Dendam Sang CEO

Dendam Sang CEO
Episode 106


__ADS_3

Sedangkan ditempat lain yaitu di kantin Rumah sakit Leo dan Renal sekarang sedang berada di satu meja tempat duduk dan membicarakan sesuatu yang penting.


" Renal " ucap Leo


" Ia Tuan "


" Apakah Kau sudah mendapatkan informasi tentang apa yang dilakukan momiku selama beberapa hari ini " tanya Leo


" Sudah Tuan... Nyoya Natali beberapa hari ini tengah Sibuk merencanakan sesuatu kepada anda " ucap Renal


" Rencana Apa.. " ucap Leo


" Iya ingin Anda mundur dari jabatan CEO jika anda terus mempertahankan rumah tangga anda.. " ucap Renal


" Terus apa yang akan Dia lakukan " tanya Leo


" Dia akan mengumpulkan dan menghasut beberapa pemegang saham dan para investor untuk melengserkan jabatan anda " ucap Renal


" Berapa persen saham yang Momi miliki " ucap Leo


" Dua puluh lima Persen " ucap Renal


" Takan semudah itu menyingkirkan ku... " ucap Leo


" Apa Kamu meyuruh orang untuk memata-matai Catrine... " tanya Leo


" Ia Tuan.... Catrine selama ini sering pergi ke Club dengan beberapa pria.... "


" Apakah Momi tidak tahu " tanya Leo


" Dia mungkin tahu... tapi Nyoya Natali pura-pura tidak tahu...dan juga Nyoya Natali sudah punya dua rencana... Jika Catrine tidak bisa membuat anda tertarik padanya maka ia akan meyuruh Salsa untuk menggoda Anda "


" Apa Kamu meyuruh orang untuk memata-matai Salsa... "


" Iya Tuan.. tapi hasilnya bagus... sebenarnya Nona Salsa hanya memanfaatkan Nyoya Natali... karena orang yang ia cinta adalah Ujang " ucap Renal


" Bagus... " ucap Leo sambil tertawa


" Kita lihat saja permainan siapa yang akan menang lebih dulu..." ucap Leo dengan senyum jahatnya


Leo pun segera mengambil handphonenya dan segera menelepon seseorang dan menyuruhnya untuk menemuinya sekarang.


.


...----------------...


.


Tut... Tut... Tut... Tut...


" Halo " ucap Leo


" Temui aku Di kantin rumah sakit... " ucapnya dan langsung menutut teleponnya


.


...----------------...


.


Tiga puluh menit orang yang ditunggu pun datang mereka duduk bersama dalam satu meja.


" Lama nunggu nya... Maf telat tadi sedikit macet " ucap Salsa


" Is Ok... " ucap Singkat Leo


" Kalian pesan Dulu minum atau makan... " tawar Leo


Salsa dan Ujang pun segera memesan minuman mereka. dan langsung mengobrol dengan Leo.


" Ada apa Kau mengajakku bertemu disini " tanya Salsa To the points

__ADS_1


" Aku hanya ingin menanyakan apa rencanamu pada Momi Ku... " tanyanya


" Em... Jujur Aku hanya ingin memanfaatkan Momimu... " ucap Salsa


" Terus apa Rencanamu... " tanya Leo kembali


" Satu bulan lagi Aku akan menikah dengan Ujang " ucap Salsa


" Tidak Bisa... itu terlalu lama... Aku hanya tak ingin Jika momiku melakukan hal yang tidak-tidak... " jawab Leo


" Leo mengatur pernikahan itu ga gampang... " ucap Salsa


" Gampang... Pakai ini... " ucap Leo menyodorkan kartu Kreditnya


" Tapi Tuan... Saya dan Neng Salsa tidak bisa menerimanya " tolak Ujang menyodorkan kartu Kreditnya kepada Lel


" Terima Saja... sesuai janjiku pada Salsa... " ucapnya menyodorkan kembali kartu Kreditnya pada Salsa


" Tapi Tuan... " ucap Ujang


" Kamu jangan khawatir... aku Takan bangkrut hanya memberimu sebuah kartu " cibir Leo


" Bukan begitu Tuan.. Saya hanya tidak mau merepotkan Tuan... " ucap Ujang


" Itung-itung itu hadiah untuk Kaka ipar ku dari Adiknya dan Adik iparnya... " ucap Leo


" Tapi Tuan ini teh berlebihan " ucap Ujang merasa tak enak menerima pemberian Leo


" Kamu gunakan untuk hal-hal yang bermanfaat ... sebentar lagi kita kan jadi keluarga jadi tidak usah sungkan " ucap Leo


