Dendam Sang CEO

Dendam Sang CEO
Ekstra Part 48


__ADS_3

Kini Sisil mengetuk pintu kamar Farel


Tuk... Tuk... Tuk... Tuk..


" Abang " Pangil Sisil


Tuk... Tuk... Tuk... Tuk..


" Abang, ini bunda " ucap Sisil


" Iya bunda " ucapnya menggantikan kekesalannya


" Boleh kah bunda masuk " ucap Sisil


" Ada apa bunda " ucap Farel dalam kamarnya


" Bunda mau bicara sesuatu yang penting " ucap Sisil


" Tunggu sebentar " ucap Farel


Ceklek,,


" Bunda ada apa " ucap Farel dengan senyum dipaksakan


" Boleh bunda masuk " ucap Sisil membujuk sang Anak agar Berbicara lebih dekat


" Tapi bunda kamar Farel berantakan " ucap Farel menggelar nafas panjangnya


" Ga papah sayang, bunda bantu beresin " bujuk Sisil


" Tapi bunda "


" Astaga Abang.. ada apa dengan kamarmu seperti kapal pecah " ucap Sang bunda kaget begitu melihat ke dalam kamarnya


" Tidak apa-apa bunda " ucap Farel menggaruk kepalanya yang tak gatal


" Sini duduk sama bunda " ucap Sisil duduk di ranjang kasur dan mengajak sang putra duduk disampingnya


" Abang sebenarnya kenapa nak " ucap Sisil


" Abang tidak apa-apa " batin Farel


" Abang jangan bohong, Abang tau kan bohong itu dosa " ucap Sisil


" Bunda " lirih Farel memeluk sang bunda


" Kenapa nak " Membalas pelukan sang bunda


" Dona membenci ku " ucap Farel dengan nada sedih


" Dona itu orang yang kamu suka kan " Tanya sang bunda


" Iya bunda " ucap Farel masih memeluk sang bunda


" Kenapa Dia bisa membeencimu " ucap Sisil


" Dia membenciku karena aku pura-pura jadi Ehan " ucap Farel mampu membuat snag bunda heran


" Ko kamu pura-pura jadi Ehan " Tanya sang bunda


" Aku yang salah Bunda, aku awalnya sengaja pura-pura Ehan, agar Dona makin berharap padamu dan dia akan mengejar-ngejar Ehan, terus Ehan akan merasa tersiksa tapi aku jadi suka sama Dona beneran bunda " ucapnya mempererat pelukannya


" Kamu sudah menyesalinya, kamu sudah minta maaf sama Dona " ucap Sang bunda


" Sudah bunda, aku sudah jujur sama dia tapi dia malah membenciku... apa yang harus aku lakukan bunda " ucapnya dengan wajah sedihnya


" Anak bunda sekarang sudah besar mainnya cinta-cintaan " ucap Sisil sambil tertawa

__ADS_1


" Bunda... " lirihnya


" Kau boleh menyalahkan diri kamu, tapi kamu kan sudah minta maaf terlepas Dona mau maafin Kamu atau tidak itu urusan dia.. dan nasehat bunda biarkan Dona tenang.. dia hanya butuh waktu, bunda yakin Suatu saat Dona juga akan menyukaimu " ucap Sang bunda mengelus rambut sang putranya


" Anakku sudah besar.. perasaan baru kemarin aku melihat mereka merangkak, berjalan bahkan memakai baju sekolah dasar.. waktu cepat berlalu.. semoga Ketiga anakku semua bahagia " batin Sisil


" Sekarang Kamu tidur, besok kamu harus ke kampus, kamu sayangkan ke bunda " tanyanya


" Sayang bunda "


" Kamu harus nurut.. good night sayang " ucap Sisil mencium kening sang Putra


Kini Sisil keluar dari kamar itu dan segera menuju kamarnya, disana terlihat Leo sedang menunggunya


" Kenapa lama " ucap Leo dengan cemberut


" Anakmu sedang galau " ucap Sisil sambil tersenyum kadang anak sama bapak sama-sama manja


" Galau kenapa dia.. masih kecil cinta-cintaan " ucap Leo kesal


" Anakmu sudah kuliah Mas.. mungkin sebentar lagi akan menikah " goda Sisil membuat Leo semakin kesal


" Menikah... Aku harus tau dulu calon istrinya siapa, gimana kelakuannya " ucap Leo sedikit posesif jika tentang anak dan istrinya


" Aku sih ga pernah larang dia buat milih wanita dari kalangan mana dan berapa kekayaanya hanya satu yang aku ingin, dia baik dan bisa membahagiakan anak kita " ucap Sisil


