungnya kembali berdebar kencang. lalu tanpa sadar iya pun menghampiri gadis itu


" Itu si Ehan kenapa " ucap Niko


" Pantas Saja.. ada gebetannya " ucap Farel


" Kita lihat di Ehan mau ngapain " ucap Riki


" Wah ada saingan si Ehan tuh " ucap Niko


" Mana " ucap Riki


" Memang Dia siapa " ucap Farel


" Dia itu Sidik ... Dia orang yang mengagumi Rena, tapi aku yakin saingan sama Dia.. Ehan akan kalah " ucap Niko


" Kenapa kalah " ucap Farel


" Dia pintar ngajinya dan selalu mendapatkan juara satu terus " ucap Riki


" Waduh... gawat dong " ucap Farel


Kini Ehan menghampiri meja Rena dan terseyum dihadapannya membuat Rena heran dengan tingkah Lelaki dihadapan nya.


" Maaf Kamu siapa " ucap Rena


" Aku Ehan " dengan senang hati iya memperkenalkan dirinya dan menyodorkan tangannya


" Saya Rena " ucapnya tanpa mengubris tangan Rena


" Ini cewe bikin gemes deh... cuek.. cuek gimana gitu " batin Ehan


" Ehan... nama itu... apakah benar itu dia " batin Rena


" Aku sidiq " ucap Nya membalas tangan Ehan yang masih menyodorkan tangannya pada Rena


" Ih... aku ga nanya kamu " ucapnya melepaskan tangannya


" Anak Baru jutek amat " ucap Soleh teman Sidik


" Biarin " ucapnya menjulurkan lidahnya


" Ih... gayanya begitu amat... " ucap Soleh


" Eh sudah-sudah kamu jangan begitu " ucapnya sambil tersenyum pada Rena


Sang Guru pun segera datang kedalam itu dan semua murid langsung berhamburan duduk di kursi masing masing termasuk dengan Farel dan Ehan mereka langsung duduk di bangkunya masing-masing.

__ADS_1


" Kamu murid baru ya... sini maju kedepan... dan perkenalkan nama mu " ucap Sang guru perempuan tersebut


" Baik Bu " ucap Mereka


__ADS_2