Dendam Sang CEO

Dendam Sang CEO
Episode 75


__ADS_3

" Aw... perutku " lirih Sisil


" Kamu kenapa Sil.... muka Kamu semakin pucat " ucap Yesi


" Darah.... Kakiku ada darah " ucapnya lalu pingsan


" Sil bangun... bangun Sil... " ucap Yesi


" Jangan sampai Sisil Kenapa-kenapa " batin Yesi


" Biarkan Saja... semoga bayi nya mati sekalian " ucap Salsa


" Manusia Biadab Kamu Sha... Aku laporkan Kamu ke polisi " ucapnya mengambil ponsel Sisil


" Awas Kalau Kau sampai melapor pada polisi " ucapnya merebut ponsel itu


" Sini.. in... sini... " ucap Yesi mencoba mengejar Salsa dn merebut ponsel itu


Tiba-tiba seseorang datang. Ia kaget saat melihat Oma dan sang istri tergeletak di kamarnya


Ia langsung menghampiri Sang istri. Renalpun sudah membawa beberapa polisi untuk menangkap Salsa.


" Sil... bangun Sayang... bangun " ucapnya sambil menangis


" Yesi Kau temani Oma... Aku akan menemani Sisil " ucapnya lirih


" Baik Leo " ucap Yesi


Para medis pun menghampiri Sisil dan membawaya ke dalam Ambulan, Leo menemani Sisil dalam Ambulan. sedangkan Oma ditemani Yesi.


Sekarang Salsa sudah dikepung dan tak bisa kabur lagi. Terselip seyuman Renal tipis dengan penuh Arti


" Maf Nona Salsa... Anda ditahan atas kasus penganiyaan dan peyiksaan pada nona Sisil dan terkena pasal XXX.....Mari Silahkan ikut Kami kekantor Polisi untuk dimintai keterangan " ucap Polisi itu


" Tapi Pak... Saya tidak melakukan yang dituduhkan kepada Saya.... Pa jangan tahan Saya Pa... Saya mohon... Saya g mu. dipenjara " ucap Salsa mencoba melepaskan tanganya yang di pegang 2 polisi itu


" Cepat ikut kami... mohon kerjasamanya "


" Saya ga mau Pa ga mau.... " ucap Salsa meronta-ronta


Polisi pun segera membawa Salsa kekantornya untuk dimintai keterangan, Renal selalu mengawasi Salsa dengan ucapanya dan semua buktipun diserahkan.


" Renal tolong Aku.... Jangan penjarakan Aku... Aku tidak bersalah... " ucapnya sambil menangis


" Dalam keadaan begini Kamu masih bisa meyangkalnya " batin Renal


" Kita serahkan saja semua pada Pak Polisi " ucap Renal


Salsa sudah ditahan dipenjara, Dia sudah tidak bisa mengelak dengan semua tindakanya.


...****************...


Sedangkan sekarang Sisil dan Oma sudah berasa di Ugd. Leo terlihat sangat cemas mondar-mandir didepan pintu ruangan tersebut.


Ceklek,.


Suara pintu Ruangan Ugd terbuka Seorang dokter menghampiri Leo dengan wajah leganya.


" Dok bagaimana Oma Saya dan istri Saya Dok " ucapnya dengan wajah bingung dan sedih


" Alhamdulilah Oma keadaanya sudah stabil dan Beliau tidak mengalami keadaan serius... beliau hanya shock dan mengalami benturan yang ringan... sebentar lagi juga akan sadar.. dan Kami akan memindahkanya ke ruang perawatan biasa " jelaskan sang Dokter


" Kalo istri Saya bagaimana Dok... " ucapnya masih dengan wajah sedihnya


" Sebenarnya keadaan istri anda cukup berat, keadaanya Kritis namun sunguh ajaibnya janin dalam kandunganya keadaan sehat dan tak berdampak apapun... " ucap Sang Dokter


" Terus bagaimana Dok agar istri saya cepat sadar... Saya akan bayar berapapun asal istri Saya sehat kembali " ucanya


" Tuan Saya akan melakukan semampu dan sebisa saya... Anda jangan khawatir... Yang anda perlu lakukan hanya harus banyak-banyak berdoa... Kalau begitu saya permisi... " ucap Sang dokter

__ADS_1


" Bagaimana ini " ucap Leo dengan menangis


" Begitu besar Cinta yang dimiliki Leo untuk Sisil... belum pernah Aku melihat Dia seperti ini " batin Yesi


" Yesi... bagaimana keadaan Nona dan Oma " tanya Renal


" Manusia Ga peka... bukanya nanyain keadaanku dulu malah orang lain " batin Yesi


" Kata dokter sih... Oma tidak apa-apa sebentar lagi juga sadar dari pingsannya... sedangkan Sisil Dia kritis... " ucapnya


" Kalo kandunganya gimana " tanya Renal kembali


" Alhamdulilah ga papah " ucap Yesi


" Renal... Apa yang harus Aku lakukan agar Sisil bangun " Tanya Leo bingung


" Bagaimana Jika menghubungi Kedua orang Tua Sisil siapa tau... Dia mendengar terus bangun deh " usul Yesi


" Tapi ibunya juga jahat Sama Dia " ucap Leo


" Masa ia ada ibu kaya gitu... anak sendiri dijhatin " batin Yesi


" Tapi... Tuan... Nona Sisil kan sangat sayang pada Papahnya " ucap Renal


" Kamu benar....Aku harus hubungi mereka " ucap Leo langsung mengambil handponenya disaku celananya


Tut.... Tut.... Tut...