" Aku setuju " ucapnya Leo


" Yaudah kita tidur sudah malam " ucap Sisil membaringkan tubuhnya disamping snag suami


" Tapi apakah kamu pernah berpikiran jika kita harus nambah anak lagi biar jika mereka nikah kita tak sepi dirumah " goda Leo


" Mas " Ucap Sisil tersipu malu


" Ayolah sayang.. aku masih kuat berapa ronde juga " ucapnya membuat Sisil salah tingkah


Keesokan harinya,,


Sisil sudah meyiapkan sarapan untuk semua anggota keluarganya, Oma dan Marco pun muncul dan duduk dikursi yang selalu mereka tempati, tak lama kemudian Ina dan Leo pun duduk disana, kini tinggal Ehan dan Farel yang belum datang dimeja makannya.


" Abang sama Kakak lama banget.. Ina kan lapar " ucap Ina cemberut


" Kita makannya harus bareng biar enak " ucap Marco


" Benar sayang tunggu saja sebentar lagi juga datang " ucap Sang bunda


Kini Ehan datang Kesana dengan wajah cemberut


" Loh ko Kaka cemberut " ucap sang bunda


" Abang hari ini ga kekampus katanya ga enak badan " ucap Ehan


" Biarkan abangku istirahat nanti bunda akan telepon dokter " ucap Sang bunda


" Iya Bunda " ucap Farel


" Aku tau sebenarnya Abang mau menghindari Dona dulu.. aku harus ngomong sama Dona nanti " ucap Ehan dalam batinya


Mereka semua menyantap sarapan ya dengan lahap setelah selesai Leo segera pergi bersama Renal, sedangkan Oma pergi dengan Marco ke restoran, kini Ina meminta Ehan mengantarkannya ke sekolahnya.


" Ka, anterin Aku ke sekolah " pinta Ina


" Biasanya juga bareng sama satria " cibir Ehan


" Ga mau, masa aku dikatain kalau aku pacarnya satria " ucap Ina kesal


" Ga papah kali, memang kamu cocok " ucap Ehan sambil tersenyum jahat

__ADS_1


" Bunda liat Kaka nyebelin " ucap Ina mengadu pada sisil


" Ehan, cepat kamu Antarkan Ina dulu, nanti kalian telat " ucap Sang bunda


" Iya bunda " ucapnya Mereka


Ehan dan Ina pun berboncengan, Ina diantarkan kesekolah oleh Ehan, sedangkan terlihat Satria sedang menunggu Ina di depan gerbang tersebut.


" Ehan kenapa kamu nganterin ina " ucap Satria kesal


" Lah memang kenapa, dia kan Ade gue " ucap ketus


" Ina kenapa kamu ga mau aku anterin " ucap Satria kesal


" Suka-suka aku aja " ucap Ina


" Yaudah Dek, Kaka pergi dulu kalau dia macem-macem bilang Kaka " ucapnya Ehan menjulurkan lidahnya pada Satria


" Ehan " ucap Satria dengan cemberut


" Ka hati-hati di jalan ya " ucap Ina melambaikan tangannya


Sementara semua teman Ina menghampirinya dna menanyakan soal laki-laki yang mengantarkan Ina kesekolah, tadinya Ina mau bohong dia mau bilang kalau kalanya adalah pacarnya namun satria memberitahukan jika Ehan Kaka Ina,


Semua teman wanitanya langsung menanya-nanya tentang Ehan pada Ina, dan Ina pun merasa jengkel iya bahkan kesal karena semua teman perempuannya mau datang kerumah sementara Satria hanya tertawa melihat tingkah Ina.


Ehan sudah berada di kampus, iya segera mencari keberadaan Dona di sekeliling kampus namun tidak bertemu, lalu iya bertemu dengan Niko


" Ehan " pangil Niko menghampiri Ehan


" Ada apa " ucap Ehan


" Kamu cari siapa " Tanyanya


" Aku cari Dona " jawabnya


" Tadi aku lihat dia dikantin " ucap Niko


.


.


.


.


.


Semoga kalian terhibur...


ikuti terus kisahnya...


Sambil menunggu Novel ini Up..


Jangan lupa Ketik di kolom pencarian Novel yang berjudul KISAH CINTA ANAK KEMBAR CEO



Semoga kalian suka...


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan Dukung Aku dengan cara


Like....Komen..... dan Vote ......


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua....

__ADS_1


Karena Doa yang baik akan kembali kepada orang memberi Doa.... 😁😁😁


__ADS_2