Dendam Sang CEO

Dendam Sang CEO
Episode 88


__ADS_3

" Sebaiknya Kamu pulang dari sini... pulang sana ke negaramu... " usir Oma


" Lagian Kamu juga sudah menceraikanku.. untuk apalagi kamu datang kesini " ucap Marco kesal


" Kalian mengusirku demi Sisil... oh my good no.. " ucap Natali marah


" Cepat keluar dari sini " ucap Marco dengan penuh Emosi


" Baik... Aku Akan pergi tapi yang harus You ingat.. Aku takan meyerah memisahkan Sisil dan Leo " ucapnya Kesal pergi kekamar Tamu dan membawa koper berisi barang-barangnya. dan tak lupa menelepon Bagas untuk menjemputnya


Natali pun segera melangkah pergi dari mansion itu dengan perasaan kesal terhadap Sang Mertua dan Sang mantan Suami.


" Bagaimanapun caranya Aku akan memisahkan mereka " gumannya


Dia pun melangkah menuju Apartemenya, sesampainya disana ia melampiaskan kekesalan dengan membanting-banting barang yang ada dihadapanya. Gelas piring semua pecah karenaya.


" Nyoya kendalikan dirimu " ucap Bagas


" Aku sedang Kesal... kenapa semua orang seperti membenciku " teriaknnya


Kring... Kring...


" Halo... Momi... You Ok... " ucap Catrine


" Em.. "


" Momi... Hiks.. hiks... hiks... kenapa Oma dan Ayah mertuaku mengusirku " ucap Catrine sambil menangis


" Kamu sekarang datang ke Apartemenku... nanti Ku Share lok " ucapnya mematikan Teleponnya


" Catrine... adalah salah satu alat untuk mendekati Leo " ucap Natali


" Nyoya... sebaiknya bukan hanya Nona Catrine yang Nyonya jadikan alat... bagaimana dengan Nona Salsa.. Ia juga memiliki dendam pada nona Sisil " ucap Bagas


" Baner juga... Besok Kita temui Salsa tapi rahasiakan Ini dari Catrine... Akupun harus waspada padanya... " ucap Natali


" Sebaiknya Nyoya istirahat... dan tenang diri Anda... biar Nona Catrine Saya yang urus " tawarnya


" Em.. " ucap Natali


" Kalau begitu Saya permisi " ucap Bagas pamit dari Kamar sang majikan


Bagas diam diruang tengah Apartemen sang majikan. menunggu Catrine pulang.


...----------------...


Flash Back


Ting... Tong... Ting... Tong...


" Woy.... buka... woy... " ucap Catrine sambil mabuk


" Buka.... " teriakannya


Ting... Tong... Ting... Tong...


Ting... Tong... Ting... Tong...


Ceklek,,


" Berisik " bentak sang Oma


" Eh... Oma yang cantik... lama sekali bukanya... " ucap Catrine cengegesan sambil mabuk


" Em.. Bau alkohol.. Kamu mabuk... " ucap Marco


" Eh... Ayah mertua yang ganteng... mabuk sedikit ayah... menikmati masa muda... " ucapnya sempoyongan


" Apa-apa ini Natali memilih calon menantu seperti ini.. ga sudi Aku menikahkan Dia dengan leo... mending Sisil yang sudah jelas baik " batin Oma


" Dimana otak Natali memilih model begini jadi menantunya " batin Marco


" Natali sudah pergi dari sini... sebaiknya Kamu pulang ke Negaramu " ucap sinis Oma

__ADS_1


" Apa... " ucapnya kaget


" Nih Kopermu... dan pergi dari sini.. " ucap Marco membawakan koper berisi barang-barang Catrine


" Tapi... Tapi... Tapi... " ucapnya terpotong Oma memangil securiti Mansion tersebut


" Hadi.... " Teriakan Oma


" Ia Oma... " ucapnya


" Usir Dia.. jangan biarkan Ulat keket ini menginjakan kakinya disini... Kamu mengerti " ucap Oma sudah mulai geram dengan kelakuan Catrine


" Oma... jangan usir Aku... " ucap Catrine


" Pergi sana " Lalu Oma dan Marco menutup pintu tersebut


Dan Catrine ditarik oleh Hadi untuk keluar dari sana.


Lalu Catrine pun menangis dan menelepon Natali


...----------------...


Terdengarlah suara Bunyi bel, Bagas pun segera membukan Pintu Apartemen sang Majikan.


Ting... Tong... Ting... Tong...


