Dendam Sang CEO

Dendam Sang CEO
Ekstra Part 9


__ADS_3

Keesokan harinya,,


Kedua anak laki-laki Sisil sudah bangun dan rapi. Mereka langsung menuju ruang makan. Sang bunda heran melihat mereka sudah bangun dan rapi jam segini.


" Abang .. Kaka... kalian sudah bangun dan rapi tumben " ucap Sisil


" Iya bunda.. hari ini Ujian semester kenaikan jadi kami harus semangat " ucap Farel


" Bunda... Kita berangkat mau pakai sepeda boleh " ucap Ehan


" Kalian ga cape... lumayan jauh loh " ucap Sisil


" Ga bunda... biar kami sehat " ucapnya Farel


" Baiklah... " ucap Sisil


Leo, Oma dan Ayah Marco tak lupa Ina pun segera menuju ruang makannya. Mereka heran melihat Farel dan Ehan jam segini sudah bangun dan rapi.


" Tumben kalian sudah bangun dan rapi " ucap Leo


" Hari ini Ujian semester kenaikan jadi kami harus semangat Ayah " ucap Farel


" Bagus.. anak-anak ayah... semangat terus ya belajarnya.. " ucap Leo


" Oma nanti akan kasih hadiah jika kalian masuk peringkat sepuluh besar " ucap sang Oma


" Hore... " ucap Farel dan Ehan senang


" Ina ga dikasih hadiah ya Oma... kan Ina ga sekolah " ucapnya sedih


" Dikasih dong sayang... Oma kan sayang kalian... Kamu tuh sudah pintar Ina sayang jadi ga usah sekolah " ucap Sang Oma membuat mereka terseyum


Mereke segera memakan sarapannya dengan lahap. setelah selesai sarapan ya Farel dan Ehan meminta ijin pada sang Ayah untuk pergi sekolah mengunakan Sepeda.


" Ayah... Bunda semuanya... kami pamit dulu " ucap Ehan


" Om Renal belum jemput nak " ucap Leo


" Kami mau pergi sekolah pakai sepeda... boleh ya ayah... " ucap Ehan


" Em... " ucap Leo bingung


" Biarkan saja mas... " ucap Sisil


" Boleh asal kalian hati-hati dijalan... jangan ngebut-ngebut " ucap Leo


" Baik Ayah " ucap Mereka


" Kami pamit ayah... " ucap mereka segera pergi dan mengambil sepedanya.


.


...****************...


.


Kini Farel dan Fathan sudah barada dihalaman sekolah, semua orang memandangi sepeda milik Ehan dan Farhan dengan kagum. datang lah satria yang tak menyukai semua orang memandang Sepeda milik mereka.


" Ehan... Farel... "ucap Satria


" Gimana keren ka sepeda aku " ucap Ehan


" Keren punya aku " ucap Satria ketus


" Yu kita ke kelas " ucap Farel


Merekapun segera menuju kelas dan duduk di bangku mereka sambil menunggu bel berbunyi.


" Ehan.. kita ga ke kantin " ucap Satria

__ADS_1


" Tidak " ucapnya singkat


" Kenapa " tanya Satria


" Pulang sekolah kita balapan sepeda.. " ucap Ehan


" Ide bagus " ucap Satria


Tiba-tiba seorang gadis menghampiri Ehan.


" Ehan.. tadi aku cari-cari kamu di kantin ko ga ada " ucap Rena


" Lagi puasa " ucapnya bohong


" Ehan aku cuma mau ngasih ini... " ucapnya menyodorkan satu box berisi cilok


" Astag cilok " ucap Satria


" Kemarin aku lihat kamu begitu lahap memakan cilok itu.. jadi aku kasih satu box cilok sama kamu... ini isinya 50 cilok " ucapnya


" Ya ampun... " ucap Farel


" Makasih ya... " ucap Ehan tersenyum manis dan Rena pun tersipu malu


" Oh iya surat dariku yang kemarin kenapa ga dibalas " ucapnya


" Jangan bilang Kau lupa naruhnya " ucap Farel


" Ada ko... aku belum sempat nanti deh aku balas... makasih ya ciloknya " ucap Ehan


" Sama-sama ... Aku pamit ya " ucap Rena langsung pergi dari sana


Disisi lain Melati mendengarkan pembicaraan Antara Ehan dan Rena. Dan dia pun mencari ide untuk merebut hatinya Ehan.


" Gila.. ciloknya banyak banget .. kalau kita pakai balapan gimana " ucap Satria


" Najis... " kata Ehan


" Kita bagiin sama semua orang gimana " ucap Farel


" Lu aja Sat yang bagiin... Aku mah malu... kemarin Aku bagiin coklat masa sekarang aku bagiin cilok turun derajat ah " Ucap Ehan


" Aku punya ide.. nanti kita balapan sepeda yang kalah harus makan cilok ini ... gimana " dengan senyum jahatnya


" Setuju " ucap Serempak mereka


Bel pun berbunyi pertanda mereka sudah harus masuk kekelas.


