Dendam Sang CEO

Dendam Sang CEO
Episode 80


__ADS_3

Leo sekarang sudah berada didalam mobilnya, ia terlihat memasang wajah masih kesal. Renal memcoba menghampirinya.


" Tuan... Apakah Tuan baik-baik saja " tanyanya


" Bagaimana Baik-baik saja... pingangku sakit " ucap ketusnya


" Mau saya pangilkan Dokter "


" Tidak Usah... " tolak Leo


" Apakah Tuan berhasil mendapatkan Mangganya " tanya Renal


" Ia tapi hanya Dua... semoga ini cukup.. Malas jika harus Manjat-manjat seperti tadi " ucap Leo


" Sekarang Kita mau pergi kemana Tuan " tanyanya


" Terserah yang penting Kamu temukan pohon Jambu Air... " ucap Leo ketus


" Baik Tuan.... "


Renal dan Leo pun berkeliling melihat-lihat sekitar jalan siapa tahu ada pohon jambu Air seperti yang dipinta Sang Istri.


" Tuan Saya baru ingat... dirumah paman Saya ada pohon jambu Air " celeruk Renal


" Yasudah Kita kesana... " ucap Leo


" Tapi... Tuan saya Takut... " ucapnya terpotong


" Biarkan Saya yang meminta ijin " bentaknya


" Bukan itu Tuan " kilahnya


" Cepat bawa Saya kesana " ucapnya dengan nada tinggi


" Baik Tuan... "


...****************...


Leo dan Renal sudah sampai dirumah paman Renal yang bernama Nono, Mereka segera turun dan memencet bel rumah tersebut


Ting... Tong... Ting... Tong


Ceklek,,


" Siapa.... "


" Saya Renal Om... "


" Oh Renal... sudah lama tidak berkunjung... ada apa Hem... " ucapnya


" Pantas saja Renal terlihat takut... penampilan seperti itu... badan gembul, wajah seram dan kumis baplang.. ... Amit-amit " batin Leo


" Em... begini... Om... Saya.... saya... " ucapnya terpotong


" Begini Om kedatangan Saya kesini ingin meminta ijin kepada Om untuk memetik buah Jambu Air langsung dari pohonya " ucap Leo


" Tidak bisa "


" Istri saya sedang Hamil Om... mohon pengertianya. .. " ucap Leo dengan wajah tegang


" Atau begini Saya bayar... Om mau uang berapa... saya berikan.... " ucap Leo lagi


" Aduh Tuan.... bisa kena amuk nih... ga semua hal bisa dibeli dengan uang.... " batin Renal


" Saya ga butuh uang "


" Apa.. didunia ini ada yang ga butuh uang... maksudnya apa Renal " tanyanya bingung


" Renal " teriakan Om Nono


" Ia Om... bawa temnmu pulang.. " ucapnya menutup pintu


" Hey... Om Saya belum selesi bicara... " ucap Leo Kesal


" Tuan... sebaiknya kita bujuk Om Nono dengan makanan... " bisik Renal


" Baiklah... pantas saja Kau takut dengan Dia " ocehnya


" Tuan.... Aku ga takut dengan penampilannya... ada satu hal lagi yang jauh lebih takut " batin Renal


Mereka pun segera mencari tempat makanan, mereka membeli martabak manis, roti bakar dan kopi di sebuah Cafe.


" Oh ia Tuan... saya Lupa... Kita harus beli Ayam goreng " ucapnya


" Baikah... "


Leo dan Renlpun kembali kerumah sang Om tersebut. Renal meminta sang majikan untuk Diam karena Dia yang akn meluluhkan sang Om.


Ting... Tong... Ting... Tong


Ceklek,,


" Kalian.... mau apa lagi "

__ADS_1


" Renal minta maaf atas sikap majikan Renal... ini Renal belikan martabak dan Roti bakar kesuakaan Oma " bujuknya


" Sepertinya enak " ucapnya mengambil bungkusan tersebut


" Silahkan Duduk " mereka duduk diteras rumah Om


" Em... enak sekali Renal... tau saja kesukaan Om "


" Ia dong Om... bagaimana Kabar Om sekeluarga " ucap Renal basa Basi


" Baik... Sering-seringlah kesini... jangan sibuk bekerja nanti Kau akan jadi bujang lapuk " ucap pedasnya


" Ia Om lain Kali Renal sering main kesini " jawabnya


" Om... kedatangan Renal kesini ingin... " ucapnya terpotong lagi lagi


" Ambil Saja... Kalau Kau mau... panjat sendiri " ucap Om sambil meneguk kopinya


" Baik Om... terima kasih... terima kasih " ucap Renal berdiri


" Tuan... yu Kita panjat pohonnya " ajak Renal


Renal mengajak Leo kehalaman belekang rumah Sang Om disana terdapat banyak macam-macam buah-buahan.


" Tuan... itu pohon nya " ucap Renal


" Lumayan tinggi ya.. " ucap Leo


" Ia Tuan.... sebentar saya ambilkan "


" Ini Tuan Mari silahkan " ucap Renal


Leo pun segera menaiki tangganya dan memetik Jambu Airnya lalu ia masukan kedalam kantung plastik yang ia bawanya.