Ceklek,,


" Mari Nona silahkan Masuk " ucap Bagas


" Dimana Momi " ucapnya


" Dia sekarang beristirahat... " ucap Bagas


" Tunjukan kamarku dimana... Aku cape " ucap Catrine sempoyongan


" Bau Alkohol... untung Nyoya sudah tidur kalau tidak.. ini akan jadi masalah besar... sebaiknya Aku cepat bawa Dia kekamarnya " batin bagas


Bagas pun membawa Catrine kedalam kamarnya, Ia benar-benar sudah mabuk.


" Suka..suka.. Aku... hidup-hidup Aku ini " ucapnya sambil mabuk


" Aku merasa gerah... " ucapnya membuka kancing bajunya


" Nona Catrine kendalikan dirimu... Kita belum sampai kamar Anda " ucap Bagas


" Aku ga peduli... " ucapnya memeluk bagas


" Ih... Nyoya ga salah pilih... memilih wanita seperti ini " batin Bagas


Sesampainya disana Catrine pun dibaringkan diranjangnya, lalu dengan segera bagas keluar dari kamar Catrine karena takut tidak bisa mengendalikan Diri bagaimna pun ia Laki-laki normal.


Lalu Bagaspun segera duduk di ruang tengah itu, takut sang Majikan akan mengamuk lagi.


.


...****************...


.


Sedangkan Leo sudah berada didalam Apartemen miliknya. dengan nuasa minimalis ditambah dengan barang-barang yang rapi Sisil pun takjub.


" Mas... ini Apartemen milikmu " tanya Sisil


" Ia sayang... mulai sekarang Kita tinggal disini tidak apa-apa kan " ucap Leo


" Tidak Mas... selama ada Kamu... Aku pasti akan ikut " ucapnya sambil terseyum


" Yu Kita istirahat " ucap Leo menuntunya kekamar nya


" Mas tapi kan Aku tidak punya baju ganti " ucap Sisil


" Tenang Saja... besok.. Aku akan menyuruh Renal membelikanmu baju... " ucap Leo

__ADS_1


" Sekarang Berbaring lah... Aku akan memijat mu... " ucap Leo


" Tapi jangan keras-keras " Rengek Sisil


" Tenang Saja... " ucapnya mengusap-usap kaki Sisil yang dirasa pegal


Kriuk.... Kriuk..


" Kamu lapar Sayang " ucap Leo mengusap perut Sisil


" Ia Mas... dari tadi Aku belum makan " keluh Sisil


" Maafkan Momi ya Sayang " ucap Leo


" Aku sudah memaafkanya Mas... jangan khawatir " ucap Sisil sambil terseyum


" Yasudah Kamu tunggu disini Aku bikinkan Makanan " ucap Leo


" Kamu Mau makan Apa Sayang... " Tanya Leo


" Aku mau makan telor mata sapi... tapi harus sempurna yang kuning telurnya jangan sampai pecah dan harus matang... " celetuk Sisil


" Sebentar ya Sayang... Aku bikinkan Dahulu " ucap Leo melangkah pergi menuju dapur


Leo pun segera memasak nya dengan hati-hati namun selalu gagal lalu yang ke lima barulah sempurna sesuai keingina sang istri. Lalu ia membawanya kekamar.


" Sayang ini sudah matang " ucap Leo membawakan Nampan


" Mas... makasih " ucap Sisil


Dengan lahap ia pun memakannya sampai habis namun dia belum kenyang.


" Mas lagi " ucap Sisil


" Sayang... ini kan sudah malam telurnya juga habis... ada juga masakan Aku yang gagal " ucap Leo


" Coba bawa Mas kesini " ucap Sisil


" Nih Sayang... Leo membawa masakan yang gagal itu ke Sang Istri


" Em... Sayang enak. .. " ucap Sisil


" Trus apa gunanya bulat sempurna jika yang gagal pun Kamu makan Sisil " Batin Leo


" Aku sudah kenyang sayang " ucap Sisil kemudian meminum air putih


" Ia sayang. .. bagaimana Kamu ga kenyang orang Kamu habiskan 5 butir telur " ucqpnya sambil tertawa


Merekapun kembali tertawa bersama. meskipun menguras kesabaran Leo namun ia tak pernah marah pada sang istri selama Sisil hamil.


.


.


.


.


.


Bersambung....


Halo Semua,.


Maafkan jika untuk beberapa part kedepan akan menguras emosi kalian...


So... Ikuti terus kisanya...


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan Dukung Aku dengan cara


Like....Komen..... dan Vote ......


Jangan bosen-bosen ya .....

__ADS_1


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua....


Karena Doa yang baik akan kembali kepada orang memberi Doa.... 😁😁😁


__ADS_2