
Kini Niko memetik gitarnya sementara Ehan menyayikannya lagu yang berjudul Cinta luar biasa yang dinyanyikan oleh Andmesh Kamaleng ( bacanya sambil nyanyi ya guys )
...βͺ Cinta Luar Biasa βͺ...
*** Waktu pertama kali
Kulihat dirimu hadir
Rasa hati ini inginkan dirimu
Hati tenang mendengar
Suara indah menyapa
Geloranya hati ini tak kusangka
Rasa ini tak tertahan
Hati ini selalu untukmu
Terimalah lagu ini
Dari orang biasa
Tapi cintaku padamu luar biasa
Aku tak punya bunga
Aku tak punya harta
Yang kupunya hanyalah hati yang setia
Tulus padamu
Hari-hari berganti
Kini cinta pun hadir
Melihatmu, memandangmu bagai bidadari
Lentik indah matamu
Manis senyum bibirmu
Hitam panjang rambutmu anggun terikat
Rasa ini tak tertahan
Hati ini selalu untukmu
Terimalah lagu ini
Dari orang biasa
Tapi cintaku padamu luar biasa
Aku tak punya bunga
Aku tak punya harta
Yang kupunya hanyalah hati yang setia⦠***
Terlihat Dona semakin bahagia dengan apa yang iya pikir direncanakan Ehan untuk menembak dirinya
Kini Ehan sudah meyelesaikan nyayinya, kini iya menghampiri sang Abang dengan membawa bunga mawar merah
" Abang kasih bunga ini buat Dona " bisik Ehan
" Ok " ucap Farel
" Ini bunga untuk mu " ucap Farel pada Dona
" Makasih " ucap Dona
" semoga berhasil aku pulang nya " ucap Ehan pada Sang Abang dan Dona
" Makasih ya " ucap Farel
" Sama-sama... ayo Nik " ucap Ehan segera meninggalkan tempat itu padahal iya hanya bersembunyi di semak-semak takut terjadi hal yang tidak diinginkan
Farel mempersilahkan Dona untuk duduk dikursi yang sudah disediakan, tak lupa dengan pemandangan yang sangat bangus dan makanan yang begitu menggoda.
" Kita makan dulu " ajak Farel
" Iya "
__ADS_1
Mereka tampak senang menikmati pemandangan dengan makanan yang disuguhkan begitu lezat.
" Ko aku jadi lapar " bisik Niko pada Ehan
" Stttt nanti ketahuan " ucap Ehan
Ehan dan Niko tampak memperhatikan dari wajah mereka terus-menerus terseyum, apalagi snag Abang sepertinya iya begitu bahagia dengan Dona
" Makasih ya udah ajak aku ketempat seperti ini, sumpah ini pertama kalinya bagi aku, dan aku seneng banget " ucap Dona antusias
" Sama-sama, syukurlah kalau Kamu suka " jawabnya
" Ko dia ga nembak aku " batin Dona
" Aku gugup harus mengatakan sejujurnya " batin Farel
" Dona " ucapnya Farel dengan gugup
" Iya "
" Aku mau bilang sesuatu padamu "
" Ada apa " ucap Dona dengan wajah bahagia
" Sebenarnya aku... em... aku " ucap Farel gugup dan bingung
Musik dansa pun dimunculkan oleh Niko, karena iya belum mau jika kebagiaan Farel dan Dona rusak gara-gara ucapan jujur farel
" Apa yang kamu lakukan " ucap Ehan pada Niko dengan nada pelan-pelan
" Aku masih mau liat Farel senyum, biar ga terlalu tegang " ucap Niko memperhatikan kedua orang itu yang sedang diner
" Ehan.. ko ada lagu untuk kita dansa
.. apa kamu mau ngajak aku berdansa " tanya Dona
" Em... em " ucap Farel makin gugup
" Ayo kita dansa ." ucap Dona
" Tapi... tapi... tapi.. " ucap Farel kaget karena tangannya di paksa oleh Dona untuk berdansa di tempat yang sudah disediakan
Merekapun berdansa bersama, meskipun gerakan Farel kaku namun Dona dengan bersemangat mengikuti alunan lagu yang diputar Niko
" Ehan " ucap Dona
" Iya "
" Senyumannya, apa aku sanggup menghancurkan kebagiaan nya " batin Farel
" Kenapa dia belum juga nembak aku " batin Dona
Setelah mereka berdansa, merekapun duduk kembali di meja itu, terlihat salah satu pelayan yang disewa Ehan membawa piring kotor tersebut.
Setelah itu Farel mulai memberanikan diri untuk berbicara jujur pada Dona.
