Dendam Sang CEO

Dendam Sang CEO
Ekstra Part 53


__ADS_3

Ehan dan Dona pun kini pulang bersama sementara Niko ditinggal sendiri,


" Ujung-ujungnya begini kan " ucap Niko kesal


" Aku harus berubah dulu malu kalau berpakaian seperti ini " ucap Niko


Kini Niko menuju kamar mandi dan mengganti semua pakaiannya dengan pakaian laki-laki, iya dengan senang hati mengitari Mall dan berbelanja karena sebelumnya Ehan memberikan iya uang sebagai upah hati ini.


.


...****************...


.


Ehan pun mengajak Dona kerumahnya, niatnya hanya ingin membawa Dona kehadapan sang Abang Farel, mungkin dengan kehadiran Dona, sang Abang akan kembali sehat


Sepanjang perjalanan Dona tak lepas memeluk Ehan, Ehan pun sebenarnya risih namun iya tak bisa berbuat apa-apa semua iya lakukan demi sang Abang.


" Ehan " panggil Dona


" Iya " jawabnya


" Kenapa jalannya kesini.. ini bukan jalan kerumahku " ucap Dona


" Memang bukan kerumah kamu "


" Lalu kita mau kemana " ucap Dona heran


" Kerumahku " ucapnya Ehan


" Apa " ucap Dona kaget


" Ehan mau kenalin aku ke mamah papahnya.. ini pertanda bagus " batin Dona


" Kenapa " tanya Ehan singkat


" Ga papah ko " ucap Dona senang


" Apa sebelumnya kamu sudah bawa perempuan eh maksudku pacarmu kehadapan mamah papahmu sebelumnya " tanya Dona


" Belum " ucapnya


" Terus calon tunangan mu bagaimana " ucapnya langsung heran


" Aku belum menemukan waktu yang tepat " ucap Ehan


" Bagus, aku akan jelek-jelekkin calon tunangan Ehan pada calon mertuaku " ucap batinnya senang


" Oh begitu, apa kamu benar mencintai nya... " tanya Dona


" Maksud kamu " ucap Ehan sinis


" Maksudku dengan semua kekurangannya kamu masih mencintainya " ucap Dona


" Kenapa tidak.." ucap Ehan


" Ehan memang susah di hasut.. nanti aku akan hasut orang tuanya saja biar lebih gampang " batin Dona


" Rumah kamu lumayan jauh ya " tanya Dona


" Iya " ucap Ehan ketus


Akhirnya mereka sampai di mansion Ehan, Dona kaget dan tak menyangka jika rumah Ehan lebih bagus, mewah, besar dari pada rumah dia.


" Ini Sih bukan Rumah tapi istana " batin Dona melihat Kesana kemari dan memperhatikan sekeliling mansion itu.

__ADS_1


" Ayo masuk " ajak Ehan


" Eh ia " ucapnya gugup


Kini Ehan dan Dona masuk kedalam mansion, Ehan pun meyuruh sang pelayang menyiapkan minuman pada Dona.


" Ayo ikut aku " ajak Ehan


" Kemana " ucap tanyanya


" Ayo " ucap Ehan menarik tangan Dona


" Astaga Tangan gue di tarik Ehan, ko aku dibawa seperti mau kekamar... apa dia akan melakukan sesuatu padaku" batin Dona Senang


" Tunggu " ucap Dona


" Apa " ucap Ehan


" Ko kamu bawa aku kekamar " ucap Dona


" Ayo " ucap Ehan


" Tapi aku belum siap " jawabnya dengan senyum manisnya


" Cepat " ucap Ehan


" Tapi-tapi... " ucap Dona semakin gugup


Ceklek,,


" Ehan " ucap Sisil


" Hai bunda " ucapnya


" Bunda, gue kira gue mau diapa-apain " batin Dona kecewa


" Bang... " ucap Ehan


" Apa " ucapnya sinis karena Ehan dengan berani membawa Dona kehadapanya


" Dona kesini mau bicara sama Abang, bahkan dia juga mau minta maaf sama abang " ucapnya Ehan membuat Dona heran


" Ayo katanya mau minta maaf.. sudah jangan gensi " ucap Ehan membawa Dona kehadapan sang abang


" Dona " lirih Farel


" Sial, dengan terpaksa aku harus pura-pura minta maaf " batin Dona


" Farel " ucap Dona


" Iya Dona " ucap Farel sambil tersenyum


" Dia terseyum kembali " Bisik sang bunda pada Ehan


" Semoga Abang cepat sembuh " ucap Ehan dibalas anggukan oleh Sisil


" Ayo kita tinggalkan mereka " ucap Ehan pada sang bunda


" Abang bunda tinggal dahulu ya "


" Iya bunda " ucapnya


" Abang sudah makan belum " tanya Ehan


" Belum " ucap Farel

__ADS_1


" Dona kamu Suapin Abang ya, ini buburnya ini minumnya " batin Ehan memberikan nampan itu pada Dona


" Tapi... tapi " ucap Dona kesal


" Kamu mau aku suapin " tawarkan Don sebenarnya iya berharap Farel menolaknya


.


" Iya " ucap Farel membuat Dona dengan terpaksa menyuapinya


Dona akhirnya menyuapi Farel, karena merasa tidak enak dengan Ehan. sedangkan Ehan pamit membawakaan Dona minuman, lalu iya mengunci Dona bersama Farel dikamar itu


" Coba buka mulutnya " ucap Dona


Farel pun sangat nurut pada Dona, Dona menyuapi Farel hingga mangkuk bubur itu habis. setalah habis Dona pun memberikan obat pada Farel dan menyelimuti Farel


" Jangan pergi " ucap Farel mengenggam tangan Dona


" Tapi ini sudah malam " ucap Dona


" Nanti kalau aku sudah tidur kamu boleh pulang " pinta Farel


" Tapi... tapi... "


" Aku mohon " ucapnya dengan wajah memelas


" Baiklah " jawabnya


Dona pun menunggu Farel hingga tertidur satu jam berlalu, farel pun sudah tidur iya dengan segera membuka pintu kamar tersebut namun ternyata dikunci, iya mau berteriak tapi takut Farel bangun kembali. iya mencoba menelepon Ehan namun tak diangkat karena Ehan sudah tidur.


Dengan terpaksa iya tidur di sofa tersebut menunggu besok pagi, ada seseorang yang membuka pintu tersebut.


.


.


.


.


.


Bersambung....


So... Ikuti terus kisahnya...


Sambil menunggu Novel ini Up..


Jangan lupa Ketik di kolom pencarian Novel yang berjudul KISAH CINTA ANAK KEMBAR CEO



Semoga kalian suka...


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan Dukung Aku dengan cara


Like....Komen..... dan Vote ......


Jangan bosen-bosen ya .....


Jangan bosen-bosen ya .....


Marhaban ya Ramadhan


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... dan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan, jangan lupa jaga kesehatan ya guyz

__ADS_1


__ADS_2