
" Sebaiknya Kamu pulang dari sini... pulang sana ke negaramu... " usir Oma
" Lagian Kamu juga sudah menceraikanku.. untuk apalagi kamu datang kesini " ucap Marco kesal
" Kalian mengusirku demi Sisil... oh my good no.. " ucap Natali marah
" Cepat keluar dari sini " ucap Marco dengan penuh Emosi
" Baik... Aku Akan pergi tapi yang harus You ingat.. Aku takan meyerah memisahkan Sisil dan Leo " ucapnya Kesal pergi kekamar Tamu dan membawa koper berisi barang-barangnya. dan tak lupa menelepon Bagas untuk menjemputnya
Natali pun segera melangkah pergi dari mansion itu dengan perasaan kesal terhadap Sang Mertua dan Sang mantan Suami.
" Bagaimanapun caranya Aku akan memisahkan mereka " gumannya
Dia pun melangkah menuju Apartemenya, sesampainya disana ia melampiaskan kekesalan dengan membanting-banting barang yang ada dihadapanya. Gelas piring semua pecah karenaya.
" Nyoya kendalikan dirimu " ucap Bagas
" Aku sedang Kesal... kenapa semua orang seperti membenciku " teriaknnya
Kring... Kring...
" Halo... Momi... You Ok... " ucap Catrine
" Em.. "
" Momi... Hiks.. hiks... hiks... kenapa Oma dan Ayah mertuaku mengusirku " ucap Catrine sambil menangis
" Kamu sekarang datang ke Apartemenku... nanti Ku Share lok " ucapnya mematikan Teleponnya
" Catrine... adalah salah satu alat untuk mendekati Leo " ucap Natali
" Nyoya... sebaiknya bukan hanya Nona Catrine yang Nyonya jadikan alat... bagaimana dengan Nona Salsa.. Ia juga memiliki dendam pada nona Sisil " ucap Bagas
" Baner juga... Besok Kita temui Salsa tapi rahasiakan Ini dari Catrine... Akupun harus waspada padanya... " ucap Natali
" Sebaiknya Nyoya istirahat... dan tenang diri Anda... biar Nona Catrine Saya yang urus " tawarnya
" Em.. " ucap Natali
" Kalau begitu Saya permisi " ucap Bagas pamit dari Kamar sang majikan
Bagas diam diruang tengah Apartemen sang majikan. menunggu Catrine pulang.
...----------------...
Flash Back
Ting... Tong... Ting... Tong...
" Woy.... buka... woy... " ucap Catrine sambil mabuk
" Buka.... " teriakannya
Ting... Tong... Ting... Tong...
Ting... Tong... Ting... Tong...
Ceklek,,
" Berisik " bentak sang Oma
" Eh... Oma yang cantik... lama sekali bukanya... " ucap Catrine cengegesan sambil mabuk
" Em.. Bau alkohol.. Kamu mabuk... " ucap Marco
" Eh... Ayah mertua yang ganteng... mabuk sedikit ayah... menikmati masa muda... " ucapnya sempoyongan
" Apa-apa ini Natali memilih calon menantu seperti ini.. ga sudi Aku menikahkan Dia dengan leo... mending Sisil yang sudah jelas baik " batin Oma
" Dimana otak Natali memilih model begini jadi menantunya " batin Marco
" Natali sudah pergi dari sini... sebaiknya Kamu pulang ke Negaramu " ucap sinis Oma
__ADS_1
" Apa... " ucapnya kaget
" Nih Kopermu... dan pergi dari sini.. " ucap Marco membawakan koper berisi barang-barang Catrine
" Tapi... Tapi... Tapi... " ucapnya terpotong Oma memangil securiti Mansion tersebut
" Hadi.... " Teriakan Oma
" Ia Oma... " ucapnya
" Usir Dia.. jangan biarkan Ulat keket ini menginjakan kakinya disini... Kamu mengerti " ucap Oma sudah mulai geram dengan kelakuan Catrine
" Oma... jangan usir Aku... " ucap Catrine
" Pergi sana " Lalu Oma dan Marco menutup pintu tersebut
Dan Catrine ditarik oleh Hadi untuk keluar dari sana.
Lalu Catrine pun menangis dan menelepon Natali
...----------------...
Terdengarlah suara Bunyi bel, Bagas pun segera membukan Pintu Apartemen sang Majikan.
Ting... Tong... Ting... Tong...