" Dona " ucap Farel sambil tersenyum dan memegang tangan Dona
" Iya Ehan " ucap Dona gembira karena Tangannya di pegang Ehan
" Aku mau jujur padamu " ucapnya dengan gugup
" Astaga deg-degan sekali rasanya mau pingsan dan tak mau waktu berjalan begitu cepat " batin Dona
" Jujur saja, aku sudah siap menerimanya " ucap Dona
" Aku mau jujur kalau sebenarnya aku itu... " Ucap Farel semakin gugup
" Aku mau ko " ucap Dona membuat Farel bingung
" Mau apa " tanya Farel heran
" Eh maaf, Kamu mau bilang apa... Tadi aku hanya bercanda dan ingin membuat Kau tidak tegang " ucap Dona dengan wajah malu
" Aku lanjutkan lagi ya, jangan dipotong lagi " ucap Farel kembali tegang
" Kamu jangan tegang, semua akan baik-baik saja ko " ucap Dona mencoba menenangkannya
" Iya "
" Dona sebenarnya aku bukan Ehan " ucap Farel dengan wajah pucatnya
" Maksud kamu " ucap Dona malah tertawa
" Ko kamu tertawa " tanya Farel
__ADS_1
" Kamu lucu, Jangan bilang kamu pura-pura jadi Ehan makanya kamu bilang kamu bukan rhany " ucap Dona masih tertawa
" Kalau kenyataan seperti itu bagaimana " ucap Farel
" Kamu ga lucu " ucap Dona terseyum sinis
" Aku serius " ucap Farel
" Maksud kamu selama ini kamu bohongi aku " ucap Dona mulai marah
" Iya " ucap Farel
" Kamu tega bohongi aku " ucap Dona mulai meneteskan air mata nya
" Maafkan aku " ucapnya Farel memeluk erat Dona
" Lepaskan aku " ucap Dona
" Aku ga akan lepasin kamu sebelum kamu maafin aku " ucap Ferel
" Menurutmu setelah kamu bohongi aku selama ini, dengan mudah aku akan maafkan kamu " ucap Dona marah meronta-ronta tak mau dipeluk Farel namun kekuatan farel kuat jadi Dona tak bisa melepaskan dirinya dari pelukan Farel
" Aku tau aku salah, dan aku menyesali semuanya " ucap Farel
" Lepaskan aku, aku tak mau dengar alasanmu " ucap Dona marah
" Aku meyukaimu " ucapnya Farel
" Tapi yang aku suka Ehan bukan kamu " ucap Dona berteriak
" Dona, aku tau kamu juga menyukai aku " ucap Farel
" Jangan kepedean, aku ga suka kamu, yang aku suka Ehan.. bukan kamu " bentak Dona dipelukan Farel
" Lepaskan aku " ucap Dona meronta-ronta
" Ijinkan aku lima menit lagi memeluk kamu dan setelah itu aku Takan mengganggumu lagi " ucap Farel dengan wajah sedih
" Aku memang menyukaimu, tapi jika dihatimu hanyalah Ehan aku bisa apa.. mungkin memang selama ini aku salah " batin Farel
" Kenapa jadi seperti ini.. apa salahku Tuhan, Aku menyukai Ehan dan disisi lain aku juga menyukai Farel " ucap batin Dona
Kini Farel melepaskan pelukan Dona, dengan wajah sedih dan hancurnya, iya pun memandang wajah Rena
" Aku mau pulang " ucap Dona dengan wajah marahnya
" Biar aku antarkan " ucap Farel
" Tidak usah " ucap melangkah pergi namun ditahan oleh Farel
" Ijinkan ku mengantarkan kamu pulang untuk yang terakhir kalinya, karena ini sudah malam " ucap Farel pada Dona
" Tidak usah " ucap Dona marah dan segera meninggalkan tempat ini sambil menangis,
iya segera menunggu taksi dan pergi dari tempat itu menuju rumahnya, setelah sampai iya seger menuju kamarnya dan menangis disana
Sementara Farel tampak kacau, iya kecewa pada dirinya sendiri. Ehan dan Niko pun menghampirinya.
.
.
.
.
.
Semoga kalian terhibur...
ikuti terus kisahnya...
Sambil menunggu Novel ini Up..
Jangan lupa Ketik di kolom pencarian Novel yang berjudul KISAH CINTA ANAK KEMBAR CEO
Semoga kalian suka...
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan Dukung Aku dengan cara
Like....Komen..... dan Vote ......
Jangan bosen-bosen ya .....
__ADS_1
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua....
Karena Doa yang baik akan kembali kepada orang memberi Doa.... πππ