" Sudah terima saja ... " bisik Salsa


" Tapi Neng ..." ucapnya terpotong


" Leo tak suka penolakan... Kau terima saja " bisik Salsa


" Baik lah Tuan...Saya terima... semoga rezeki Tuan bertambah banyak dan Tuan sekeluarga diberikan kesehatan Serta umur panjang " Ucap Doa Ujang


" Terima kasih " ucap Leo singkat


" Neng Sisil... Ujang mah ga mau nikah tanpa restu dari Mamah Ida atuh... " ucap Ujang


" Kamu tenang saja... Leo akan bantu Kita " ucap Salsa meyakinkan Ujang


" Kamu tenang Aja... Nanti sesudah kalian menikah akan ku berikan satu restoran untuk kalian... Ku harap kalian bisa mengelolanya dengan baik... agar Mamah Ida bisa menerimamu Ujang... tugasmu bikin Salsa bahagia dan kembangkan usaha mu... agar Mamah Ida percaya bahwa kamu bisa membiayai Salsa... " nasehat Leo


" Tuan Leo... anda baik sekali... Ujang tidak tahu harus mengatakan apa lagi " ucap Ujang dengan wajah terharu


" Tidak perlu sungkan... seperti yang kukatakan ... Kita akan jadi keluarga... " ucap Leo


" Makasih... Tuan... makasih.... " ucap Ujang menciumi tangan Leo


" Sudah... Kamu jorok... ih nanti air liurku ketangan ku " ucap Leo


Salsa dan Renalpun tertawa namun ditahan melihat tingkah Leo jika bersama Ujang.


" Momi sudah punya dua rencana... Jika Catrine tidak bisa membuat Ku tertarik padanya maka Momi akan meyuruh Kau untuk menggoda Ku "


" Apa... " ucap Salsa


" Kamu tenang saja.. aku tidak akan mengoda mu... " ucap Salsa Lagi


" Saya juga tidak tertarik padamu " cibir Leo


" Aku punya sedikit ide gila... tapi ini harus Aku bicarakan dulu pada Sisil " ucap Salsa sambil tersenyum


" Apa " tanya Leo


" Neng Salsa sudahlah jangan macem-macem atuh... nanti nambah masalah " ucap Ujang


" Sudah Kamu diam Saja... ikuti permainanku " ucap Salsa

__ADS_1


" Apa Rencanamu " tanya Leo


" Aku kembalikan ini padamu " ucap Salsa menyodorkan kembali kartu kreditnya pada Leo


" Maksudmu apa " tanya Leo heran


" Aku akan membuat Tante Natali terbang melayang lalu dalam sekejap aku pun akan membuat Dia hancur tanpa berkeping-keping " ucapnya tersenyum jahat


" Caranya " ucap Leo


" Aku akan bilang jika Aku hamil anakmu dan Kau akan menikah denganku tapi nanti diacara resepsinya pengantin laki-laki nya adalah Ujang... Gimana menurutmu " tanya Salsa


" Ujang mah tidak setuju... Kamu membohongi semua orang " ucap Ujang


" Kamu gila... Sisil bisa marah... " ucap Leo


" Nanti Aku akan coba untuk membicarakannya pada Sisil " ucap Salsa


" Aku yakin Sisil ga akan setuju... apalagi harus membohongi semua keluarga..." ucap Renal


" Bagaimana Jika ikut sertakan keluarga... agar rencananya tambah sukses... " ucap Salsa


" Aku tidak mau " ucap Leo


Leo pun memerintahkan Renal untuk menyebarkan Vidio Catrine dan juga Foto-fotonya sewaktu ia mengintip Catrine di Club.


" Renal Kau masih simpan Vidio itu " tanya Leo


" Vidio Mana Tuan " tanyanya


" Vidio pas Kita mengintip Di Club " ucap Leo


" Apa yang direncanakan Leo sekarang " batin Salsa


" Masih Tuan... " ucap Renal membuka handphonenya


" Sekarang Kamu sebarkan dengan foto-fotonya, Aku mau tau bagaimana Reaksi Momi " ucap Leo dengan tersenyum senang


" Baik Tuan... " ucap Renal


" Vidio... Foto... merek merencanakan apa... " batin Salsa bingung


" Jadi bagaimana " tanya Salsa


" Kita diskusikan bersama Sisil... " ucap Leo melangkah pergi dari kantin tersebut dan Renal pun mengejar sang majikan


Beda halnya dengan Salsa ia masih disana dan menikmati makananya karena ia tadi tidak sempat makan.


.


.


.


.


.


Bersambung....


Halo Semua,.


Maafkan jika untuk beberapa part kedepannya akan menguras emosi kalian...


So... Ikuti terus kisahnya...


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan Dukung Aku dengan cara


Like....Komen..... dan Vote ......


Jangan bosen-bosen ya .....

__ADS_1


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua....


Karena Doa yang baik akan kembali kepada orang memberi Doa.... 😁😁😁


__ADS_2