Ceklek,,
" Mari Nona silahkan Masuk " ucap Bagas
" Dimana Momi " ucapnya
" Dia sekarang beristirahat... " ucap Bagas
" Tunjukan kamarku dimana... Aku cape " ucap Catrine sempoyongan
" Bau Alkohol... untung Nyoya sudah tidur kalau tidak.. ini akan jadi masalah besar... sebaiknya Aku cepat bawa Dia kekamarnya " batin bagas
Bagas pun membawa Catrine kedalam kamarnya, Ia benar-benar sudah mabuk.
" Suka..suka.. Aku... hidup-hidup Aku ini " ucapnya sambil mabuk
" Aku merasa gerah... " ucapnya membuka kancing bajunya
" Nona Catrine kendalikan dirimu... Kita belum sampai kamar Anda " ucap Bagas
" Aku ga peduli... " ucapnya memeluk bagas
" Ih... Nyoya ga salah pilih... memilih wanita seperti ini " batin Bagas
Sesampainya disana Catrine pun dibaringkan diranjangnya, lalu dengan segera bagas keluar dari kamar Catrine karena takut tidak bisa mengendalikan Diri bagaimna pun ia Laki-laki normal.
Lalu Bagaspun segera duduk di ruang tengah itu, takut sang Majikan akan mengamuk lagi.
.
...****************...
.
Sedangkan Leo sudah berada didalam Apartemen miliknya. dengan nuasa minimalis ditambah dengan barang-barang yang rapi Sisil pun takjub.
" Mas... ini Apartemen milikmu " tanya Sisil
" Ia sayang... mulai sekarang Kita tinggal disini tidak apa-apa kan " ucap Leo
" Tidak Mas... selama ada Kamu... Aku pasti akan ikut " ucapnya sambil terseyum
" Yu Kita istirahat " ucap Leo menuntunya kekamar nya
" Mas tapi kan Aku tidak punya baju ganti " ucap Sisil
" Tenang Saja... besok.. Aku akan menyuruh Renal membelikanmu baju... " ucap Leo
__ADS_1
" Sekarang Berbaring lah... Aku akan memijat mu... " ucap Leo
" Tapi jangan keras-keras " Rengek Sisil
" Tenang Saja... " ucapnya mengusap-usap kaki Sisil yang dirasa pegal
Kriuk.... Kriuk..
" Kamu lapar Sayang " ucap Leo mengusap perut Sisil
" Ia Mas... dari tadi Aku belum makan " keluh Sisil
" Maafkan Momi ya Sayang " ucap Leo
" Aku sudah memaafkanya Mas... jangan khawatir " ucap Sisil sambil terseyum
" Yasudah Kamu tunggu disini Aku bikinkan Makanan " ucap Leo
" Kamu Mau makan Apa Sayang... " Tanya Leo
" Aku mau makan telor mata sapi... tapi harus sempurna yang kuning telurnya jangan sampai pecah dan harus matang... " celetuk Sisil
" Sebentar ya Sayang... Aku bikinkan Dahulu " ucap Leo melangkah pergi menuju dapur
Leo pun segera memasak nya dengan hati-hati namun selalu gagal lalu yang ke lima barulah sempurna sesuai keingina sang istri. Lalu ia membawanya kekamar.
" Sayang ini sudah matang " ucap Leo membawakan Nampan
" Mas... makasih " ucap Sisil
Dengan lahap ia pun memakannya sampai habis namun dia belum kenyang.
" Mas lagi " ucap Sisil
" Sayang... ini kan sudah malam telurnya juga habis... ada juga masakan Aku yang gagal " ucap Leo
" Coba bawa Mas kesini " ucap Sisil
" Nih Sayang... Leo membawa masakan yang gagal itu ke Sang Istri
" Em... Sayang enak. .. " ucap Sisil
" Trus apa gunanya bulat sempurna jika yang gagal pun Kamu makan Sisil " Batin Leo
" Aku sudah kenyang sayang " ucap Sisil kemudian meminum air putih
" Ia sayang. .. bagaimana Kamu ga kenyang orang Kamu habiskan 5 butir telur " ucqpnya sambil tertawa
Merekapun kembali tertawa bersama. meskipun menguras kesabaran Leo namun ia tak pernah marah pada sang istri selama Sisil hamil.
.
.
.
.
.
Bersambung....
Halo Semua,.
Maafkan jika untuk beberapa part kedepan akan menguras emosi kalian...
So... Ikuti terus kisanya...
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan Dukung Aku dengan cara
Like....Komen..... dan Vote ......
Jangan bosen-bosen ya .....
__ADS_1
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua....
Karena Doa yang baik akan kembali kepada orang memberi Doa.... 😁😁😁