
Oma dan Sisil sedang menonton acara tv kesukaan. Tiba-tiba tak sengaja Sisil menyenggol gelas berisi minuman.
Prank....
" Sisil, Kamu ga papah Sayang " ucap Sang Oma
" Tidak apa-apa Oma hanya saja perasaan Sisil tiba-tiba ga enak... Kenapa ya Oma " Ucapnya
" Ani... Ani... " teriakan Oma
" Ia Oma, ada yang bisa Saya bantu "
" Tolong Kamu bersihkan serpihan gelas itu " ucap sang Oma
" Baik Oma "
" Oma, Sisil keruang Kerja Mas Leo dulu.. " ucap Sisil ucapnya pergi ke rungan kerja sang Suami
...****************...
Leo hanya terdiam dan menahan rasa hasratnya agar tidak tergoda namun apa yang terjadi Yesi malah memeluknya dengan erat.
" Sial... Aku benar-benar tidak tahan " batin Leo
Bruk...
Leo mencoba melepaskan pelukannya dan mendorong Yesi sehingga tersungkur ke Lantai.
" Murahan, ga tau Diri.... Kamu akan rasakan Akibatnya jika bermain-main dengan Ku " ucapnya mencekik Yesi
" Obat itu sangat Kuat bahkan Kamu ga akan bisa menyembuhkannya.. dari pada Kamu bunuh Aku lebih baik sentuh Aku " ucap Yesi dengan nafas tersengal-sengal
" Rasakan ini " ucapnya dengan mempererat cekikan nya
" Sebelum Aku mati Aku akan memberikan rekaman percakapan Kita tempo hari pada Sisil "
" Maksudmu " bentaknya
" Rekaman Kalo Kau menikahi Sisil hanya untuk membalas dendam mu pada Salsa, dan Kamu tau Hatinya Sisil bakal hancur.. dan meninggalkanmu " ucapnya terbata-bata
" Sial... Aku akan benar-benar mati Kalau begini caranya " batin Yesi
" Apa Aku sanggup Kehilangan Sisil ... tak akan Ku biarkan Itu " batin Leo
Ceklek
" Ya ampun Mas apa yang Kamu lalukan Sama Yesi " ucapnya memisahkan Leo dan Yesi
" Lepasin Yesi Mas, nanti Dia Mati " ucap Sisil
" Kenapa Mas Leo semarah itu " batin Sisil
" Apa Dia mendengar Semua permbicaraa ku dengan Yesi " ucap batin Leo
" Biarin Dia mati sekalian " bentaknya
" Untung Sisil datang... Aku tidak akan mati... tapi Kamu salah besar telah menyelamatkanku Sil... sebentar lagi.. Aku akan merusak rumah tanggamu " batin Yesi
Sisil hanya terdiam ketika ia dibentak oleh Leo, ada rasa takut menyelimutinya apalagi tatapan tajam dari Leo. Leo yang sadar telah membentak Sisil ia pun langsung menatap Sisil dan segera melepaskan Yesi.
Iapun segera membawa Sisil kekamarnya dan membiarkan Yesi tergeletak di lantai.
__ADS_1
" Sial... Sial... Sial.... semua karena Sisil padahal sebentar lagi Aku akan memiliki Leo " ucapnya kesal
" Tapi Aku tak akan menyerah untuk dapatkan Kamu Leo... tapi kalo obatnya reaksi pada Sisil bagaimana "
" Aku harus gagalkan Mereka " ucap Yesi langsung bagun dan pergi dari ruangan tersebut.
...****************...
" Mas Lepasin sakit " rengek Sisil sambil duduk di samping ranjangnya
" Sil, Maafkan Aku " ucapnya sambil berjongkok
" Ia .. tapi jangan diulangi lagi ya.. Aku ga mau suamiku ini menjadi seorang pembunuh " ucapnya lembut
" Aku ga mau Kamu pergi... dan ga bisa bayangin kalau Kamu ningalin Aku ... Aku harus jujur sekarang " batin Leo
" Aku Mau jujur sama Kamu Sil " ucapnya
" Jujur Apa Mas " ucapnya
Tok.... Tok.... Tok....
" Bentar Ya Mas Aku bukain dulu " ucap Sisil
Ceklek
" Sisil, Saya bawakan Minum untukku dan untuk Leo.. sampaikan maafku padanya telah membuatnya marah " ucap Yesi dengan wajah memelas
" Tidak Masalah Yesi, nanti Aku akan sampaikan " ucapnya tersenyum
" Kalo begitu Saya Pamit " ucapnya
Sisil pun Kembali menghampiri Leo
" Jangan Diminum " ucapnya merebut teh itu lalu membuat Air tehnya kedalam Kloset
" Tapi Mas "
" Apalagi sebenarnya rencana Yesi " batin Leo
" Oh Ia Mas... Tadi Mas mau bilang Apa " tanyanya kembali
" Sebenarnya Aku.... " ucapnya terpotong
Tok.... Tok.... Tok....
" Bentar Mas Aku bukain lagi pintunya " ucap Sisil
Ceklek,,
" Sisil Aku bawakan Obat untukmu dari Oma, jangan lupa diminum dengan teh yang tadi " ucap Yesi
" Makasih ya Yesi " ucapnya
" Kalo begitu Saya permisi " ucap Yesi
Sisil pun Kembali menghampiri Leo
" Siapa " ucap sinis ya
" Yesi ngasih obat ini sama Aku katanya dari Oma " ucapnya
__ADS_1
" Dia lagi... Dia lagi.... dasar wanita murahan " batin Leo
" Kenapa Mas rebut "
" Jangan terima makanan apapun dari Dia ingat itu " bentaknya sambil membuang obat itu ketempat sampah
" Ada apa sebenarnya antara Mas Leo dan Yesi " tanya dalam hatinya
Leo Pun segera mendekatkan tubuhnya perlahan lahan pada tubuh Sisil.
" Ko Aku degdegan ya " batin Sisil
" Mas Mau apa " tanyanya dengan gugup
Sisil mau menghindar namun tembok menghalanginya. Leo semakin mendekat padanya bahkan jarak antara wajahnya dengan wajah sang suami tinggal beberapa senti Saja.
" Apa... Mas Leo mau melakukan itu... Aku belum Siap.. Tapi Aku tak bisa menolaknya itu memang haknya Mas Leo
Tok... Tok.... Tok...
" Ngapain lagi Sih Dia " batin Leo kesal
Tok.... Tok.... Tok....
.
.
.
.
Bersambung....
Halo Semua,..
Ada yang tau apa yang akan Leo Dilakukan pada Sisil....
Akan kan mereka melakukan malam pertama..
Dan jika malam pertama....
Kalian Mau di Skip aja atau diperjelas hayo...
Tulis ya komen nya biar Aku upnya cepet...
Karena lagi bimbang buat ceritain malam pertama
So tunguin kisahnya...
Maafkan kemarin upnya cuma 1 episode aja...
Aku usahakan besok up 3 kali... seperti minum obat hehehheh
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan Dukung Aku dengan cara
Like....Komen..... dan Vote ......
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua....
__ADS_1
Karena Doa yang baik akan kembali kepada orang memberi Doa.... 😁😁😁