" Halo Leo... " ucap Sang Papah mertua


" Pah... Apa Kabar " ucapnya


" Papah baik... bagaimana kabarmu dengan Leo... kapan-kapan ajak Sisil kesini berkunjung... Papah kangen sisil " ucap Pa Anwar


" Pah... Sisil Pah.... " ucap Leo dengan menangis


" Sisil Masuk Rumah Sakit... keadaanya Kritis " ucap Leo masih menangis


" Kamu dirumah Sakit mana Papah akan kesana " tanyanya


" Nanti Renal Akan kesana untuk jemput Papah " ucapnya


" Papah tunggu nak.. " ucap Pa Anwar


Leo pun segera menutup teleponnya dan Dia sekarang diijinkan untuk memasuki ruangan Sisil, Ia disana melihat Sisil dengan semua alat berada didadanya, hatinya pilu ketika melihat orang yang Ia cintai menderita.


" Sayang.... Bangun yu... Kamu mau makan apa biar Aku bikinkan.... " ucapnya lirih


" Sayang.... ayo bangun... demi baby Kita " ucap Leo


" Nak... tolong buat Mamahmu sadar... Ayah disini sedih.... melihat keadaan mamahmu... " ucap Leo mengusap perut Sisil


" Jangan bikin Aku khwatir sayang... Aku tak akan pernah memaafkan orang-orang yang meyakitimu... " oceh Leo


Leo pun keluar dari ruangan Sisil karena ia tidak dieebolehkan lama-lama berada dirungan tersebut. Disana terlihat Marco Sang Ayah sedang termenung disana.


" Leo... Kuat ya Nak... " ucapnya sambil memeluk sang Anak


" Ayah... Sisil... Yah " lirihnya masih menangis


" Ayah Tau... Sisil pasti Kuat Dia akan melawati ini semua... biarkan Dia beristirahat " ucap Marco


" Ayah... bisakan Leo minta tolong " ucapnya


" Katakan Nak "


" Tolong jaga Oma... Maaf Leo belum bisa jaga Oma " ucapnya lirih


" Tidak Apa-apa Nak... sudah jadi kewajiban Ayah merawat Oma mu " ucapnya

__ADS_1


" Hey Anak nakal... Kalian pasti membicarakan ku " ucap Seseorang


Merekapun jadi kaget akan kedatangan seseorang memakai kursi roda nya. lalu mereka memeluknya


" Oma... " ucap Serempak mereka


" Oma bagimana keadaan Oma " tanya Leo


" Oma Baik... takan mudah membuat Oma mati.. hanya begitu Saja... " ucap Sang Oma


" Lalu untuk apa Oma disini... bukanya istrahat dikamar " ucap Marco


" Aku mau melihat cucuku Sisil... bagaimana keadaanya " jawabnya


" Dia masih Kritis Oma " ucap Leo


" Kamu yang sabar dan Kuatnya... ini semua gara-gara Oma... belum bisa jagain Sisil dengan benar " ucap Sang Oma


" Tidak Oma... Oma tidak salah ... ini semua salah Salsa Oma " ucap Leo


" Oma tidak akan memaafkanya sampai kapanpun " ucap Sang Oma


" Leo sudah bawa Dia kepenjara... " ucap Leo


" Bagus Nak... "ucap Marco


" Renal , Yesi sebaiknya kalian Pulang... Oh ia Renal kamu bisa kan jemput Papah nya Sisil... sekarang Saya Mau Papah berada disini pagi hari... " titah Leo


"Bisa Tuan... "


" Kalau Saya ikut Boleh " celetuk Yesi


" Boleh asal hati-hati " ucap Leo


Yesi dan Renal segera meninggalkan rumah sakit itu, sebelum melakukan perjalanan ke desa. Renal dan Yesi mengganti pakaian terlebih dahulu, dan Yesi pun tak lua membawkan beberapa air dan cemilan untuk perjalanan kesana.


Sedangkan Oma sekarang sudah berada di kamarnya dan Sang Ayah menemaninya. Leo sekarang sedang duduk dikursi depan ruangan Sisil, rasa cape kantuk dan laparpun entah hilang atau memang tidak merasakan apapun karena keadaan Sisil.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung....


Halo Semua,..


Apakah Leo akan memenjarakan Salsa atau malah mencabut gugatanya....


So... Ikuti terus kisanya...


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan Dukung Aku dengan cara


Like....Komen..... dan Vote ......


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua....


Karena Doa yang baik akan kembali kepada orang memberi Doa.... 😁😁😁

__ADS_1


__ADS_2