" Anak-anak sekarang simpan buku kalian didalam tas. yang diatas meja hanya ada pensil dan penghapus... tidak boleh menyontek ... kalian ibu beri waktu satu jam untuk mengerjakannya " ucap Sang Guru


" Ingat tidak boleh menyontek... " ucap Guru sambil membagikan soal


Merekapun mengerjakan soal dengan tenang dan tapa suara, Farel dan Farhan pun terlihat mudah mengerjakannya sedang kan Satria terlihat bingung.


Setelah satu jam merekapun berganti pelajaran dengan yang baru. mereka mengerjakan ya lagi tanpa ribut.


Satu hari mereka mengerjakan hanya tiga pelajaran dengan waktu satu jam. setelah selesai mata pelajaran ketiga yang sudah beres mengerjakan soal pun dipersilahkan untuk pulang.


Ehan orang pertama yang sudah mengerjakan soal tersebut ia pun segera memberikan lembar jawaban pada sang guru. disusul oleh Farhan yang sudah juga mengerjakan soal tersebut.


" Tunggu Ehan " ucap Sang guru


" Iya Bu " ucapnya


" Kamu ga salah ngasih ini " ucap sang guru


" Memangnya kenapa Bu... betul semuanya ya... aku memang anaknya pintar " ucapnya dengan terseyum senang namun semua orang meneriakinya


" Uh.. syirik lu " ucap Ehan kesal

__ADS_1


" Seyum mu membuat hatiku senang dan berbunga-bunga... kehadiranmu membuatku semangat ke sekolah... tanpa dirimu aku sedih... kehilanganmu membuatku sakit... aku selama ini mengagumimu... menyayangimu dan menyukaimu... semoga kamu mau jadi pacarku teruntuk Farhan tersayang " ucap sang guru membacakan kertas secuil yang terselip di lembar jawaban Farhan


" Ibu mau jadi pacar aku... ingat umur Bu... ga tau malu " Cibirnya


" Istighfar Bu... Ehan masih kecil " cibir Farel juga


" Astaga ibu... nyebut Bu... nyebut... ibu ga kesurupan kan... " ucap Satria


" Sudah diam-diam.. Ibu ga nembak kamu Ehan... ini surat ada di lembar jawaban kamu... dari Rena " ucap sang guru membuat Ehan malu dan diteriaki oleh teman-temannya


" Kamu sengaja kan ngasih itu ke ibu guru biar kamu bisa pamer ke kita kamu di tembak Rena kan ... " ucap Ijal yang menyukai Rena


" Iri bilang bos ... " ucap Ehan


" Eh... sudah... sudah malah berantem... sekarang kalian cepat selesaikan soalnya... lima menit lagi bel berbunyi " ucap Sang Guru


Ehan dan Farel pun menunggu Satria keluar dari kelas. setelah Satria keluar dari kelas merekapun pulang bersama-sama dan melancarkan aksi balapannya.


" Dalam hitungan ketiga kita mulai... " ucap Ehan


" Satu " ucap Farel


" Dua " ucap Satria


" Tiga " ucap Ehan


Mereka sekarang sedang mengayuh sepedanya Farel diurutan kesatu, kedua disusul oleh Ehan dan ketiga ada satria yang sedang berusaha menyusul mereka


Ehan dan Farel pun mengalah dan membiarkan Satria di urutan pertama lalu dalam jangka waktu lima menit Farel dan Ehan melajukan sepedanya kencang hingga ke garis finis yang sudah ditentukan sebelumnya.


Sedangkan Satria sudah ketinggalan jauh. dan pemenang pertama jatuh kepada Farel, kedua Ehan, dan ketiga tentunya Satria


" Kalian Curang " ucap Satria kesal


" Kami ga curang... kamu aja lelet kaya sifut " ejek Ehan


" Cepat Kamu makan tuh cilok " ucap Farel


" Tapi... tapi... " ucapnya terpotong karena Ehan menyuapinya memakan cilok bergantian dengan Farel


" Woek... woek... " Satria muntah


" masih belum habis udah dikasih terus pokonya harus Habis tinggal 20 cilok lagi " ucapnya Ehan


" Aku ga tahan pengen muntah " ucap Satria kabur pergi kerumahnya


Sedangkan Ehan dan Farel segera pulang kerumahnya.


.


.


.


.


So ikuti terus kisahnya...


Semoga kalian terhibur...


tungguin kisah versi sudah dewasa mereka ...


semoga kalian suka...


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan Dukung Aku dengan cara


Like....Komen..... dan Vote ......


Jangan bosen-bosen ya .....

__ADS_1


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua....


Karena Doa yang baik akan kembali kepada orang memberi Doa.... 😁😁😁


__ADS_2