Guk... Guk... Guk...


" Renal suara apakah itu " ucap Leo


" Itu hewan peliharaan Om Saya Tuan... " ucap Renal


" Tuan.... " ucapnya berlari karena sang hewan mendekatinya


" Renal... Renal... Kenapa aku ditinggalkan diatas pohon " ucapnya marah


" Sebentar Tuan Dia mengejarku " ucap Renal


" Haruskan Aku memangil polisi, pemadam kebakaran atau bagaimana ini... " ucap Leo


Guk... Guk... Guk...


"Tolong-tolong..... tolong.... " teriakan Renal


" Ada apa ini " tanya sang oma


" Dia mengejarku Om... " ucap Renal sambil berlari


Guk... Guk... Guk...


Sang Hewanpun Diam ditempat sang majikan berada


" Renal Sini Kamu.... " ucap Om


" Tapi Om... Aku takut " ucapnya


" Sini cepat " bentaknya


" Ada apa Om " ucapnya mendekati sang Om


" Itu yang Kamu bawa apa " ucap sang Om menunjuk pada kantung plastik yang dipegang Renal


" Oh... Ia. . Aku lupa... " ucapnya mengeluarkan Daging ayam tersebut dan memberikanya pada sang Hewan


" Renal..... " teriakan Leo


" Maafkan Saya Tuan... Saya terlalu gugup " ucapnya cenggesan


" Sekarang Kamu bantu... Tuanmu itu " ucap Sang Oma


" Tapi Om tetap disini takut si Gukguk menghampiriku lagi " ucapnya


Renalpun mendekati Leo dan memegangi tangganya lagi


" Tuan... Silahkan turun " ucap Renal


" Awas kalau Aku sampai jatuh lagi.. " ucap Sinis Leo...


" Ia Tuan... "


Guk... Guk... Guk...


" Tuan cepat... ada gukguk lagi " ucap Renal gemetaran sehingga tangga pun ikut bergetar


" Renal... Diam... Nanti Saya jatuh lagi " teriaknya

__ADS_1


" Tuan.... Tidak....Tuan... ada Gukguk... " ia pun berlari lagi


Sedangkan Leo tidak bisa mengimbangi tangga dan tubuhnya.


Bruk,,


" Aw... " teriakanya


" Tuan apa Anda tidak apa-apa " ucap Renal berlari kearah sang Majikan


" Renal.... " teriaknya


" Maafkan Saya Tuan... maafkan... " ucap Renal membangunkan Sang Majikan


Leo dengan Kesal melangkah menuju mobilnya, dan Renalpun segera menghampiri sang Majikan namun sebelum itu ia mengucapkan terima kasih dulu pada sang Om.


" Tuan Apa Anda tidak Apa-apa " ucap Renal masuk kedalam mobil


" Menurutmu " ucao Kesal Leo


" Maafkan Saya Tuan... Kan saya sudah bilang... saya takut.. bukan dengan Om saya... tapi dengan peliharaannya... " jelaskan Renal


" Kenapa tidak bilang " bentaknya


" Maafkan Saya " ucap Renal merasa bersalah


" Setelah aku buatkan istriku Rujak Kau harus memijatku... itu hukumn untukmu " ucap Leo


" Baik Tuan... " ucap Renal


...****************...


Leo dan Renal segera menuju Mansionya, sesampainya ia langsung masuk kedapur, ia mencuci terlebih dahulu lalu ia memotong-motong buahnya terlebih dahulu.


Ani pun menghampiri mereka lalu meyiapkan bumbu-bumbu yang dibutuhkan. Leo segera mengulek bumbu lalu ia masukan buahnya lalu ia aduk dan dipindahkan kedalam piring.


Setelah tersaji Ia pun segera melangkah menuju kamarnya ingin segera bertemu dengan sang istri.


Ceklek,,


" Sayang.... " ucap Leo


" Loh Ko makan Keripik tadi katanya ga mau makan apapun selain rujak... " sindir Leo


" Mas... lama Aku kan lapar " kilahnya


" Yasudah... Nih rujak sesuai yang Kamu inginkan " ucap Leo meyodorkan piring pada Sisil


" Ini ga salah... baru lihat potongan rujak Ko begini. ... dadu " ucap Yesi


" Diam Kau " ucap Leo tidak suka


" Aku coba ya mas " ucap Sisil


" Em... enak Mas... apalagi mangganya.... " ucap Sisil


" Coba deh Mas " ucap Sisil menyuapinya


" Em... Asem begini... sini... biar Aku buang saja... Kita beli mangga yang matang " ucap Leo


" Jangan Mas... ini Enak Ko... aku maunya yang ini " ucap Sisil menatap tajam Leo


" Kamu yakin Sayang " ucap Leo


" Ia Mas "


" Leo... Ibu hamil itu.. memang suka yang asem-asem dan pedas-pedas jadi jangan khawatir " ucap Yesi


,


,


,


,


,


Bersambung....


Halo Semua,.


So... Ikuti terus kisanya...


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan Dukung Aku dengan cara


Like....Komen..... dan Vote ......


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua....


Karena Doa yang baik akan kembali kepada orang memberi Doa.... 😁😁😁

__ADS_1


__ADS_2